
🌿
🌿
🌿
Usai jam kuliah Vanya dan Rania memutuskan untuk pulang bersama.Seperti yang sudah mereka rencanakan sebelumnya.Jika hari ini Vanya mengajak Rania untuk acara rujakan dirumahnya.Dan hari ini kedua gadis cantik itu pulang dengan dijemput sopir yang memang ditugaskan untuk antar jemput Vanya keluar dan kekampus jika suaminya Zinnio sedang bekerja.
"Pak berhenti didepan sebentar ya!!!!".Pinta Vanya pada sang sopir.
"Baik Nyonya".Sahut pak sopir manut.
"Mau ngapain Vanya berhenti disini????".Tanya Rania kepo.
"Mau beli es kelapa muda itu".Tunjuk Vanya sambil membuka pintu mobil.
"Ah,ya Ampun jelih banget sih matanya sampe orang jual es kelapa muda yang ada dipojokan aja kelihatan".Ledek Rania sambil geleng geleng kepala.
Vanya hanya tersenyum."Kamu mau sekalian dibeliin nggak????".Tanyanya pada Rania.
"Ogah,tapi kalo es tebu noh yang ada disamping mas mas yang jualan es kelapa muda nya boleh deh".Pinta Rania sambil menunjuk penjual es tebu tepat disamping es kelapa muda.
"Iya...Kamu nggak sekalian ikut turun juga????.Banyak loh yang jual cemilan tuh.Siapa tahu ada yang kamu pengen beli gitu".Seru Vanya lagi.
"Hmm...Yaudah deh aku ikut.Tapi aku mau ke apotik sebentar ya.Kamu duluan aja pesen es kelapa muda nya!!!.Ntar aku nyusul kesana setelah dari Apotik".Kata Rania sambil ikut turun dari mobil.Karena kebetulan letak Apotik cuma jarak dua ruko dari penjual es kelapa muda yang diinginkan Vanya.
Rania tersenyum penuh arti setelah keluar dari Apotik.Dan langsung menghampiri Vanya yang sudah meminum es kelapa muda sambil duduk di kursi yang sudah disediakan penjualnya.Sementara menunggu Rania ternyata Vanya sudah membeli cimol dan kerak telor.
"Nggak takut gendut apa ngemil melulu".Ejek Rania sambil duduk didepan Vanya.
"Kata suamiku biar makin semok kalo gendut".Sahut Rania santai.
"Masa?????".Ledek Rania lagi.
Vanya hanya menganggukkan kepalanya.Sambil terus menikmati kesegaran es kelapa muda yang ada ditangannya.
Tak lama es tebu pesenan Rania pun selesai.Saat Rania masih meminum es tebunya.Tiba tiba pandangan Vanya tertuju pada penjual batagor.
Dan dengan cepat Vanya langsung memanggil pedagang Batagor itu dan memesannya.Karena entah kenapa Vanya merasa ingin sekali menikmati Batagor itu.Namun,karena Rania mengusulkan untuk membungkusnya saja dan memaknnya dirumah dengan sedikit kesal Vanya mengikuti saran Rania.
Karena Rania tiba tiba merasa mual dengan bau batagor serta saus kacang itu.Membuatnya tidak mau berlama lama mencium aroma itu.
Setelah menempuh perjalanan lebih kurang sekitar 30 menit.Kini Vanya dan Rania sudah sampai di rumah mewah milik Vanya dan Zinnio.
__ADS_1
Begitu sudah masuk kedalam rumah Vanya langsung masuk ke dapur.Untuk mencuci tangan sedangkan tas dan handphone nya ia letakkan di meja bar dapur.Begitupun dengan Rania.
"Bik bumbu rujaknya udah siap kan????".Tanya Vanya pada bik Sri asisten rumah tangga nya.
""Sudah Nyonya.Buahnya juga udah bibik potongin".
"Tolong bawa kemeja makan aja ya bik!!!!".
"Baik Nyonya".Jawab Bik Sri sambil membuka lemari es untuk mengambil buah dan bumbu rujak yang sudah ia siapkan sejak tadi.
Sedangkan Vanya sudah menuju meja makan bersama Rania.".Ikut aku sebentar ayo !!!!".Seru Rania yang sudah tidak sabar akan kecurigaannya.
"Kemana Ran?????".Tanya Vanya bingung karena Rania sudah menarik tangannya.
"Kamar mandi".Jawab Rania singkat.
"Ngapain kekamar mandi????.Kamu mau pipis???.Pergi aja sendiri!!!.Masak minta temenin aku segala".Cerocos Vanya.
"Masuk!!!.Dan bawa ini kedalam!!!".Perintah Rania sambil menyodorkan alat tes kehamilan pada Vanya.Bukan hanya satu tapi tiga testpack yang diberikan Rania langsung pada Vanya.
"Tes kehamilan????".Lirih Vanya bingung.
"Yes cinta.Coba aja tes dulu!!!.Aku penasaran sama hasilnya .Buruan masuk!!!!".Ucap Rania tidak sabaran.
"Ah,yaa Ampun.Makanya tes dulu biar tahu hasilnya apaan!!!.Lagian kamu kan sampe sekarang belum datang bulan peak.Udah hampir 3 bulan Vanya sayang".Rania mulai geram dengan sahabat nya itu.
"Bik tolong minta gelas kecil dong!!!!".Teriak Rania pada bik Sri.
Dan dengan cepat bik Sri pun memberikan gelas yang diminta oleh Rania."Kasih ke majikan bibik tuh!!!!".Ucap Rania sambil melirik Vanya yang masih terlihat bingung dengan benda yang ada ditangannya.
"Ayo buruan masuk!!!.Pipis yang banyak ya!!!!".Celetuk Rania sekalian menggoda Vanya.
"Gimana cara pakenya Ran????".Tanya Vanya dengan mode bodohnya.
"Kamu pipis terus pipisnya dimasukin kedalam gelas ini!!!.Udah itu celupin deh testpack nya kedalam gelasnya.Tunggu beberapa saat baru kelihatan hasilnya".Jelas Rania sambil geleng kepala melihat sisi bodohnya seorang Vanya.
"Ngerti kan????.Jangan cuma bisa celupin senjatanya Kak Nio aja kamu.Celupin testpack aja bingung".Cibir Rania lagi sambil tepuk jidad.
"Lebih enak celupin yang Nio lah lebih kerasa.Lah celupin testpack mana ada rasanya".Jawab Vanya cepat.
"Huh...Dasar giliran menyangkut barang laki kamu aja cepat nyambungnya.Dasar otak kotor".Cibir Rania.
"Udah sana buruan masuk!!!!.Malah bahas terong suamimu.".Seru Rania tidak sabaran.
__ADS_1
Akhirnya Vanya pun mengikuti perintah Rania.Karena tiba tiba saja Vanya juga penasaran dengan hasilnya nanti.Apa benar ia hamil saat ini.Atau cuma perasaan Rania aja.
Cukup lama Vanya berada didalam kamar mandi.Tak kunjung keluar.Bahkan Rania pun tidak mendengar suara apapun dari dalam sana.
"Vanya....Van...Kamu nggak lagi tidur kan didalam kamar mandi????.Lama amat sih".Teriak Rania karena sudah hampir lima belas menit Vanya didalam sana.
Rania saja sudah menarik kursi yang ada dimeja mini bar untuk duduk didepan pintu kamar mandi.Karena Rania merasa pegal menahan beban diperutnya yang sudah membuncit itu.
Ceklek....Pintu kamar mandi akhirnya dibuka juga oleh Vanya.Namun ekspresi wajah Vanya terlihat biasa saja.Bahkan terlihat datar tanpa ekspresi apapun.Membuat Rania jadi bingung dengan ekspresi yang ditunjukkan oleh Vanya.
"Mana hasilnya????".Tanya Rania cepat.
Karena Vanya tak kunjung bicara dan menunjukkan ekspresi apapun membuat Rania langsung merampas testpack yang ada ditangan Vanya.
"Van....Vanyaaa".Teriak Rania.
"Aku hamil Ran".Seru Vanya sambil memeluk erat tubuh Rania dan terus mengembangkan senyumnya.
"Iya....Kamu ternyata beneran hamil Vanya".Sahut Rania dan membalas pelukan Vanya.
"Aduh lepas Vanya!!!.Ngab perut aku nih".Celetuk Rania karena ia sudah susah nafas Vanya begitu semangat memeluknya.
"Kamu nangis Vanya????".Rania melihat sahabatnya itu mengeluarkan air matanya.
"Aku....aku bahagia dan aku juga terharu".Lirih Vanya sambil mengusap air matanya.
"Uuhh...Tayang....Sini ...sini Aku peyuk lagi tayang".Ledek Rania.
Bik Sri yang mendengar percakapan keduanya pun ikut bahagia kalo majikannya positif hamil.Sedangkan Vanya sudah ada ide untuk memberi kejutan pada suaminya nanti.Jangan bilang Vanya kalau di otaknya tidak ada ide cemerlang untuk ia temukan dengan cepat.
🌿
🌿
🌿
**TBC
Maaf ya gengs baru bisa up lagi...Soalnya bunda lagi sibuk sibuknya di dunia Nyata 🙏🙏🙏
Bunda beberapa hari ini mesti bolak balik keluar kota terus.Jadi kagak ada waktu luang buat up dan ngehalu gengs 🙏🤭
Untuk cerita satunya insyaallah bakal bunda up juga.Tapi nggak janji bisa Grazy Up ya gengs 🤗🤗🤗🤗**
__ADS_1