Ternyata Suami Ku Kepala Mafia

Ternyata Suami Ku Kepala Mafia
Episode 52


__ADS_3

Hendrawan tersenyum, lalu melihat David yang sedang menatapnya dengan tatapan tidak suka. "Saya datang kemari ingin memberitahu kalau putri saya berulang tahun hari ini" Ucap Hendrawan mengingat perkataan sang istrinya.


Flasback.


"Pa, hari ini Nadia ulang tahun. Mama rasa David tidak akan tau kalau Nadia ulang tahun".


"Emang sekarang tanggal berapa ma?".


"Tanggal 7 pa".


"Terus?".


"Ya papa beritahu David lah kalau Nadia ulang tahun hari ini. Entar David akan berpikir kalau kita sangat perduli kepada Nadia, papa tau sendiri kan akhir-akhir ini kita terlalu mengabaikan mereka".


Hendrawan berpikir, "Benar juga kata mama sih. Ya sudah, nanti jam istirahat papa akan mendatangi kantornya".


"Iya pa, jangan lupa papa mengudang mereka nanti malam datang kerumah".


"Iya ma".


**************


"Lalu?" Tanya David.


"Kami ingin kalian berdua datang kerumah untuk merayakan ulang tahun putri kami yang ke 26 tahun".


David tersenyum, "Baiklah, nanti malam kami akan datang kesana".


"Terima kasih. Sebaiknya saya keluar, sepertinya tuan juga tadi ingin keluar".


"Mmmm.. Saya tadi ingin membeli kado untuk istri tercinta saya" Senyum David kembali.


"Apa?" Hendrawan sempat terkejut begitu David mengatakan kalau ia ingin membeli kado untuk istri tercintanya.


"Kenapa?" Tanya balik David.


"Aahhh.. Tidak, saya permisi dulu".


"Silahkan" Setelah Hendra keluar dari dalam ruangannya, David kembali menunjukkan senyum smirknya.


.


Kini David tengah berada di sebuah toko perhiasan, namun saat ia berada disana, semua mata sedang tertuju kepadanya sampai membuat David merasa tidak nyaman. "Permisi" Panggilnya.


"Iya tuan" Jawab si pegawai tersenyum ramah.


"Saya tidak ingin berlama-lama disini. Kamu ambilkan yang ini" Tunjuk David kearah perhiasan tersebut.

__ADS_1


"Baik tuan".



"Langsung bungkus saja".


"Baik tuan" Si pegawai tersebut langsung membungkusnya, lalu memberikan kepada David, tetapi sebelum David meninggalkan toko mereka, dengan sopan ia meminta tanda tangannya dan juga foto David karna sudah berbelanja di toko mereka.


"Saya akan memberikan tanda tangan saya, tapi bukan berarti saya mau berfoto".


"Baiklah tuan tidak apa-apa cuman tanda tangan saja" Senangnya memberikan brosur produk mereka ditangan David. Setelah itu mereka meminta terima kasih banyak kepada David telah memberikan tanda tangannya.


Seperginya David dari sana, mereka berbisik satu sama lain. "Yah, kalian kenal dia enggak?" Ujar salah satu diantara mereka.


"Sepertinya aku mengenalnya, tapi enggak terlalu kenal sih kepadanya. Kalian?".


"Aku mengenalnya, dia adalah CEO dari perusahan ternama di negara kita".


"Apa? kamu serius?".


"Mmmmm".


"Wah.. Luar biasa. Aku mau dong jadi istrinya. Kira-kira dia mau enggak ya kepada ku hehehehe.. Dia sangat tampan sekali, aku menyukainya".


"Dia memang sangat tampan, tapi dia terkenal sangat kejam dan datar".


"Kamu kok bisa tau dia seperti itu? kamu benar-benar mengenalnya atau kalian pernah dekat gitu?".


"Hey, dimana pun kalau sudah salah ya pastinya bos itu akan bersikap kejam. Lalu apa bedanya dengan kita?".


"Iya sih. Tapi kalau mereka katanya sedikit kesalahan saja langsung main tendang dari perusahaan. Kalau kita kan masih ada peringatan, cuman kelebihan disana gajinya itu sangat tinggi melebihi perusahaan besar lainnya".


"Wah.. Kalau gitu aku mau dong bekerja di perusahaanya kalau gaji sebesar itu. Aku tidak akan perduli kalau aku di pecat hanya karna sedikit kesalahan, yang penting bisa melihat wajah tampan sang bos setiap hari heheheh" ujar yang lainnya juga.


"Kalau kamu ingin bekerja disana, lamar saja. Tapi jangan menyesal kalau kamu sudah bekerja disana. Setiap hari kamu akan mendapatkan masalah dari atasan mu".


"Masa iya sih setiap hari mendapatkan masalah? kamu bercanda kan?".


"Aku enggak bercanda, aku mengatakan yang sebenarnya. Terus itu, kamu akan dites kalau kamu itu benar-benar berkualitas atau tidak, mereka tidak sembarangan menerima calon pekerja".


"Kalau gitu aku menyerah deh, aku pikir masuk kesana seperti perusahaan pada umumnya".


Ia tertawa, "Kalau seperti itu mereka tidak akan mungkin membuat gaji karyawan disana tinggi kalau kualitas karyawannya seperti kamu hahahhaha".


"Yah..!!" Bentaknya dengan kesal.


"Sudah-sudah.. Sebaiknya kita kembali pekerja dari pada atasan nantinya melihat kita sedang asik mengobrol disini" Ujar yang lainnya menghentikan kedua sejoli tersebut.

__ADS_1


"Mmmmmm" Angguk mereka bubar.


.


Sore harinya, David menghubungi nomor ponsel Nadia. "Iya" Jawabnya.


"Kamu dimana?".


"Di kantor. Kenapa?".


"Aku akan menjemput mu pulang. 20 menit aku sudah berada disana".


"Apa? kenapa kamu tiba-tiba ingin menjemput ku pulang? padahal aku ada janji bersama dengan Zic..


"Batalkan, orang tua mu mengundang kita makan malam dirumah".


"Papa sama mama?".


"Mmmmm.. Aku tutup dulu, bersiaplah aku segera kesana".


"Tapi" Namun David telah mematikan ponselnya. Kemudian ia melirik kerah Zico yang sedang sibuk dengan pekerjaannya. "Bagaimana ini, padahal aku sudah mengiyakan kalau aku akan pergi bersamanya makan malam" Batin Nadia masih memperhatikan Zico.


Kemudian Zico yang merasa sedang di pandangi Nadia membuat ia menghentikan pekerjaannya. "Ada apa Nadia? kamu melihat ku sedari tadi".


"Ye? aahh tidak" Senyum Nadia menggeleng. Lalu Zico menaikkan sebelah alisnya, "Hehehe.. Sebenarnya itu Co, sepertinya papa sama mama ku sedang membuat acara kecil-kecilan dirumah. Padahal tadi aku sudah mengiyakan kepada mu kalau kita akan makan malam bersama di restoran Refano".


Zico tersenyum, "Kalau kamu tidak bisa enggak apa-apa juga Nad, besok kan masih ada waktu. Lagian bersama keluarga itu jauh lebih penting".


"Benarkah tidak apa-apa Co? kan aku jadi enggak enak sama kamu".


"Tidak apa-apa Nad. Nanti aku akan mengantar mu pulang".


"Aahh tidak usah Co, supir akan menjemput ku kemari".


"Oohh.. Ya sudah, sepertinya kita juga sudah boleh kembali pulang. Pak" Panggilnya kepada Bayus.


"Iya ada apa Zico?".


"Ini sudah hampir jam 6 sore pak. Sepertinya kita sudah bisa kembali pulang".


"Iya" Angguknya melihat Nadia. "Selamat ulang tahun Nadia, karna kita semua sedang sibuk jadi kami tidak tau kalau hari ini kamu berulah tahun".


Nadia tertawa kecil, "Bukan bapak saja dan yang lainnya lupa. Saya sediri juga lupa pak kalau hari ini saya berulang tahun".


"Maaf ya Nadia, kuenya terlambat datang" Senyum Diva membawa cake ulang tahun kepada Nadia.


"Astaga.. Mbak Diva" Senyum Nadia dengan wajah merona melihat kue ulang tahun yang Diva bawa dengan Raka. "Selamat ulang tahun Nadia, sehat selalu dan panjang umur".

__ADS_1


"Terima mbak, terima kasih banyak untuk semuanya" Senang Nadia meniup lilin tersebut.


"Sama-sama Nadia" Angguk mereka.


__ADS_2