Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan

Terjerat Ambisi Menghindari Perjodohan
Ricard pingsan


__ADS_3

🌿


🌿


🌿


Sudah Lima hari setelah adegan panas yang dilakukan Ricard dan Ghea waktu itu.Sekarang Ricard sudah duduk di kursi kebesarannya yaitu di perusahaan nya sendiri.


Sejak beberapa Minggu yang lalu,Ricard memang sudah merasakan tubuhnya ada yang aneh.Bahkan dirinya sering mual mual tak karuan.Apalagi kalau ada bau parfum Karyawan yang membuat indera penciuman tidak enak.Bahkan membuat perutnya tiba tiba ingin muntah.


Tak hanya itu saja,Ricard kadang sering menginginkan makanan yang aneh aneh.Dan tentu saja itu sangat membuat Alex kerepotan sendiri.Apalagi tak hanya dikantor Alex dibuat repot oleh Ricard sedangkan dirumah pun Ririn tak kalah anehnya dengan Ricard.Bahkan Ririn lebih parah lagi,Jika keinginannya tidak segera dituruti maka Ririn akan menangis dan merajuk.


Seperti pagi ini,Alex kembali menghela nafasnya dengan kasar.Baru saja ia tadi di Apartemen selesai membujuk sang istri .Agar Ririn bisa sedikit mengerti kalau dirinya memang sedang sangat sibuk diperusahaan.Ririn yang awalnya ingin selalu disamping suaminya dan tidak mau ditinggalkan sendirian di Apartemen.Membuat Alex sedikit kewalahan dengan tingkah Ririn Akhir akhir ini.Namun,Karena Alex sangat cerdas dan tentunya berhasil membujuk sang istri untuk menunggu dirinya dirumah papa Bayu saja.


Dan Ririn yang awalnya menolak,berkat bujuk rayu suaminya.Akhirnya mau juga untuk di antar kerumah mertuanya Alex.Alias orang tua Ririn sendiri supaya tidak kesepian.


Tapi setelah selesai masalah dirumah dengan sang istri.Kini Alex yang sudah di perusahaan dibuat kembali klimpungan lagi oleh Ricard.Ricard yang sejak tadi pagi muntah muntah tak karuan.Kini sedang terduduk lemas di kursi kerjanya sambil memakai maskernya.Karena tidak kuat mencium bau parfum semua karyawan nya.Namun,anehnya selain bau tubuh Ghea istrinya.Ricard juga sangat nyaman dengan bau tubuh Alex sang asisten.Makanya sudah beberapa Minggu ini Alex selalu menempel pada tuan bosnya itu.Tentu saja hal itu membuat Alex sangat tidak nyaman.Apalagi Ricard kadang berbuat konyol.Seperti mengendus endus si Alex ketika perutnya mulai terasa mual.Bahkan katanya ketika sudah mengendus bau parfum Alex rasa mualnya hilang seketika.


"Apa tuan baik baik saja????".Tanya Alex yang melihat Ricard sangat pucat.


"Hmm".Jawab Ricard singkat


"Lex,kenapa kalian masih tinggal di Apartemen jelek itu,Dan tidak pindah saja kerumah yang saya berikan sebagai hadiah pernikahan kalian waktu itu.Bukankah rumahnya lebih mewah dan besar untuk kalian tinggali".Ucap Ricard sambil menyandarkan punggungnya dikursi kerjanya karena masih merasa tubuhnya sangat lemas.


"Apa kau rumahnya kurang mewah???.Apa kau tidak suka????.Apa desain rumah nya tidak sesuai keinginan kalian????".Ricard memberikan banyak pertanyaan.

__ADS_1


"Bukan begitu tuan.Saya sangat menyukai rumah pemberian tuan.Tapi saya akan pindah kerumah mewah itu ketika istri saya Ririn sudah mengandung nanti.Karena untuk sekarang saya masih ingin menghabiskan waktu kami berdua dulu, sebelum ada Alex junior didalam rahim istri saya.Dan tuan tahu sendiri kalau di rumah mewah hadiah dari tuan itu begitu banyak pelayan yang sudah tuan pekerjakan".Jawab Alex menjelaskan.


"Memangnya sekarang istrimu belum juga hamil Lex????".


"Belum tuan.Saya rasa kami akan lebih ekstra lagi membuatnya".Celetuk Alex


"Benihmu kurang berenas Lex..Hahahaa".Ejek Ricard sambil terkekeh.


"Mungkin Tuhan belum memberikan kepercayaan untuk kami Tuan".Sambung Alex.


"Berdoa saja Lex,semoga istrimu cepat hamil.Dan teruslah berusaha.Kau juga harus terus menggempurnya jangan menyerah!!!!".Ucap Ricard yang memberikan saran mesumnya.


"Kau kalah cepat dengan mantan penjilat itu Lex...Hahhaa".Cibir Ricard lagi.


"Iya siapa lagi mantan penjilat kalau bukan Suaminya si Angel itu".Jawab Ricard ketus.


"Dia sudah bertobat tuan,Dan sekarang sudah menjadi orang baik baik bahkan perusahaan nya yang sekarang sudah bersih dan real".Seru Alex.


"Saya tahu Lex,makanya saya setuju ketika istri ku dan papa mertua saya ingin memberikan lagi perusahaan itu kepada Rommy.Tapi istriku memang sangat cerdas saham terbesar adalah milik Angel.Itu untuk antisipasi saja jika keluarga Nugraha kembali berulah.Maka dalam hitungan menit mereka akan gulung tikar.Hahhaha...."Ricard dengan seringai liciknya dan menahan dirinya yang masih lemas.


"Bagaimana dengan saudara Rommy yang tuan kirim ke luar negeri itu Tuan???.Apa tuan juga akan mengampuni nya???".Tanya Alex.


"Hahahha,belum saatnya Lex.Wanita ular seperti itu masih harus diberi pelajaran karena berani untuk mencelakai istri seorang RICARD".Ucap Ricard sedikit kesal.


"Lalu bagaimana dengan Viola tuan????".

__ADS_1


"Kau justru lebih paham Lex???.Ucap Ricardo pelan karena merasa tubuhnya semakin lemas.


"Pasti saat ini Viola sangat menderita tuan.Apalagi tidak memiliki akses apapun disana.Sedangkan kedua orang tuanya sudah tiada karena kecelakaan yang menimpa mereka waktu itu.Bahkan perusahaan mereka pun sudah di ambil alih oleh paman nya yang sangat serakah itu".Seru Alex sambil tersenyum licik.


"Kau benar Lex...Viola memang pantas menerima ganjaran dari perbuatannya yang berani bekerjasama dengan putri Rudy Nugraha.Untuk menculik dan membunuh wanitaku".Sungut Ricard kesal jika mengingat kejadian waktu itu.


"Apa tuan membutuhkan sesuatu.Atau makanan????.Biar saya pesankan tuan".Ucap Alex tiba tiba karena melihat Ricard semakin pucat dan ditambah keringat yang muncul di ujung pelipisnya.


Ricard tak menjawab malah langsung bangkit dari tempat duduknya dan pergi kedalam kamar mandi yang ada diruang kerjanya.Ricard kembali merasakan mual yang teramat sangat menyiksa dirinya.


Saat akan kembali kedalam ruangan tiba tiba tubuhnya ambruk didepan kamar mandi.Alex yang melihat Ricard jatuh pingsan langsung segera menghampiri sang bos.Dan berusaha membantu memapah tubuh Ricard untuk dipindahkan di ranjang yang ada diruangan itu.


Alex langsung menghubungi Doni untuk membantunya membawa Tuan Ricard kerumah sakit.Karena Alex khawatir dengan kondisi Ricard saat ini.Dan tak menunggu lama Doni datang dengan empat anak buahnya.Lalu Mereka membawa Ricard menuju lift khusus untuk keluar perusahaan dan langsung menuju ke basemen kantor tanpa melewati karyawan yang lainnya.


Doni langsung menjalankan mobilnya menuju rumah sakit Xxx milik keluarga Fernandez.Untungnya kondisi jalan masih longgar karena belum waktunya makan siang jadi tak harus menunggu lama kini mobil yang membawa Ricard sudah sampai di halaman rumah sakit xxx.


Beberapa Dokter dan perawat sudah menunggu dan langsung membawa tuan Ricard masuk keruang perawatan untuk segera ditangani.Karena sejak tadi Ricard belum sadarkan diri.Alex pun langsung memerintahkan Doni untuk mengurus perusahaan dulu.Sedangkan dirinya masih stay dirumah sakit untuk menemani Ricard.


🌿


🌿


🌿


TBC

__ADS_1


__ADS_2