
"Keluar!".
Nadia menatapnya sambil tersenyum, kemudian menyentuh pipi David dengan kedua tangannya. "Wajah mu hangat sekali, semoga hati mu juga hangat. Aku menyukainya".
Kemudian David mencoba melepaskan kedua tangan Nadia dari wajahnya, tetapi Nadia semakin menekannya. "Biarkan tangan ku disini, 5 menit saja" Nadia menatap kedua manik mata David dengan tatapan sendu. "I love you".
"Apa?".
"Aku bilang aku mencintai mu tuan David".
David terdiam.
"Kamu tidak usah membalasnya. Aku yakin cepat atau lambat, suatu saat nanti kamu juga akan mencintai ku" Senyum Nadia dengan tulus. "Bisakah aku mencium mu?".
"Hentikan" David langsung melepaskan kedua tangan Nadia dari wajahnya. "Sepertinya kamu sedang tidak waras. Sebaiknya kamu keluar, aku ingin istirahat".
"Aku merindukan mu!" David menutup mata sambil berkata keluar kepada Nadia. "Aku benar-benar mencintai mu David".
"Keluar!".
"Tidak bisakah kamu melihat ku? entah kenapa, meskipun kamu selalu kasar kepada ku, tapi aku malah semakin mencintai mu. Ayo lihat aku dulu" ucap Nadia dengan mata berkaca-kaca.
"Kalau kamu sudah selesai, sebaiknya kamu keluar. Aku sangat lelah".
"Baiklah" Angguk Nadia. "Aku akan keluar, selamat malam" Perginya dari hadapan David, namun tiba-tiba ia menghentikan langkahnya, kemudian melirik David yang sedang mengepal tangan. "Kalau hanya seperti ini saja, kenapa kamu harus menikahi ku? kenapa? hiks" Tanya Nadia menangis.
Lalu ia melihat Nadia, "Aku akan menceraikan mu. Kamu bisa pergi kemana pun kamu mau".
"Apa?" Dengan mata membulat Nadia meremas pakaiannya. "Kamu barusan bilang apa?".
"Maaf, aku tidak bisa seperti suami yang kamu inginkan. Minggu depan aku akan menceraikan mu".
"Aarrkkhhhh" Teriak Nadia memukulinya. "Bajingan, dasar bajingan. Aku membenci mu, aku sangat membenci mu. Lebih baik aku mati saja dari pada bertemu dengan mu, dasar pengecut".
"Hentikan, kamu bisa menyakiti diri mu sendiri".
Tetapi bukannya berhenti, Nadia semakin kuat memukuli dada bidang David yang telah membuat ia sangat marah. "Pengecut, kamu benar-benar pengecut".
"Aku tau itu, tapi akan lebih parah dari sini akan keluar dari dalam mulut mu kalau sampai kamu tau siapa aku yang sebenarnya. Itu sebabnya aku akan menceraikan mu".
"Diam kau bajingan, aku tidak ingin mendengar mu bicara" Teriak Nadia masih saja memukuli David.
"Maafkan aku Nadia" Tariknya membawa Nadia kedalam pelukannya.
"Lepaskan, lepaskan aku!!".
"Aku akan melepaskan mu kalau kamu berhenti memukuli ku".
"Aku tidak perduli hiks.. hiks.. Aku tidak perduli" Lelah Nadia masih menangis.
Lalu David menyentuh kepala Nadia dengan sayang, "Gadis bodoh. Harusnya kamu senang karna aku akan menceraikan mu, kamu mau hidup seperti ini terus? padahal lebih perhatian dari ku selalu ada di samping mu. Kalau saja kamu tau siapa aku yang sebenarnya, kamu tidak akan mengatakan kalau kamu mencintai aku".
__ADS_1
"Aku tidak perduli" Geleng Nadia.
David tersenyum, "Kamu masih punya banyak waktu untuk lari dari ku Nadia. Pergilah selagi aku membiarkan mu pergi".
"Kamu ingin melihat ku pergi?" Tanyanya melihat manik mata David.
"Mmmmmm.. Pergilah sebelum aku benar-benar tidak akan membiarkan mu pergi".
"Aku tidak akan pergi, aku akan tetap bersama dengan mu. Sampai kapan pun aku akan tetap bersama dengan mu".
"Kamu tidak akan menyesalinya?".
"Aku tidak akan menyesalinya".
"Meskipun nyawa mu sendiri yang akan taruhannya?".
"Iya, meskipun itu nyawa ku sendiri".
"Baiklah, aku tidak akan menceraikan mu. Tapi jangan pernah menyesali apa yang telah keluar dari bibir mu ini".
"Aku tidak akan menyesalinya, aku tidak akan pernah meninggalkan mu atau pun melarikan diri dari mu. Untuk saat ini, hanya kamu yang aku miliki, hanya kamu tempat ku bersandar".
"Bohong".
"Apa?".
"Tidak".
"Tolong jangan pernah tinggalkan aku Dav. Kalau kamu meninggalkan aku, aku benar-benar tidak memiliki siapa lagi".
"Iya. Tapi suatu saat nanti dia juga akan menikah dan tinggal bersama dengan orang yang ia cintai. Lalu bagaimana dengan ku? tidak selamanya dia akan bersama ku".
"Kamu bodoh".
"Apa?".
"Kamu benar-benar bodoh. Bagaimana bisa kamu tidak menyadari perasaannya kepada mu".
"Aku tidak mencintainya, aku hanya menganggap dia sebatas sahabat. Lalu bagaimana dengan mu, apa kamu benar-benar tidak memiliki perasaan kepada ku".
"Mmmmm.. Aku tidak pernah memiliki perasaan terhadap mu, kamu tau sendiri kalau aku selalu bersama dengan wanita cantik yang jauh lebih menggoda dari mu. Bahkan mereka sendiri yang datang menyatakan perasaan".
"Bohong, kalau kamu menyukai wanita cantik kamu pasti sudah menikahi salah satu diantara mereka".
"Ya sudah kalau kamu tidak percaya. Sakit dari ini akan kamu rasakan kalau kamu masih ingin tinggal bersama ku".
"Aku tidak akan perduli selagi kamu masih tinggal bersama ku".
"Kalau gitu bersiaplah".
Nadia melepaskan pelukannya, lalu melihat wajah David yang benar-benar serius dengan perkataanya. "Kamu pasti berbohong, aku yakin kamu tidak sebejat itu".
__ADS_1
"Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa bertanya kepada orang tua mu".
"Kamu berbohong".
David tertawa, "Kamu mau menghabiskan malam yang panjang dengan ku?" Senyum David menggodanya.
"Kamu baik-baik saja?".
"Menurut mu aku sakit?".
"Tidak, kalau gitu aku pergi dulu" Dengan langkah panjang Nadia langsung keluar dari dalam kamar David.
"Kamu mau kemana? Yah.. Nadia" Panggilnya. Tetapi Nadia yang sudah ketakutan, langsung keluar dari dalam kamarnya. Lalu ia tersenyum, "Apa yang harus aku lakukan? apa aku harus mempertahankan mu atau melepaskan mu?" Gumam David meneguk segelas alkoholnya.
Sedangkan Nadia yang kini berada di dalam kamarnya, ia terlihat sedikit khawatir saat David mengajaknya menghabiskan malam yang panjang. "Tidak, kamu belum siap Nadia. Meskipun dia suami mu, aku yakin kamu belum siapa melayani dia. Tapi mau sampai kapan? sampai kamu mendaftarkan pernikahan mu, iya sampai kamu mendaftarkan pernikahan mu" Ucap Nadia menyakinkan dirinya.
Setelah itu Nadia pun segera membaringkan tubuhnya di atas kasur.
.
Saat pagi hari telah tiba, Nadia menguap membuka kedua matanya. Kemudian ia menuruni kasurnya sambil berjalan kearah jendela kaca, "Ooo.. Hujan datang" Senyum Nadia. "Aku sangat menyukai hujan, padahal langit sedang menangis".
Tok.. Tok..
"Iya" Jawab Nadia berjalan kearah pintu.
Ceklek!
"Selamat pagi nona" Senyum wanita cantik tersebut di hadapan Nadia.
Nadia keheranan, "Kamu siapa?".
"Saya pelayan baru di rumah ini nona" Jawabnya tersenyum manis.
"Apa? pelayan baru?" Kaget Nadia melihatnya dari atas sampai bawah. "Sejak kapan? kami tidak sedang menerima pelayan baru dirumah ini. Siapa yang telah menyuruh mu?".
"Tuan David nona".
"Apa? David?".
"Iya nona. Mulai hari ini saya akan menjadi pelayan dirumah ini selama 12 jam. Kalau nona membutuhkan sesuatu, jangan segan memberitahu saya".
"Ini tidak mungkin" Gumam Nadia berjalan kerah pintu kamar David.
Ceklek!
"Yah.. Kenapa ada pelayan disini?" Tanyanya membentak David yang baru saja membuka pintu kamarnya.
David melirik pelayan barunya itu, lalu tersenyum, "Iisss.. Kamu tersenyum lagi kepadanya?" Geram Nadia tidak menyukai pelayan baru tersebut.
"Tuan, saya sudah menyiapkan sarapan tuan diatas meja makan".
__ADS_1
"Mmmmm" Angguk David meninggalkan Nadia.
"Wah.. Dia benar-benar keterlaluan. Bagaimana bisa dia memperkerjakan orang dirumah ini tampa meminta persetujuan ku?" Batin Nadia mengikuti dari belakang.