
🌿
🌿
🌿
"Tolong kerjasama nya om Doni!!!!".Bisik Vanya sambil masih memeluk erat tubuh Doni Orang kepercayaan kedua Ricard setelah Alex
Doni yang tadinya sempat kaget dengan tingkah nona mudanya kini mulai bisa memahami ulah Nona muda tersebut.Dan dengan senang hati mengikuti permainan yang diperankan oleh Nona mudanya.
Ya tadi Vanya sempat menelepon Doni untuk membantunya mengurus permasalahan dikantor polisi.Vanya sengaja minta pertolongan dari Doni bukannya Alex,sebab menurut Vanya hanya om Doni lah yang bisa diajak kerjasama dan bisa menyimpan rahasianya selama ini.Jika ia meminta bantuan dari Alex sudah pasti sang Daddy juga akan tahu apa yang ia lakukan.
"Biar om urus dulu semuanya".Ucap Doni sambil melepaskan pelukan nona mudanya.
Vanya pun langsung mengangguk kan kepalanya tanda setuju.Karena Vanya pun sudah gerah berada dikantor polisi dan selalu mendapatkan cibiran dari polisi tampan Zinnio dan teman teman nya.
Namun saat Doni akan berbicara dengan polisi yang telah menilang Vanya.Wajah Doni langsung berubah drastis,bahkan Doni terlihat tercengang sampai melotot kan matanya.
"Nona muda Anda telah membuat masalah besar nona".Batin Doni sambil menelisik wajah laki laki yang duduk didepannya.Memastikan jika laki laki itu benar benar orang yang ia kenal.Karena Doni sempat mengorek informasi tentang calon tuan mudanya itu dan menyelidiki semua latar belakangnya bahkan keluarganya.Jadi Doni sudah tahu terlebih dahulu data diri calon suami nona mudanya.Tentu saja hal itu atas perintah dari Tuan Ricard Daddy dari Nona mudanya.
"Om...Om Don kenapa bengong????".Tanya Vanya sambil mengibas ngibaskan tangannya didepan wajah Doni.
"Tidak papa no...."Doni tidak melanjutkan kata-katanya karena mendapatkan kode dari Vanya.
"Om akan bereskan semuanya dulu ya".Lanjut Doni sambil mengelus punggung tangan Vanya.
"*Kapan lagi bisa menyentuh tangan nona muda kalau tidak seperti ini".Guman Doni sambil terkekeh geli didalam hati.
"Siapa laki laki ini???.Dasar om om genit,apa dia tidak tahu jika ini kantor polisi???.Dan cewek ini Apa dia tidak bisa mencari pekerjaan lain yang lebih baik dan halal daripada harus jadi sugar baby seperti itu....."Zinnio menggerutu sedikit kesal begitu melihat pemandangan didepan matanya.Semenjak kedatangan Doni.
"Ah,kenapa aku jadi kesal sendiri,melihat gadis ini disentuh pria lain???.Apa apaan ini???,Ingat Nio gadis itu bukan siapa siapa kamu!!!.Mungkin aku hanya kasian saja padanya..."Guman Nio meyakinkan dirinya sendiri*
Saat Doni dan Zinnio asyik bermonolog dengan pikiran masing-masing.Dikagetkan dengan kedatangan sang komandan team khusus Razia gabungan malam ini.
__ADS_1
Dan betapa terkejutnya Zinnio melihat komandannya malah menyambut dengan sangat ramah kedatangan om om yang membuatnya kesal sejak tadi.
Zinnio mengerutkan keningnya karena dengan mudahnya sang komandan pasukannya yang terkenal sangat tegas itu.Langsung memerintahkan nya untuk menyerahkan kembali kunci mobil Vanya,dan membebaskan nya dari kesalahan saat razia tadi.
"Izin Ndan,maaf...Tapi nona ini adalah....".Ucapan Nio terpotong oleh ucapan sang komandan.
"Berikan saja kunci mobilnya dan bereskan surat tilangnya jika memang benar kalian sudah menilang nona Vanya tadi!!!!".Bariton suara sang komandan.
"Siap Ndan!!!".Jawab Zinnio sedikit bingung karena sang komandan begitu cepat membuat keputusan tanpa ingin mengetahui kesalahan orang yang kena razia.
Sedangkan Vanya hanya tersenyum puas melihat wajah Zinnio yang terlihat masam dan makin datar.Zinnio pun menyerahkan kunci serta surat surat mobil Rania kembali pada Vanya.Dengan senang hati menerimanya.Rekan rekan Zinnio pun nampak aneh dengan sang komandannya.
"Om tolong bantu Rania kemobil!!!.Soalnya Rania terlalu banyak minum alkohol dan mabuk berat".Seru Vanya sambil menekankan kata katanya didepan Zinnio.
Doni pun langsung mengangguk kan kepalanya.Dan segera menghampiri Rania yang masih tertidur pulas di sofa ruangan itu.Dres yang sangat sexi juga dikenakan oleh Rania namun beruntung atasnya juga sudah tertutup oleh jaket.
"Om duluan aja kemobil!!!!".Ucap Vanya pada Doni lagi.
"Sini KTP saya!!!".Ucap Vanya sambil menyodorkan tangannya kearah Zinnio.
Zinnio pun langsung sadar jika ia masih belum memberikan Kartu tanda penduduk milik Vanya.Dan langsung menyerahkannya pada sang pemiliknya.
"Siapa om om tadi???.Apa Dia salah satu pelanggan kamu???".Tanya Zinnio tiba tiba penasaran dengan Om Doni.
"Kenapa????.Apa kau juga sedang mengintrogasi ku????".Vanya malah balik bertanya.
Vanya mengambil pulpen dan menarik selembar kertas kecil Yang ada dimeja Zinnio.Dan setelah menulis sesuatu disana ia langsung memberikan nya pada Zinnio.
Vanya mencondongkan badannya kearah Zinnio yang terhalang meja kerjanya.Lalu membisikkan sesuatu ditelinga Zinnio.
"Hubungi saja aku jika kau juga mau menjadi pelanggan setiaku!!!!".Ucap Vanya menggoda Zinnio.
Zinnio tak pernah segorogi ini jika berhadapan dengan perempuan mana pun.Dan apalagi ketika Vanya mendekatinya tadi Nio berusaha menahan degup jantungnya yang tak karuan.Bahkan tubuhnya sempat meremang waktu Vanya membisikkan kata katanya tadi dengan suara yang terdengar manja ditelinga Nio.
__ADS_1
Vanya tersenyum puas ketika melihat rona wajah tegang Pak polisi tampan yang sangat angkuh serta datar seperti Zinnio.Lalu Vanya langsung berlalu pergi sambil mengedipkan matanya kearah Nio.Tanpa Nio sadari jika saat ini dirinya sedang jadi pusat perhatian rekan nya Yang masih ada diruangan itu.
"Ciee...cieee....Yang dapat angin segar dari cewek cantik nan sexi".Goda Ivan dan Rendi rekan Zinnio.
"Apaan sih kagak jelas banget".Sahut Nio sambil menetralkan degupan jantungnya.
Namun sedetik kemudian Nio menarik sudut bibirnya karena tersenyum melihat nomor ponsel yang Vanya tinggalkan untuknya.
"Dasar tikus nakal".Guman Nio dalam hati.
"Aish...Apa aku sudah gila gara gara gadis sugar baby itu???.Ah,benar benar menyebalkan".Gerutu Nio sendiri.
"Sepertinya sebentar lagi akan ada yang bakalan jadian nih".Goda Rendi lagi.
"Gue juga mau men,kalo ceweknya model begitu".Sambung Ivan lagi.
Ivan dan Rendi tertawa namun Nio hanya terlihat tanpa ekspresi.Namun didalam hatinya Zinnio pun pria normal pada umumnya.
"Siapa juga yang menolak jika melihat wanita seperti Vanya..."Batin Nio lagi.Namun sedetik kemudian ia mengingat kembali nama Vanya dan nama panjang Vanya tadi.
"Ghevanya Ricard F".Lirih Nio pelan namun masih bisa didengar oleh kedua temannya.
"Kenapa Dia????".Tanya Ivan pada Rendi.Sedangkan Rendi hanya menggerakkan bahunya.
🌿
🌿
🌿
**TBC
Marhaban ya Ramadhan gengs...Minal Aidin walfaizin mohon maaf lahir dan batin...Selamat merayakan hari kemenangan 🙏🙏🙏**
__ADS_1