Terjerat Cinta

Terjerat Cinta
Bab 52


__ADS_3

Hanum tak menyangka jika Arfian menamparnya hanya demi Rahel, seorang wanita yang dulu bahkan tak ada apa-apanya di banding dirinya. Arfian saja tak pernah peduli dan selalu acuh terhadap Rahel, tapi kali ini pria itu justru lebih memihak padanya.


"Kalian bicaralah, aku tak ingin terlibat sama sekali." Rahel sangat kesal.


Pertengkaran Hanum dan Arfian kenapa harus melibatkannya sampai seperti ini. Kepalanya terasa sangat sakit, rambutnya terasa tercabut dari akarnya.


Arfian langsung menarik Hanum kasar keluar dari rumah Rahel. Dia tak bisa bersikap lunak lagi menghadapi wanita seperti ini. Sikap Hanum dan Rena benar-benar sama persis, keduanya keras kepala dan memiliki temperamen yang buruk.


"demi tuhan, Hanum. kau dulu wanita yang lembut dan penuh kasih, tapi kenapa kau seperti ini sekarang?" Ucap Arfian mengingat bagaimana wanita itu dulu.


Hanum diam, menundukkan kepalanya. Dulu, mungkin ia terlalu banyak menutupi sifat aslinya didepan Arfian. Karena tak ada saingan satu pun yang menghalangi jalannya mendapatkan pria ini. Bahkan ia masih harus pura-pura lemah saat Rena memfitnahnya, karena berpikir jika Arfian pasti akan lebih percaya padanya.


Tapi, semua di luar pemikiran. Arfian justru lebih percaya pada Rena bahkan sampai terjerat dalam cinta nya.


Jadi kali ini, Hanum tak ingin lagi pura-pura lemah. Ia akan berusaha keras untuk menyingkirkan semua wanita yang mencoba mendekati Arfian.


"orang akan akan berubah seiring dengan waktu berjalan." Hanum memandang Arfian sendu. "Arfian, aku hanya takut kau berpaling dariku. mendengarmu dan ibu mu memuji Rahel seperti itu, membuat ku sangat marah. kenapa kalian lebih menyukainya." Lanjutnya dengan berurai airmata.


Arfian menghela nafas panjang. Jadi Hanum memang datang untuk menjenguk saat bertemu dengan Rega di koridor.


"Hanum cobalah mengerti, aku tak bisa melanjutkan semuanya karena dirimu sendiri yang membuat ku tak yakin. kau tak menyukai putriku, bahkan sudah berapa kali kau mencoba memisahkan kami."


Hanum mengepalkan tangannya.


"aku tahu, Echa bukanlah putrimu. dia anak Rena dan kekasihnya."


"cukup, jangan membuat ku semakin marah."


"tidak, aku akan terus bicara. kenapa kau begitu menyayanginya jelas-jelas dia bukan darah daging mu. Dia hanya anak pungut bagi mu. Anak kecil itu tak memiliki hubungan darah...."


"cukup!" Teriak Arfian. "aku peringatkan pada mu, jangan pernah menyinggung soal itu lagi di hadapanku atau aku benar-benar akan membencimu seumur hidupku."


Rahel memejamkan matanya, ia dapat mendengar dengan jelas pertengkaran dua orang itu. Sedikit terkejut saat mengetahui jika Echa bukan putri kandung Arfian, tapi mendengar Arfian begitu marah karena Hanum menyinggung hal itu membuat Rahel merasa jika Arfian adalah pria yang penuh tanggung jawab.


Tersenyum tipis mengingat dulu Arfian berkata padanya untuk tidak mendekatinya dan membuang rasa cintanya dengan ekspresi dingin pasti semua itu agar dirinya benar-benar menjauh dan menyerah.


Ceklek....

__ADS_1


Rahel tersentak saat pintu terbuka. Karena sibuk melamun membuat ia tak sadar jika Hanum sudah tak ada lagi.


Arfian masuk kedalam dengan wajah muram. Pria itu berjalan ke arah Rahel dengan langkah gontai.


"maafkan aku Rahel. aku tak bermaksud melibatkanmu."


"ya, tak apa. lagipula ini bukan salah kak Ar kok. Hanum saja yang terlalu terobsesi."


"humm...dan soal dulu, aku juga minta maaf."


Rahel mengeryit.


"soal yang mana?" Tanyanya pura-pura lupa meskipun sebenarnya dia tahu maksud dari ucapan Arfian.


Arfian menghembuskan nafas kasar. Ia menatap Rahel dengan pandangan bersalah.


"dulu Hanum selalu cemburu setiap kali kau didekatku, jadi aku memintamu menjauh. Dan sekarang wanita itu pun sama, masih saja tak suka kita berdekatan."


Rahel mengangguk.


"uumm..." Rahel merasa tidak nyaman seperti ini. Melihat Arfian yang sedih malah membuatnya bingung harus berkata apa.


Arfian tersenyum.


"iya. apa kau bisa menemuinya? dia sangat menyukaimu."


"baik, aku akan bersiap dulu."


...*****************...


Hanum bersumpah akan membuat Rahel menyesal karena telah membuat Arfian berpihak padanya. Dia tak bisa membiarkan Rahel bahagia sementara dirinya menderita. Leon harus mendapatkan seorang ayah yang luar biasa, hanya Arfian yang dirasa sangat cocok.


Leon sudah dekat dengannya juga Arfian adalah pria kaya yang bisa menghidupi dirinya dan Leon. Katakan saja Hanum wanita yang matre, tapi semua dia lakukan demi masa depan Leon.


Putranya tak boleh merasakan susahnya hidup dilingkungan kejam ini. Ia berhak bahagia seperti anak-anak pada umumnya.


"Hanum..." Rena menepikan mobilnya saat tak sengaja melihat Hanum duduk di kursi taman seorang diri.

__ADS_1


Hanum yang sedang melamun tak menyadari kedatangannya. Wanita itu tersenyum sinis, ingat sekali dengan kejadian waktu di rumah sakit.


Arfian membawa wanita lain yang dia perkenalkan sebagai calon istrinya didepan dirinya dan Rihanna. Melihat Hanum yang tengah dalam banyak masalah ini membuat Rena yakin bahwa wanita ini telah di campakkan oleh Arfian.


"ooh..pantas saja aku ingin mampir dulu ke taman. Rupanya ada bunga bangkai yang hampir punah." Sindirnya sambil menutup hidungnya. "baunya sungguh menusuk sekali."


Hanum mendongak menatap Rena dengan marah. Perkataannya sungguh telah menyinggung perasaannya.


"cih..hanya seorang wanita yang kehilangan segalanya." Timpal Hanum tak mau kalah.


Rena balik menatapnya tajam. Keduanya sungguh saling membenci satu sama lain.


...******************...


Rahel merasa sangat senang karena keluarga Arfian menyambut kehadirannya dengan hangat. Ia merasa memiliki keluarga utuh untuk sesaat.


"kak Rahel, tinggal bersama Echa ya?" Pinta gadis itu. Tak mau turun dari pangkuan Rahel.


Rahel melihat Arfian ragu, ia merasa tak e enak.


"uummm..tidak bisa sayang. kakak harus tinggal..."


"itu ide yang bagus. kak Ar sibuk bekerja, aku juga harus kuliah dan kerja magang. mamah sibuk di toko juga kan bersama Sena." Sela Rega, mengerling pada dua wanita itu memberi kode.


"aah.i..iya.." Rada segera menimpalinya. "Arfian biarkan Rahel yang menjadi pengasuh Echa. kau butuh seseorang untuk menjaganya."


Arfian melihat Rahel. Wanita itu sepertinya kehabisan kata-kata.


"humm... apa kau tak keberatan Rahel?"


"itu..aku..."


"aku akan memberikan gaji 2 kali lipat dari tempat kerja sekarang." Tawar Arfian.


Rahel merasa tidak percaya. Gaji di tempatnya dia bekerja saat ini adalah 3 juta perbulan. Jika Arfian memberikan 2 kali lipat itu artinya dia bahkan bisa membeli apapun yang dia inginkan juga tak harus membayar kontrakan karena tinggal di rumah Arfian.


Penawaran Arfian membuat Rahel tergiur. Ia menganggukkan kepalanya setuju tanpa berpikir lagi. Lagipula sekarang Hanum bukanlah teman baginya lagi, ia sudah putuskan untuk tidak memaafkan wanita itu. Dari dulu selalu mengalah dan sekarang ia harus tunjukkan pada Hanum jika dirinya bukanlah Rahel yang dulu.

__ADS_1


Ia akan menjadi wanita yang kuat dan tak akan mengalah pada siapapun. Hidupnya tidak boleh di setir oleh orang lain.


...******************...


__ADS_2