
๐ฟ
๐ฟ
๐ฟ
Sepulang dari Mall Vanya mengajak Vano pergi ke panti asuhan di jalan xxx.Ternyata Vanya belanja sebanyak itu untuk disumbangkan di panti asuhan.Sungguh mulia memang hati bumil satu ini.Bahkan Vanya ternyata sudah menjadi donatur tetap di panti asuhan itu.Malah sejak ia masih duduk dibangku SMP.
Vano nampak kagum dengan perbuatan sang adik.Bahkan Vano sendiri tidak tahu jika Vanya sudah menjadi donatur dibeberapa panti asuhan salah satunya adalah panti Asuhan Bunda ini.Kedatangan Vanya disambut hangat oleh ibu panti dan anak anak disana.Mereka juga sudah sangat akrab dengan Vanya.
Tapi baru kali ini ibu panti melihat Vanya datang dengan seorang teman,Apalagi Vanya saat ini membawa pria tampan yang tak lain adalah abangnya sendiri.Nio saja sebagai suaminya belum pernah di ajak kesini oleh Vanya.
Setelah mengobrol ngobrol sebentar dengan ibu panti dan Vano pun ikut nimbrung.Ini adalah pengalaman pertama bagi Vano datang langsung ke panti asuhan seperti sekarang ini.Vano memang suka menjadi donatur juga tapi Vano hanya menstransfer dana lewat rekening atau kadang menyuruh bodyguard nya saja.
Begitu keperluan mereka selesai di panti.Vano pun mengantarkan Vanya pulang karena hari sudah sore.
"Abang mau mampir dulu ???".Tanya Vanya ketika sudah sampai di rumahnya.
"Boleh deh".Sahut Vano dan langsung melepaskan sabuk pengaman nya.
Vanya dengan tersenyum lebar ikut turun dari mobil dan beriringan dengan Vano masuk kedalam rumah.Bik Sri memang belum pulang karena majikannya masih belum kembali.
"Selamat sore Nyonya,tuan".Sapa Bik Sri kepada Vanya dan Vano.
"Sore bik,Apa bibik sudah mau pulang???".
"Ah iya Nyonya, pekerjaan bibik sudah selesai,bibik juga sudah masak makan malam nanti tinggal dipanasi saja Nyonya".
Vanya pun hanya mengangguk kan kepalanya.Sedangkan Vano sudah mendaratkan bokongnya di sofa ruang tamu.Lalu bik Sri pun pamit pulang.Sekarang tinggallah Vanya dengan ditemani sang Abang tertampannya.
"Bang pulangnya nanti saja ya setelah Kak Nio pulang.Soalnya aku nggak ada temennya".Ucap Vanya manja.
"Bilang aja kamu takut.Pake alasan juga".Ledek Vano sambil terkekeh.
"Kenapa nggak suruh Bik Sri tinggal dirumah ini aja Honey????.Jadi kalo Nio kerja sampai malam kamu jadi ada temennya".Usul Vano
__ADS_1
"Kalo ada Maid dirumah,nanti Kami nggak bisa main dengan bebas dong bang".Sahut Vanya jujur.
"Main????.Emang mau main apaan????".Vano memang tidak semesum sang adik.
"Main kuda kudaanya lah bang.Nggak asyik dong".Cerocos Vanya mulai tak berfilter.
"Dasar suami istri mesum".Cibir Vano.
Vanya hanya acuh malah ia terkekeh."Oh iya abang mau minum apa???.Biar aku buatin ya".
"Nggak usah Honey!!!.Nanti Abang bisa ambil sendiri.Sekarang mending kamu mandi dulu gih!!!".
"Siap bos".Jawab Vanya sambil memberi hormat pada abangnya.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Di lain tempat Zinnio masih saja selesai melaksanakan razia di jalan xx.Kini ia baru saja tiba di polres ,dan sejak tadi pun ia belum sempat mengabari istrinya.Bahkan sejak tadi Nio belum sempat memeriksa ponselnya.
Nio merebahkan tubuhnya di sofa ruangan kerjanya.Lalu ia juga langsung memeriksa ponsel miliknya.Dilihatnya beberapa pesan dan panggilan tak terjawab dari sang istri.
"Oh shit...Dasar istri Durjana.Apa dia sengaja menggoda suaminya karena telat pulang kerumah".Nio merasa adiknya sudah mulai menegang hanya dengan melihat foto sexi sang istri.
Dengan cepat Nio langsung meraih jaket dan pamit pulang duluan dengan temannya.Lalu ia pun segera mengendarai mobilnya menuju kediamannya.
"Awas saja nanti jika sampai dirumah,Aku akan menghukumu sayang".Lirih Nio sambil menancap gas mobilnya.
Dan setelah menempuh perjalanan sekitar dua puluh menit,Kini Nio sudah sampai dirumah.Nio sempat melirik mobil mewah yang terpakir didepan.Dan Nio sudah bisa menebak siapa pemilik mobil tersebut.
Nio masuk kedalam rumah yang memang pintunya masih terbuka."Sayang aku pulang".Seru Nio sambil mengedarkan pandangannya mencari keberadaan istrinya.
"Bisa tidak jangan berteriak!!!!.Kakak iparmu sedang istirahat men".Vano mengeluarkan suaranya karena mendengar teriakan Nio.Padahal ia sedang rebahan di sofa ruang tamu.
"Maaf Brother.Dimana istriku????.
"Dia ada dikamar,mungkin masih mandi.Kenapa apa dia menggodamu Men????".Celetuk Vano yang tahu betul karakter sang adik yang penuh kejahilan itu.Apalagi ia melihat raut wajah Nio seperti sedang menahan sesuatu.
__ADS_1
"Kau pasti tahu apa yang dilakukan adikmu men.Gue kekamar dulu brother,Silahkan lanjutkan rebahannya!!!".Ucap Nio sambil sedikit berlari menaiki anak tangga.
Sedangkan Vano hanya geleng geleng kepala saja.Melihat tingkah sang adik dan suaminya yang benar benar mesum.
Vanya pun saat ini baru saja keluar dari kamar mandi.Hanya dengan memakai handuk dan rambut yang masih basah.Tadi ia memang sengaja mengirim foto sexi nya pada sang suami.Karena Vanya kesal suaminya tak kunjung menjawab telpon dan membalas pesannya.
Ceklek....Suara pintu kamar terbuka.Dan menampilkan wajah tampan sang suami yang seharian ini tidak ada dirumah.Vanya langsung tersenyum begitu melihat sang suami akhirnya pulang juga.
"Kenapa senyum senyum begitu????".Apa kau lupa apa yang kau lakukan tadi Honey???".Seru Nio sambil berjalan mendekati Vanya.
"Itu belum seberapa yank".Sahut Vanya sambil mengedipkan matanya.
"Apa kau sadar jika perbuatanmu itu bisa membangkitkan sesuatu yank????".Nio berbisik ditelinga istrinya.
"Itu yang aku mau sayang".Vanya malah semakin menggoda suaminya.
"Benarkah????.Jangan menyesal sayang".
"Tidak akan pernah yank".Lagi lagi Vanya malah menantang suaminya.
Dan tanpa aba aba lagi Nio langsung menarik pinggang ramping istrinya.Dan menyambar benda kenyal itu,menyesapnya penuh hasrat dan semakin lama semakin menuntut.Vanya pun dengan senang hati menyambut dan membalas kegiatan suaminya.Bahkan Vanya sampai memiringkan kepalanya mencari sport terbaik untuk melanjutkan kegiatannya.
Nio juga menuntun sang istri menuju ranjang dan menarik handuk yang melekat ditubuh istrinya.Kegiatan mereka tak hanya disitu saja.Yang jelas sore itu keduanya sama sama hanyut dalam permainan masing masing.Dan sudah dipastikan jika Nio tak hanya satu kali saja.Bahkan mereka berdua sampai lupa jika saat ini masih ada Vano di ruang tamu.
Kalau lagi kuda kuda an memang sampai lupa diri dan lupa waktu.Maunya nambah aja terus, Apalagi lawannya seimbang.Sampe nggak mau berhenti karena nanggung masih enak.๐คญ๐คญEiitsss bunda apa apaan sih kok jadi ikut ikutan museum kayak si Vanya ya๐ฌ๐ฌ
๐ฟ
๐ฟ
๐ฟ
**Satu bab dulu ya gengsss bunda udah kagak sanggup buat ngetik nih,udah kecapekan berkutat di dapur seharian ini gengs๐๐๐Soalnya besok kan mau idul Adha jadi bunda harus jalankan rutinitas kayak emak emak pada umumnya gengs๐ฌ
Selamat merayakan idul Adha bagi yang merayakan ya gengs,Minal aidzin walfaizin mohon maaf lahir dan batin ๐๐๐**
__ADS_1
TBC