
Aku pulang," ucap nara yang nyaris teriak dan merusak pendengaran kakaknya.
"Oppa,dimana kau, " ucapnya kemudian masih nada suara yang sama
"Oppa, ada temanmu yang menjenguk"
"Oppa, kau dimana" suaranya semakin meninggi karna tak mendapat balasan, itu membuat lelaki yang pulang bersamanya tersenyum atas sikapnya
"Oppa.jawab aku" ucap nara dengan suara yang bising.
Dia pun mencoba mencari keberadaan nya, setiap sudut ruangan ia masuki tapi belum ada tanda tanda keberadaan nya.
Dirinya mulai khawatir ataukah di pergi, dan satu ruangan yang belum ia masuki sedari tadi terlintas di pikirannya , ia bergegas menuju ruangan pribadi kakaknya, dan memasukinya
"Oppaaaaaaa..ada apa dengan kau " teriak Nara histeris
.
.
.
__ADS_1
Jiyong POV
Sejak pertama bertemu aku sudah menyukainya, dia menarik minatku untuk mendekatinya dan mengetahuinya lebih dalam.
Dan aku berusaha saat ini, aku mengunjungi kampusnya dengan alasan ingin menjenguk kakak nya dan ingin pergi bersamanya , padahal niat utama ku hanya ingin bertemu dengannya.
Dia sempat menolak ku, karna bilang ada yang hendak menjemputnya, aku melihat kiri kanan ku namun tak ada orang yang menjemput .
Aku mencoba merayu lagi dia menolaknya lagi tapi bukan GD kalau tidak dengan berusaha keras.sampai akhirnya aku memutuskan untuk menariknya masuk kedalam mobilku.
Mungkin mau tak mau dia mengikutinya.
Aku berusaha mencairkan suasana yang terasa begitu dingin karna hening tanpa pembicaraan.
"Bagaimana rasanya tinggal di Indonesia" ucapan itu membuatnya melirikku.
"Ah..menyenangkan sma seperti disini,banyak kunjungan wisatanya,tapi mungkin sebagian tidak ada disini,dan sebagian disini juga tidak ada disana, tapi disana yang enak itu makanannya." ucapnya panjang lebar..entah kenapa setiap yang diucapkan bibirnya berkata formal, haish mungkin dia gugup,atau lagi lagi canggung?
"Wauw,benarkah, aku baru tau itu , dulu aku pernah beberapa kali kesana hanya untuk konser?,lalu,, selain itu apa lagi?" tanyaku kemudian
"disini liberal, apa pun yang dilakukan dibebaskan,selagi tidak merugikan.sedangkan disana tidak,nilai dan norma di berlakukan,kalaupun melanggar akan ada hukuman"jelasnya lagi
__ADS_1
"Setahuku, disana mayoritas agama muslim bukan"-tanyaku kemudian karna aku pernah membaca situs mengenai Indonesia sebelum tourku saat itu,dan memang benar saat tourku berlangsung banyak gadis yang mengenakan hijab.
"Iyah..benar..." jawabnya singkat
Aku memangut mangutkan dagu tanda mengerti dengan kondisi negara yang sedang dibahas.
Hingga kemudian kami telah sampai di depan rumah temanku. Gadis itu membuka pintu yang tidak dikunci sang pemilik,lalu berteriak
"Oppa, kau dimana" suaranya semakin meninggi karna tak mendapat balasan, teriakan itu membuatku tersenyum.
Oh tuhan mengapa kau menciptakan dirinya sangat mengemaskan, aku tak tahan untuk untuk tidak menyubitnya.tanganku serasa gatal karna terlalu ingin.
Dia kemudian naik keatas mungkin menuju kamar oppanya , beberapa menit kemudian terdengar teriakan histeris yang membuatku langsung berlari menuju arah suara itu, dan panik seketika ketika melihat seung Hyun hyung yang tergeletak di bawah dalam keadaan mulut berbusah,sambil ditangisi nara.
Tak ambil pikir Lagi melihat semua itu aku langsung mengangkat tubuh seung hyun sampai kewalahan karna tubuhnya lebih besar dariku, untuk membawanya ke rumah sakit.
Sepanjang perjalanan gadis itu menangis sambil mengguncang tubuh kakaknya berharap membuka mata, melihat itu aku langsung melajukan mobilku dengan kecapatan tinggi
Sampai dirumah sakit nara tetap menangis dengan perasaan tidak tenang, hatiku merasa Terenyuh, aku menghampiri nya memberikan pelukan dan mengusap punggungnya berharap dia merasa tenang setelahnya.
" gwaenchanayeo.....Sudah jangan menangis,kita doakan oppamu baik baik saja" ucapku.
__ADS_1