
Rena menarik nafasnya lalu dengan perlahan melangkahkan kakinya. Ia nampak gugup dan takut. Di depan sana sudah ada Rega dan calon istrinya, dengan perasaan gelisah Rena melihat ke arah samping Rega.
Airmatanya langsung keluar tanpa bisa dibendung lagi.
Menatap sendu dan penuh kerinduan pada seorang wanita yang telah lama ia tinggalkan. Wanita yang selalu berjuang demi dirinya.
"ayo sayang.." Ben menarik tangannya lembut, mengajak Rena untuk tetap berjalan.
"kak Ar, bukankah itu..." Rahel nampak terkejut melihat keberadaan Rena.
Arfian pun begitu, meski tahu Rena pasti akan hadir di pesta pernikahan Rega. Echa yang melihat kedua orangtuanya diam tak bersuara langsung mengeryit heran.
"mommy.. Daddy, ada apa? ayo..." Echa menarik lengan Arfian untuk melanjutkan langkahnya mendekati Rega. "Echa mau minta foto bareng om Rega."
"i..iya sayang." Rahel dan Arfian pun berjalan dengan langkah berat.
Echa menatap jemarinya yang di genggam kuat oleh Arfian. Ia pun melirik Rahel, wanita itu pun nampak memeluk erat tubuh adik kecilnya. Merasa heran tapi dia tak mau ambil pusing, tersenyum lebar ke arah Sena dan Rega.
"om Rega.." Pekiknya senang, berlari melewati Rena dan Ben.
Pegangan tangannya terlepase membuat Arfian hampir saja mengejarnya jika Rahel tak menahannya dengan cepat.
"cepat atau lambat, Echa harus tahu siapa orangtuanya." Lirih Rahel.
Rena semakin sulit melangkah saat menyadari kalau gadis yang baru saja berlari didepannya adalah Echa, putri kecilnya.
Perlahan Echa melepaskan pelukannya pada Sena dan Rega lalu berjalan mendekati neneknya.
"nek, ayo foto.." Baru saja akan mengajak Rada berfoto, Rena dan Ben sudah terlebih dulu mendekat ke arah mereka.
"kakak..." Seru Rega, ia tak percaya kalau Rena benar-benar hadir di acara membahagiakan ini.
Rada pun nampak terkejut hingga kakinya mendadak lemas, mengakibatkan dirinya terduduk begitu saja.
"nenek.." Pekik Echa kaget.
"mamah..." Rena dan Rega langsung mendekat.
Tak terkecuali Arfian juga Rahel. Mereka langsung menghampiri Rada. Wanita yang sudah sangat tua itu nampaknya terlalu terkejut hingga tak bisa menahan diri. Ia duduk dengan tubuh bergetar hebat. Bertahun-tahun lamanya Rena pergi dan akhirnya hari ini, putrinya kembali.
Karena merasa tak enak dengan para tamu undangan, Arfian pun segera mengajak Rena dan Ben masuk kedalam. Rada berjalan perlahan dengan di gandeng Arfian.
Sementara Rega dan Sena tetap duduk di kursi pengantin.
__ADS_1
Echa memperhatikan wajah Rena lalu melirik Rahel.
"mommy, wanita itu siapa?" Tanyanya. "kenapa terus memeluk nenek dan menangis seperti itu."
Rahel menelan ludahnya, bingung harus mengatakan apa. Ia hanya bisa diam sambil memperhatikan Rena dan Rada yang sedang berpelukan.
"jadi dia putriku? Echa sudah besar." Ujar Rena.
"iya, mamah senang akhirnya kau kembali."
"iya mah, Ben kemari." Rena meminta Ben untuk mendekat.
Dengan ragu Ben mendekat lalu menyalami Rada. Nampak canggung pada mertuanya itu, Ben memang tak pernah dekat dengan Rada.
"sayang..kemari." Arfian menuntun Echa. "ada yang Daddy sampaikan."
"apa itu?"
Rahel mengelus rambut Echa. "duduk ya." Memintanya duduk di depan Rena dan Ben.
"Echa..kau kenal mereka?" Tanya Rada.
Echa mengerutkan keningnya. Ada beberapa memori yang terlintas tapi nampak tak begitu jelas hingga ia pun memilih untuk menggelengkan kepalanya.
Leon menyandarkan tubuhnya pada mobil. Ia memang tak berminat untuk masuk kedalam begitu tahu kalau Rena dan Ben akan menghadiri sebuah acara pernikahan.
Baginya sangat malas harus berbaur dengan banyak orang.
"membosankan." Dengusnya lalu berjalan meninggalkan mobilnya.
Leon berjalan terus kebelakang gedung besar itu. Mencari tempat yang mungkin akan membuatnya merasa lebih baik.
Sementara itu, Echa semakin tak mengerti dengan apa yang di katakan Rada. Sesekali melirik Rahel dan Arfian meminta penjelasan.
"Daddy..apa yang nenek katakan. apa maksudnya dua orang ini orangtuaku."
Arfian memejamkan matanya lalu menarik nafas dalam-dalam. Baginya sangat berat untuk mengatakan kebenarannya.
"katakan saja.." Ujar Rahel.
Arfian menyentuh pundak Echa.
"sayang.. sebenarnya mommy dan daddy.. bukanlah..." Ada jeda cukup lama, Arfian nampak sangat kesulitan untuk mengatakannya.
__ADS_1
Rahel mengerti itu hingga ia meminta Rena yang mengatakan semuanya. Menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
"Echa, aku adalah ibu kandung mu dan ini ayahmu." Ucapan Rena membuat Echa langsung menepis tangan Arfian, menatap pria itu dengan tatapan tak mengerti.
"Daddy..."
Arfian menunduk dalam tak berani menatap wajah gadis kecilnya. Ia memilih untuk diam.
Echa menggigit bibirnya. Menatap semuanya bergantian. Tiba-tiba saja beberapa kenangan di waktu kecil terlintas kembali, kali ini sedikit lebih jelas.
"aaahhhh...." Pekiknya seraya memegang kepalanya yang berdenyut hebat.
Semua nampak terkejut. Rena langsung menggenggam tangannya hendak memeluk. Tapi dengan cepat Echa mendorong tubuhnya.
"tidak..kalian...." Echa bangkit. "aku benci kalian.." Teriaknya lalu berlari keluar.
"Echa..." Arfian langsung mengejarnya.
Rena menangis keras di pelukan Ben. Rada dan Rahel pun nampak meneteskan airmatanya. Mereka tahu pasti Echa merasa sangat terpukul.
Brug...
Leon memalingkan wajahnya begitu mendengar suara seseorang yang terjatuh dan memekik kecil di belakangnya.
Ia melebarkan matanya melihat siapa orang itu. Hampir saja keceplosan menyebutkan namanya. Dengan cepat Leon mengulurkan tangannya membantu untuk berdiri.
"ah... terimakasih." Echa menghapus airmatanya. "kau..pria waktu itu." Ujarnya begitu melihat wajah Leon.
Leon mengeryit. "menangis karena jatuh?"
Echa menggelengkan kepalanya. Sepertinya Leon sudah salah mengira.
"aku..."
"Echa.." Panggil Arfian. Terus berlari menuju Echa dan Leon yang tengah berdiri tak jauh dari nya.
"sayang... kau jangan seperti ini, dengarkan penjelasan Daddy." Arfian menahan Echa yang hendak akan pergi lagi.
Leon menahan nafas saat melihat Arfian. Pria yang selalu di panggilnya Daddy itu kini berdiri di hadapannya.
Tangannya mengepal erat, menahan dirinya agar tak memeluk atau melakukan hal lainnya. Ia tak boleh membuat Arfian tahu siapa dirinya.
Tanpa melirik Leon sedikit pun Arfian langsung membawa Echa kembali. Tapi ketika akan masuk kedalam ia menghentikan langkahnya, entah kenapa jantungnya tiba-tiba berdebar begitu saja.
__ADS_1
...********************...