
Kini Nadia telah berada di apertemen setelah pulang dari taman, sambil menunggu kepulangan David, Nadia menyiapkan makan malam untuk mereka berdua. Namun sudah hampir 1 jam lamanya ia selesai memasak, David belum juga pulang-pulang kerumah.
"Kenapa dia belum pulang sih? ini sudah jam 8 malam" gumam Nadia memperhatikan jam ponselnya.
Kemudian ia melihat menu makan malam yang telah ia siapkan. "Ayo pulang David, keburu dingin nantinya hhooaamm.. Aahh, pake ngantuk segala lagi" Kesal Nadia menutup mulutnya. "Hhooaammm.. Ayolah Nadia, ini masih jam 8 malam, tidak seperti biasanya kamu ngantuk jam segini" Nadia masih setia menunggu David pulang dari kantor, tetapi ia yang sudah sangat mengantuk berat akhirnya tertidur pulas diatas meja.
Sedangkan David tidak lama kemudian ia pun langsung masuk kedalam apertemen mereka. Dengan tubuh lelah ia tidak memperhatikan kalau Nadia sedang menunggunya di meja makan, lalu ia berjalan kearah dapur. David membuka kulkas, disana ia melihat botol minum tersusun sangat rapi. "Apa dia bekerja seharian dirumah?" Gumam David meneguk hampir satu botol air putih. Setelah itu, ia pergi meninggalkan dapur menuju kamarnya.
Sekarang telah menunjukkan pukul 10 malam, David keluar dari dalam kamar. Entah kenapa ia merasa tiba-tiba sangat lapar, namun sebelum melangkah ke dapur, ia memandangi pintu kamar Nadia terlebih dahulu. "Ck, sepertinya dia sudah tidur" Tidak ingin menganggu tidur Nadia, David pun memilih membuatnya sendiri.
Tetapi saat ia melewati meja makan, ia malah melihat Nadia tertidur diatas meja makan dengan wajah telungkup, "Ternyata dia disini? dasar gadis bodoh" Gumam David mendekati Nadia. Lalu ia melihat menu yang tersedia diatas meja, "Kamu benar-benar menunggu ku? padahal aku sudah menyuruh mu untuk tidak menunggu ku dan sekarang kamu malah tertidur pulas disini. Kamu benar-benar gadis bodoh" ucap David kembali mengatai Nadia gadis bodoh.
Kemudian ia pun segera membawa Nadia pergi dari sana menuju kamarnya. Lalu David menaruh tubuh mungil Nadia diatas tempat tidurnya, "Selamat tidur" Bisik David sebelum meninggalkan kamar Nadia.
Berjalan kerah dapur kembali, David menatap masakan Nadia yang sudah dingin. Tidak ingin membuang-buang makanan atau tidak ingin membuang masakan Nadia, David pun dengan lahap menikmati menu masakan Nadia sampai ia benar-benar marasa kenyang. "Masakan mu lumayan juga".
.
Pagi harinya, Nadia menguap seperti biasa ia bangun tidur. "Loh, kok aku bisa berada disini? bukannya semalam aku" Gantung Nadia mengingat ia yang tertidur di meja makan. "Lalu siapa yang membawa ku kemari?" Dengan rasa penasaran Nadia keluar dari dalam kamar, ia melihat seisi ruangan disana terlihat hening dan juga ia tidak melihat David berada disana. "Apa dia sudah berangkat kerja? tapi ini masih jam 7 pagi" Nadia berjalan kearah pintu kamar David, lalu mengetuknya.
Tok.. Tok.. Tok..
"Selamat pagi tuan David" ucap Nadia dari luar.
Tok.. Tok..
"Tuan aku akan menyiapkan secangkir kop..
Ceklek!
"Astaga" Kaget Nadia begitu David tiba-tiba membuka pintu kamarnya dengan pakaian rapi, lalu Nadia tersenyum. "Selamat pagi".
"Mmmmm" Gumam David berjalan.
"Kamu mau minum apa? aku akan membuatkan sarapan untuk mu".
__ADS_1
"Tidak usah, aku sarapan di kantor saja".
"Hey.. Ayolah. Kamu sarapan dirumah saja, aku akan menyiapkannya. Sekarang kamu duduk, aku tidak akan lama" Senyum Nadia menarik David duduk diatas kursi. "Tunggu sebentar".
David pun akhirnya mengalah, hari ini ia sebenarnya akan ke markas tempat persembunyian ia menyimpan rahasia seorang David yang sebenarnya. "Ini, enggak lama kan?".
David menatap roti panggang yang baru saja Nadia berikan bersama dengan segelas kopi panas kesukaannya. "Terima kasih" Ia segera melahapnya.
"Sama-sama, dengan senang hati aku akan selalu membuat mu sarapan pagi" Senyum Nadia dengan bahagia. "Oohh iya, aku hampir saja melupakannya. Itu, semalam kamu memindahkan ku ke kamar yah?".
"Tidak" Jawab David singkat.
"Terus, bagaimana bisa aku berada di kamar? perasaan aku semalam tidur disini sambil nunggu kamu pulang".
"Kamu jalan sendiri".
"Apa?" Kaget Nadia.
"Mmmmm".
"Ya sudah kalau kamu tidak percaya, aku sudah selesai" David segera pergi meninggalkan Nadia.
"Tunggu" Tahan Nadia. "Nanti siang aku berencana membawakan mu makan siang..
"Jangan lakukan itu" Potong David langsung pergi.
"Ck, enggak tau terima kasih banget jadi orang. Harusnya dia senang dong aku mau membawakan dia makan siang. ini malahan menolak, lihat saja nanti, aku pasti bisa mencairkan es batu dalam dirimu. Kamu tunggu saja tuan David yang terhormat".
Kemudian Nadia teringat kepada dirinya sendiri yang berjalan sendiri tampa ia sadari, "Masa iya sih aku jalan sendiri ke kamar? tapi iya juga sih. Dan tidak mungkin juga dia yang membawa ku kamar, iya kali dia mau mengangkat tubuh ku yang seperti ini" Gumam Nadia kesal.
Sesampainya David di markas, disana ia melihat Bagas dan Vincen menunggunya di depan pintu. "Selamat pagi tuan" Sapa kedua bawahannya itu.
"Mmmmmm" Gumam David masuk kedalam gedung tersebut.
"Tuan, untuk saat ini semua aman-aman saja" Ucap Bagas memberitahu David.
__ADS_1
"Kamu yakin?".
"Seperti yang saya lihat semuanya aman tuan".
"Bagus, siapa saja client 1 minggu ini?" Tanya David menduduki kursi kebesarannya.
"Ini data mereka tuan. Client kita saat ini berasal dari club-club besar di daerah ini".
"Bagus, pendapatan ada berada banyak?".
"Hampir 1 triliun tuan" Jawab Vincen memberikan data penjualan mereka.
David memeriksanya, lalu memberikan kepada Vincen kembali. "Aku baru mendapatkan informasi kalau tuan Beyonce saat ini sedang menjalani pemeriksaan rutin. Apa Steven dan Gery mencoba memancing ku?".
Bagas dan Vincen juga memikirkan hal yang sama dengan apa yang David pikirkan. "Tuan, sebaiknya tuan jangan menerima panggilan dari luar negeri untuk saat ini. Kami takut, semua ini jebakan Steven dan Gery".
"Iya tuan" Sahut Vincen.
"Mmmmmm" Gumam David tampa mereka sadari seseorang sedang mendengar percakapan mereka.
"Yah.. Sedang apa kamu disini?".
"Haaahhh" Kagetnya.
"Sedang apa kamu disini?" Tanyanya lagi.
"Aahh tidak, tadi aku hanya lewat saja. Tiba-tiba aku merasa pusing. Jadi aku berhenti sebentar".
"Mmmmm.. Ayo, kamu tidak boleh berada disini" Ajaknya membawa rekannya itu pergi.
"I-iya".
Kemudian Vincen melihat ke pintu, ia marasa seseorang sedang mendengar percakapan mereka. "Ada apa Vin?" Tanya Bagas.
"Sebentar" Vincen berjalan ke ambang pintu, ia pun langsung membukanya. Namun ia tidak melihat seseorang berada disana, setelah itu Vincen menutup pintu itu kembali. "Tadi aku merasa seseorang sedang memperhatikan kita, ternyata tidak ada orang".
__ADS_1
"Mmmmm" Gumam Bagas.