
🌿
🌿
🌿
"Bu Choi mana bekalnya???.Udah siap kan???".Tanya Vanya pada Kepala pelayan
"Sudah Nona muda.Biar saya bantu bawanya ke mobil!!!".
Vanya pun langsung mengangguk kan kepalanya dan ia pun segera berjalan keluar menuju mobil yang sudah disiapkan om Botak.
"Nona,apa tidak sebaiknya di antar saja sama sopir???".Ucap Bu Choi
"Tidak usah Bu Choi.Aku pergi sendiri aja.Masa iya Om botak mau nungguin aku mesra mesra an sama Kak Nio".Ledek Vanya sambil melirik kearah Om Botak.
"Dia sudah terbiasa nona".sahut Bu Choi lagi.
"Tapi aku tidak Bu Choi.Sudahlah jangan khawatir bu Choi.Aku bisa jaga diri aku kok".Jawab Vanya sambil menepuk bahu Bu Choi.
"Oh ,iya nanti kalau Mommy udah pulang duluan.Tolong bilang sama Mommy kalo aku pergi nganterin bekal makan siang calon mantunya!!!".Ucap Vanya sambil tersenyum.
"Baik Nona muda".Jawab Bu Choi lagi.
Vanya pun langsung masuk kedalam mobilnya dan menancap gas membelah jalanan.Menuju ke Asrama Polisi tempat Zinnio tinggal.Awalnya Vanya ingin menuju kepolres tapi tadi Zinnio sempat menelpon jika hari ini dia lepas dinas jadi Vanya dengan senang hati pergi ke rumah dinas yang ditempati calon suami nya itu.
Tak butuh waktu lama Vanya sudah sampai di Asrama Zinnio.Sebelumnya Vanya sudah terlebih dahulu mengabari Zinnio jika ia sudah ada didepan Asramanya.Dan benar saja ternyata Zinnio juga sudah menunggunya didepan teras tak jauh dari Mobil Vanya Parkir.
Dengan senyum yang mengembang sempurna Vanya langsung segera turun dari mobil sambil membawa kotak bekal makan siang untuk Zinnio.
Kebetulan juga keadaan asrama yang ditempati oleh Zinnio khusus Asrama para laki laki lajang.Alias belum punya pasangan.Jadi,tidak heran ketika Vanya turun dari mobil banyak polisi yang memperhatikannya.Bahkan ada juga yang iseng sekedar menggoda Vanya.Namun,tak ada satu pun yang Vanya peedulikan hingga Zinnio yang mulai kesal oleh ulah teman teman bahkan seniornya langsung menghampiri Vanya dan Menggenggam tangan Vanya dengan sangat erat.Membawa Vanya langsung masuk kedalam asrama.
__ADS_1
"Kasar banget sih kalo lagi cemburu".Goda Vanya sambil tersenyum.
"Siapa yang cemburu????".Elak Zinnio
"Oh,jadi kalo bukan cemburu apa dong namanya ???".Vanya semakin senang menggoda Zinnio yang sudah terlihat kesal.
Zinnio hanya mendengus kesal dan langsung melepaskan genggaman tangan Vanya.Tapi,Dengan segala kekonyolannya Vanya pun langsung mendekat kearah Zinnio dan tanpa aba aba lagi Vanya langsung mengecup bibir Zinnio.
Zinnio langsung terperang bercampur kaget oleh ulah Vanya.Jantungnya pun berdegup tak karuan.
"Kenapa masih kurang????".Goda Vanya lagi karena Zinnio hanya diam membeku ditempatnya berdiri sambil memegangi bibirnya yang barusan dikecup olehnya.
"Dasar calon istri mesum".Ledek Zinnio berusaha menghilangkan kegugupannya didepan Vanya."Sudah aku tinggal mandi dulu ya.Jangan kemana mana ataupun berani keluar dari asrama ini!!!!".Pesan Zinnio sebelum ia masuk ke dalam kamarnya.
"Siap sayang.Jangan khawatir calon istri mu ini hanya tergoda dengan dirimu saja sayang".Teriak Vanya sambil tersenyum.
"Kamu itu pintar sekali kalau mengarang kata gombalan".Cibir Zinnio sambil terkekeh.
"Apa lagi sayang????".Sahut Zinnio sambil menoleh kearah Vanya yang berdiri didepan pintu Dapur.
"Kamu nggak mau ajak calon istri mu ini untuk mandi bersama gitu????".Celetuk Vanya sambil menggoda Zinnio.
",Jangan buat aku khilaf sebelum waktunya sayang!!!".Sahut Zinnio sambil masuk kedalam kamar mandi.Sampai dididalam kamar mandi Zinnio hanya bisa geleng geleng kepala saja melihat sikap Vanya.
Sedangkan Vanya hanya terkekeh geli sambil duduk di meja makan didapur yang bersebelahan dengan kamar mandi Zinnio.Vanya sepertinya sangat senang sekali menggoda Zinnio ataupun orang yang masuk kedalam kategori untuk dijahilinya.
Vanya bahkan tak beranjak dari tempat duduknya sampai Zinnio selesai mandi.Zinnio keluar masih dengan memakai handuk yang ia sematkan cuma sebatas pinggang saja.Dan masih tersisa bekas tetesan air dari rambut basahnya.Membuat Vanya tak berkedip melihat pemandangan indah didepan matanya saat ini.Apalagi dada bidang dan Perut six pack milik Zinnio membuat Vanya meneguk liurnya sendiri.
"Kenapa????.Apa kamu tergoda dengan calon suamimu yang tampan ini????".Ucap Zinnio sambil tersenyum karena ia berniat membalas menggoda Vanya.
Vanya malah berjalan mendekati Zinnio sambil tersenyum."Kalau aku benar benar tergoda bagaimana????".Tanyanya sambil mengedipkan matanya.
__ADS_1
"Sayang berhenti bersikap seperti itu!!!.Atau...".Zinnio tak melanjutkan ucapannya karena Vanya sudah membungkam mulutnya terlbih dahulu dengan ciuman dibibirnya.
Zinnio pun ikut membalas ciuman Vanya.Hingga beberapa saat kemudian Zinnio langsung menghentikan ciuman mereka yang sudah mulai panas itu."Jangan membangkitkan jiwa kelelakianku sekarang sayang!!!!".Lirih Zinnio sambil menangkup wajah Vanya dengan kedua tangannya.
Vanya malah tersenyum mendengar ucapan Zinnio."Kenapa????.Sekarang Aku malah penasaran melihatnya bangkit ".Sahut Vanya sambil tersenyum licik.
Zinnio yang sudah paham arti senyuman seorang Vanya.Langsung menjauhkan diri dari calon istrinya yang mesum akut itu."Jangan memancingku lagi sayang!!!.Dan jangan aneh aneh!!!.Duduk manis diruang tamu dulu sana!!!.Aku akan ganti baju dulu".Ucap Zinnio sedikit curiga dengan tatapan Vanya saat ini.Dan Zinnio pun langsung berjalan masuk kedalam kamar.
Nakun,belum sempat Zinnio menutup pintu kamarnya.Vanya lebih dulu menerobos ikutan masuk kedalam kamar Zinnio.
"Sayang ..Apa yang kau lakukan????.Tungu diluar saja.Oke!!!!.Aku mau ganti baju dulu".Pinta Zinnio was was.
"Tidak mau,Aku mau disini saja.Aku juga bisa membantumu ganti baju sayang".Jawab Vanya santai.
"Jangan konyol sayang!!!.Itu tidak mungkin".Larang Zinnio mulai panik.
"Kenapa tidak mungkin????.Bukannya sebentar lagi kita akan menikah???.Nanti juga aku akan melihatnya setiap hari.Tidak usah sungkan dan malu malu begitu sayang".Ucap Vanya sambil berjalan mendekati Zinnio.
"Stop...Tetap ditempatmu sayang!!!.Jangan mendekat!!!".Teriak Zinnio karena Vanya semakin mendekati dirinya yang sudah hampir terpojok didepan lemari pakaian nya.
Tapi gadis bernama Vanya itu malah terlihat semakin semangat serta berani berjalan menghampiri Zinnio."Kenapa kamu seperti ketakutan begitu sayang????".Lirih Vanya pelan sambil terus mendekati Zinnio.
Vanya langsung mengalungkan tangannya di leher Zinnio sambil menatap mata Zinnio dalam dengan tatapan menggoda.Sedangkan Zinnio sudah ketar ketir sendiri.Bagaimana tidak saat ini ia hanya memakai handuk saja.Zinnio takut jika ia pun tak bisa menahan diri jika Vanya Teru menerus menggodanya.
🌿
🌿
l🌿
TBC
__ADS_1