
🌿
🌿
🌿
Vanya pun langsung menjalankan mobil Rania menuju arah Bogor,Karena Vanya tidak mau jika Daddy nya tahu kalau ia sudah membodohi para bodyguard Daddy nya demi pergi ke acara reuni yang tidak sesuai ekspektasi menurut Vanya.
Sepanjang perjalanan Rania meracau tak karuan,membuat Vanya semakin kesal saja.Vanya mengendarai mobil milik Rania dengan kecepatan tinggi bahkan high heels yang dipakainya tadi sudah ia lempar ke jok belakang.Vanya mengendarai mobil itu tanpa menggunakan alas kaki.Hingga Vanya dibuat mendengus kesal kembali ketika mobilnya diberhentikan dipersimpangan jalan tol menuju Bogor.
"Ah,sial pake acara razia lagi".Geram Vanya sambil memukul stir mobilnya.
Dan tak lama ada seorang polisi lengkap dengan seragamnya berjalan dengan gagahnya mendekati mobil yang Vanya bawa.Lalu mengetuk kaca mobil yang Vanya kendarai.Bahkan sebelumnya Vanya sempat terpukau melihat ketampanan dan kegagahan polisi yang ada didepan matanya saat ini.Vanya langsung menurunkan kaca mobilnya.
"Selamat malam nona".Sapa pak polisi tampan itu.
"Iya malam".Jawab Vanya santai padahal ia sangat gugup melihat wajah tampan seorang polisi didepan matanya saat ini, Apalagi dengan jarak yang lumayan dekat.
"Maaf nona menghambat perjalan anda,bisa tolong tunjukkan surat surat kendaraan nya nona!!!".
"Sebentar ya pak".Vanya pun langsung mencari STNK dan BPKB mobil Rania dan langsung memberikan nya pada polisi tampan tersebut.Setelah memeriksa surat surat kendaraan,Polisi itu meminta KTP dan SIM Vanya.
Dan tanpa ragu Vanya pun memberikan KTP serta SIM miliknya.Namun sesaat kemudian polisi tampan itu langsung memanggil rekannya dan langsung memeriksa isi mobil Rania.
"Maaf nona,mobilnya kami bawa kekantor dan silahkan nona ikuti petugas kami".Ucap salah satu Anggota polisi yang lainnya.
"What's????.Kenapa mesti dibawa kekantor segala???.Memangnya apa kesalahan saya???".Tanya Vanya tak terima karena merasa tidak ada yang salah.
"Apa barang barang dimobil ini milik kalian????".Tanya salah satu polisi
__ADS_1
"Tentu saja milik kami".Sahut Vanya santai
"Dan tas ini punya siapa???.Punya Anda atau teman anda??".Tanya polisi tampan itu lagi
"Itu tas saya,dan apapun barang yang ada didalam nya itupun sudah pasti punya saya juga".Lanjut Vanya ketus karena merasa sangat kesal.
"Anda harus ikut kami kekantor sekarang Nona!!!".Ucap polisi itu tegas.
"Kenapa saya harus ikut,Anda tidak berhak membawa saya kekantor kalian apalagi dengan mobil ini".Vanya tak kalah tegasnya.
Saat Vanya sedang bersitegang dengan beberapa polisi tiba tiba Rania yang masih dalam keadaan pengaruh alkohol dan mabuk itu.Semakin membuat suasana kacau karena Rania terus menerus meracau tak karuan.
"Vanya,kenapa tidak ikut saja hah????.Polisi nya ganteng ganteng nih.Apa kamu tidak tergiur dengan terong milik si tampan ini".Racau Rania sambil menunjuk kearah polisi tampan nan tegas itu.
"Pasti punya dia gede dan panjang kan.Itu bukannya impian kamu Vany...Hahahha...Kamu bisa lemas semalaman bersama dia".Rania terus saja berbicara panjang lebar membuat Vanya sedikit kikuk didepan para anggota polisi yang bertugas.
Vanya hanya bisa membekap mulut Rania dengan tangannya,namun tetap saja Rania bisa melepaskan tangan Vanya begitu saja dari mulutnya yang berbicara sama sekali tak berfilter.
Sedangkan polisi yang lain hanya bisa mengulum senyum dan geleng geleng kepala saja melihat tingkah Rania.Beebeda dengan Zinnio yang terlihat datar tanpa ekspresi.Ya polisi yang ingin menilang kendaraan yang ditumpangi oleh Vanya adalah Zinnio karena saat ini mereka sedang bertugas razia kendaraan,dan korban prostitusi dijalanan.
Vanya semakin tak berkutik ketika Nio sudah mengambil kunci mobil Rania dan membawanya menuju kantor.Sedangkan Rania yang mabuk berat digandeng petugas bersama Vanya memakai mobil patroli untuk menyusul Nio yang sudah duluan kekantor.
Setelah sampai dikantor polisi.Vanya langsung di interogasi oleh Nio."Anda tidak bisa menolak lagi nona.Kalian ini masih muda tapi sudah berani menjual diri untuk para laki laki hidung belang"Ucap Nio sambil geleng geleng kepala.
Vanya hanya diam saja dan terlihat santai.Ia pun tak menggubris ucapan Zinnio yang mengarah kepadanya."Nih cowok ganteng ganteng tapi songong banget sih,awas aja ntar aku kerjain baru tau rasa kamu".Batin Vanya dalam hati.
"Gila tuh cewek cantik banget men".Bisik rekan Nio .Namun Zinnio tak bergeming ataupun merespon ucapan rekannya.
Rania yang mabuk sudah tertidur disofa dekat meja Zinnio,sedangkan Vanya malah asyik memainkan ponselnya.
__ADS_1
"Apa kalian tidak bisa mencari pekerjaan lain???.Malam malam keluyuran cari mangsa menggunakan pakaian seperti itu".Ucap Nio lagi.
"Berapa banyak stock alat pengaman seperti ini dirumah kalian Nona????".Tanya salah satu rekan kerja Zinnio.
Zinnio yang mendengar pertanyaan dari rekan kerjanya hanya bisa melotot dan mengulum senyumnya.Sedangkan Vanya menjawab dengan jawaban tak terduga.
"Tak terhitung lagi jumlahnya.Karena kami bisa bawa sebanyak yang kami butuhkan.Lagian kami juga punya pabriknya sendiri".Jawab Vanya sambil tersenyum penuh arti.
Sontak membuat teman teman Zinnio terkejut dan melongo bukan cuma mendengar jawaban Vanya.Melainkan karena ulah Vanya yang tiba tiba membuka jaket kulit yang ia kenakan.Sehingga menampilkan mini dres yang sangat sexi apalagi dengan bentuk belahan dada yang terekspose nyata.Ditambah dengan kulit putih mulus milik Vanya.Membuat para polisi itu menelan salivanya dengan sangat susah.
Bahkan Zinnio pun dibuat terpukau oleh bentuk tubuh Vanya,Namun.Nio langsung bisa menepis pikiran kotornya.Dan berusaha menguasai dirinya supaya bisa menahan jiwa kelelakiannya.
"Tolong pakai kembali jaket anda nona!!!!".Perintah Zinnio sambil memalingkan wajahnya kearah lain dan menggaruk tekuk lehernya yang tidak gatal.
"Saya gerah disini,Lebih baik saya buka aja jaketnya".Jawab Vanya sambil menahan senyumnya.Rasanya Vanya ingin tertawa sampai jungkir balik melihat ekspresi para polisi yang ada didepan matanya saat ini.Apalagi sudah dua rekan kerjanya yang tiba tiba saja pamit ingin pergi ke toilet.
Vanya semakin semangat menggoda para anggota polisi tersebut.Sampai suara seorang laki laki yang sangat familiar terdengar oleh Vanya....
"Selamat malam..Saya ingin berbicara dengan ketua anggota polisi yang bertugas di jalan xx tadi".Tanya seorang laki laki berusia tiga puluh tahunan dan terlihat cool dan tegas
"Akhirnya om datang juga".Seru Vanya sambil berdiri dan langsung memeluk erat tubuh laki laki itu.Sontak membuat laki laki itu bingung bercampur heran.Karena Vanya langsung memeluk tubuhnya dengan sangat erat.
🌿
🌿
🌿
TBC
__ADS_1