Ternyata Suami Ku Kepala Mafia

Ternyata Suami Ku Kepala Mafia
Episode 53


__ADS_3

Sesampainya David disana ia menunggu di dalam mobil sambil menunggu Nadia keluar dari dalam. Kemudian ia melihat Nadia dan rekan-rekannya keluar secara bersamaan, "Kalau gitu aku duluan yah, sepertinya jemputan ku sudah datang" Ucap Nadia mengenali mobil David.


"Iya Nad, kamu hati-hati dijalan" Senyum Diva.


"Iya mbak, semuanya duluan yah" Lambai Nadia meninggalkan mereka.


"Nadia tunggu" Tahan Zico.


"Iya Zico?".


"Titip salam dengan keluarga mu yah".


Nadia tertawa kecil, "Iya, sampai ketemu besok".


"Mmmmm.. Sampai dirumah, beritahu aku".


"Ok, duluan yah" Ia pun langsung berjalan kearah mobil David yang terparkir disana. Begitu ia masuk, ia melihat David dengan senyum mengembang. "Maaf kalau kamu menunggu terlalu lama".


"Tidak" Jawab David dengan singkat.


"Oohh.. Kita kerumah atau ke apertemen dulu?".


"Ke apertemen dulu" David segera menjalankan mobil meninggalkan pekarangan kantor polisi. Dan di dalam mobil tersebut, keadaan terasa sangat sunyi tampa ada suara dari keduanya. Nadia meliriknya, ia melihat wajah David terlihat datar dan dingin, tetapi Nadia yang merasa sedikit canggung membuat ia memilih diam dari pada mendapatkan masalah.


Setibanya mereka di hotel, Nadia melihat Tiara sedang menyiapkan makan malam mereka, "Tiara" Panggil Nadia.


"Iya nona?".


"Maaf Tiara, hari ini kami tidak makan di rumah karna orang tua ku mengudang kami makan malam di sana. Tapi karna kamu sudah menghidangkannya, enggak apa-apakan kamu taruh di dalam kulkas atau kamu boleh membawanya pulang" Senyum Nadia tidak enak karna sudah merepotkan Tiara.


"Aahh.. Kalau gitu saya akan taruh di dalam kulkas saja nona, dan lain kali nona harus memberitahu saya kalau nona dan tuan makan malam di luar supaya saya tidak menyiapkan hidangan makan malam" Ucap Tiara mengingatkan Nadia.


"I-iya" Angguk Nadia tersenyum kecut. "Kalau gitu saya tinggal dulu" Pergi Nadia meninggalkan Tiara sambil geleng kepala. "Ada apa dengannya, dari nada suaranya ia terlihat sedikit kasar. Ck" Gumam Nadia memasuki kamar.


Sedangkan David begitu mereka sampai di rumah, ia pun langsung memasuki kamarnya tampa memperdulikan Tiara telah menyiapkan hidangan makan malam mereka.


Tok.. Tok...


"Siapa?".


"Saya tuan".


Mendengar suara tersebut David langsung mengenalinya. Lalu ia menyuruh Tiara masuk kedalam kamarnya, "Ada apa?" Tanyanya memakai pakaiannya.


Tiara tersenyum, "Saya ingin memberitahu tuan kalau club tempat kita akan buka seperti biasa mulai hari besok. Tuan akan datang kesana kan?".


"Kamu datang kemari hanya ingin memberitahu itu saja?".

__ADS_1


"Aahh" Tiara terdiam, lalu tersenyum kembali. "Iya, saya hanya ingin memberitahu itu tuan".


David menatapnya, "Kalau saya punya waktu saya akan datang kesana. Kamu boleh keluar".


"Mmmmmm" Angguk Tiara. Namun sebelum ia keluar dari sana, Tiara memberanikan diri mendekatinya. "Boleh saya membantu tuan memakainya?".


"Tidak usah" Jawab David menyambar jasnya. Setelah itu ia pergi meninggalkan Tiara di dalam kamarnya.


.


Di kediaman keluarga Hendrawan, semua pelayan disana sedang menyiapkan hidangan mewah di atas meja. "Nona, tuan Riwan sudah kembali dari kantor" Beritahu sang pelayan kepada Elisa.


"Mmmmmm" Gumam Elisa. Lalu ia pergi meninggalkan mereka menuju kamarnya yang berada di lantai dua.


Ceklek!


"Sayang" Senyum Elisa dengan manis.


"Ada acara apa? tadi aku melihat para pelayan sedikit sibuk?" Tanya Riwan membuka jas.


"Aahh.. Papa sama mama mengundang Nadia dan suaminya datang kemari, hari ini ia berulang tahun".


"Nadia?".


"Ya".


"Iya, nanti kamu akan tau siapa suami Nadia yang sebenarnya".


Riwan mengernyitkan dahinya, "Siapa?".


"Nanti saja. Sekarang kamu mandi sana, aku akan menyiapkan pakaian mu".


"Iya sayang" Angguk Riwan memasuki kamar Mandi. Lalu Elisa membuka lemari pakaian mereka, disana semua pakaian Riwan tersusun sangat rapi.


"Malam ini suami ku harus terlihat sangat tampan, aku tidak mau suami Nadia mengalahkan Riwan" Gumam Elisa. Begitu ia menemukan pakaian yang cocok dengan Riwan, ia langsung menaruh diatas tempat tidur. "Sayang, aku meletakkan pakaian mu diatas tempat tidur" Elisa pun kembali membantu sang mama di lantai bawah.


"Ma" Panggil Elisa.


"Iya sayang".


"Jam berapa mereka tiba ma? ini sudah jam 7 malam".


"Mereka sudah dalam perjalan kemari, paling sekitar 15 menit lagi mereka akan sampai. Itu papa kamu sudah datang".


"Wah.. Papa terlihat sangat tampan" Puji Elisa menggunakan kedua jempolnya.


"Benarkah? papa terlihat sangat tampan?".

__ADS_1


"Iya pa".


"Hahahha.. Kamu bisa saja memuji papa, sebentar lagi mereka akan tiba. Suami kamu dimana?".


"Aku tinggal tadi sedang mandi pa".


"Oohhh".


Setelah 15 menit lamanya, yang mereka tunggu pun telah tiba di kediaman keluarga Hendrawan. "Itu pasti mereka pa" Tebak Elisa.


"Iya".


Begitu David dan Nadia keluar dari dalam mobil, Nadia melihat sekitar rumahnya itu dengan perasaan sangat gugup. "Hhuuufff.. Ada apa dengan ku? kenapa aku merasa sangat gugup sekali?" Gumam Nadia melap tangannya yang berkeringat.


David pun tersenyum tipis melihat kegugupan yang Nadia tunjukkan, kemudian ia mendekati Nadia sambil memberikan lengannya. "Kenapa?" Kaget Nadia.


"Ayo" Mereka sudah menunggu kita.


Nadia sempat melongo, setelah itu ia tersenyum senang menyambar lengan kiri David, "OMG.. Kenapa David tiba-tiba menjadi romantis sih? dan malam ini juga ia terlihat sangat tampan" Puji Nadia dalam hati.


Melihat mereka mendekati pintu, para pelayan yang menunggu disana pun langsung menunduk dengan sopan. "Selamat datang kediaman keluarga Hendrawan tuan nona" Ucap mereka.


"Iya" Balas Nadia ramah.


Lalu mereka membawa David dan Nadia kearah meja makan yang telah di sediakan khusus hari ini untuk acara ulang tahun Nadia. Kemudian Nadia melihat semua anggota keluarganya itu berada disana. "Nadia, selamat ulang tahun sayang" Peluk sang mama di tubuh Nadia.


"Ya Tuhan, terima kasih ma" Senang Nadia membalas pelukan sang mama dengan mata berkaca-kaca. "Terima kasih ma, terima kasih banyak sudah mengingat hari ulang tahun Nadia".


"Iya sayang. Maaf mama sama papa hanya bisa menyiapkan ini semua".


"Tidak apa-apa ma, seperti ini saja Nadia sudah sangat bahagia sekali bisa berkumpul bersama dengan semuanya".


Lalu Hendrawan pun menghampiri Nadia dan memeluknya dengan sayang. "Selamat ulang tahun putri papa yang ke 26 tahun".


"Iya pa, terima kasih banyak" Balas Nadia tersenyum lebar. Begitu juga dengan Elisa yang datang memeluk sang adik yang sudah pernah ia jual demi uang. Setelah itu ia melihat Riwan yang sedang melongo kepada David, "Kak" Senyum Nadia kepadanya. Namun Riwan yang masih terkejut belum menyadari kalau saja Nadia memanggilnya sampai beberapa kali.


"Sayang, kamu dipanggil Nadia. Ayo beri dia ucapan selamat" Bisik Elisa menyadarkan suaminya itu.


"Aahhh.. Maafkan aku" Ucap Riwan melirik Nadia yang sedang tersenyum kepadanya. "Nadia, selamat ulang tahun yah".


"Terima kasih kak. Aahh iya, kenalin kak ini suami aku. Namanya David" Beritahu Nadia dengan bangganya.


"Jadi dia suami kamu?".


"Iya kak".


"Oohh" Angguk Riwan mengulurkan tangannya kepada David yang terlihat biasa saja. "Riwan".

__ADS_1


"David" Balas David.


__ADS_2