
David berada di club bersama dengan Bagas dan Vincen, "Bagaimana dengan Rian? apa kamu menemukan sesuatu tentangnya?" Tanya David.
"Tidak tuan, untuk saat ini saya belum menemukan hal mencurigakan tentangnya. Tapi saya akan tetap memantaunya".
"Mmmmmm.. Terus awasi dia".
"Siap tuan".
Mereka bertiga keluar dari ruangan David, disana seorang wanita cantik tengah menunggu kedatangannya. "Kalau gitu kami permisi dulu tuan" Ucap Vincen melihat Alexa berada di hadapan mereka.
"Mmmmmm" Gumam David.
Kemudian Alexa tersenyum manis sambil berjalan mendekati David, "Aku sudah menunggu mu lama Dav, kamu tidak kasihan kepada ku yang selal..
"Ada apa kamu kemari?" Potong David.
"Karna merindukan mu. Aahh iya, 1 minggu ini aku libur Dav, aku ingin mengajak mu liburan".
"Aku tidak bisa".
"Kenapa? ayolah Dav" Goda Alexa menyentuh dada bidang David. Namun dengan cepat David langsung menghempaskan tangan Alexa dari sana. "Ck, kamu kenapa sih Dev? sejak kapan kamu jadi seperti ini?".
"Minggir, aku ingin pergi".
"Dev tunggu" Peluk Alexa dari belakang. "Jangan tinggalkan aku Dev, tidak bisakah kamu menemani ku malam ini. Aku butuh kamu Dev".
"Lepaskan aku Lexa...
Cup.
"Aku mencintai mu Dev" Bisik Alexa mencium bibir itu kembali. Namun David belum membalas ciuman Alexa, tetapi Alexa yang tidak mau menyerah tetap berusaha agar David membalas ciumannya. Setelah 2 menit lamanya Alexa menunggu, David pun mulai merasakan gairah di dalam tubuhnya dan juga kejantanan David yang sudah mulai mengeras.
"Akhirnya" Senyum Alexa di sudut bibirnya.
Tidak lama kemudian, David pun akhirnya membalas ciuman Alexa dan membawa tubuh itu kedalam kamar kosong yang berada di samping mereka. "Dev tunggu" Tahan Alexa.
David menghentikan ciumannya, lalu ia menatap manik mata Alexa yang juga sudah kehausan sama halnya seperti dirinya. "Kenapa? apa kamu ingin..
"Tidak" Potong Alexa mencium bibir David kembali dengan panas, begitu juga dengan David yang sudah terbawa hawa nafsu.
1 jam lamanya David dan Alexa menyudahi percintaan mereka, David pun segera memakai pakainya begitu juga dengan Alexa. "Terima kasih untuk malam ini" Ucap David.
Alexa tersenyum tipis memeluk David dari belakang, "Kapan pun kamu mau aku akan selalu siap melayani kamu Dev".
__ADS_1
David melepaskan pelukan Alexa, lalu ia melihatnya. "Aku pulang dulu".
"Kamu tidak berencana mengantar ku pulang Dev atau.. Tidak bisakah kamu membawa ku bersama mu. Aku masih ingin bersenang-senang dengan mu".
"Vincen akan mengantar mu pulang" Setelah itu David keluar dari dalam kamar tersebut sambil menghubungi nomor Vincen.
Sedangkan Nadia yang baru tiba di apertemen, ia terlihat sangat lelah dan juga pusing mengingat Zico yang menyatakan perasaannya. "Ck, kenapa harus aku sih Zico" Kesal Nadia. Lalu ia mendengar suara pintu terbuka. "Tuan David? apa itu tuan David?" Tanyanya untuk memastikan siapa yang baru saja membuka pintu tersebut.
Kemudian Nadia mendengar suara nafas berat itu mendekati dirinya, "Tuan David?" Panggilnya lagi.
"Apa yang kamu lakukan disini?".
Ting...
Semua lampu langsung menyala, dengan senyum mengembang diwajah Nadia, ia melihat David berada di hadapannya. "Akhirnya lampunya menyala juga. Tuan dari mana saja?".
David tidak menjawabnya, ia malah melihat Nadia dari atas sampai bawah, "Aahh, hehehhe.. Tadi saya keluar sebentar tuan. Apa tuan sudah makan malam? kalau belum, saya akan menyiapkan makan malam".
"Tidak usah" Setelah itu David memasuki kamarnya.
"Hhhmmsss.. Dia terlihat sangat lelah sekali. Apa dia baik-baik saja? Aahh, kenapa aku jadi perduli dengannya? itukah hak dia, dan juga kami berdua sudah sepakat tidak akan pernah ikut campur urusan pribadi kami masing-masing" Gumam Nadia menyambar tasnya.
Ceklek!
"Hhhmmm?".
"Kemari".
Nadia berjalan mendekati pintu kamar David, "Ada apa tuan?".
"Siapkan makan malam untuk ku".
"Hhhmmmm?".
"10 menit dari sekarang" Ucap David menutup pintu kamarnya.
"Apa? 10 menit dari sekarang? dia sudah gila yah menyuruhku menyiapkan makan malam hanya dengan 10 menit. Belum lagi masak nasiknya" Gegas Nadia berjalan kearah dapur yang tertata sangat rapi, kemudian ia membuka kulkas. "OMG, bahan-bahan disini lengkap sekali. Kapan dia menyiapkan ini semua?" Nadia segera mengeluarkannya dari dalam kulkas. Lalu ia memasak nasi, setelah itu Nadia menyiapkan bahan-bahan yang di perlukan untuk nasi goreng.
"Aku masih punya waktu 2 menit lagi sebelum dia keluar dari dalam kamar".
Begitu David selesai membersihkan tubuhnya, ia segera keluar dari dalam kamar. Disana ia melihat Nadia sedang menyiapkan makan malamnya, "Dia benar-benar menyiapkannya" Gumam David.
"Hhhrrrmmmm.. Ini sudah lebih dari 10 menit".
__ADS_1
"Aaahhh, ini sudah hampir selesai tuan" Ucap Nadia tampa melihat kearah David yang berada di belakangnya. "Akhirnya selesai juga. Tuan aku suda.. Aaarrhhhh" Kaget Nadia hampir terjatuh kalau saja tangan kekar David tidak menahan tubuhnya. "OMG" Senyum Nadia tidak sadar dengan wajah datar David yang terlihat kesal.
Setelah itu David melepaskan tangannya, "Aahhh, maafkan saya tuan" Senyum Nadia merasa bersalah. "Silahkan duduk tuan, saya akan membawa nasi gorengnya".
David menghela nafas, "Buruan".
"Baik tuan" Angguk Nadia membawa nasi goreng David dan juga dirinya. "Selamat makan".
Dengan lahap Nadia menikmati nasi gorengnya tampa menyadari juga David yang sedari tadi melihatnya. "Mmmmm, sudah sangat lama sekali aku tidak pernah menikmati masakan ku sendiri" Gumam Nadia disela-sela menikmati nasi gorengnya.
Setelah Nadia selesai melahap makan malamnya, ia melihat David yang belum selesai menikmati nasi gorengnya. "Ada apa tuan? apa nasi gorengnya tidak sesuai dengan selera tuan?".
"Jangan bicara saat orang lain sedang makan" Jawab David dengan ketus.
"Aahhh.. Maaf" Nadia segera membawa piring kotornya dan membasuhnya sambil menunggu David selesai makan malam.
DDDDRRRRTTTTT... DDDDRRRTTTTTT...
"Hallo" Jawab Nadia.
"Kamu sudah sampai dirumah Nad?".
"Zico...? Iya aku sudah tiba di rumah Co".
"Syukurlah. Soal kejadian tadi aku minta maaf Nad, aku tidak bermaksud membuat mu tidak nyaman".
"Tidak apa-apa Co. Aku juga minta maaf".
"Mmmmmm.. Aku berharap kita masih tetap seperti biasa".
Nadia tersenyum, "Tentu saja Co, aku tidak bisa jauh-jauh dari mu karna kamu adalah rekan ku yang paling aku percayai".
Zico tertawa senang, "Sampai jumpa minggu depan Nad".
"Mmmmm.. Selama libur mari kita menikmatinya".
"Kalau gitu aku tutup dulu Nad".
"Mmmmmm" Angguk Nadia memasukkan ponselnya kembali kedalam saku tampa ia sadari David yang mendengar percakapan mereka. "Baiklah, soal kejadian tadi anggap saja itu tidak pernah terjadi Nadia" Gumam Nadia.
Setelah itu Nadia melihat kearah David yang sedang melihatnya dengan tatapan seperti biasa. "Apa tuan sudah selesai? kalau sudah selesai saya akan membersihkannya" Ucap Nadia mendekati David.
Melihat sisa nasi gorengnya yang tinggal sedikit lagi membuat hati Nadia senang, itu tandanya David menyukai masakannya. "Syukurlah, aku rasa dia menyukainya" Batinnya.
__ADS_1