Ternyata Suami Ku Kepala Mafia

Ternyata Suami Ku Kepala Mafia
Episode 88


__ADS_3

David mengeluarkan rokok, ia memberikan kepada Vincen dan Bagas. Lalu ia menyalakan rokoknya, "Mari kita lakukan itu? kalian berdua sudah terlalu banyak bekerja. Apa kalian tidak lelah?".


"Tidak" Jawab Bagas dan Vincen.


Tersenyum, "Bodoh, sebesar apapun kalian mencintai pekerjaan ini, kalian juga harus menikmati masa liburan. Mari kita jadwalkan minggu depan, aku akan menentukan dimana tempatnya".


Bagas dan Vincen langsung mengusap wajah dengan kasar. Kemudian David menyuruh mereka membelikan makanan dari luar untuk semua anak buahnya. Sekeluarnya kedua orang itu, David menyambar ponselnya, ia melihat wajah yang selalu ia rindukan itu tersenyum sangat manis di dalam layar ponselnya.


"Melihat mu seperti ini membuat ku tersenyum sendiri. Gadis polos" Gumam David. Lalu ia melirik jam kini sudah menunjukkan pukul 1 siang kurang 15 menit. David menyambar kunci mobilnya, ia segera keluar dari dalam sana menuju gedung perusahaan Group Vora.


"Selamat siang tuan, maaf tuan Hendrawan sedang makan siang di luar bersama dengan client" Ucap sekretaris Hendra memberitahu David.


"Mmmmm" David segera pergi dari sana. Ia kembali ke markas dimana semua anak buahnya itu sedang menikmati makanan yang Bagas dan Vincen beli dari luar. Lalu David ikut bergabung dengan mereka, Bagas segera memberikan kepadanya. "Apa tuan tidak apa-apa bergabung dengan kita?".


"Tidak" Jawab David. Ia meminta minuman keleng itu, "Apa ini ada alkoholnya? akhir-akhir ini aku menyukai minuman kaleng ini".


Mereka tersenyum melihat David, "Ini tuan, saya juga sangat menyukai minuman seperti ini saat makan pizza" Ucap salah satu anak buahnya itu memberikan miliknya kepada David.


"Terima kasih" David menerima dari tangannya sampai membuat mereka semua melongo dengan perubahan David yang tidak seperti biasa. "Mulai hari ini saya ingin lebih dekat lagi dengan kalian semua, dan kedepannya lagi kita akan selalu makan bersama seperti ini".


Namun mereka bukannya terlihat senang atau mengatakan, dengan senang hati kami akan selalu makan bersama seperti ini dengan tuan. Tetapi mereka malah menatap David dengan tatapan bingung serta penuh dengan tanda tanya, "Hentikan, mari kita makan saja" Ucap Bagas menghentikan mereka.


"Ayo dimakan" Sambung Vincen.


Melihat itu David menunjukkan senyum tipisnya, setelah itu ia pergi meninggalkan mereka menuju ruangannya. Kemudian mereka melirik David, lalu melihat Bagas dan Vincen, namun mereka tidak memberikan menjawabnya dan memilih pergi dari sana. "Apa yang terjadi? kenapa aku tiba-tiba merasa kalau tuan David akan pergi meninggalkan kita".


"Aku juga merasa aneh, aku lebih suka melihat tuan David yang dingin dan datar seperti biasa dari pada yang seperti ini. Sungguh aku tidak menyukainya".


"Aku juga" Sambung mereka.


Sedangkan David yang berada di dalam ruangannya, ia sedang menerima panggilan Video dari Rusia orang kepercayaan yang Beyonce perintahkan. "David" Panggilnya.


"Yes. How are you brother?" Tanya David tersenyum.

__ADS_1


"Fine, tidak usah tersenyum seperti itu. Aku tau apa yang sedang kamu rasakan saat ini. Tuan Beyonce sudah di kubur, kamu baik-baik saja?".


"Mmmmm" Angguk David.


"Berhati-hatilah, aku tidak tau kapan Gery dan Steven akan mendatangi mu. Sejak kepergian tuan Beyonce, Gery semakin menguasai semuanya, bahkan dia tidak segan-segan membunuh anak buah tuan Beyonce kalau mereka tidak menuruti perintahnya. Dia semakin menjadi-jadi".


David mengepal tangannya, "Lalu apa yang harus aku lakukan? disaat terakhir tuan Beyonce saja aku tidak bisa berada di dekatnya".


"Kamu sudah melakukan yang terbaik David. Tuan Beyonce juga tidak akan mau kalau kamu berada disini, dia sangat menyayangi mu bahkan melebihi anaknya sendiri".


"Setidaknya aku ingin memanggilnya ayah untuk yang terakhir kalinya" David meneteskan air mata.


"Hey brother. Hentikan itu, kamu terlihat tidak seperti David yang selama ini aku kenal. Cepat selesai misi mu disana, dan kembalilah kemari, kami sangat merindukan mu".


"Mmmm" David menyudahi panggilan video mereka, ia menyandarkan kepala menatap langit-langit ruangannya. "Apa semua akan berakhir, aku juga sudah lelah" Gumamnya menutup mata.


.


Kini matahari sudah terbenam, Nadia segera kembali pulang ke apertemen. Sesampainya ia disana, ia melihat ibunya sedang menunggu di depan pintu apartemen bersama dengan ayahnya. "Mama papa" Kaget Nadia melihat sepasang suami istri itu. "Kenapa mama tidak menelpon Nadia? mama sama papa jadi menunggu di luar".


"Belum pa, paling bentar lagi" Jawab Nadia ikut bergabung dengan mereka. "Terus kenapa papa sama mama repot-repot datang kemari? harusnya kami saja yang datang kerumah".


Hendrawan menyambar tehnya. "Papa sama mama datang kemarin membawa kabar gembira untuk mu".


"Kabar gembira? apa itu pa ma" Tanya Nadia tersenyum penasaran.


"Kamu terlihat senang sekali" Senyum sepasang suami istri itu.


"Tentu saja Nadia sangat senang, karna ini kabar gembira. Apa itu pa, cepat beritahu Nadia".


"Nadia" Panggil Hendrawan.


"Iya pak".

__ADS_1


"Mulai hari ini kamu bebas nak, kamu bebas dari manusia monster itu".


Nadia mengernyitkan dahi, "Maksud papa?".


Ibunya langsung menggenggam kedua tangan Nadia, "Iya sayang. Mulai hari ini kamu bebas dari David, papa sudah membayar semua hutang-hutang perusahaan kita. Jadi mulai besok kamu sudah bisa menggugat cerai dia, mama akan membantu mu".


"Iya Nadia, dan papa juga sudah menyiapkan jodoh yang jauh lebih baik dari dia. Jadi segeralah mengurus surat perceraian kalian, nanti papa akan memperkenalkan mu dengan dia".


"Iya sayang, dia pria yang sangat tampan dan juga baik hati. Mama sama papa sangat menyukai dia" Ucap suami istri itu secara bergantian tampa mereka sadari raut wajah putri mereka yang memanas.


"Ma pa, maaf. Bagi Nadia tidak ada kata perceraian dan itu tidak akan pernah terjadi karna Nadia mencintai suami Nadia sendiri, jadi kalau mama sama papa sudah selesai, silahkan keluar dari rumah ini. Dan Nadia mohon, jangan pernah membahas itu lagi datang kemari".


"Nadia" Bentak Hendrawan marah.


"Nadia tidak perduli pa, mau papa membayar lunas semua hutang papa atau tidak Nadia tidak perduli. Nadia akan tetap mempertahankan rumah tangga Nadia yang papa mulai sendiri sampai selamanya. Jadi stop menjodoh-jodohkan Nadia, Nadia bukan anak kecil lagi atau Nadia bukanlah alat untuk kesenangan papa sama sama".


PPPLLAAKKK...


"Anak kurang ajar!".


"Nadia tidak perduli pa, Nadia tidak perduli mau papa sama mama menganggap Nadia anak kurang ajar, Nadia tidak perdu..


PPPLLAAKKK...


Nadia meneteskan air mata, ia menyentuh pipinya melihat Hendrawan. "Kalau dengan menampar Nadia papa berhenti mengusik rumah tangga Nadia. Nadia ikhlas pa..


PPPLLAAKKK... PPPLLAAKKK...


"Pa sudah, biarkan Nadia tenang dulu. Mungkin dia berkata sekarang, besok mungkin Nadia akan menyadarinya..


"Tidak ma, sampai kapan pun Nadia tidak akan pernah bercerai dengan David" Potong Nadia.


PPPLLAAKKK...

__ADS_1


Kini ibunya sendiri yang menampar wajahnya, "Dasar anak kurang ajar, berani-beraninya kamu melawan orang tua kamu sendiri. Ayo pa, besok kita kembali lagi".


"Tidak, aku mohon papa sama mama jangan pernah datang kemari lagi hiks.. hiks.." Tangis Nadia menjatuhkan tubuhnya diatas sofa.


__ADS_2