
Jam istirahat Nadia berada di dalam kantin bersama dengan Zico. Ia terlihat sangat bahagia, sehingga Zico tidak berhenti tersenyum kepada Nadia. "Wah, hampir 6 tahun lamanya aku mengenal mu Zico baru kali ini aku melihat mu tersenyum sangat bahagia".
"Benarkah Nad?".
"Mmmm.. Sepertinya kamu sangat mencintai, siapa nama wanita itu?".
"Anika".
"Anika, sepertinya kamu sangat mencintainya".
"Iya, dia adalah cinta pertama ku Nad, dan dia juga yang mendorong ku menjadi seorang polisi sampai sekarang ini".
"Kok bisa gitu Zico?".
"Dia mau aku melindungi masyarakat negara kita dan juga melindungi dia dari orang jahat, ucapnya sebelum dia pergi meninggalkan aku".
"Dia benar-benar hebat, aku menyukai dia. Pantas saja kamu sangat mencintainya".
"Mmmm.. Di wanita pemberani sama seperti kamu Nad, dia tidak akan pernah mengenal takut dan lelah" Tawa Zico.
"Apa karna itu alasan kamu dulunya menyukai aku?"
"Iya, aku menyukai mu karna karakter kalian berdua sangat sama".
Nadia menatapnya, "Zico boleh aku bertanya?".
"Apa itu Nad?".
"Terus, apa alasan kamu tidak mencarinya selama 8 tahun ini? kalau kamu benar-benar sangat mencintainya?".
Zico berhenti menguyah, ia kembali teringat kejadian 8 tahun yang lalu tidak ia ketahui. "Aku juga tidak tau alasan aku tidak mencari Anika saat itu Nad. Disitu aku masih menduduki bangku kelas 2 SMA, kamu tau sendiri pihak mana yang akan mengakui laporan anak di bawah umur?".
"Iya juga sih. Jadi kamu sudah tau alasan Anika pergi meninggalkan kamu?".
"Mmmm.. Dia sudah memberitahu ku".
"Syukurlah, aku suka cara dia bertahan hidup demi orang yang ia cintai".
.
Selesai jam makan siang, mereka berdua kembali keruangan. Kemudian Bayus memanggil mereka, Ia meminta kepada Zico dan Nadia untuk mendatangi tempat kemarin yang Nadia kunjungi. "Maaf pak, bukannya saya tidak mau..
"Sebelumnya saya yang harus minta maaf duluan kepada mu Nadia, sebenarnya alamat yang kemarin aku berikan kepada mu itu salah. Yang benarnya itu rumahnya ada di sebelah rumah yang kemarin kamu datangi itu, cuman rumahnya sedikit jauh darinya".
"Ada apa Nad?" Tanya Zico melihat Nadia tiba-tiba keringat dingin. "Kamu baik-baik saja?".
"Mmmm.. Aku baik-baik saja".
Lalu Bayus memberikan alamat itu lagi di tangan Zico, "Kalian bisa membawanya juga" Ucap Bayus menunjuk Larisa.
"Baik pak".
__ADS_1
"Mohon kerja samanya Nadia, kita semua juga sangat sibuk".
"Iya pak" Angguk Nadia.
Lalu Zico menyentuh kening Nadia yang masih berkeringat, "Kalau kamu sakit, kamu tidak usah ikut pergi Nad, biar aku saja dan dia".
"Tidak apa-apa Co, aku akan pergi bersama kalian" Namun untuk memastikan kejadian itu tidak akan terulang lagi, Nadia meminta kepada Bayus untuk mengizinkan dia membawa pistol. "Saya mohon pak".
"Ada apa Nadia? kalian kesana bukan untuk menangkap penjahat. Tapi untuk mengajukan beberapa pertanyaan kepada pemilik rumah itu".
"Saya.. Say" Gantung Nadia.
"Tidak usah takut, mereka orang yang baik dan kamu juga tidak pergi sendirian, ada Zico dan Larisa bersama mu" Tetapi melihat ekspresi wajah Nadia yang khawatir membuat Bayus membiarkan Nadia membawa pistol. "Ya sudah, tapi cuman kamu saja".
"Terima kasih pak" Senyum Nadia.
"Iya, kalau terjadi sesuatu yang mencurigakan cepat beritahu kemari".
"Siap pak".
"Mmmm.. Kalian boleh pergi".
.
Dalam perjalanan menuju kesana Nadia menutup kedua mata, ia ingin menenangkan pikiran terlebih dahulu sebelum sampai disana. Kemudian Zico meliriknya, ia merasa ada sesuatu yang sedang Nadia sembunyikan darinya. Tetapi melihat Nadia yang tidak ingin diajak bicara membuat ia memilih diam.
"Apa tempat ya masih jauh?" Tanya Larisa dari belakang.
"Sepertinya" Jawab Zico. Setelah 1 jam lamanya perjalan menuju kesana, mereka telah tiba di persimpangan. Nadia membuka mata, lalu memberitahu Zico jalan buntu. "Tidak ada jalan lain selain ini Nad?".
"Wah, jalan ini sangat menakutkan sekali, bagaimana bisa mereka melewati jalan seperti ini di malam hari" Ujar Larisa melihat pepohonan tinggi disana sepanjang perjalanan mereka.
"Ini hanya jalan buntu Risa, kalau mereka yang takut melewati jalan ini mereka akan mengambil jalan utama, cuman sedikit jauh dibandingkan dengan jalan ini".
"Oohh.. Untuk di siang hari bisalah lewat dari sini".
Sesampainya mereka disana, Zico langsung keluar dari dalam mobil bersama dengan Nadia dan Larisa. "Ada apa Nad?" Tanya Zico.
"Tidak, apa ini rumahnya?".
"Mmmm.. Biar aku yang mengetuknya" Jawab Zico mengetuk rumah tersebut.
Tok.. Tok..
"Permisi, apa ada orang di dalam?".
"Cari siapa?" Tanya pejalan kaki disana melihat mereka.
"Maaf pak, kami mencari penghuni rumah ini. Bapak mengenalnya?".
"Mereka ada di sawah, ada apa kalian mencarinya?".
__ADS_1
"Kami dari kepolisian, boleh bapak memberitahu kami dimana sawahnya pak?" Ujar Zico.
"Ke-kepolisian?" Kagetnya melihat Zico, Nadia dan Larisa. "Ada urusan apa kalian kepadanya? apa kalian ingin membawanya kekantor polisi?".
"Tidak pak, kami hanya ingin mengajukan beberapa pertanyaan saja. Setelah itu kami akan pergi, boleh bapak membawa kami kesana?".
"Kalian tunggu disini saja. Biar saya yang memanggilnya".
"Kalau gitu terima kasih banyak pak" Senyum Nadia.
"Mmmmm" Angguknya langsung pergi.
Sambil menunggu, Nadia berjalan kepinggir jalan. Ia melihat padi disana tampak sangat menghijau membuat ia sangat menyukainya. "Risa, tolong ambilkan foto ku disini" Ucap Nadia memberikan ponselnya.
"Berapa gambar kak?".
"1 ajah" Larisa pun segera mengambil gambarnya, lalu memberikan ponsel Nadia kembali. "Terima kasih Risa".
"Iya kak".
"Kamu enggak mau Risa? jarang-jarang loh kita mendatangi tempat seperti ini".
"Tidak usah kak, aku tidak terlalu suka berfoto".
"Oohh, bagaimana dengan mu Zico? kamu juga tidak mau mengambil gambar disini?".
"Tidak Nad" Jawab Zico.
"Iiss, mereka tidak tau kalau ditempat seperti ini lebih cantik berfoto dari pada di temp..
Tin.. Tin..
"Astaga" Kaget Nadia melihat mobil tersebut lewat dari hadapannya, namun tiba-tiba ia merasa seperti mengenal seorang wanita yang berada di dalam mobil itu. "Hhmm, kenapa wanita itu seperti Mira?".
"Nadia, kamu baik-baik saja?" Tanya Zico khawatir.
"Mmmm.. Aku tidak apa-apa" Jawab Nadia masih melihat kearah mobil itu.
"Ada apa Nad? kenapa kamu melihat mobil itu?".
"Sebentar Co, bisakah kamu memberikan kunci mobil mu" Zico mengernyitkan dahi. "Aku tidak akan lama, cepat berikan" Desak Nadia.
"Kamu mau kemana Nad?" Tanya Zico mengeluarkan kunci mobilnya.
"Mengejar mobil tadi" Jawabnya memasuki mobil Zico, lalu mengejarnya dari belakang dengan kecepatan sedikit tinggi.
Kemudian Larisa mendekati Zico, "Ada apa dengannya? kenapa dia tiba-tiba ingin mengejar
mobil itu?".
"Aku juga tidak tau" Jawab Zico masih melihat kearah Nadia membawa mobilnya pergi. Lalu ia melihat Larisa, "Harusnya tadi kamu pergi bersamanya".
__ADS_1
"Kenapa?".
"Tidak" Geleng Zico. Begitu Nadia berhasil berada di belakang mobil tersebut, ia berkata dalam hati kalau wanita yang barusan tadi ia lihat itu adalah Mira yang kemarin ia kenal.