Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan

Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan
Hidup Bahagia


__ADS_3

🌿


🌿


🌿


Hari berganti Minggu,Minggu berganti bulan dan bulan pun sudah berganti tahun.Waktu memang cepat sekali berlalu,dan tak terasa kini ketiga trio Bengek sudah mendapatkan tambatan hati masing masing.Dan sudah memiliki anak dari pria yang mereka cintai.Yaitu suami mereka sendiri.


Persahabatan ketiganya juga tetap utuh, langgeng sampai sekarang.Bahkan terkadang mereka sering menghabiskan waktu bersama dengan anak anak juga,Jika para suami mereka sibuk dengan urusan pekerjaan.Maka mereka bertiga juga sibuk dengan shoping,makan,dan yang pasti sambil menghibah.


Vano juga semakin cerdas dan tentunya juga sakin sering bikin ulah.Tapi hal itu masih dengan hal yang wajar sebagai anak yang aktif.Namun,tak jarang baby Vanya sering dibuatnya menangis.


Hal itu kadang membuat Ghea kembali memanjangkan lehernya untuk menegur Vano sang Abang.


Seperti saat ini,Vano sedang asyik menggoda baby Vanya yang lagi tidur siang.Nani yang ada didalam kamar mandi karena perutnya tiba tiba saja mulas.Kini sudah kecolongan aksi Vano.


Vano sibuk mentoel toel pipi gembul sang adik,tapi Vanya masih tak bergeming.Mungkin karena kesal Vano mencubit gemas pipi baby Vanya.Tapi Vanya juga masih tak meresponnya.


Tak cukup berhenti disitu dan bukan Vano namanya jika tidak ada ide lainnya dan juga bukan Vano namanya bila tak membuat onar.Vano mendekatkan wajahnya dengan posisi sedikit menunduk supaya bisa meraih dagu sang adik.Dan seketika itu Vanya yang kaget dan langsung menangis dengan kencangnya.


"Astaga sayang,kau apakan lagi adikmu?????".Tanya Ghea ketika nafasnya sedikit Terengah engah karena tadi ia sedikit berlari menuju kamar baby Vanya.


Vano bukannya merasa bersalah malah dengan santainya menjawab pertanyaan Mommy nya."Vano cuma menggigit dagu ci manja Mom".Jawabnya acuh tanpa ekspresi.


"Sayang,Kenapa kau menggigit adikmu????.Kau menyakitinya sayang".Ucap Ghea lirih sambil menggendong baby Vanya.


"Abisnya ci Vanyak hobbynya tidul teyus Mom.Vano kan kepingin maen cama dia".Sambil menunjuk Baby Yang ada dalam gendongan Mommy nya.Dan jangan lupakan juga ekspresi sedih wajah Vano.


"Sayang,adikmu masih bayi usianya saja baru dua bulan.Ia masih sangat kecil untuk kau ajak bermain sayang.Lagian Vano kan bisa main dulu sama Mommy,dan Nani atau dengan Daddy jika Daddy sudah pulang kerja".Nasehat Ghea pelan


"Oh iya,Dimana Nani kenapa kau bisa masuk kekamar Vanya sayang????".Sambung Ghea lagi.


"Nani cedang menclet menclet Mom,sejak tadi macih nyaman belada dalam toilet".Jawab Vano sambil memperlihatkan wajah kesalnya.


"Ya Ampun,kenapa Nani bisa diare???.Apa dia salah makan sesuatu???".Lirih Ghea pelan namun masih bisa didengar oleh Vano.


"Yes Mom,kalena Nani meminum minuman yang cudah dikasih obat pencuci pelut milik Uncle Udin".Jawab Vano sambil terkekeh.


"Jangan bilang itu juga ulah kamu sayang????".Selidik Ghea.

__ADS_1


"Tentu caja bukan Vano Mom.Itu ulah pala Bodyguard Daddy kalena uncle undin cedang dikeljai oleh meleka Mom.Tapi naasnya malah Nani yang meminumnya".Jelas Vano sambil menahan tawanya.


"Oh Astaga.Kasian sekali Nani jadi apes seperti itu".Cicit Ghea,Namun sedetik kemudian Ghea merasa ada yang janggal dengan penjelasan Vano."Lalu bagaimana kau bisa tahu sayang????".Akhirnya Ghea kembali penasaran kenapa Vano bisa tahu ceritanya tentang obat pencahar itu.


"Itu kalena Vano juga ikut mencampulkan obatnya kedalam minumannya Mom".Jawab Vano sambil melangkahkan kakinya keluar kamar Vanya.


"Ghevano Ricard Fernandez...."Teriak Ghea kesal karena lagi lagi putranya kembali berulah dan ikutan jadi biang kerok.


🌿🌿🌿🌿🌿


Ricard yang baru sampai di Bandara dan telah menginjakkan kakinya lagi di Jakarta bersama sang asisten siapa lagi kalau bukan Alex suami dari sahabat nya Ghea yaitu Ririn.


Keduanya berjalan beriringan dengan sangat coolnya dan penuh wibawa.Wajah tampan mereka semakin terpancar,membuat siapapun tak berhenti berkedip menatap kearah mereka Berdua.


Doni yang sudah stand by sejak tadi menunggu kedatangan sang bos.Langsung berjalan dan mendekati Ricard serta Alex didampingi beberapa Bodyguard nya.


"Tuan,mobilnya sudah siap di depan".Ucap Doni


Alex hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Ricard masih terlihat datar saja tanpa ingin menanggapi ucapan Doni.


"Bagaimana tuan,apa kita langsung pulang saja????".Tanya Alex


Ricard sudah sangat merindukan anak anaknya terutama istrinya."Kau boleh pulang Lex,dan istirahat lah!!!.Biar urusan perusahaan di handle dulu oleh Doni!!!!".Ucapnya.


"Baik tuan".Jawab Alex patuh.


Mobil yang dikendarai oleh Doni kini sudah masuk dihalaman rumah mewah bak istana,ya rumah utama yang ditempati oleh Ricard beserta anak dan istrinya.Sedangkan Alex juga sudah pulang kerumah mertuanya untuk menjemput anak dan istrinya juga dengan menaiki mobil yang lainnya.


"Dimana mereka".Tanya Ricard pada Bu Choi yang sudah menunggu didepan pintu ketika tahu tuannya datang.


"Ada di lantai atas tuan".


Ricard pun langsung melangkahkan kakinya menuju lantai atas dan segera mencari keberadaan istri dan anaknya.Ricard tersenyum simpul ketika melihat Vano baru masuk kedalam ruangan bermainnya dengan sedikit berlari.


"Apa lagi yang telah dilakukan jagoan Daddy itu".Guman Ricard sambil tersenyum.


Dan benar saja Ghea yang baru keluar dari kamar Vanya,terlihat sedang menahan emosinya.Namun,setelah melihat wajah sang suami Ghea langsung sumringah dan langsung memeluk tubuh Ricard dengan sangat erat.


"Sayang...Kau sudah pulang???.Kenapa tidak meneleponku???dan bla...bla...blaa".Ghea langsung melontarkan pertanyaan yang bertubi tubi pada sang suami.

__ADS_1


Namun Ricard hanya terkekeh saja tak berniat untuk menjawabnya.Ricard malah mencium bibir istrinya secara mendadak.Membuat Ghea terkejut akan ulah suaminya.


"Tunggu mas dikamar saja sayang,karena mas akan menemui anak anak dulu!!!".Bisiknya ditelinga Ghea.


Ghea hanya mampu menganggukkan kepalanya tanda setuju.Sambil tersenyum manis kearah suaminya.


Dan tanpa menunggu jawaban sang istri,Ricard sudah masuk kedalam kamar baby Vanya.Babysitter yang menjaga Baby Vanya pun nampak membungkukkan badannya memberi salam pada tuannya.


"Tetaplah disini,saya tidak akan lama!!!".Ucap Ricard ketika sang babysitter terlihat akan keluar


"Baik tuan".Jawab babysitter itu.


Ricard pun langsung menciumi pipi baby Vanya dengan gemas.Karena Vanya juga tak bergeming akan ulah Daddy nya.Bayi itu malah terus mendengkur dan terlihat sangat terlelap sekali tidurnya.


"Bidadari Daddy,kau sangat cantik sayang seperti Mommy".Cicit Ricard bergumam dalam hati sambil terus menampilkan senyum nya.Dan setelah menyapa baby Vanya Ricard pun langsung keluar dari kamar itu.Lalu Ricard pun segera menemui sang putra yaitu Vano.


Ricard kembali tersenyum ketika melihat sang putra sulungnya sedang asyik dengan mobil mobilannya.


"Hei jagoan".Sapa Ricard sambil menyenderkan tubuhnya pada pintu kamar.Vano yang mendengar suara Daddy nya pun langsung menoleh ke arah sumber suara.


"Daddy..."Serunya sambil berlari kearah Ricard.


"Apa kau merindukan Daddymu ini????".Tanya Ricard sambil menggendong sang putra.


"Aku merindukan uangmu Dad,bukan dirimu". Seloroh Vano dengan ekspresi datarnya.


"Hahaha,Kenapa kau sangat mirip dengan Daddy Hem????".


"Kalena Vano anaknya Daddy bukan anak uncle Udin Dad".Vano menjawab dengan nada sedikit kesal.


Ricard tak mampu lagi menahan tawanya.Seketika tawanya langsung pecah karena jawaban sang anak.


"Oke..oke...Daddy paham sayang.Sekarang ambil mainan barumu dilantai bawah.Karena Daddy membelinya di Jerman jadi semoga kau suka ya".Ucap Ricard dan mencium pipi Vano.


"Ok Dad.Tapi berhentilah menciumku Dad!!!".Ucap Vano risih kalau sudah dicium.


"Ah,baiklah sayang.Kalau begitu Daddy kekamar dulu.Ingat jangan bikin ulah lagi apalagi sampai menganggu Daddy!!!".Ucap Ricard pada sang putra


🌿🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


__ADS_2