Ternyata Suami Ku Kepala Mafia

Ternyata Suami Ku Kepala Mafia
Episode 98


__ADS_3

Nadia menatap Gery dan Yanto tertawa puas diatas sofa dengan minuman alkohol yang berada di atas meja, lalu ia melihat Gery menerima sebuah telepon dari orang yang bernama Steven. "Yanto, Steven sudah berada bandara".


"Mmmm" Angguk Yanto langsung pergi dari sana menuju bandara. Kemudian Gery tersenyum melihat Nadia, setelah itu ia pergi entah kemana Nadia tidak tau.


"Aku harus mencari cara keluar dari sini, jangan sampai David datang kemari" Gumam Nadia melihat anak buah Gery yang berjaga di setiap sudut. Lalu ia mencoba berusaha melepaskan pengikat tali di tangannya, "Kalau seperti ini, aku tidak bisa mengambil ponsel ku. Aahh" Kesal Nadia masih berusaha melepaskan pengikat tali tersebut, sambil memantau mereka yang berjaga disana supaya ia tidak ketahuan oleh salah satu orang itu.


Namun ia tetap tidak berhasil, "Ck, apa yang harus aku lakukan?" Semakin kesal Nadia melihat samping kiri kanan, tetapi ia tidak menemukan sesuatu yang bisa melepaskan pengikat tali ditangannya. "Hey, bisakah kamu mendengar ku?" Panggilnya.


Salah satu orang itu melihatnya, lalu menghampiri Nadia. "Ada apa?" Tanyanya datar.


"Tolong saya, saya lagi kebelet buang air besar. Ah, aku tidak tahan lagi".


"Hheeiisss, kamu jorok sekali. Ayo" Tariknya membawa Nadia kedalam kamar mandi. "Jangan sampai kamu lama di dalam sana, kalau kamu ti..


"Hentikan, saya tau itu, kamu terlalu banyak bicara, sekarang tolong kamu lepaskan pengikat tali ini dulu. Bagaimana bisa saya buang air besar dengan tangan seperti ini?" Si pria itu langsung melepaskan pengikatnya. "Terima kasih" Nadia masuk ke dalam kamar mandi dengan senyum tipis. Lalu Nadia merogoh kantong celana, ia mengeluarkan ponselnya yang tidak mereka ketahui, dan Nadia segera mengirim lokasinya saat ini dan memberitahu apa yang telah terjadi di group obrolan mereka.


"Tolong selamatkan aku, pria bertubuh besar yang tidak aku kenal telah mencuri ku dan membawa ku ketempat yang sangat menakutkan" Isi pesan Nadia mengirim wajahnya yang terkena tamparan Gery dan luka lebam di sudut bibirnya.


Ting...


"Apa yang terjadi Nadia?" Pesan tersebut langsung dibalas oleh Zico.


"Cepatlah datang kemari Zico, sepertinya ini ada sangkut pautnya dengan orang yang selama ini kita cari. Mereka memang sengaja mencuri ku saat aku hendak mencari tahu siapa orangnya".


"Iya, kami akan segera kesana Nadia, bertahanlah".


"Iya, sebelum jam 10 pagi besok".


Setelah itu Nadia keluar, ia melihat pria itu sedang menunggunya di depan pintu. "Berikan tangan mu" Ucapnya menarik tangan Nadia lalu mengikat tangan itu kembali, "Sekarang Jalan" Tariknya membawanya ke tempat semula.


Nadia melihat mereka, ia merasa sedikit pusing akibat pukulan Gery. Kemudian Nadia menutup mata, yang ia bayangkan saat ini adalah David datang menyelamatkan dirinya, tapi ia berharap juga David tidak datang kesana mendengar Gery yang hendak membunuhnya. "Aahh, aku merindukannya? padahal baru tadi aku sangat marah kepadanya" Tawa Nadia meneteskan air mata.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Nadia mendengar suara mobil. Gery pun langsung menunjukkan diri menyambut kedatangan Steven dengan senyum mengembang di wajahnya. "Hallo paman, kenapa paman lama sekali?".


"Dimana dia Gery?" Seringai Steven.


"Disana" Jawabnya membawa Steven dihadapan Nadia. "Tadi aku memukulinya, dia membuat ku sangat marah".


Steven menarik dagu Nadia, ia melihat sorot mata tersebut sangat tajam melihatnya dengan senyum mengejek. "Jadi wanita ini orangnya?".


"Mmmmm" Angguk Gery.


"Jam berapa kamu menyuruhnya kemari?".


"Sebelum jam 10, aku menyuruh dia harus sudah berada disini".


"Bagus".


.


Di markas David, Bagas, Vincen dan beberapa anak buahnya sedang berada disana. Ia melihat mereka satu persatu, "Siapa diantara kalian yang sudah memilik keluarga?" Tanyanya.


"Yang sudah memiliki keluarga atau sedang berencana menikah, kalian boleh ambil posisi kanan saya".


"Baik tuan" Angguk mereka bergeser, hingga yang tertinggal sekitar 13 orang lagi. "Lalu bagaimana dengan kami tuan, apa kami akan di pecat dari pekerjaan ini?" Tanya mereka khawatir.


"Tidak, tapi merekalah yang paling aku butuhkan saat ini. Kalian semua tetaplah disini bersama dengan Vincen, aku yakin tempat ini akan mereka serang juga" Ucapnya melihat Vincen. "Tolong jaga dirimu, apa pun yang terjadi kita harus kembali".


Vincen memalingkan wajahnya, lalu ia memeluk David. "Harusnya aku yang berkata sedemikian, bukan kamu. Tolong jaga diri kalian, pastikan kalian semua kembali dengan selamat".


"Mmmmm" Gumam David menepuk lengannya. "Ayo".


"Kami pergi dulu Vincen" Ucap Bagas.

__ADS_1


"Iya, kembalilah dengan selamat seperti kalian meninggalkan tempat ini".


"Ooo" Senyum Bagas memasuki mobil bersama dengan David. Kemudian Vincen memerintah mereka yang tersisa untuk berjaga di setiap sudut ruangan tampa melakukan sedikit kesalahan. "Tuan" Panggil Bagas.


"Ada apa Gas?" Bagas memberikan selembar foto ditangan David yang tadi sore ia cetak bersama dengan Vincen sepulang dari tempat pemancingan, "Terima kasih, mari kita lakukan ini lagi, aku sangat menyukainya" Tersenyum.


Bagas menghela nafas, "David, boleh aku bertanya?".


"Mmmm, apa yang ingin kamu tanyakan?".


"Setelah kamu bertemu dengan Nadia, kamu benar-benar berubah 50%. Kamu sangat mencintainya?".


David tersenyum.


"Sebenarnya aku lebih menyukai mu yang seperti ini. Tapi aku juga tidak menyukainya, semenjak Nadia masuk kedalam hidupan mu, kamu menjadi terlihat lemah seperti bukan David yang selama ini kami kenal" Ucapnya melihat David. "Kamu bahagia bersamanya?".


"Semua sudah terlambat Bagas, Nadia sudah tau siapa aku yang sebenarnya".


"Maksud kamu?".


"Nadia sudah tau kalau aku seorang Mafia yang selama ini sangat di benci oleh polisi dan masyarakat".


"Bagaimana bisa dia tau?".


"Aku juga tidak tau, tapi mengingat semuanya, Hendrawan pasti sudah memberitahunya".


"Terus apa yang akan kamu lakukan?".


"Kita akan kembali ketempat yang semula, begitu aku menyelamatkan Nadia. Aku akan meninggalkannya dan membiarkannya hidup bahagia, dari pada dia harus hidup bersama ku" Jawab David mengingat wajah Nadia yang sangat marah kepadanya, bahkan Nadia tidak menganggapnya lagi sebagai manusia. Ia sudah terlihat sangat hina di kedua mata wanita yang ia cintai itu.


David menghela nafas panjang, ia melihat keluar jendela kaca mobil dengan tatapan kosong. "Tidak apa-apa kalau kamu berencana meninggalkannya, sebenarnya itu jauh lebih baik dari pada harus bertahan. Kamu tau sendiri kalau dia bukanlah wanita biasa yang selama ini kamu kencani, dia adalah seorang detektif".

__ADS_1


"Mmmmm, kini saatnya aku harus meninggalkan semuanya" Gumam David menarik sudut bibirnya. "Terima kasih Bagas, langit terlihat sangat indah" Ucapnya membuka jendela kaca mobil.


Bagas menatapnya dengan pikiran yang tidak bisa ia tafsirkan, dan juga ia merasa kalau David akan pergi bersamanya berkeliling dunia sambil bergandengan tangan. "Pikiran apa ini?" Senyum Bagas, ia pun ikutan membuka jendela kaca di sebelahnya, disana ia melihat keatas langit dimana bintang-bintang tersebut terlihat sangat indah dengan cahayanya sendiri.


__ADS_2