Ternyata Suami Ku Kepala Mafia

Ternyata Suami Ku Kepala Mafia
Episode 77


__ADS_3

"Kenapa kamu jadi menangis? aku tidak menyuruh mu menangis. Angkat kepala mu, lihat kembali ke cermin, sekarang apa kamu merasa cantik menggunakan make up setebal itu?".


Nadia menggeleng masih mengeluarkan air matanya. "Tapi kamu sangat jahat, kamu tau aku tidak pernah memakai make up, dan sekarang kamu malah menjatuhkan aku tampa rasa bersalah".


David tidak perduli, ia menyambar beberapa lembar tissue. Lalu melap semua make di wajah Nadia sambil berkata berhenti menangis.


Kemudian David menyuruh Nadia melihat kearahnya. "Kamu mau ngapain?".


"Diamlah, jangan banyak bicara" David membantu Nadia merias wajahnya, kemudian Nadia memperhatikan wajah David yang benar-benar sangat serius membuat wajahnya semakin cantik. Lalu ia melihat David tersenyum, "Sekarang buka bibir mu" Nadia menuruti apa yang baru saja David perintahkan. Namun bukannya langsung mengoles gincu tersebut, David malah mencium bibirnya.


"OMG, apa yang sedang dia lakukan?" Teriak Nadia dalam hati dengan jantung berdebar. Lalu David menyentuh bibirnya, kemudian memakaikan lipstik tersebut di bibirnya senatural mungkin.


"Selesai, sekarang kamu boleh melihat wajah mu".


"Mmmmm" Angguk Nadia langsung melihat wajahnya di depan cermin dengan mata membulat melihat wajahnya benar-benar sangat cantik dan senatural mungkin. Kemudian Nadia tersenyum lebar menyentuh wajahnya, "Astaga, aku tidak percaya melihat diri ku sendiri yang sekarang ini".


"Bagaimana? apa kamu merasa puas?".


"Mmmmm, aku benar-benar terlihat sangat cantik" Jawab Nadia melihatnya. "Terima kasih banyak, soal tadi aku minta maaf. Tapi aku baru tau, ternyata kamu bisa juga merias wanita. Cantik lagi" Puji Nadia.


***************


Lalu Diva menyentuh wajah Nadia yang memerah, "Kamu kenapa Nadia? kamu baik-baik saja?".


"Hhhmmm?".


"Wajah mu memerah? kamu juga aku perhatikan senyum-senyum sendiri. Aku semakin curiga kepada mu. Ayo, kamu pasti sedang jatuh cinta kan?" Tebak Diva menggodanya.


"Tidak mbak, aku mengatakan yang sebenarnya".


"Aku juga setuju dengan senior Diva Nad. Sekarang kamu jujur kepada ku Nadia, kamu sedang jatuh cinta dengan seseorang kan?. Ayo katakan kepada ku siapa pria itu Nadia, aku ingin melihatnya, apa dia pantas untuk mu atau tidak".


"Bukannya pria itu kamu Zico?" Tanya Diva.


Zico tersenyum, "Sepertinya tidak, dia tidak pernah menyukai ku sebagai pria, dia hanya menganggap ku sebagai sahabatnya sampai kapan pun".


"Ooo, kami pikir pria itu kamu Zico. Terus siapa pria itu Nadia, apa dia juga bekerja disini? kamu membuat kita penasaran saja".

__ADS_1


Nadia tertawa kecil, "Maaf, aku tidak bisa memberitahu kalian. Kalau sudah waktunya, aku pasti aku memberitahu semuanya, karna untuk saat ini aku masih menyukainya secara sepihak dan dia juga bukan pekerja disini".


"Jadi pria itu belum tau kalau kamu menyukainya?".


"Dia tau, tapi dia belum bisa membalas cinta ku kak heheheh".


"Wah, berarti selama ini kamu tidak menerima ku karna pria itu Nad? kamu benar-benar jahat Nad".


"Yah, hentikan. Kamu terlalu berisik" Jawab Nadia memukul lengannya. "Sudah, sebaiknya kita tidak usah membahasnya lagi. Ini sudah waktunya kita bekerja, ayo Zico" Tarik Nadia membawa Zico pergi bersama dengan Larisa yang sedari tadi hanya diam saja menonton mereka tampa berkata apa-apa.


Berada diparkiran Nadia memasuki mobil Zico, kemudian ia melihat Larisa. "Ada apa kak?".


"Tidak" Senyum Nadia menggeleng. Kemudian ia meminta laporan yang kemarin kepada Zico. "Masih ada rumah kemalingan Co?".


"Iya Nad, kemarin ada lagi rumah yang kemalingan".


"Ck, mereka benar-benar tersihir oleh narkoba itu. Kita harus segera menangkap biang keroknya, supaya kejadian ini tidak terulang lagi, kasihan warga disana selalu kehilangan".


.


Sesampainya mereka di desa itu lagi, mereka keluar dari dalam mobil. Kemudian mendatangi rumah yang kemarin kemalingan, "Kalian siapa?" Tanya si pemilik rumah.


"Aahh, bagaimana bisa kalian datang kemari? bukankah polisi disini tidak pernah mau menangani kasus seperti ini? makanya kami kalau kehilangan tidak pernah melapor, dan sekarang tiba-tiba polisi berada disini".


"Siapa buk?" Tanya anak dari si pemilik rumah.


"Ini nak, tiba-tiba polisi datang kemari".


"Polisi" Lihatnya melihat Zico, Nadia dan Larisa seperti bukan polisi dari daerah mereka. "Maaf, anda ini dari mana? bagaimana bisa polisi berada disini padahal kami tidak ada melapor kejadian ini".


Zico melihat sekitar mereka, "Bisa kita bicara didalam?".


"Mmmmm" Angguk mereka membawa Zico Nadia dan Larisa masuk kedalam. Lalu ibunya membawa 3 gelas teh hangat, "Minumlah, kami tinggal memiliki ini saja. Maaf".


"Tidak apa-apa buk. Dirumah ini ada tinggal berapa orang?" Tanya Nadia.


"4 orang. Dia anak pertama kami, yang kedua belum pulang sekolah dan suami saya lagi berada di ladang".

__ADS_1


"Mmmmm, bisa suaminya di panggil kemari? kami juga perlu jawaban dari suami ibu".


"Iya, biar aku saja buk yang menjemput bapak".


"Iya nak" Kemudian Zico meminta untuk melihat-lihat seisi rumahnya. "Silahkan, mereka masuk kemarin melalui pintu belakang".


Begitu Nadia menyeruput tehnya, "Sebelumnya, apa ini yang pertama kali rumah ibu kemalingan?".


"Tidak, ini sudah yang kedua kali. Yang pertama kemarin kami sudah melaporkan ke polisi, tapi polisi disini tidak melakukan apa-apa untuk mencari tahu siapa pelakunya" Jawabnya dengan sedih. "Kami tidak tau lagi mau berbuat apa, kampung ini sudah semakin sangat sering kemalingan, apalagi dengan kami para kaum lemah seperti kamu ini. Mereka semakin menjadi-jadi menindas kami".


Nadia juga ikut merasa sedih mendekati wanita paruh baya itu, lalu memeluknya memberikan ketegaran. "Sebisa mungkin kami akan membantu desa ini buk kembali seperti semula. Sudah terlalu banyak korban, menurut ibu semua itu karna apa?".


"Saya juga kurang tau apa penyebabnya, cuman di desa ini terlalu banyak pengangguran sehingga mereka tidak memilik uang lagi untuk bermain judi dan minum-minum. Nanti kalian boleh bertanya kepada anakku, dia cukup mengenal orang-orang seperti mereka".


"Anak ibu bekerja dimana?".


"Anak saya bekerja di kantor lurah, jadi dia sedikit tau tentang ini semua".


"Mmmm" Gumam Nadia melihat Larisa mencatat apa yang baru saja mereka obrolkan. Setelah itu Zico kembali duduk bersama mereka. "Apa yang kamu temukan Zico".


"Aku melihat semua barang-barang di dapur semua hilang" Jawabnya. "Buk!".


"Iya".


"Kejadian ini sekitar jam berapa menurut ibu?".


"Sekitar jam 2 malam mereka masuk kedalam, dan saat itu juga kami semua tidur sangat nyenyak. Saya jadi merasa aneh".


"Aneh bagaimana buk?".


"Iya, biasanya saya tidak pernah tidur setenang itu, karna bunyi sekecil apapun saya pasti langsung bangun. Tapi kali ini benar-benar berbeda".


"Berarti" Lihat Nadia di Zico.


"Kenapa?" Tanya Larisa.


"Mereka pasti menggunakan sesuatu untuk membuat semua orang di rumah ini tidur seperti mayat hidup".

__ADS_1


"Apa itu?".


"Aku juga kurang tau" Jawab Nadia.


__ADS_2