Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan

Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan
Pengakuan


__ADS_3

๐ŸŒฟ


๐ŸŒฟ


๐ŸŒฟ


Suara adzan subuh terdengar merdu ditelinga.Vanya mulai menggerakkan tubuhnya.Dan sedetik kemudian Vanya mengerjapkan matanya perlahan.Ia edarkan pandangannya melirik jam yang menempel didinding kamar suite room presidential itu.Hingga kini Vanya menarik sudut bibirnya membentuk senyum.Ketika pandangannya beralih pada sosok laki laki tampan yang masih setia memejamkan matanya.Dan laki laki itu kini pun telah sah menjadi suaminya.


Vanya terus memandangi wajah tampan milik Zinnio yang masih terlelap dalam tidurnya.Vanya bahkan terus mengulas senyum,bahkan Vanya sampai menggigit bibir bawahnya ketika ia teringat kembali akan malam panasnya tadi malam bersama sang suami.


Vanya mendekat kan wajahnya untuk mengecup bibir Zinnio diam diam.Karena dirasa suaminya masih berada di alam mimpi.Tanpa ragu Vanya langsung memonyongkan bibirnya untuk menyentuh benda kenyal milik suaminya.


"Emm..."Suara Vanya tertahan karena bibirnya sudah disambar duluan oleh Zinnio.Bahkan Vanya sangat terkejut karena Zinnio langsung menarik tekuk leher Vanya secara tiba tiba.


"Kenapa mesti mencium diam diam Hem????".Ledek Zinnio ketika sudah selesai dengan ciuman subuhnya.


"Is..Kamu itu.Siapa juga yang mau nyium.Aku tadi cuma ingin membangunkan kamu yank untuk shalat subuh".Elak Vanya malu.


"Yakin...Cuma itu????".Goda Zinnio sambil menaik turunkan alisnya.


"Yes sayang".Sahut Vanya cepat dan langsung menyibak selimutnya ingin segera beranjak dari ranjang.


"AW..."Pekik Vanya ketika Zinnio malah menarik tangannya hingga ia malah tidur terlentang di atas kasur kembali.Tanpa aba aba Zinnio malah langsung menindih tubuhnya.


"Ma...mau ngapain yank????".Tanya Vanya gugup.


Zinnio malah tersenyum jahil,melihat ekspresi wajah yang ditunjukkan Vanya antara gugup,mau,dan malu."Mau mengulang kegiatan kita semalam lagi lah tank".,Goda Zinnio sambil tersenyum.


"Ta...Pi... Ini sudah waktunya shalat subuh yank".Sahut Vanya panik.


"Kenapa????".Tanya Zinnio jahil.


"Em...Itu...Nanti nggak keburu yank.Ntar shalat subuhnya lewat.Kamu kan ma...mainnya lama".Sahut Vanya sambil terbata bata bahkan ia sampai menutup mulutnya.


"Hahahha....Tapi kamu suka kan yank????.Bukannya makin lama makin nikmat yank????".Goda Zinnio lagi.

__ADS_1


"B aja".Jawab Vanya sambil tersenyum.


"Ok...Kalau gitu aku ulangi sekarang ya????.Mungkin bisa makin lama lagi dari semalam.Aku ingin lihat yang kata kamu B aja itu yang gimana sih???".Ancam Zinnio sambil menahan senyumnya.


"No...no....Nanti aja ya yank please!!!.Kita shalat dulu ntar dilanjut deh habis shalat".Mohon Vanya panik.


"Janji".Ucap Zinnio sambil mengulas senyumnya.


"Oke janji ...janji...".Sahut Vanya cepat.


Zinnio pun bangkit dari atas tubuh istrinya dan langsung turun dari ranjang."Ayo mandi dulu yank!!!!.Mandi bareng ".Ajak Zinnio jahil.


Vanya nampak mengerutkan keningnya karena terkejut dengan ajakan suaminya untuk mandi bersama."Cuma mandi yank.Biar cepet.Kita udah lewat 10 menit loh shalat subuhnya".Jelas Zinnio karena tahu akan isi otak mesum istrinya saat ini yang mulai traveling kemana mana.


"Sini aku bantu yank kekamar mandi nya!!!!".Ucap Zinnio lagi.


Dan tanpa menolak Vanya langsung melebar kan kedua tangannya untuk minta di gendong oleh suaminya menuju kamar mandi."Kenapa nggak nolak????".Goda Zinnio lagi sambil membopong tubuh istrinya menuju arah kamar mandi.Sedangkan Vanya sudah mengalungkan tangannya dengan cantik di leher Zinnio.


"Biar nggak repot repot jalan yank".Jawab Vanya sambil tersenyum.


"Ngapain malu,semalam aja udah lebih parah dari sekedar dilihat doang yank.Bukannya kamu udah megang semuanya yang ada pada tubuhku".Sahut Vanya tanpa risih.


Zinnio hanya terkekeh dan sambil geleng geleng kepala akan sikap istrinya yang selalu bar bar itu.Zinnio meletakkan tubuh polos istrinya di dalam bathtub kosong.Dan ia pun segera mengisi air hangat kedalam bathtub tak lupa ia pun sudah mengisinya juga dengan sabun cair dan aromaterapi.


Vanya sedikit meringis ketika air telah terisi dan membasahi area sensitif nya."Perih ya yank?????".Tanya Zinnio cepat.Vanya hanya nyengir kuda dan mengangguk kan kepalanya.


"Sini biar aku bantu kamu mandi ya yank".Ucap Zinnio lagi dan tanpa menunggu persetujuan dari Vanya.Zinnio langsung ikutan masuk kedalam bathtub dan membantu istrinya untuk memoleskan busa sabun ketubuh Vanya.Zinnio sangat telaten dan melakukan nya dengan sangat pelan dan lembut.


Setelah dirasa cukup Zinnio pun mengangkat tubuh Vanya untuk membilas di bawah Shower.Ia pun ikut membersihkan dirinya juga.Zinnio mematikan shower dan menarik handuk untuk membalut tubuh istrinya.Begitupun dengan dirinya.


Dipakainya Bathrobe untuk istrinya,Vanya tersenyum melihat ketelatenan seorang Zinnio dalam memperlakukan istrinya."Udah yank.Kita ambil air wudhu dulu ya!!!!!".Ucap Zinnio dan dijawab anggukan kepala oleh Vanya.


Keduanya keluar kamar mandi setelah selesai ambil wudhu.Dan Vanya berjalan masuk kedalam walk in closet bersama Zinnio yang selalu setia menggandeng tangannya.Vanya mengambilkan baju ganti untuk suaminya.Dan dengan senang hati Zinnio menerimanya.Vanya pun ikut mengganti bajunya,lalu setelah selesai keduanya mengambil peralatan sholat untuk melaksanakan dua rakaat yang sempat terlewatkan selama lebih kurang 20 menit.


Setelah selesai shalat dan usai salam.Vanya mencium tangan suaminya.Vanya tersenyum begitu pandangan bertemu dengan Zinnio.

__ADS_1


"Kenapa yank senyam senyum terus daritadi????".Tanya Zinnio.


"Aku bahagia yank.Akhirnya aku bisa shalat berjamaah dengan laki laki yang sudah sah menjadi suamiku sendiri Dan aku merasa sangat beruntung bisa menjadi istri mu".Sahut Vanya sambil tersenyum.


"Aku jauh lebih beruntung yank.Karena bisa dipertemukan dan disatukan dengan wanita semesum kamu".Ucap Zinnio sambil terkekeh dan memeluk tubuh istrinya.


Sontak membuat Vanya memukul lengan Zinnio "Kok mesum sih yank???.Emang nggak ada kata pujian yang lebih menyebalkan lagi apa????".Protes Vanya sedikit tak terima jika ia disebut mesum oleh suaminya.


"Ada yank".Jawab Zinnio cepat.


"Apa ????".Tanya Vanya penasaran.


"*****.an ".Celetuk Zinnio sambil terkekeh.


"Is....Kamu it yank.Nggak ada romantis romantisnya sama sekali".Gerutu Vanya sambil memanyunkan bibirnya.


Zinnio malah semakin terkekeh dan makin mengeratkan pelukannya."Saat ini kamu adalah prioritas ku tank.Aku beruntung dijodohkan dengan kamu.Ya walaupun awalnya aku sempat ingin menolak".Ucap Zinnio jujur.


"Jahat sekali kamu yank.Menolak wanita seperti aku ini.Bahkan kamu menolak sebelum melihat wajahnya".Cerocos Vanya masih dalam dekapan sang suami.


"Hahaha...Ya maaf yank.Habisnya waktu itu aku belum fokus untuk menjalin hubungan dengan wanita lagi.Apalagi harus menikah secepat itu.Yang ada dalam pikiranku cuma menemukan Nia terlebih dahulu.Baru aku bisa fokus kembali dengan kehidupan ku".Terang Zinnio panjang lebar.


"Oke.Karena alasannya Nia.Aku bisa memanfaatkan mu yank".Sahut Vanya sambil tersenyum dan mengecup singkat bibir Zinnio.


"Terimakasih yank".Balas Zinnio Sambil tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya.


๐ŸŒฟ


๐ŸŒฟ


๐ŸŒฟ


**TBC


Hallo gengs...Maaf ya hari ini bunda Cuma bisa Up satu bab doang gengs๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™Karena kondisi bunda bener bener lagi kurang fit๐Ÿ˜ข**

__ADS_1


__ADS_2