
Alexa telah berada di hotel begitu David mengantarnya pulang, namun Alexa yang tidak ingin tinggal sendiri mendesak David agar David membawa pergi bersamanya, namun David yang tidak ingin tinggal bersama dengan wanita sekalipun itu Alexa yang tengah mengandung anaknya sendiri tidak akan membiarkan itu terjadi. "Jangan berharap terlalu jauh, aku menerima mu dan membiarkan mu bertidak seperti ini karna kamu mengatakan kalau bayi ini adalah anak ku. Jadi jangan pernah berpikir macam-macam, apalagi menjadikan ku milik mu. Ingat ini, jangan sampai kamu menyesalinya, karna kamu belum tau siapa aku yang sebenarnya" Seringai David, lalu pergi meninggalkan kamar Alexa.
"Aaarrrkkhhh" Teriaknya marah. Kemudian Alexa mengepal kedua tangannya, "Kurang ajar, berani-beraninya kamu mengancam ku David. Kamu pikir aku takut? haahhh.. kita lihat saja nanti David sampai dimana kamu akan bersifat seperti ini kepada ku".
Sesampainya David di kantor, ia melihat Vincen dan Bagas tengah berada di dalam ruangannya. "Tuan, saat kami mengubur jenazah Rian kami menemukan benda ini di dalam sakunya".
David mengerutkan keningnya melihat benda tersebut yang sangat ia kenali, "Sepertinya Rian di paksa tuan menghianati kita. Sampai sekarang Rian masih menyimpannya" Ujar Vincen mengingatkan benda persahabatan mereka 7 tahu yang lalu.
Flasback.
Saat David menginjak umur 13 tahun ia kehilangan ibunya, hingga akhirnya ia tinggal bersama dengan Robert. Namun Robert dan juga istrinya yang sangat keras kepada David membuat David tidak tahan tinggal dirumah itu dan pada akhirnya David memilih kabur.
Tetapi David yang tidak tau arah tujuannya membuat ia menangis sepanjang jalan tampa perduli dengan umurnya yang sudah 13 tahun, "Ibu.. Hiks.. hiks.. Ibu" Tangis David.
Tek.. Tek..
David menghentikan langkahnya, kemudian ia melihat keatas langit yang ikut merasakan kesedihan yang juga David rasakan, "Ibu, apa itu ibu? apa ibu juga ikut menangis?".
Hari yang semakin malam, hujan belum juga berhenti. Sedangkan David telah merasa lelah, merasa pusing dan juga lapar, "Tolong, aku mohon tolong aku" Rengek David melihat depan belakang. Tetapi ia tidak melihat satu pun pengendara lewat. "Ku mohon tolong aku".
Hampir satu jam lamanya David melangkah, tiba-tiba ia melihat sebuah cahaya lampu dari belakang. Ia pun langsung tersenyum pucat, lalu David membalikan tubuhnya dengan merentangkan kedua tangan, "Ku mohon, kumohon tolong aku" Gumam David.
Mobil tersebut berhenti di hadapan David, "Siapa?" Tanya pria di dalam mobil itu kepada sang supir.
"Tidak tau tuan, ini pasti jebakan para perampok jalanan".
"Perampok jalanan?".
"Iya tuan. Hujan-hujan seperti ini mereka akan melakukan cara untuk merampok pengendara lewat, saya akan menabraknya".
"Sebentar. Apa kamu memiliki payung?".
"Maaf?".
"Kamu tidak memilikinya?".
"Tapi tuan, ini sangat berbahaya".
"Kamu tunggu disini".
"Tuan" Tahan si supirnya memberikan payung. "Kalau terjadi apa-apa, segera beritahu saya tuan".
Ia langsung keluar dari dalam mobil, kemudian ia melihat David yang masih berdiri disana dengan kedua tangan yang masih merentang. "Apa yang sedang kamu lakukan di depan mobil ku?".
David melirik kearah sumber suara, dengan berani David menatapnya. "Tolong saya tuan, saya mohon tolong selamatkan saya".
Si pria itu tersenyum mendengar perkataan David yang meminta pertolongannya, "Siapa nama mu?".
"David tuan, nama ku David Barack".
__ADS_1
"David?".
"Iya tuan".
"Mmmmm.. Lalu kenapa kamu menangis seperti ini di tengah-tengah hujan? apa ada orang yang berniat jahat kepada mu?".
David mengangguk.
"Kamu takut?".
"Mmmmmm" Angguk David kembali.
"Kamu sudah makan? wajah mu pucat sekali".
"Saya belum makan tuan".
"Ckckck.. Kasihan sekali kamu. Dimana orang tua mu?".
"Mereka sudah meninggal tuan dan sekarang saya tinggal sendiri".
"Sendiri?".
"Iya tuan".
Ia menghela nafas, "Baiklah, kamu ikut aku" Ia membawa David masuk kedalam mobilnya. Hingga kini mereka berada si sebuah restoran seafood yang cukup terkenal. "Kamu menyukai pakaian itu?".
David tersenyum, "Iya tuan, saya sangat menyukainya".
"Aku akan tetap memanggil tuan untuk menghargai orang yang lebih dewasa dari ku".
Beyonce tersenyum, "Aku juga memiliki seorang putra yang hampir seumur dengan mu, berapa usia mu David?".
"13 tahun tuan".
"Hanya 1 tahun saja. Cepat habiskan, aku akan mengantar mu pulang" David menghentikan makanannya, "Kenapa?".
"Tuan, bisakah tuan membawa ku pergi bersama dengan tuan?" Tanya David melihat manik mata Beyonce. "Aku akan melakukan apa pun asalkan tuan membawa ku pergi bersama dengan tuan. Kumohon tuan, tolong bawa aku pergi bersama mu".
Beyonce tertawa kecil mengacak rambut David, "Kamu tidak bisa pergi bersama ku?".
"Kenapa?".
"Karna aku tidak bisa membawa mu".
"Kenapa?" Kedua mata David langsung berkaca-kaca. "Kenapa tuan tidak bisa membawa ku pergi? kenapa?".
"Karna aku bukan orang indonesia".
David terdiam, ia melap air matanya yang sudah terjatuh. "Lalu tuan orang mana kalau bukan orang indonesia?".
__ADS_1
"Tapi kalau kamu mau, aku akan membawa mu pergi bersama ku".
David kembali tersenyum senang, "Terima kasih tuan terima kasih banyak".
"Mmmmmm".
Begitu Beyonce membawa David ke luar negeri, David melihat seisi rumah Beyonce dikelilingi pria bertubuh besar dan juga bermata besar. "Mereka siapa?".
"Mereka akan menjadi bawahan mu".
"Bawahan ku?".
Beyonce tersenyum.
7 tahun kemudian..
Begitu David menginjak umur 23 tahun, ia sudah tumbuh menjadi pria dewasa dan kuat. "Sekarang kamu sudah tau siapa aku yang sebenarnya David. Aku mau kamu kembali ke tempat asal mu yang sebenarnya".
David mengernyitkan dahi.
"Sudah saatnya kamu kembali, disana kamu akan bertemu dengan orang-orang ku".
"Maafkan aku tuan, aku tidak akan pernah kembali ke negara itu".
"Kamu harus kembali David, aku mau kamu yang akan mengembangkan bisnis ku yang berada disana. Kamu bisa membawa mereka bertiga" Lihatnya kearah Bagas, Vincen dan Rian.
"Tapi tuan...
Beyonce langsung pergi meninggalkan mereka, kemudian David melihat ketiga rekannya, "Apa kalian yakin akan mengikuti ku ke indonesia?".
Mereka bertiga tersenyum, "Tentu saja kami akan mengikuti mu ke indonesia, bukankah asal kita bertiga juga dari sana dan karna kamu juga kami bertiga berakhir disini, terima kasih sudah membawa kami" Jawab Bagas.
David tersenyum. "Terima kasih juga sudah bersama ku selama ini, tampa kalian aku akan merasa kesepian".
"Hey.. Ayolah, tidak usah seperti itu. Mulai hari ini kami akan memanggil mu tuan".
"Yaakk.. Jangan lakukan itu" Larang David.
"Kami tetap akan memanggil mu seperti ini, tuan David yang terhormat hahahahah".
"Hhhmmmsss.. Terserah kalian saja, besok kita akan berangkat".
"Mmmmmm" Angguk mereka tersenyum.
******************************
Mengingat kenangan itu membuat David merasa sesak, ia tidak bisa mengulangi kenangan indahnya lagi. "Tidak usah merasa bersalah seperti itu tuan. Rian sendiri yang telah memilih jalannya sendiri dengan meninggalkan kita. Bukankah hukum seorang Mafia harus membunuh mereka bagi siapa menghianati tuannya, sekalipun itu saudara atau sahabat".
"Iya tuan, dan Rian sendirilah yang sudah memberitahu Gery lokasi kita saat ini" Sambung Vincen.
__ADS_1
"Hhhmmsss.. Aku butuh sendiri, sebaiknya kalian berdua keluar".
Bagas dan Vincen pun langsung keluar dari dalam sana.