
Di dalam mobil Yanto sekali-kali melirik Nadia yang berada di sampingnya, lalu ia tersenyum. "Apa apa Yanto? sedari tadi kamu melirik ku terus. Ada hal penting yang ingin kamu bicarakan kepada ku?".
"Tidak" Senyum Yanto menggeleng.
"Oohh".
Sesampainya mereka di kantor polisi, Nadia mengucapkan terima kasih banyak karna sudah mengantarkan sampai tujuan, "Nadia tunggu" Tahan Yanto keluar dari dalam mobilnya.
"Iya?".
"Mmmmm.. Bisakah aku minta tolong kepada mu?".
"Apa itu Yanto?" Namun saat ia berpikir, ia malah menggeleng. "Kenapa?".
"Tidak, lupakan saja. Sampai bertemu kembali" Yanto kembali masuk kedalam mobilnya.
"Ada apa dengannya?" Gumam Nadia melihat mobil Yanto telah pergi meninggalkannya. "Ck, sudahlah. Aku tidak punya banyak waktu lagi" Ia pun segera masuk kedalam.
Tin.. Tin..
"Astaga" Kaget Nadia mendengar suara klakson tersebut. Lalu ia melirik kearah sumber suara tersebut, "Zico? ck ternyata kamu".
"Hehehe.. Maaf".
"Kenapa kamu baru datang?".
"Aku terlambat bangun Nad" Jawab Zico merangkul lengannya.
"Yah..!!" Bentak Nadia melepaskan tangannya. "Kamu lupa kita sedang berada dimana?" Kesal Nadia.
Zico menaikkan sebelah alisnya, lalu ia tertawa kecil sambil mengacak-acak rambut panjang Nadia. "Hari ini kamu sangat cantik Nad" Bisik Zico menggodanya.
"Hentikan, aku tidak akan tergoda dengan rayuan mu".
"Aku mengatakan yang sebenarnya Nad, bahkan kamu menggunakan gincu merah lagi, kamu membuat ku semakin..
"Semakin apa?" Potong Nadia menatapnya.
"Semakin membuat ku ingin mencium mu hahahahha" Tawa Zico berlari dari hadapannya.
"Yah..!!" Semakin kesal Nadia mengejar Zico, namun tiba-tiba ia malah terjatuh. "Aahh.. Aahhh.. Ini sakit sekali" Ringisnya kesakitan.
"Nadia" Kaget Zico langsung berlari kearah Nadia. "Kamu baik-baik saja? maafkan aku".
Tidak ingin membuat kesempatan, Nadia pun tersenyum senang memukul lengan Zico, "Akhirnya kamu dapat juga".
"Aahhh.. Sakit Nadia".
"Rasain.. Siapa suruh pagi-pagi seperti ini kamu sudah menggoda ku, padahal aku sudah sering melarang mu untuk tidak menggoda ku" Ucap Nadia semakin kuat memukul lengannya.
"Kenapa? aku menggoda mu karna aku mencintai kamu Nadia".
"Apa?" Hentinya memukuli Zico.
"Mmmm.. Aku menggoda mu karna aku mencintai mu" Jawan Zico.
__ADS_1
"Ck" Dengan kesal Nadia pergi meninggalkannya.
"Nadia tunggu aku" Teriak Zico mengejarnya.
Ceklek!
"Selamat pagi semuanya. Maaf, saya terlambat lagi pak" Ucap Nadia dihadapan Bayus.
"Tidak apa-apa, bagaimana keadaan mu? apa kamu sudah baik-baik saja?".
"Iya pak, saya sudah kembali seperti normal".
"Syukurlah. Hari ini saya mau kamu mendatangi pemilik rumah ini di jalan xx, kamu bisa melakukannya?".
"Kenapa dia tidak bersama ku saja pak?" Tanya Zico mendekati mereka.
"Hari ini kamu bersama dengan anak baru itu, dia sudah menunggu mu sedari tadi. Biar Nadia saja yang pergi pergi kesana".
"Iya pak" Angguk Nadia menerima alamat tersebut. "Terus apa yang akan saya lakukan pak?".
"Kamu tanya apa yang telah saya tulis di dalam buku ini".
"Baik pak" Lalu ia tersenyum mengejek kepada Zico yang sedang menatapnya dengan tatapan sedih. "Jangan khawatirkan aku Co, aku bisa menangani sendiri. Pergilah, Risa sudah lama menunggu mu".
"Hahahha.. Tidak juga" Tawa Larisa menggeleng. Kemudian Zico mendengus, ia melirik Larisa yang sedang tersenyum manis kepadanya, "Ada apa?" Tanyanya.
"Tidak" Jawab Zico meletakkan tasnya. Setelah itu ia mengeluarkan berkas yang perlu ia bawa kesana. "Ayo, kita tidak punya banyak waktu".
"Mmmmm" Angguk Larisa mengikuti Zico dari belakang.
"Bisa pak".
"Kamu bawa mobil saya saja. Disana tidak ada taksi atau pun bus".
"Lalu bagaimana dengan bapak?".
"Hari ini saya akan berada di kantor. Inih, mengendara-lah dengan hati-hati, kalau terjadi apa-apa cepat beritahu saya".
"Baik pak" Angguk Nadia meninggalkan Bayus menuju parkiran. Disana ia melihat sebuah mobil mewah terparkir, "Itu pasti mobil pak Bayus" Gumam Nadia menghampiri. Dan benar sekali, mobil tersebut adalah mobil Bayus. "Sepertinya aku harus membeli mobil, tapi gaji ku saja belum mencukupi membeli mobil baru".
.
Hampir 1 jam lamanya Nadia menuju alamat tersebut, ia memasuki sebuah jalan yang sangat kecil sehingga yang bisa lewat hanya 1 mobil saja, "Aahh.. Harusnya tadi aku tidak membawa mobil pak Bayus. Bagaimana kalau mobil ini nanti tergores? Ck" Kesal Nadia.
Lalu ia melihat beberapa pria bertubuh besar sedang mengganggu seorang wanita. " Aaiiss.. Ini masih pagi, tapi kenapa mereka harus mengganggu wanita itu" Gerutu Nadia keluar dari dalam mobil sambil berteriak kepada mereka.
"Kamu siapa?" Tanya mereka.
"Ck, kalian menganggu jalan saya. Tidak bisakah kalian minggir dan melepaskan wanita itu" Jawab Nadia berkacak pinggang.
Mereka tertawa, "Yah, kalau kamu tidak tau apa-apa, sebaiknya kamu pergi saja dari pada kamu nantinya terluka".
Nadia menyeringai mendekati mereka, "Saya memang tidak tau siapa kalian, tapi ini masih pagi dan kalian juga menganggu jalan saya lewat. Pergilah selagi saya masih berbaik hati".
Kemudian salah satu dari mereka mendekati Nadia, ia menatap manik mata Nadia yang sangat indah. "Cantik juga ini cewek. Yah, kamu mau bersenang-senang dengan kami menggantikan wanita sialan itu?".
__ADS_1
"Hhhmmsss.. Sepertinya kalian harus diberi pelajaran" Gumam Nadia mengeluarkan tanda pengenalnya. "Kamu lihat ini, kalau kamu tidak bisa melihat dan membacanya saya akan memberikan kepada mu kaca pembesar".
"Apa?" Kagetnya.
"Ada apa?" Tanya rekannya dari belakang.
"Di-dia seorang polisi" Jawabnya berbisik
"Apa?".
"Sebaiknya kalian pergi dan serahkan wanita itu atau kalian memilih in..
"Aarrrhhh.. Tunggu, baiklah. Kami akan pergi meninggalkan wanita itu" Ucap mereka saat Nadia mencoba mengeluarkan sesuatu dari dalam jaketnya.
"Baiklah, sekarang kalian pergi".
"Mmmmmm" Angguk mereka langsung pergi dari hadapan Nadia. Lalu Nadia tertawa kecil sambil berkata dalam hati bodoh karna sudah menipu mereka, padahal ia tidak membawa apa-apa.
"Kamu baik-baik saja?" Tanya Nadia.
"Aku baik-baik saja. Dan terima kasih banyak sudah menolong ku" Jawabnya.
"Iya, itu sudah menjadi kewajiban ku. Ayo, aku akan mengantar mu pulang".
"Tidak usah, aku tidak ingin merepotkan mu yang kedua kalinya".
"Hey, tidak inginkan kamu menawarkan aku segelas kopi di rumah mu sebagai tanda terima kasih? aku sangat haus sekali, perjalan kemari membutuhkan waktu hampir 1 jam lamanya".
"Maaf, emang kamu dari mana?" Tanyanya belum mengetahui siapa Nadia sebenarnya.
"Aku datang dari kota, kemari aku ada urusan penting yang ingin aku temui".
"Oohh.. Perjalan mu sangat jauh".
"Mmmmm.. Jadi kamu belum bersedia menawarkan aku segelas kopi?".
Ia tersenyum, "Baiklah, aku akan menawarkan segelas kopi kepada mu".
"Nah gitu dong, ayo masuk".
"Iya".
Selama perjalan menuju rumahnya, ia sekali-kali melirik Nadia yang sedang fokus menyetir. "Ada apa?" Tanya Nadia.
"Mmmm.. Boleh aku tau nama mu siapa?".
"Nadia. Bagaimana dengan mu?".
"Mira".
"Hhhmmm? kenapa aku sedikit familiar dengan nama itu yah" Ujar Nadia.
"Yang bernama Mira sangat banyak".
"Hahahha.. Iya juga yah" Tawa Nadia dan dirinya.
__ADS_1