Ternyata Suami Ku Kepala Mafia

Ternyata Suami Ku Kepala Mafia
Episode 89


__ADS_3

Sepulangnya David dari markas, ia melihat Nadia sedang menangis diatas sofa dengan tangis senggugukan. "Nadia" Panggilnya.


Nadia langsung mengangkat kepalanya kearah David berjalan menghampirinya, "David hiks.. hiks.. David!".


"Ada apa? kenapa kamu menangis?" Tanya David menyentuh wajahnya.


"David hiks.. hiks.." Semakin tangis Nadia.


Kemudian David menarik tubuh Nadia kedalam pelukannya, "Kenapa kamu menangis hhmm?".


"A-aku benci papa David hiks, aku juga benci mama hiks.. hiks.. Mereka sangat egois, aku tidak menyukainya aku sangat tidak menyukainya Aaaaa".


"Sudah, jangan menangis lagi" David melap air matanya. Lalu ia tersenyum, "Gara-gara kamu menangis, mata mu jadi lebam dan bermerah seperti ini. Kamu masih ingin menangis?" Nadia menggeleng. "Gadis pintar, sekarang kamu mandilah".


"Mmmmm" Angguk Nadia memasuki kamarnya begitu juga dengan David ia segera memasuki kamarnya. Selesai Nadia membersihkan tubuhnya, ia memandangi wajahnya di depan cermin dengan senyum tipis. "Maaf pa ma, aku tidak akan pernah melepaskannya. Meskipun papa sama mama bilang Nadia anak yang tidak berbakti, Nadia tidak akan menceraikan David. Nadia akan tetap bersamanya, memiliki anak dan menua bersama sampai selama-lamanya".


Sedangkan David yang berada di atas balkon, ia sedang merokok sambil menikmati angin malam yang sejuk.


Ceklek!


"David!" Panggil Nadia. "Kamu dimana?" Lihatnya kerah balkon yang terbuka. "Apa kamu disana?" Jalannya mendekati balkon tersebut melihat David sedang merokok dengan handuk diatas pinggangnya. "Kenapa kamu tidak pakaian baju dulu? kamu bisa masuk angin David".


David tersenyum, "Tidak apa-apa, aku sangat menyukai angin malam" Jawab David menghisap rokoknya lagi.


"Tapi setidaknya kamu pakai baju dulu" Peluk Nadia dari belakang. "Aku tidak mau kamu kenapa-napa? kalau kamu sakit, siapa yang akan melindungi ku dari mereka".


Lagi-lagi David tersenyum melepaskan pelukan Nadia melihat wajahnya yang sedih, "Tidak akan ada orang yang berani menyakiti seorang Nadia yang kuat dan pemberani. Kalau pun itu ada, mereka pasti sedang cari mati".


Nadia kesal, ia memukul dada David membuat kedua matanya berkaca-kaca. "Kamu sangat menyebalkan, kamu hanya memikirkan diri mu sendiri. Kamu benar-benar sangat menyebalkan David, kamu egois, aku tidak menyukainya" Isik Nadia masih memukulinya.


Lalu David menahan kedua tangan itu, ia melap air mata itu kembali sambil bertanya kenapa Nadia menangis lagi. "David, ayo kita tinggalkan semuanya. Aku ingin hidup bersama mu di suatu tempat yang tidak ada satu orang pun mengenali kita. Maukah kamu melakukan itu bersama ku?".


"Kenapa? apa ada orang yang mengusik mu sampai kamu berkata demikian?".

__ADS_1


"Mmmmm, papa dan mama ku datang kemari, mereka meminta ku untuk menceraikan mu begitu papa membayar semua hutang-hutang perusahaan kepada mu hiks. Tapi aku tidak mau bercerai dengan mu, apa pun kata mama sama papa aku tidak akan pernah menceraikan kamu David. Kita sudah berjanji akan menua bersama sampai selamanya. Maka dari itu, mari kita tinggalkan semuanya, aku sudah muak dengan ini semua. Aku hanya ingin menikmati hidup ku yang sederhana bersama dengan orang yang aku cintai, yaitu kamu dan juga anak-anak kita kelak. Ayo kita lakukan itu David, aku mohon hiks.. hiks.. Ayo kita tinggalkan semuanya".


Flasback.


Begitu Nadia memasuki kamarnya, David hendak meninggalkan sofa tersebut menuju kamarnya, namun saat itu juga ia melihat dua gelas teh berada di atas meja. "Ada tamu?" Batin David.


Setelah itu ia memasuki kamar, ia menyalakan televisi yang tersambung ke CCTV di dalam apartemennya. Disana ia melihat Nadia membawa kedua orang tuanya masuk kedalam dengan senyum mengambang di wajah Nadia. Lalu Nadia menyuruh mereka duduk diatas sofa, kemudian ia berjalan kearah dapur membuatkan mereka dua gelas teh. Begitu ia membawanya, Nadia pun ikut bergabung dengan mereka.


David melihat mereka berbincang tampa ia tau apa yang sedang mereka bicarakan, setelah itu ia melihat wajah Nadia tiba-tiba berubah menegang dan marah sambil mengepal kedua tangannya.


Lalu David memijit pelipis membuang nafas dengan kasar, kemudian ia melihat Hendrawan bangkit berdiri menampar wajah Nadia yang sudah melawan perintahnya dan juga ia melihat ibunya ikutan menampar wajah Nadia.


PPLLAARR..


Dengan sangat marah David melemparkan remote tersebut ke arah tv sampai televisi itu pecah akibat lemparannya. "Hendrawan, kamu benar-benar membuat ku sangat marah" Geram David mengepal tangan menghubungi nomor Vincen. "Vincen, apa Hendrawan sudah melunasi hutangnya?".


"Iya tuan. Tadi asistennya bertemu dengan ku, apa Hendrawan tidak menemui tuan?".


"Malam ini juga, aku mau kamu menghancurkan perusahaannya".


"Lakukan saja sesuai perintah ku".


"Baik tuan" David mematikan ponselnya, ia segera memasuki kamar mandi.


*************


"Baiklah, mari kita lakukan itu setelah urusan ku selesai. Kamu mau ingin tinggal dimana? aku akan segera mengurusnya tampa orang lain tau".


"Kamu mengatakan ini dengan serius?".


"Iya, kamu ingin tinggal dimana? aku akan mengikuti semua keinginan mu".


"Kalau gitu aku mau tinggal di mmmmm" Gumam Nadia berpikir tempat yang cocok untuk ia tinggal bersama dengan David. "Swiss, aku mau kita tinggal di Swiss. Bagaimana? kamu menyukainya?".

__ADS_1


"Mmmm, aku menyukainya. Aku akan segera mengurusnya, kamu mau rumah seperti apa? aku akan membelinya untuk mu dan anak-anak kita nanti".


"Aku mau rumah yang sederhana saja. Tapi jangan tinggal di perkotaan, aku mau kita tinggal di pedesaan dekat sawah. Bisakah kamu mewujudkan itu untuk ku?".


"Iya, aku akan melakukan itu asalkan kamu bahagia dan menyukainya. Dan sekarang kamu harus berhenti menangis, tadi aku sudah bilang kalau mata kamu lebam membuat mu jadi jelek" Ejeknya memperbaiki anak rambut Nadia.


Nadia langsung tersenyum lebar membuat David sangat menyukainya, "Aku tidak sabar lagi menanti hari itu tiba, aku benar-benar ingin tinggal disana bersama mu dan memiliki anak yang sangat menggemaskan. Kamu mau anak perempuan atau laki-laki?".


"Perempuan, aku ingin memiliki anak perempuan yang sangat cantik seperti kamu" Jawab David mencium keningnya.


"Padahal aku ingin memiliki anak laki-laki sama seperti kamu, yang tampan dan juga menggemaskan. Tapi aku tidak mau kalau anak ku nanti punya kepribadian seperti kamu, aku benar-benar tidak menyukainya. Aku mau dia nantinya menjadi laki-laki yang hangat yang tidak egois".


"Emang kenapa dengan ku?".


"Ck, kamu itu pria yang egois, datar, cuek dan hanya memikirkan dirinya sendiri".


"Jadi aku pria yang seperti itu?".


"Mmmm, tapi sayangnya aku sangat mencintai pria itu meskipun dia pria yang susah di mengerti, tapi dia juga pria yang selalu aku rindukan setiap hari hehehehe. Apa itu memalukan?".


"Tidak, itu sangat menggemaskan".


"Apa? hahahaha, menggemaskan dari mana?".


"Menurut ku itu sangat menggemaskan, karna seorang polisi yang sangat sibuk dengan pekerjaannya masih sempat memikirkan ku disela-sela kesibukannya".


"Lalu bagaimana dengan mu? apa kamu juga pernah memikirkan ku?".


"Mmmmm" Gumam David berpikir.


"Hhmmsss, sepertinya tidak pernah. Tidak apa-apa, aku sudah tau itu".


"Sok tau kamu" Senyum David menyentil keningnya.

__ADS_1


"Aahh, itu sangat menyakitkan" Rengek Nadia pura-pura kesakitan menyentuh keningnya, lalu ia tertawa memeluk David.


__ADS_2