
Selesai Nadia mengganti pakaian, ia melihat Larisa juga sudah selesai menganti pekaiannya. "Risa, aku tau ini adalah pekerjaan yang sangat sulit. Kamu tidak apa-apa kan?".
Larisa tersenyum, "Tentu saja, ini adalah pekerjaan kita".
"Terima kasih, tetaplah bersama ku".
"Mmmm, mari kita selesaikan secepat mungkin".
"Ayo" Senang Nadia memeluk Larisa. Tidak lama kemudian wanita yang tadi kembali masuk ke dalam ruangan tersebut, ia melihat Nadia dan Larisa terlihat sangat cantik.
"Kenapa mereka sangat cantik sekali" Batinnya. Kemudian menyuruh mereka keluar, lalu membawa Nadia dan Larisa kesebuah ruangan tempat dimana para laki-laki jahannam itu bersenang-senang.
Ceklek!
"Kamu sudah datang? bawa mereka kemari" Ucap wanita itu.
"Mmmmm" Angguknya menyuruh Nadia dan Larisa masuk. Begitu kedua wanita cantik itu berdiri dihadapan mereka, mata para laki-laki itu langsung membulat melihat tubuh Nadia dan Larisa yang sangat menggoda.
"Siapa nama wanita itu?" Tanya salah satu pria itu menunjuk Nadia.
"Vita" Jawabnya.
"Yang di sampingnya?".
"Dia Amel, kamu menyukai mereka? tapi tidak dengan tawaran murah" Senyumnya melihat Nadia dan Larisa.
"Berapa kamu inginkan? aku sangat menyukai kedua wanita itu".
"Kamu mau mereka berdua? bukankah kemarin kamu baru saja menikah dengan gadis desa disini".
"Iya, tapi aku tidak perduli".
"Ck, jangan buru-buru sebelum kamu membawa mereka kerumah mu. Biarkan saja mereka tinggal disini, kamu bebas mencicipi mereka kapan pun kamu mau".
"Tidak bisa, lihatlah senyuman mereka berdua. Bagaimana bisa aku meninggalkan wanita secantik mereka disini?".
"Kamu tidak percaya kepada ku? sekarang aku tanya siapa pria paling kaya di desa ini kalau bukan Juragan Wilson".
"Hhhmmsss, kamu bisa saja merayuku. Baiklah, aku akan mempercayai mu. Sekarang bawa mereka kemari".
"Mmmmmm" Angguknya memanggil Nadia dan Larisa. Sedangkan yang lainnya mengalah lagi kepada Wilson karna dia adalah orang yang paling mereka hormati disana. "Duduklah disampingnya. Bagaimana? bukankah mereka jauh lebih cantik dilihat secara langsung?".
__ADS_1
"Cantik sekali" Senyumnya melihat Nadia. Lalu mencoba untuk menyentuh wajahnya, namun tangan kanan Nadia dengan cepat menahan tangan Wilson dengan senyum manis. "Kasar sekali wanita ini" Kesal Wilson melihat Nadia.
"Maaf, sebelum anda membayar kami, anda belum memiliki hak untuk menyentuh tubuh ini. Bukankah begitu kak?".
"Mmmmmm".
"Sekarang, berapa yang kamu inginkan? aku akan memberinya kepada mu".
"Apa kamu memiliki cukup uang?".
"Hahahahah, berapa yang kamu inginkan? sebutkan saja. Kalian tidak tau siapa orang terkaya di desa ini kalau bukan Wilson".
"Kami tidak tau, dimata kami semua sama kecuali dia mampu membayar kami dengan nilai tinggi" Jawab Nadia menuang alkohol di gelas Wilson. "Minumlah" Wilson menyambar gelasnya, ia pun langsung meneguk hanya dengan sekali tegukan saja. "Sekarang bagaimana dengan bayaran kami? kalau kamu mampu membayar kami dengan nilai tinggi, malam ini juga kita akan bersenang-senang main kuda-kudaan" Bisik Nadia dengan senyum menggoda.
"Baiklah, katakan berapa nilainya".
"10 juta".
"10 juta?".
"Iya".
"Hahahahah" Tawa Wilson melihat mereka. "Aku pikir kalian akan meminta dengan nilai sangat tinggi, ternyata hanya 10 juta saja".
"Ayo" Jawabnya bangkit berdiri. "Berikan kami kamar mewah".
Si wanita tersenyum mengangguk membawa mereka ke dalam kamar kosong yang selama ini Wilson gunakan bersama dengan wanita disana. "Kak" Panggil Nadia.
"Iya".
"Ada anggur? sudah sangat lama sekali aku tidak pernah meminum anggur lagi heheheh. Selagi ada dia yang membayarnya, kami ingin menikmatinya" Ucap Nadia kepada wanita itu.
"Baiklah, terserah kalian saja. Tunggu disini, aku akan mengambilnya" Jawabnya belum merasa curiga kepada Nadia. Tidak lama kemudian, begitu ia mendapatkan anggur tersebut, ia langsung memberikan kepada Nadia.
"Terima kasih kak" Senang Nadia menutup pintu. Lalu melihat Larisa yang sedang di goda oleh Wilson, "Ayo, kita akan bersenang-senang malam ini" Tawa Nadia membuka penutup anggur. Dengan senyum manis ia menuang di gelas Wilson, "Minumlah sayang, malam ini akan menjadi malam yang panjang".
"Hahahaha" Tawa Wilson meneguk anggur tersebut sampai gelasnya kosong. Kemudian Nadia menuang kembali di dalam gelas Wilson.
"Ayo di minum lagi".
"Baiklah, kalian juga harus meminumnya, jarang-jarang kalian minum anggur seenak dan semahal ini".
"Hahaha, iya" Jawab Nadia pura-pura meminumnya. Setelah botol anggur itu kosong, Nadia dan Larisa melihat Wilson tergeletak diatas tempat tidur dengan keadaan mabuk. "Kerja bagus Risa" Nadia mendekati Wilson dengan menggoda. "Kamu sudah tidur? Hhmmsss sayang sekali. Padahal kamu sendiri yang mengajak kita bersenang-senang. Kalau gitu boleh aku bertanya?".
Wilson tersenyum, "Apa itu?".
__ADS_1
"Ternyata kamu belum tidur. Syukurlah".
"Sekarang katakan apa yang ingin kamu tanyakan?".
"Janji yah kamu harus menjawabnya dengan jujur?".
"Mmmmmm".
"Bagaimana bisa kamu orang terkaya di desa ini? aku penasaran dari mana saja sumber keuangan mu".
"Kenapa kamu ingin tau itu?".
"Aku iri, aku ingin sekali menjadi orang kaya seperti mu, supaya aku tidak perlu hidup susah lagi. Bisakah kamu memberitahu ku, rahasia apa yang membuat mu bisa sekaya ini".
Wilson tertawa lagi, "Aku tidak akan memberitahu mu, kalau kamu ingin hidup senang menikahlah dengan ku. Aku akan mencukupi semua kebutuhan kamu. Bagaimana? apa kamu bersedia menjadi istri ku?".
"Iiisss" Geram Nadia ingin membunuhnya. "Kenapa kamu tidak bisa memberitahu ku sayang? apa kamu tidak mempercayai ku?".
"Bukan aku tidak mempercayai mu, tapi wanita tidak boleh mengetahui pekerjaan laki-laki seperti aku ini. Kemarilah, tidurlah dengan ku. Aku butuh kehangatan tubuh kalian berdua" Ucap Wilson merentangkan kedua tangannya.
"Kami tidak akan mau sebelum kamu memberitahu apa pekerjaan mu yang sebenarnya. Calon istri mana yang terima jika perkejaan suaminya tidak ia ketahui?".
"Kenapa kamu ingin tahu sekali hhmm?".
"Hanya sekedar ingin tahu saja, karna sebagai calon istri juga aku perlu membantu mu dalam hal pekerjaan. Ayolah sayang, cepat beritahu aku mmmmm" Rengek Nadia seperti putri kecil meminta permen kepada orang tuanya, sampai membuat Larisa menahan tawa.
"Kamu pikir aku tidak jijik melakukan hal ini Risa?" Kesal Nadia semakin ingin membunuh Wilson sekarang ini juga. Kemudian Larisa menunjukkan jempol tanda Nadia benar-benar sangat hebat dalam hal berperan.
Dan lagi-lagi Wilson tertawa senang mendengar suara Nadia yang sangat menggemaskan. "Baiklah kalau kamu memaksa ku, besok malam kalian boleh datang kemari lagi, aku akan memberitahu kalian semuanya".
"Aku mau sekarang. Kamu mau aku berubah pikiran menjadi istri mu?".
"Tidak, tapi besok adalah pertemuan penting kami di sini".
"Benarkah?".
"Mmmmmm".
"Ditempat mana?".
"Besok aku akan memberitahu mu".
"Baiklah kalau gitu, hari ini kami sangat lelah. Bisakah kita akhiri saj.." Gantung Nadia mendengar suara dengkuran Wilson yang sudah tertidur.
"Aahh, dia sudah tidur. Ayo, besok kita kembali lagi" Ajak Larisa keluar dari dalam sana menuju ruang ganti tadi.
__ADS_1