
Dirumah sakit Nadia menatap Zico dengan tatapan yang membuat Zico tersenyum kaku, "Hey, ayolah Nad. Aku melakukannya karna aku mengkhawatirkan mu. Kamu tau sendiri, kalau aku selalu perduli kepada mu heheheheh.. Jangan marah ya cantik. Aku minta maaf" Ucap Zico begitu dokter mengatakan kalau pergelangan kaki Nadia baik-baik saja.
"Hhhmmmsss.. Ya sudah, kamu pulanglah biar aku naik taksi saja dari sini".
"Tidak, aku akan mengantar mu sampai di rumah. Tunggu disini, aku mengabil mobil ku dulu".
Sambil menunggu Zico, Nadia menyempatkan diri duduk sebentar di atas kursi tunggu yang berada di luar. "Dia benar-benar tidak datang?" Batin Nadia.
Begitu mobil Zico berada di hadapannya, ia pun segera masuk kedalam dengan bantuan Zico. "Apa aku tidak ngerepotin kamu Zico? satu harian kamu sudah bekerja, tapi kamu masih menyempatkan diri mengantar ku pulang. Harusnya kamu istirahat".
"Ck, kamu terlalu berisik. Kamu mau dengerin musik?".
"Boleh" angguk Nadia.
Kamu Yang Ku Tunggu (Rossa feat Afgan).
telah ku temukan yang aku impikan
kamu yang sempurna
segala kekurangan semua kelemahan
kau jadikan cinta
tanpamu ku tak bisa berjalan
mencari cinta sejati tak ku temukan
darimu aku bisa merasakan
kesungguhan hati cinta yang sejati
kamu dikirim Tuhan
untuk melengkapiku tuk jaga hatiku
kamu hasrat terindah untuk cintaku
takkan cemas ku percaya kamu
karena kau jaga tulus cintamu
ternyata kamu yang ku tunggu
segala kekurangan semua kelemahan
kau jadikan cinta
tanpamu ku tak bisa berjalan
mencari cinta sejati tak ku temukan
darimu aku bisa merasakan
kesungguhan hati cinta yang sejati
kamu dikirim Tuhan
untuk melengkapiku tuk jaga hatiku
kamu hasrat terindah untuk cintaku
__ADS_1
takkan cemas, ku percaya kamu
karena kau jaga tulus cintamu
ternyata (ternyata ooh)
ternyata (oh ternyata)
ternyata kamu yang ku tunggu
***
"Wah.. Aku sangat menyukai lagu ini" senyum Zico. "Bagaimana dengan mu Nad?".
"Mmmmmm" Gumam Nadia.
"Mmmm.. Apa Nad?".
"Aku juga menyukainya Co. Kita sudah sampai, terima kasih ya sudah mengantar ku pulang".
"Kenapa tidak sampai depan rumah mu Nad? kamu yakin bisa jalan?".
"Iya, jangan khawatirkan aku. Sana pergi, jangan lupa istirahat yang banyak".
"Kalau gitu aku pulang dulu. Kalau ada apa-apa, jangan lupa beritahu aku ok".
"Iya".
"Dah.. Nadia" Zico pun langsung meninggalkan pekarangan istana rumah keluarga Nadia. Melihat mobil Zico sudah menjauh, ia pun segera mencari taksi disana. Namun saat itu juga Riwan tiba-tiba berhenti dihadapannya.
"Eekkhh.. Kak Riwan" Senyum Nadia.
"Mmmmm.. Aku baik-baik saja kak. Baru pulang?".
"Iya. Ayo masuk ini sudah malam, tidak baik berada di luar".
"Aahh.. Aku baru saja dari dalam kak, maaf ya aku harus segera pergi. Taksi" Panggilnya menghentikan sebuah taksi yang baru saja lewat dari hadapannya. "Duluan ya kak".
Riwan menatapnya sampai taksi yang baru saja Nadia naiki benar-benar menghilang dari hadapannya, setelah itu ia memasuki mobilnya kembali masuk kedalam rumah milik keluarga Hendrawan. "Sayang, kamu sudah pulang?" Senyum Elisa memeluk Riwan.
"Iya. Kamu sudah makan malam?".
"Hey.. Bagaimana mungkin aku makan malam sedangkan suami ku belum pulang kerja. Mandilah, aku sudah menyiapkan mandian untuk mu".
"Terima kasih sayang" Ciumnya di kening Elisa. "Kalau gitu aku mandi dulu".
"Iya" Senang Elisa dengan senyum mengambang.
.
Sesampainya Nadia di hotel, ia langsung masuk kedalam. Dengan wajah kesal, Nadia mencoba untuk tidak mengajak David bicara meskipun David mencoba mengajaknya mengobrol. "Iya aku marah kepada mu tuan David yang terhormat" Gumam Nadia tersenyum kecut.
Ceklek!
"Wah.. Bahkan dia tidak menyalakan lampu" Geleng Nadia berjalan masuk kedalam. Lalu mencari keberadaan David, tetapi Nadia dengan cepat langsung menahan kedua langkah kakinya. "Hey.. Kenapa aku malah ingin mencarinya? Ck".
"Kenapa baru pulang?".
"Hhhmmm?" Nadia segera membalikkan tubuhnya kearah sumber suara yang berasal dari belakang. "David?".
"Kenapa baru pulang?" Tanyanya lagi mendekati Nadia.
__ADS_1
Nadia tertawa kecil, "Kenapa? bukannya tadi kamu berjanji akan datang menjemput ku? dan sekarang kamu malah bertanya kenapa aku lama pulang. Wah, apa tuan David yang terhormat ini sedang mengkhawatirkan aku atau.. Aahh sudahlah, aku sangat lelah hari ini. Selamat malam".
"Nadia" Panggil David menekan.
Nadia menghentikan langkahnya, kemudian menatap David yang sedang menatapnya dengan tajam. "Kenapa? kamu marah? lalu bagaimana dengan ku? apa aku juga bisa marah? ayo jawab".
David mengepal tangannya, lalu menghela nafas berat. "Maafkan aku, tadi aku ketiduran" Ucapnya berbohong.
"Ketiduran? hahahahah aku tau kamu berbohong. Bilang saja kamu tidak berniat atau kamu memang sengaja ingin mempermainkan ku".
"Tidak, kemarilah" Jawab David dengan lembut.
Nadia mengernyitkan dahi melihat David yang tiba-tiba bersikap lembut, "Ada apa? kamu membuat ku takut saja?".
David langsung berjalan memeluknya dengan sayang, "Maaf aku tidak bisa datang menjemput mu" Bisik David semakin mengeratkan pelukannya.
"Ka-kamu kenapa tiba-tiba lembut? kamu semakin membuat ku takut".
Kemudian David melepaskan pelukannya, setelah itu ia menyuruh Nadia memasuki kamarnya, tetapi bukannya pergi, Nadia malah memeluk David kembali. "Lain kali kamu jangan membohongi ku, jangan buat aku lama menunggu mu".
"Mmmm.. Maaf" Balas David memeluknya.
.
Di dalam kamar, Nadia menyentuh dadanya. Entah kenapa ia merasa ada sesuatu yang membuat hati dan pikirannya tidak bisa tenang. "Ada apa ini? kenapa aku tiba-tiba merasa akan kehilangan sesuatu? ya Tuhan semoga saja ini hanya perasaan ku saja. Amin" Nadia pun segera memasuki kamar mandi.
Sedangkan David yang kini berada di balkon kamarnya masih saja kepikiran dengan rencananya yang akan menceraikan Nadia.
Tok.. Tok..
"Ada apa?" Tanya David menghisap rokoknya.
"Boleh aku masuk?".
Tidak ada jawaban.
"Sebentar saja, aku janji tidak akan lama. Boleh yah aku masuk?".
Ceklek!
"Akhirnya kamu membukanya!" Senyum Nadia langsung masuk. "Aahh, sedang apa kamu tadi di balkon?" Tanyanya melihat pintu balkon David terbuka.
"Jangan kesana, kamu bisa bicara di sini" Ucap David melarang Nadia.
"Kenapa? akan lebih menyenangkan kalau kita bicara disana" Tidak perduli, ia berjalan kearah balkon yang berada di kamar David. "Wah.. Udaranya segar sekali" Senyum Nadia menutup mata menghirup udara segar.
David berjalan mendekatinya, lalu mendudukkan diri diatas kursi. "Apa yang ingin kamu bicarakan?".
"Aaaa.. Ada minuman. Wah, bisa aku meminumnya, sedikit saja".
"Tidak" Jawabnya.
"Kenapa? sedikit saja. Malam ini aku ingin mabuk".
"Kamu tidak ingin bekerja lagi?".
"Hey, sedikit saja. Kamu tidak boleh pelit" Senyum Nadia menyambar bekas gelas David yang tadi ia gunakan, tetapi tangan panjang David langsung merampasnya dari genggaman Nadia. "Ck, satu gelas saja".
"Kalau tidak ada yang ingin kamu bicarakan. Sebaiknya kamu keluar dari sini".
"Ada. Ada yang ingin aku bicarakan kepada mu, tapi biarkan aku meminumnya dulu. Kumohon!".
__ADS_1