
🌿
🌿
🌿
Vanya tidak menyangka jika ia akan menjadi seorang ibu.Tapi kenapa ia tidak merasakan mual seperti yang dialami ibu ibu hamil pada umumnya.Rania juga mengalami hal tersebut ketika usia kehamilan nya baru trisemester pertama.
Vanya tidak sabar menunggu suaminya pulang kerumah.Karena Vanya ingin memberitahu Nio dengan segera.Walaupun ia belum memeriksa berapa usia kandungan saat ini.Karena ia hanya mengecek menggunakan Testpack yang dibeli Rania saja.
"Vanya...Kamu lagi hamil kok selera makan malah semakin bertambah sih????.Beda banget sama aku yang pilih pilih makanan".Seru Rania karena sejak tadi mulut Vanya tidak pernah berhenti ngemil.Padahal ia sudah makan nasi habis dua piring belum lagi seblak dan kawan kawannya.Ditambah rujak buah eh sekarang si Vanya sudah makan cake dan belum lagi potongan buah segar ia lahab habis tak bersisa.
Rania saja melihatnya langsung kenyang seketika.Membayangkan apa tidak ngab tuh perut Vanya makan sebanyak itu.
"Aku aja nggak tahu kenapa????.Rasanya laper pengen makan terus aja".Sahut Vanya acuh sambil menegak sisa jus mangganya.
"Suami kamu pulang jam berapa sih????.Mending kamu telpon gih suruh pulang cepet!!!.Biar bisa bawa kamu ke dokter obgin buat periksa kandungan kamu tuh!!!".Cerocos Rania karena sedikit khawatir dengan keadaan Vanya yang terlihat sangat rakus apalagi ia sedang hamil muda seperti ini.
"Suamiku lagi dijalan RAN.Mungkin sebentar lagi Nyampe rumah".Jawab Vanya sambil terus mengunyah cemilan yang ada dimeja karena saat ini mereka berdua sedang duduk santai di gazebo belakang rumah Vanya.
Tak berselang lama ternyata benar Zinnio sudah ada didalam rumah dan bertanya pada bik Sri yang masih ada dirumah karena ia baru saja menyelesaikan tugasnya.Setelah mengetahui dimana istrinya berada Zinnio langsung mengarah ke belakang dimana Vanya dan Rania berada.
"Yank....Sayang aku pulang".Seru Nio ketika sudah ada ditaman belakang.
__ADS_1
Vanya yang mendengar suara suaminya langsung berdiri dari tempat duduknya.Dan segera menghampiri Nio yang masih berjalan kearahnya juga.Dengan gagahnya Zinnio mendekati sang istri dengan masih memakai seragam polisi lengkapnya.
Vanya pun tersenyum sumringah dan langsung berhambur kepelukan Nio.Dan mendekapnya sangat erat,Nio pun menyambut hangat pelukan sang istri sambil mencium pucuk kepala dan kening Vanya secara bergantian.
"Yank....ada sesuatu yang mau aku tunjukin ke kamu".Seru Vanya sambil mendongakkan kepalanya menatap manik mata Zinnio.
"Apa sayang????".Tanya Nio penasaran karena ia dapat melihat wajah ceria dan bahagia istrinya saat ini.
Rania yang masih duduk di kursi hanya terlihat acuh sambil melihat adegan keromantisan sahabat dan suaminya itu.Bahkan mungkin saat ini Vanya dan Nio lupa jika masih ada dirinya juga disana.Karena Nio dan Vanya malah asyik berciuman tanpa melihat keadaan sekitar.Untung saja Rania tebal muka dan bersikap cuek walaupun Vanya dan Nio saat ini sedang berbuat mesum.
"Kalo masih belum puas lanjut dikamar aja woi!!!!".Teriak Rania sambil menggoda keduanya.
Tapi Vanya dan Zinnio malah tak terusik oleh teriakan Rania.Keduanya masih saling sesap menyesap malah Nio sambil meremas asset kembar istrinya yang terlihat lebih padat dan berisi.
"Mas Doni".Lirih Rania sambil tersenyum senang.Entah kenapa akhir akhir ini Rania tidak mau jauh jauh dari suaminya itu.Kalau bukan karena urusan pekerjaan dan biaya hidup mereka mungkin Rania lebih memilih agar suaminya itu tetap tinggal dirumah saja.Dan menghabiskan waktu bersama alias dalam artian bergulat sepanjang hari tanpa rasa lelah.Karena Rania memang jagonya di atas ranjang.
Tapi sekarang Doni mengemban tugas baru yaitu mengurus perusahaan papa mertuanya.Dan sekaligus tetap bekerja di perusahaan Tuan Ricard juga.Jadi sekarang memang tugas Doni bertambah banyak.
Vanya dan Nio menghentikan ciumannya ketika Doni melewati mereka begitu saja.Dan langsung menghampiri sang istri yang juga ingin segera memeluknya.
Doni seperti buta berjalan santai tanpa melihat nona dan tuan mudanya sedang berbuat mesum didepan istrinya.Vanya hanya mengulum senyumnya ketika melihat Om Doni lewat begitu saja disamping mereka tanpa berniat menegurnya.
Namun detik selanjutnya Vanya teringat akan sesuatu.Dan ia langsung merogoh saku kemejanya.Lalu mengambil benda yang ia gunakan untuk tes kehamilan.Dan kemudian menyerahkannya pada Nio.
__ADS_1
Sontak membuat Nio membelalakkan matanya karena terkejut."Punya siapa ini yank????".Tanya Nio meyakinkan dirinya dengan apa yang dilihatnya sekarang.Sebab, walaupun ini adalah hal pertama dalam hidup Nio tapi Nio adalah tipikal pria cerdas dan ia juga tahu jika benda yang diperlihatkan oleh Vanya adalah alat tes kehamilan.
"Ini hasil tes urine aku yank.Milik istrimu".Seru Vanya sambil tersenyum.
"Benarkah????.Itu tandanya ada Zinnio junior didalam sini yank".Ucap Zinnio senang bukan kepalang.Apalagi Vanya langsung mengangguk kan kepalanya membenarkan ucapan suaminya.
"Makasih sayang.I love you...Cup...cup...cup...."Zinnio mengecup dan mengabsen seluruh wajah istrinya dengan kecupan bertubi tubi.
"Me too sayangku.Tapi sebaiknya kita pergi ke dokter kandungan dulu yank!!!.Biar kita bisa lihat dengan jelas perkembangan dan usia kandungan aku".Ucap Vanya kemudian.
"Iya bener tuh kak Nio.Apa kalian juga tidak penasaran jenis kelamin dede bayinya apa????".Sambung Rania yang sudah bergelayut mesra di lengan Doni.
"Emang bisa langsung tahu gitu kalo sekarang diperiksa dokter jenis kelamin bayi nya???".Tanya Vanya dengan polosnya.
"Hhehe...Ya belum sih Vanya itu bisa tahu jika usia kehamilan sudah masuk bulan ke empat kayak aku sekarang.Tapi kan setidaknya kalian bisa tahu dulu perkembangan bayinya gimana dan berapa usianya".Jelas Rania sok dewasanya dan yang lebih paham duluan.
Tanpa membuang waktu lagi Zinnio langsung menarik lengan istrinya dan mengajaknya pergi ke rumah sakit tepatnya ke dokter kandungan atau Obgin.Sedangkan Rania dan Doni memutuskan untuk pulang duluan karena seperti biasa Rania selalu saja ingin bermanja ria dengan suaminya di atas ranjang.Karena setiap baru ditinggal sebentar saja oleh Doni Rania sudah sangat rindu setengah hidup.Bahkan ia sudah tidak mampu menahan hasratnya lagi untuk bergulat dengan suaminya itu.Walaupun saat ini perutnya sudah mulai buncit tak membuat seorang Rania merasa kelelahan.Malah ia terlihat lebih Agresif jika menyangkut hal ranjang.Entahlah apa yang terjadi dengan Vanya dan Rania.Mereka berdua sama sama mesum dan cabulnya.Apalagi setelah menikah rasanya mereka sulit menolak jika menyangkut urusan terong panjang atau pun pisang Ambon milik suaminya.
🌿
🌿
🌿
__ADS_1