
🌿
🌿
🌿
Vano memandang kearah langit menatap para bintang bintang yang berkelap kelip.Pikirannya tiba tiba teringat kembali akan kisah kasih nya yang tak sampai.
"Cih...Dasar bodoh.Apa yang kau pikirkan Vano".Guman Vano sambil menjambak rambutnya.
"Kekasih????...Apa aku harus memiliki seorang kekasih????".Vano terus bergumam sendiri.Sambil sesekali tersenyum miris.Ternyata dibalik sikap Arogant dan angkuhnya seorang Vano ia adalah sesosok pria yang rapuh oleh gagalnya mencurahkan isi hatinya pada gadis pujaannya.
Setelah lama dengan pikirannya sendiri.Vano beranjak dari kursi taman itu dan menuju ke warung kecil yang ada di seberang jalan.Untuk membeli air mineral,karena kerongkongan nya terasa kering.Bahkan tadi dipesta ia tidak begitu menikmati hidangan yang telah tersedia.Bahkan moodnya memburuk begitu saja ketika disunguhkan dengan orang orang yang sibuk mencari muka demi ingin bekerjasama dengan nya.
Saat Vano akan kembali ke taman hotel,tiba tiba ia mendengar suara isak tangis dari balik pohon bonsai yang ada di pinggir jalan.Jiwa kepo Vano bangkit ia pun mencari sumber suara.Hingga ia mendapati seseorang yang duduk dengan mendekap kedua lututnya sambil menunduk.Vano tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang menangis itu.Karena posisinya membelakangi Vano.Dan disana juga sedikit gelap jadi susah melihat wajah nya.Tapi,dari suara tangis yang didengar jika itu adalah seorang wanita.
Karena penasaran Vano melangkahkan kakinya untuk melihatnya langsung.Dan ingin memastikan apa orang itu baik baik saja.Namun,alangkah terkejutnya Vano begitu ia sampai didepan pemilik suara tangis yang terisak itu.Karena ada mobil yang lewat jadi Vano bisa melihat dengan jelas wajah seorang gadis yang masih terus terisak.
"Hei...Kenapa kau menangis disini?????".Tanya Vano heran.Bahkan Vano terlihat datar saat menanyakan itu.Sungguh ekspresi yang sangat kaku.
Gadis itu mendongakkan kepalanya sehingga mata indah itu bisa melihat sosok laki laki tampan yang ada didepan matanya saat ini."Bukan urusanmu Om...Hiks....hiks...".Jawab Gadis itu sambil terus terisak.
"What????....Om?????".Ulang Vano tak terima jika ia sampai di panggil om.
"Memangnya aku harus panggil siapa????.paman atau Opa????".Sahutnya lagi sambil terus terisak.
__ADS_1
"Kau....".Vano mulai geram oleh jawaban gadis muda dihadapannya saat ini.Dan saat Vano akan mengeluarkan kata kata caciannya karena masih tak terima di panggil Om Om.Tiba tiba saja Gadis itu pingsan tak sadarkan diri.Untung saja Vano langsung gerak cepat menangkap tubuh gadis itu sehingga dengan posisi sedikit berjongkok Vano bisa meraih bahu dan pinggang si gadis muda.
"Hei....Bangun!!!. Kenapa jadi pingsan sih.Bikin repot saja".Lirih Vano masih kesal.Bahkan Vano tidak bisa begitu jelas melihat wajah si gadis muda itu.
Karena si gadis tidak kunjung sadarkan diri dan Vano masih punya rasa perikemanusiaan akhirnya Vano menghubungi Bodyguard nya.Dan menyuruhnya membawakan mobil untuk menjemputnya di seberang jalan taman hotel xxx.
Tak berselang lama sang Bodyguard datang dengan tiga orang temannya.Sedangkan yang lain masih ada di pesta menjaga tuan muda Rion.
"Buka pintunya!!!!".Seru Vano sambil membopong gadis muda tadi.Sedangkan Bodyguard yang awalnya masih terkejut dan bingung langsung buru buru membukakan pintu mobil untuk tuan mudanya.
"Tolong ambilkan koper di balik rumpun bonsai itu!!!".Ucap Vano lagi sebelum ia merebahkan tubuh si gadis didalam mobil tepatnya jok belakang.
Erik pun langsung sigap mengambil koper yaitu milik si gadis muda itu dan memasukkanya di bagasi.Lalu Vano menyuruh untuk melajukan mobilnya menuju Apartemen nya.Sedangkan Erik disuruh menghubungi dokter pribadi keluarga Ricard.
Sesampainya di Apartemen Vano kembali membopong si gadis masuk ke dalam Apartemen nya dan merebahkan tubuh si gadis muda di kamat tamu.Sesaat Vano dapat melihat dengan jelas wajah cantik nan manis milik gadis muda itu.
"Bagaimana Dok????.Apa dia baik baik saja????".Tanya Vano penasaran.
"Dia tidak apa apa.Cuma kelelahan saja".Jawab Sang dokter sambil tersenyum.
"Tapi kenapa dia tiba tiba pingsan dok????".
"Itu karena asam lambungnya naik.Mungkin gadis ini selalu telat makan dan oleh sebab itu tubuhnya lemah karena kekurangan tenaga".Jelas sang dokter lagi.
"Saya akan tuliskan resep obatnya dan kasih dia vitamin.Nanti setelah dia bangun suruh dia makan dan minum obatnya supaya kondisi membaik dan Asam lambungnya tidak memburuk!!!!".Ucap sang dokter dan dinawab anggukan kepala oleh Vano.
__ADS_1
Dan setelah memberikan resep obat dokter pun langsung pamit.Vano pun menyuruh Erik menebus obat di Apotik.Dan memesan makanan..Sedangkan Vano kembali masuk ke kamar tamu.Dimana gadis itu masih belum sadarkan diri.
Cukup lama Vano memandangi wajah si gadis muda itu."Apa yabg terjadi pada gadis ini????".Guman Vano sambil terus memperhatikan wajah sang gadis yang ada di hadapannya itu.
Dan si gadis pun mulai mengerjapkan matanya.Perlahan ia mulai sadar.Kemudian menelisik area sekitar dan memgedarkan pandangannya melihat kamar mewah yang ia tempati saat ini.Hingga matanya menatap wajah tampan yang sedang duduk sambil menyilang kan kedua tangannya didepan dada dengan kaki di angkat satu berpangku pada kaki satunya lagi.
"Om siapa???.Dan Dimana aku ini?????".Tanya sang gadis cantik itu.
"CK...Begitu bangun langsung menyebalkan".Gerutu Vano sambil berdiri dari duduknya mendekati sang gadis yang masih saja menatapnya."Di Apartemen ku.Tadi kamu pingsan untung aku masih punya hati nurani untuk menolongmu dan Membawamu kemari".Sahut Vano sambil duduk di tepi ranjang.
"Terimakasih".Lirih Sang gadis lemah.
"Minum dulu!!!!".Vano menyodorkan segelas air mineral untuk sang gadis dan langsung diterima oleh gadis itu.Bahkan Vano nampak tercengang karena hanya dengan tiga kali tegukan saja satu gelas air mineral itu langsung habis.
Lalu Erik datang membawakan makanan pesanan sang tuan muda dan memberikan nya pada Vano."Silahkan makan dulu!!!.Lalu minum obatnya!!!".Ucap Vano lagi.
Gadis itu mengangguk patuh.Bahkan gadis itu tak bersikap menyebalkan seperti yang dikatakan Vano tadi.Vano pun membantu membuka makanan itu dan memberiaknnya pada si gadis cantik itu.Bahkan Vano kembali melongo begitu melihat gadis itu makan dengan lahap.Bahkan ia menghabiskan semua makanan yang dipesankan oleh Erik tadi.
"Dimana rumahmu biar nanti saya antar pulang".Tanya Vano setelah membantu si gadis minum obat dan vitamin dari dokter.
Gadis itu menatap wajah tampan Vano.Lalu ia menggelengkan kepalanya.Nampak kesedihan di mata gadis muda itu."Kenapa????".Tanya Vano bingung.
"Tolong jangan suruh saya pulang kerumah Om!!!!".Mohon gadis itu sambil kembali menangis.Membuat Vano semakin bingung saja.
🌿
__ADS_1
🌿
🌿