
Di dalam kamar Nadia meletakkan kotak kecil itu di depan cermin, ia melihat kedalam untuk memastikan semua barang yang ia pesan itu berada di dalam kotak tersebut. Kemudian Nadia memandangi wajahnya di depan cermin dengan wajah ketus, "Kenapa? apa sekarang aku ingin menjadi wanita seutuhnya? Hey, ini sangat menyebalkan".
Tok.. Tok..
"Ada apa?" Tanya Nadia.
"Ibu mu ada disini" Jawab David.
"Apa?".
"Mmmmm, cepat keluar".
"Aahh, ya" Nadia segera keluar dari dalam kamar, namun orang yang baru saja David katakan itu tidak ia lihat berada disana. "Tadi, bukankah kamu bilang mama kemari? lalu mama dimana?".
"Di dapur. Tadi aku melihat ibu mu membawa sesuatu" Nadia berjalan kearah dapur, ia melihat ibunya itu memasukkan sesuatu di dalam kulkas.
"Mama!".
"Mama membawakan minuman sehat untuk mu Nadia, minumlah tiga kali sehari" Senyumnya melihat Nadia. "Kamu baik-baik saja? mama dengar dari suami mu kalau kamu baru keluar dari rumah sakit".
"Nadia baik-baik saja ma. Maaf telah membuat mama khawatir".
"Tidak apa-apa, kalau gitu mama pulang dulu. Mama hanya singgah sebentar saja membawakan kamu ini".
"Kenapa langsung pulang ma? duduklah, Nadia akan membuat teh".
"Tidak usah sayang, ini sudah malam. Mama pergi yah".
"Nadia antar ma".
"Tidak usah, beritahu suami mu kalau mama sudah pulang".
Nadia mendengus melihat ibu ya itu telah keluar dari dalam rumahnya. Ia merasa sedih, kenapa ibunya tidak langsung datang kerumah sakit kalau dia benar-benar mengkhawatirkan dirinya. Setelah itu Nadia tidak melihat David berada disana lagi, lalu ia memasuki kamar David. "Mama sudah pulang?" Ucapnya memberitahu.
"Mmmmm, aku tau" Jawab David. Kemudian ia melihat Nadia yang berkaca-kaca. "Kenapa?".
"Tidak" Geleng Nadia menyeka air mata. Ia melihat David ingin memasuki kamar mandi, lalu mendekatinya. "Bisakah aku memeluk mu, sebentar saja?".
"Aku belum menjawab mu tapi kamu sudah duluan memeluk ku".
"Maaf, 10 menit saja biarkan seperti ini".
__ADS_1
"Ada apa? kenapa kamu tiba-tiba menangis?".
"Sepuluh menit saja, jangan mengajak ku bicara. Aku sangat lelah".
"Mmmmmm" Gumam David membalas pelukan Nadia. Hingga 10 menit telah berlalu, David segera melepaskan pelukannya, namun Nadia yang merasa nyaman di pelukan David membuat ia tidur disana. "Dan sekarang kamu malah tidur" Geleng David membaringkan tubuh Nadia diatas ranjangnya. Kemudian David memasuki kamar mandi.
Tidak lama kemudian David keluar dari dalam kamar mandi, ia melihat Nadia masih terlelap dalam tidurnya. Tidak ingin menganggu Nadia, dengan pelan David menaiki ranjangnya, ia melihat wajah damai Nadia sambil menyentuhnya dengan sayang. "Kamu sangat cantik".
.
Kini Nadia telah berada di kantor, ia melihat rekan kerjanya satu persatu telah tiba disana, lalu ia melihat Bayus. "Pak, soal kemarin saya minta maaf, kemarin saya sudah libur selama 3 hari".
"Siapa pria itu Nadia?".
Nadia bingung, "Maksud bapak? saya tidak mengerti".
"Pria yang meminta izin itu? apa dia orang terdekat mu?".
Nadia berpikir, lalu ia teringat kepada David yang kemarin memberitahunya kalau ia sudah mengizinkannya. "Maaf pak, apa yang kemarin dia katakan?".
"Tidak ada, dia hanya minta izin saja kalau tiga hari kedepannya kamu tidak bisa masuk kerja dengan alasan sakit. Dia juga mengirim bukti kalau kamu berada di rumah sakit, cuman dia tidak memberitahu saya alasan kamu sakit karna apa. Apa sekarang kamu sudah merasa baikan?".
"Iya pak. Sekali lagi saya minta maaf dan terima kasih banyak. Selama saya bekerja disini, libur saya sudah terlalu banyak".
"Siap pak" Senang Nadia melihat Zico baru tiba bersamaan dengan Larisa juga. "Pagi".
"Nadia! kamu kemana saja 3 hari ini? aku sudah menghubungi ponsel mu tapi nomor mu malah tidak aktif. Kamu baik-baik saja?".
"Aku baik-baik saja Co. Maaf sudah membuat mu khawatir" Jawab Nadia.
"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja, aku senang mendengarnya. Tapi kenapa kamu tumben pake jaket di dalam kantor?".
"Iya Hend, aku mau belajar merawat kulit ku".
Zico tertawa, "Kamu memang selalu memakai jaket dari dulunya Nadia. Tapi kali ini beda, diruangan kamu tidak pernah memakainya".
"Masa iya sih?" Sambung Nadia tertawa.
"Mmmmm".
"Dan juga hari ini kamu tampak sangat cantik. Enggak tau karna kamu pakai lipstik" Goda Zico masih tertawa.
__ADS_1
"Hentikan Zico, kamu membuat ku malu saja".
"Hahahahah, kenapa Nad? aku mengatakan yang sebenarnya kalau kamu hari ini sangat cantik. Kalau kamu tidak percaya coba tanya sama senior Diva".
"Ada apa?" Sambung Diva.
"Tidak mbak" Geleng Nadia.
"Ooo, wah... Apa ini benar Nadia yang selama ini kita kenal? kenapa dia terlihat sangat cantik sekali".
"Aahh, mbak bisa ajah".
"Serius Nadia kamu benar-benar sangat cantik sekali pagi ini" Puji Diva semakin membuat Nadia malu di hadapan Rico dan Raka yang juga sedang memperhatikan dirinya. "Aku curiga kalau Nadia saat ini sedang jatuh cinta. Iya enggak Raka?".
"Mmmmm, sepertinya" Angguk Raka.
"Siapa Nad? apa dia Zico?".
"Hey, tidak mbak. Intinya hari ini aku berdandan tidak ada alasan, itu semua untuk bersenang-senang saja" Jawab Nadia mengingat kejadian tadi pagi.
Flasback.
Begitu Nadia selesai memakan pakaiannya, ia melihat pantulan wajahnya di depan cermin. Lalu melihat kearah kotak kemarin yang belum sempat ia keluarkan dari dalam sana. "Haruskah aku memakainya?" Senyum Nadia menyambar lipstik.
Setelah itu ia segera keluar dari dalam kamar, ia melihat David telah berada di meja makan dengan segelas kopi panas dan beberapa lembar roti panggang. "Hhhrrrmm, selamat pagi" Duduknya dihadapan David.
David meletakkan ponselnya, lalu melihat Nadia yang sedang tersenyum kepadanya. "Uhuk.. Uhuk.. Uhuk" Batuk David terkejut melihat make up Nadia menor.
"Kenapa? minumlah" Kaget Nadia juga memberikan segelas air putih di tangannya. Setelah itu David melap mulutnya, ia melihat Nadia kembali. "Kenapa kamu melihat ku seperti itu?".
"Itu" Tunjuk David diwajahnya.
"Oohh.. Heheheh, tadi aku mencobanya. Bagaimana? apa aku sudah terlihat seperti wanita pada umumnya? tolong jangan mengejek ku, dari tadi aku sudah latihan untuk tidak malu di hadapan mu".
David tersenyum, kemudian melirik jam tangannya masih menunjuk pukul 7 lewat 15 menit. "Kamu ikut aku".
"Kemana?".
"Ke kamar mu" Tarik David membawa Nadia kedalam kamarnya. "Sekarang kamu duduk".
"Kamu mau ngapain?".
__ADS_1
"Lihat ke cermin, coba kamu perhatikan wajah mu. Apa kamu sudah merasa cantik menggunakan make up setebal ini?".
Nadia langsung menunduk dengan wajah sedih, "Aku sudah tau akan seperti ini. Kamu tidak akan pernah mengatakan kalau aku cantik seperti wanita yang lain. Kamu sangat jahat, kamu benar-benar jahat hiks.. hiks..".