
🌿
🌿
🌿
"Apa kamu terluka Honey????".
Deg....
Semua orang melongo saking terkejutnya.Begitupun dengan Rere,Ia menatap wajah tampan Vano tanpa berkedip yang tiba tiba saja menahan tubuhnya.
"Mana yang sakit???Coba aku lihat".Ucapnya lagi khawatir dan cemas.Karena ia melihat ada darah di lengan Rere.
"Ak...aku nggak papa kok,Cuma....
"Berani menyentuh calon istriku,Maka akan kubuat hidup kalian sengsara seumur hidup".Ucap Vano tegas sambil memberikan tatapan membunuhnya pada ke tiga gadis yang tadi membully Rere dan langsung memotong ucapan Rere.
Sungguh sorot mata Vano sangat tajam, Apalagi ketika menatap wajah gadis yang bernama Key itu.Key saja bergetar dan bergidik ngeri melihat Vano saat ini.
"Jangan harap kalian bisa hidup tenang setelah ini".Ancam Vano lagi.Dan langsung membopong tubuh Rere.
Semua wanita nampak iri dan histeris kala itu melihat Rere di bopong ala bridal oleh Cowok setampan Vano.Bahkan Rere hanya bisa pasrah dalam keterkejutannya tubuhnya kaku.Bukan karena efek luka yang ia dapat.Melainkan atas ucapan dan sikap Vano padanya saat ini.
"Bereskan semuanya!!!".Ucap Vano pada Erik sebelum ia masuk kedalam mobil setelah meletakkan tubuh Rere terlebih dahulu.
"Baik tuan muda".Sahut Erik cepat dan Vano pun langsung membawa Rere pulang menuju Apartemen nya.
Sedangkan Key dan kedua temannya.Masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya tadi.Apalagi ketika Vano bilang jika Rere calon istrinya.
__ADS_1
🌿🌿🌿🌿🌿
"Apa ini sakit????".Tanya Vano sambil membersihkan luka Rere.Ya saat ini Vano dan Rere sudah sampai di apartemen dan Vano sedang mengobati luka Rere dengan telaten.
Rere menggelengkan kepalanya."Aku sudah biasa luka seperti ini.Bahkan kadang lebih parah".Lirih Rere Sambil tersenyum getir.
"Aku sudah tahu".Jawab Vano santai.
Rere menautkan kedua alisnya tanda bingung."Iya aku sudah tahu jika kau itu gadis bodoh.Sudah tahu sakit malah diam saja.Apa kau mau mati ditangan mereka???.Hm".Cerocos Vano sedikit kesal.
"Bagaimana bisa kamu tahu semuanya tentang aku????".Ah Ternyata Rere itu masih tidak tahu jika Vano orang yang sangat berkuasa di negara ini.Bahkan kekayaannya tidak akan pernah habis.
"Itu bukan masalah sulit bagiku.Apa kau sungguh tidak tahu kalau aku ini horang kaya.Hem????".Goda Vano sambil tersenyum.
"Aku tidak peduli".Jawab Rere asal.Dan Rere pun tidak mau ambil pusing memikirkan tentang kekayaan orang lain.Bahkan ia tidak mau tahu sebanyak apa kekayaan orang yang ada dihadapannya itu.Yang ada Rere hanya bisa bersyukur bisa ditampung dan dikasih makan dengan layak.Dan diperlakukan dengan baik olehnya.
"Aku tidak mau tahu dan tidak akan mencari tahu.Karena sudah bisa makan enak dan ditampung dengan baik saja aku sudah sangat bersyukur.Apalagi aku sekarang juga bisa melanjutkan kuliah ku kembali.Aku sangat berterima kasih padamu kak yang sudah mau menerima gembel seperti ku ini".Lirih Rere dengan tercekat.
"Husttt...Jangan bilang begitu!!!.Aku tidak pernah menganggap mu seperti itu.Jadi,jangan rendahkan dirimu sendiri didepan orang lain!!!".Ucap Vano tegas sambil menatap wajah cantik Rere yang mulai berkaca kaca.
"Menikahlah denganku Renata!!!!".Ucap Vano tiba tiba.
Sontak membuat Rere terkejut dan saking terkejutnya Rere sampai membulatkan matanya dengan sempurna."Jangan bercanda Kak!!!.Apa menikah????....Hahaha".Rere rasa ia sedikit salah dengar.
"Aku serius dan aku tidak pernah main main dengan ucapanku".Jawab Vano tegas."Bahkan aku pun tidak terima penolakan".Ancamnya dengan seringai licik diwajahnya.
Rere hanya bisa diam tak bergeming ia masih berusaha mencerna ucapan Vano.Bahkan ia sangat terkejut jika apa yang didengarnya tadi memang benar adanya."A...aku..."
"Walaupun kau menjawab tidak.Aku akan tetap menjadikan kau istriku dan Ibu dari anak anak ku kelak".Potong Vano dengan santainya.
__ADS_1
"Apa kau sedang memaksa seorang gadis untuk mau menikah denganmu tuan????".Sindir Rere sedikit kesal.
"Hahahah....Jika kau menganggap nya begitu tidak masalah.Karena aku tidak pernah main main Rere".Jawab Vano sambil duduk disamping Rere dengan santainya.
"Is ..Dasar melamar gadis tidak ada romantis romantisnya sama sekali.Wajar saja tidak ada wanita yang mau mendekatimu.Kalau sikapmu saja sep....."
Cup....Vano tiba tiba saja mengecup bibir ranum milik Rere dengan dadakan membuat Rere tidak bisa melanjutkan kata katanya lagi bahkan kini tubuh Rere menegang dan tidak bisa berkutik ia sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Vano.Bahkan Rere saat ini sangat malu sampai membulatkan matanya dan pipinya merona merah.
"Apa aku harus melakukan hal yang lebih dari sekedar ini!!!...Cup...."Vano kembali menyerang benda kenyal itu tanpa rasa bersalah sedikitpun bahkan sekarang Vano mulai ********** sangat rakus membuat si empunya kesusahan bernafas.
"Apa yang kakak lakukan???.Apa kau ingin membunuhku????".Rere tersengal sengal ketika ia berhasil mendorong dada bidang Vano dan mengambil nafas dengan serakah.
"CK...Bahkan kau saja menikmati ciuman ku Honey".Sahut Vano sambil terkekeh."Kemari biar kita selesaikan saja disini supaya kau tidak bisa dan tidak berani menolak menjadi istriku".Sambung Vano sambil tersenyum devil.
"Dasar pemaksa.Apa yang ingin kakak lakukan???.Bahkan kakak belum mendengar jawabanku.Tapi sudah bersikap mesum saja".Gerutu Rere sambil mencebikkan bibirnya.
Vano yang gemes dan sedikit kesal akan ulah Rere dengan gerakan cepat ia mengangkat tubuh ramping Rere.Membuat Rere menjerit karena Vano tanpa banyak bicara langsung bergerak saja.
"AW...Lepaskan kak!!!!.Apa yang kau lakukan????".Teriak Rere sambil memukul dada bidang Vano.Tapi,tak membuat Vano bergeming.Ia malah tersenyum devil dan membawa Rere menuju kedalam kamar nya.
Ceklek....Pintu kamar pun ditutup olleh Vano menggunakan kaki kirinya.
"Hey ...Kak.Berhenti!!!.Kenapa kakak jadi begini???.Apa yang akan kakak lakukan padaku???.Keluarkan aku dari sini kak!!!".Cerocos Rere sambil terus berontak di gendongan Vano.
Lalu Vano langsung menghempaskan tubuh ramping Rere di atas kasur dengan ranjang king size nya.Dan melempar jas nya ke sembarang arah serta menanggalkan dasi nya.Membuat Rere diam sejenak bahkan Rere yang tadi berteriak kini malah dibuat melongo akan keindahan tubuh milik Vano.Bagaimana tidak Vano sudah melepaskan kemeja dan celana panjangnya yang kini hanya menyisahkan boxer saja.Nampak sekali tubuh atletis dada bidang sedikit berbulu dan enam roti sobek diperutnya.
"Kau mau mencobanya Honey????".Ucap Vano sambil tersenyum licik.
Gleg....Rere tiba tiba menelan salivanya dengan sangat susah.
__ADS_1