
🌿
🌿
🌿
"Ada yang bisa bibik bantu Nona muda????".Tanya salah satu pelayan ketika melihat Vanya masuk ke arah dapur.
"Apa ada makanan bik,Aku lapar".Ucap Vanya sambil duduk dimeja bar dan mengambil buah apel merah lalu langsung melahap nya.
"Ada nona,biar bibik panaskan dulu makannya.Nanti bibik siapkan dimeja makan".Sahut Onah sambil mengambil beberapa lauk yang sempat ia masak tadi ketika rombangan Vanya belum tiba di Jakarta.
Vanya hanya menganggukkan kepalanya dan kemudian berjalan menuju meja makan,sambil terus menggigit buah apel yang tadi ia ambil di meja bar sampai habis.
Tak menunggu lama semua lauk dan nasi hangat tersaji dimeja makan yang disiapkan Onah dibantu dengan pelayan yang lain.Karena di villa itu ada lima pelayan yang diperkerjakan oleh Daddy Ricard.
"Yang lain tidak pada makan juga nona????.Apa perlu bibik panggilkan tuan Doni dan yang lainnya???". Ucap bik Onah lagi.
"Nggak usah bik,Om Doni udah kenyang makan cinta kayaknya sama dengan kekasihnya juga.Dan kalau kakak cantik tadi bibik sendiri kan yang udah bawa makannya kekamar nya???".Jawab Vanya
"Iya nona muda.Tadi bibik udah bawa kekamar nya.Silahkan dimakan nona!!!.Jika masih butuh sesuatu panggil bibik saja!!!".Ucap Ona lagi.
"Siap bik Onah".
Dan Vanya pun tanpa basa basi dan banyak bicara lagi langsung menyantap hidangan makanan yang sudah tertata rapi dia tas meja makan.Karena memang perutnya pun sudah sangat kelaparan.Tadi di dalam pesawat Vanya tidak sempat untuk makan.Alhasil sekarang ia terlihat sangat lahap menyantap nasi didalam piringnya dan sampai nambah lagi.Namun,saat ia masih asyik menyantap makanan nya tiba tiba ia dikagetkan dengan bariton suara laki laki yang sangat dikenalnya dari arah samping tempat duduknya.
"Serius banget makannya????".Ucap Zinnio yang entah sejak kapan sudah berdiri disampingnya sambil tersenyum.
"Sayang....Sejak kapan berdiri disitu????".Tanya Vanya sedikit terkejut karena ia makan sambil fokus ke layar ponselnya tanpa menoleh sedikitpun kearah lain sambil terus memakan makannya.
"Baru saja,Habisnya kamu terlalu asyik dengan makanan dan layar ponselmu.Sampai aku datang pun kamu tidak tahu".
Vanya malah nyengir kuda sambil menatap wajah tampan calon suaminya itu dan menjeda kegiatan makannya sejenak."Duduk sini sayang!!!!.Udah makan belum????".Tanya Vanya sambil menepuk kursi yang ada disamping sebelah kanan nya.
Zinnio hanya menggelengkan kepalanya,sambil duduk di kursi yang ditepuk oleh Vanya tadi.
__ADS_1
"Yaudah sekalian aja makan dulu ya mumpung masih anget nih".Ucap Vanya sambil ingin memanggil bik Onah."Bentar sayang aku panggil bik Onah dulu ya,buat ambilin piring lagi".Lanjut Vanya.
"Tidak usah yang,Ini aja pake piring kamu".Kata Zinnio sambil menarik piring makan milik Vanya yang hampir bersih dari sisa makannya.
"Tapi yang itu udah kotor bekas aku makan".Cegah Vanya.
"Kata siapa kotor????.Ini masih bersih kok.Cuma bekas bibir dan mulut kamu aja.Bahkan aku sudah pernah bertukar Saliva denganmu".Seloroh Zinnio santai.
"Apaan sih yang dasar mesum".Cibir Vanya karena ia merasa malu atas ucapan Zinnio tadi.
"Kenapa???.Apa Mau sekarang kita praktikkan lagi agar kamu mengingatnya???".Goda Zinnio sambil tersenyum licik.
"Mau..."Satu kata yang keluar dari mulut Vanya namun kepalanya menggeleng cepat.Sontak membuat Zinnio terkekeh geli karena tingkah Vanya yang tidak pernah singkron ucapan dan tindakannya.
Dan tanpa menunggu persetujuan dari Vanya,Zinnio langsung menarik tekuk leher Vanya dan langsung meraup bibir tipis merah muda milik Vanya dengan sangat lembut.Vanya yang memang memiliki otak mesum,tanpa harus menunggu lama ia juga langsung membalas ciuman Zinnio.Zinnio sampai tersenyum didalam hati karena Vanya selalu saja menerima setiap sentuhan yang ia berikan.Tanpa pernah menolaknya.
Setelah beberapa menit keduanya mengakhiri ciuman yang sudah berubah menjadi ciuaman panas itu.Terutama Nio yang takut khilaf karena tadi sempat satu tangannya sudah berhasil menyentuh serabi lempit milik Vanya.
"Laper yang".Lirih Zinnio sambil terkekeh karena ia berusaha menstabilkan kembali dirinya,Apalagi Alat tempurnya dibawah sana sudah mulai merespon dengan cepat.
Vanya berusaha menyembunyikan kegugupan nya dengan langsung mengisi piring dengan nasi dan mengambilkan lauk untuk Zinnio.Setelah selesai ia pun langsung mengarahkan kembali piring itu kapada Zinnio.
"Ayo dimakan yang!!!.Kenapa terus menatap ku begitu????".Vanya mulai salah tingkah karena Nio terus saja memandang wajah nya tanpa berkedip.
"Lebih baik kita segera mengurus pernikahan kita secepatnya!!!!".Celetuk Zinnio sambil menyuapkan nasi kedalam mulutnya.
"Kenapa mesti buru buru yang".Vanya pura pura bodoh.
"Kamu mau aku lebih khilaf lagi dari yang tadi????".Vanya langsung menggelengkan kepalanya."Good sayang.Makanya kita harus segera menikah.Aku akan bicarakan masalah ini pada Opa ,Oma dan Kedua orang tuaku.Serta Daddy juga".Sambung Zinnio mantap.
Vanya hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.Karena jujur ia pun hampir tak bisa menahan diri.Mungkin jika dilanjutkan mereka sudah pasti berkahir di ranjang panas.Saingan dengan Rania dan Om Doni.
"Oh ya sayang,dimana gadis yang kamu panggil kakak cantik itu????".Tanya Zinnio di sela makannya.
"Ada didalam kamarnya sedang istrihat.Apa kamu mau menemui nya sayang????. Sekedar bertegur sapa saja".Ucap Vanya sambil menuangkan air putih kedalam gelas untuk Zinnio.
__ADS_1
"Boleh aku juga penasaran.Tapi besok pagi saja sayang.Jangan ganggu dia jika ia sudah tidur!!!!".Sahut Zinnio dan dijawab anggukan kepala oleh Vanya.
🌿🌿🌿🌿🌿
"Indonesia I'm coming".Lirih seorang pria misterius yang masih didalam pesawat sambil terus memandangi sebuah foto seorang wanita cantik.
"Berapa lama lagi kita akan tiba dijakarta????".Tanyanya pada Rafa tangan kanannya.
"Sekitar sembilan jam lagi bos".
"Apa orang orang kita di Jakarta sudah menemukan tempat tinggal gadis kecil itu????".
"Belum bos,tapi orang kita dijakarta berhasil melacak salah satu temannya yang ikut bersama dia ke Singapore".Sahut Rafa
"Dan bos pasti tahu dengan Orang tua teman gadis itu bos".Lanjut Rafa sambil tersenyum.
"Siapa????".
"Tuan Rommy Nugraha bos".Jawab Rafa lagi.
"Rommy Nugraha anak dari Rudy Nugraha.Pengusaha properti dan tekstil yang sempat bangkrut dan perusahaan nya sempat di akuisisi oleh tuan Heru Atmajaya dan diserahkan kembali oleh putri semata wayang Tuan Heru kepada sahabatnya yang menjadi istri Rommy".Sahut Pria misterius itu sambil tersenyum yang sulit di artikan.".Rafa...Kau tahu apa artinya itu????".Lanjut pria misterius itu tersenyum lagi.
"Itu berarti gadis itu adalah anak....".Rafa tidak melanjutkan kata katanya.
"Iya kau benar Rafa...Pantas saja kita tidak bisa melacaknya selama ini.Dan kau tahu apa yang harus kau lakukan sekarang ini Rafa???".
"Tahu bos".Jawab Rafa cepat.
"Good... Usahakan setelah kita sampai Jakarta orang orang kita sudah menemukan tempat persembunyiannya.Atau aku sendiri yang akan menemui Orang tuanya".Ucap Pria misterius itu sambil tersenyum penuh arti.
🌿
🌿
🌿
__ADS_1
TBC