Ternyata Suami Ku Kepala Mafia

Ternyata Suami Ku Kepala Mafia
Episode 93


__ADS_3

Malam hari yang sudah sangat larut, diatas tempat tidur Nadia belum bisa memejamkan kedua mata meskipun ia sudah mencobanya. Kemudian Nadia menuruni tempat tidur, ia melihat jam telah menunjukkan pukul 2 malam, "Tidak terasa waktu semakin cepat berlalu" Gumamnya melihat pintu kamar.


Lalu Nadia keluar dari dalam kamar, ia berjalan mendekati pintu kamar David. Kemudian membuka pintu itu secara perlahan, ia melihat David telah tidur diatas ranjangnya. Dengan senyum menyeringai di wajah Nadia, ia mendekati David. "Mafia" Ucapnya dalam hati. "Benarkah kamu itu orangnya? orang yang selama ini kami cari? hahahaha ini benar-benar sangat konyol. Haruskah aku mempercayai semuanya? Yah, David. Haruskah aku mempercayai semua ini?".


Nadia menyentuh wajah David, dan perlahan menuju lehernya. "Kalau aku membunuh mu, akankah semua berakhir David? kemarin aku mengajak mu meninggalkan semuanya dan hidup di tempat tidak satu orang pun mengenal kita. Ternyata aku salah, aku malah mengajak orang yang sangat berbahaya seperti mu" Tangis Nadia, tampa ia sadari tetesan air mata itu mengenai wajah David membuat ia membuka mata.


"Nadia!" Panggilnya menahan tangan Nadia saat ia hendak melarikan diri. "Kenapa kamu tiba-tiba seperti ini hhmmm? ada apa? apa aku melakukan kesalahan sampai membuat mu sangat marah?" Tidak ada jawaban, Nadia memalingkan wajahnya. "Kenapa kamu tidak menjawab ku Nadia? kalau kamu tidak menjawab ku seperti ini aku tidak bisa memperbaiki kesalahan ku" David mencoba menyentuh wajahnya.


Namun Nadia malah menepisnya seperti tidak sudih di sentuh oleh David. "Baiklah, kalau kamu tidak ingin memberitahu ku" David menghela nafas, kemudian melepaskan pergelangan tangan Nadia yang sedari tadi ia tahan. "Tadi sore aku sudah menemukan tempat yang sangat cocok untuk kita tinggali di Swiss seperti yang kemarin kamu katakan tinggal didekat persawaha.." Gantung David begitu Nadia langsung keluar dari dalam kamarnya.


David mendengus, ia mengusap wajahnya dengan kasar melihat perubahan Nadia yang secara tiba-tiba. Padahal tadi pagi mereka baik-baik saja dan masih sempat bercanda, tapi begitu Nadia kembali pulang, ia melihat wajah dan mata Nadia menatapnya dengan tajam.


.


Pagi harinya seperti biasa Nadia berangkat bekerja, saat ia keluar dari dalam kamar, ia melihat David sedang menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua. Tetapi ia lebih memilik pergi begitu saja tampa ingin menikmati sarapan tersebut. "Nadia, sarapan dulu".


"Tidak, aku akan sarapan di kantor" Ucapnya. Sesampainya Nadia di kantor, ia langsung memasuki kantin, ia meminta segelas kopi dan sandwich. Setelah itu Nadia melahap di meja paling ujung seorang diri.


DDDRRRTTTT... DDDDRRRRTTTT...


"Iya Zico" Jawab Nadia.


"Nad, kamu dimana?".


"Di kantin lagi sarapan, kenapa?".


"Cepat kamu kemari, salah satu orang itu meminta bertemu dengan mu. Dia ingin memberitahu mu siapa orangnya".

__ADS_1


"Apa?" Kaget Nadia meremas ponselnya.


"Iya, cepatlah datang kemari. Pak Bayus sudah menunggu didalam".


"Mmmmm, aku akan segera kesana" Nadia meninggalkan kantin, ia berlari menuju tempat Zico dan Bayus berada saat ini. "Zico".


"Ooo, disini Nad" Zico membuka pintu. Nadia melihat rekan Wilson itu sedang duduk diatas kursi hanya seorang diri. "Kenapa Nad?" Tanya Zico melihat Nadia seperti ketakutan.


"Tidak Co".


"Kamu baik-baik saja?".


"Mmmm, aku baik-baik saja" Angguk Nadia mendudukkan diri disamping Bayus. Lalu ia melihat pria itu, dan pria itu melihatnya dengan kening mengerut melihat wajah Nadia yang sangat ketakutan. "Maaf, apa anda mencari saya?" Tanya Nadia.


"Iya" Angguknya.


Bayus melihatnya, ia memberikan sebuah gambar di hadapan Nadia. "Ini dia orangnya, kamu pernah melihatnya".


"Iya, sekali sebulan kami selalu melakukan pertemuan. Saat itu saya mengambil gambarnya dengan tujuan untuk berjaga-jaga, tapi sayangnya saya tidak tau namanya, saya hanya mengenali wajahnya saja".


"Tidakkah kamu memiliki gambar dia yang tidak di baluti masker dan topi?".


"Tidak ada, kami tidak berani mengambil gambarnya dengan jarak dekat. Tapi dia pria yang sangat tampan, meskipun demikian dia tidak akan segan-segan membunuh orang yang sudah menghalangi jalannya".


"Apa dia ketuanya?".


"Dia tangan kanannya, ketuanya sampai sekarang kami tidak mengenalnya".

__ADS_1


Nadia melihat gambar itu lagi, dia semakin mendekatkan foto itu di kedua matanya, "Tapi orang ini sedikit familiar, kenapa aku merasa seperti pernah bertemu dengan yah?" Batinya.


.


Sekeluarnya dari sana, Nadia menemui Wilson dan Raden orang yang pernah mereka tangkap di sel tahanan. "Wah, kita kedatangan nona cantik" Tawa Wilson melihat Nadia mendatangi mereka seorang diri.


"Dia bukan nona cantik" Sambung Raden tertawa. "Lebih tepatnya..


"Diamlah" Potong Nadia melihat mereka. Lalu ia menunjukkan gambar yang tadi ia minta kepada Bayus. "Adakah diantara kalian mengenal orang ini?".


Wilson tertawa lagi melihat gambar tersebut, "Dia pasti sudah memberitahu kalian siapa pria itu, lalu kenapa kamu masih bertanya kepada kami?".


"Kami tidak bisa mengenali pria ini karna wajahnya ditutupi masker dan topi. Masihkah kamu tidak akan memberitahu siapa pria ini?".


"Kamu ingin tau siapa pria itu? sudahkah polisi seperti kalian sanggup menghadapi mereka? aku peringatkan kamu. Lebih baik kalian berhenti saja, kasihan wanita cantik seperti kamu harus mati ditangannya".


"Aku tidak perduli mau mati ditangannya atau tidak, yang penting kami bisa menemukan mereka supaya mereka tidak semakin meraja lela merusak generasi bangsa ini" Jawab Nadia menatap tajam Raden yang sudah menjual barang haram tersebut untuk siswa SMA yang masih di bawah umur. "Sekarang katakan, siapa orang ini?".


Wilson menghela nafas, "Maaf, aku tidak bisa memberitahu mu. Kami bukanlah orang yang akan menghianati tuan kami sendiri, cukup orang itu saja. Kalau aku pribadi, lebih baik aku mendekam dipenjara ini dari pada berurusan dengan mereka".


Nadia menatapnya tajam, ia meremas besi sel penjara tersebut dengan wajah sangat marah. "Kamu benar-benar tidak akan memberitahu ku siapa orang ini?".


"Mmmm, aku tidak akan memberitahu mu. Sebaiknya kamu pergi saja, orang disini tidak akan pernah memberitahu mu".


"Baiklah, kalau kalian semua tidak akan memberitahu ku" Nadia mendudukan diri diatas kursi yang berada di hadapan mereka. "Dan aku akan menunggu sampai salah satu diantara kalian memberitahu ku siapa pria yang berada di gambar ini" Ucapnya.


"Kalua aku memberitahu siapa orang yang di gambar itu, apa yang akan aku dapatkan?".

__ADS_1


Nadia melihatnya, "Aku aka..


"Nadia" Panggil Zico berlari kearahnya. "Apa yang sedang kamu lakukan disini? ayo" Tariknya ditangan Nadia.


__ADS_2