
Author pov
Pagi tiba lagi membuat mata nara yang bengkang mengerjap , hari ini mungkin nara tidak pergi kuliah karna kondisi psikis maupun fisiknya belum stabil,
Nara bangun dari tempat tidurnya dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi membersihkan dirinya.
.
.
.
.
Disiai lain nyonya choi tengah duduk di sisi ranjang tempat tidur yang berada dikamar seung hyun tengah sibuk bersama suster menyuruh sang anak untuk makan sarapan paginya.
"Ayoo..sayang kamu harus makan" ucap nyonya choi yang entah keberapa kalinya ia mengatakan seperti itu
"Iyah benar, tuan perlu asupan makanan yang banyak,supaya tuan bisa sembuh" ucap suster
Sedangkan yang dibujuk hanya diam tanpa menjawab sepatah kata pun dan malah memalingkan wajah kearah bingkai foto di atas nakas
"Nak..kalau appa mu ada pasti dia akan sedih melihat kau seperti ini" ucap nyonya choi lagi
"Dan sekarang appa memang apa sudah tidak ada, dan aku sangat sedih eomma" ucap seung hyun menitikan air mata
"Hustt...sudah jangan menangis," nyonya choi mengusap airmata sang anak.
"Appa mu sudah tenang disana"
"Ayo sekarang , kau hadus makan"__ lanjutnya
"Tidak eomma, aku tidak mau makan" bentak seung hyun yang membuat kaget sang suster
"Pikirkan kondisi mu sayang" bujuk nyonya choi lagi
"Aku tidak peduli"-- ucap seung hyun dengan tegas
Tiba tiba pintu kamar seung hyun terbuka dan menampakan sang adik.. nara
" ada apa ini?" tanyanya menghampiri mereka
"Sayang tolong bujuk oppamu ini untuk makan" ucap nyonya choi
Nara hanya menggelengkan kepala,dirinya tau dan paham akan kondisi yang dihadapi sang kakak, lalau ia mendekatkan dirinya pada sang kakak
"Oppa..kau harus makan, kau akan lebih parah jika kau kekurangan makanan" ucap nara lembut
"Tapi aku tidak mau nara"__ucap seung hyun dengan nada bicara yang turun tidak seperti sebelumnya
"Aku tau oppa tidak nafsu makan, tapi setidaknya kau harus sembuh untukku" ucap nara menggenggam tangan sang kakak
"Jika kau tak kunjung sembuh, siapa yang akan mengantarku ke kampus lagi??,dan siapa yang bisa ku ajak bertengkar dirumah ini" lanjutnya
Seung hyun hanya diam, mencoba memikirkan itu semua,
"Ayo kau harus makan, kau harus sembuh demi aku"__nara
"Baiklah.." ucap seung hyun pasrah
__ADS_1
"Ya sudah ..aku yang suapin,, udah gitu oppa mandi kita keliling kompleks " ajak nara tersenyum
Seung hyun mengangguk menandakan setuju, dan nyonya choi tersenyum melihat mereka berdua,
"Eomma, sini mangkuknya"__nara
dan nyonya choi pun memberikannya pada sang anak.
"Ayo..buka mulutnya" --ucap nara sambil memberikan sesendok makanan ke bibir sang kakak
Perlahan seung hyung mengunyahnyah dengan lambat menatap tersenyum sang adik
"Ya sudah... Eomma mau ke kamar dulu mau ngecek pekerjaan " nyonya choi
"Iyah mma," ucap nara, setelah itu nyonya choi pergi melenggang keluar meninggalkan sang suster dan keduanya.
Sepuluh menit berlalu seung hyun telah menghabiskan makanannya, dan bersiap untuk mandi, kondisi tubuh seung hyun masih lemah danau tak mau nara harus membantu sang kakak melakukannya
🐍🐍🐍🐍
Sehari yoongi berada dikamarnya menghabiskan waktu untuk berkutik dengan handphonenya mengirim pesan pada sang pujaan hati namun tak kunjung mendapat balasan dan itu membuat khawatir.
Yoongi sudah mencoba beberapa kali menelpon namun nihil tak ada balesan ataupun jawaban dari sang empunya nomor dan malah oprator berkali kali bilang bahwa "nomor yang anda tuju tidak dapat di hubuungi"atau "berada diluar sesi area"
Frustasi bukan main yang yoongi rasakan saat ini,apalagi dirinya nanti sore harus menyapa fans yang sudah berdatangan , bagaimana bisa dengan pikiran seperti ini ia melakukannya.
"Hyung kau sudah makan?" tanya jungkook yang tiba tiba masuk dalam kamarnya dengan membawa banana milk
"Bisa tidak kau sopan sedikit pada hyungmu,huh? dasar keras kepala" ucap
"Mianhae hyung, aku hanya khawatir dengan mu kau tidak makan sama sekali sejak tadi pagi padahal jin hyung sudah menyisihkannya untukmu" jelas jungkook
Yoongi tak peduli akan hal yang dikatakan maknae itu, yang dia pikirkan hanyalah nara,nara dan nara.
"Aku belum menghubunginya hari ini" balas kookie
"Hey...memang kau slalu menghubunginya setiap saaat huh?"
"Tentu, karna dia sahabatku, selama di kampus kami slalu berdua, "__jungkook mendekati hyungnya yang tengah duduk menatapnya
"Eh....kenapa begitu bukannya dia wanita yang gampang berbaur dengan siapa pun, "__tanya yoongi yang dia pikir seperti itu
"Ani hyung,,dia hanya mau berteman dengan ku saja,ku rasa begitu" ucap jungkook
"Tenang saja hyung aku hanya sahabatnya saja, aku tidak akan merebutnya dari mu sekalipun aku menyukainya"_lanjutnya sembari berjalan ke arah jendela hotel
"Eh...mwo? Dangsin uijineo?"
Yoongi terkejut dengan pernyataan jungkook
(Apa,maksudmu/maksud kamu)
"Tak bisa ku pungkiri hyung aku memang menyukainya sejak bertemu pertama kali di kampus," dan itu lah faktanya jika memang dirinya menyukai wanita yang sama di sukai para hyungnya jimin dan yoongi ditambah sang GD sunbaenim dekat dengannya
"Awalnya aku berharap dia menjadi milikku,walaupun aku tau jimin juga menyukainya, Tapi setelah aku tau kau dekat dengannya dan menyukainya, aku langsung mengikuti langkah jimin hyung, merelakannya untukmu"lanjutnya menatap yoongi
Yoongi hanya diam, yang awalnya merasa was was karna punya saingan yang jika dibandingkan secara fisual dirinya pasti kalah dengan tampang sang maknae.
Jungkook menghampiri hyungnya lagi menepuk pundak sang hyung dengan niat memberi semangat untuk mendapatkannya.
__ADS_1
Tokk took tokkk (anggap aja suara pintu diketuk😃)
"Hyung...kau sudah makan" ucap seseorang di luar sana
Yoongi dan jungkook menyakini suara itu adalah jimin.
"Hyung.... Boleh aku masuk?" tanya lagi
"Masuk saja jimin-ah" ucap yoongi
"Contohlah jimin dari kesopanannya, jangan kau contoh dari tingkahnya yang seperti anak kecil" ucap yoongi tanpa melirik jungkook
Dan jungkook hanya memberi cengiran pada hyungnya
Pintu terbuka menampakan jimin
"Eh.kookie- ah kau ada disini " ucap jimin
"Iyah aku sedang membujuk hyung untuk makan"--ucap jungkook
"Ayolah hyung kau makan, jika tidak kau akan sakit dan ARMY akan khawatir, terlebih fans akan menangis melihatmu sakit" ucap jimin kemudian ikut membujuk
"Jadi hyung sekarang siapa yang seperti anak kecil, kalau makan saja harus di bujuk" ucap jungkook
Dan mau tak mau setelah memikirkan dampaknya yoongi memutuskan untuk menuruti permintaan kedua maknaenya, dan pergi mengambil makanan yang disisihkan jin hyung untuknya, ditambah lagi ia tak mau ejekan jungkook melakat padanya
"Hyung kau tadi menanyakan ku sulit tidaknya menghubungi nara, memangnya kenapa?" ucap jungkook sambil menyedot banana milk nya
"Dia sulit ku hubungi saat ini, padahal selama beberapa hari sebelumnya dia slalu cepat membalas setiap pesan dan menjawab panggilannya"ucap yoongi sambil memakan spagetynya
"Hyung mungkin dia hanya ingin menenangkan diri musibahnya yang menimpa"--ucap jungkook
"Hyung...jika kau sudah selesai makan..kami tunggu di bawah...kita akan segera berangkat ke tempat acara" ucap namjoon sang leader
"Tenang saja hyung..kami berdua akan kesana.. sebentar lagi yoongi hyung menghabiskan makanannya" balas jungkook
"Baiklah.." __namjoon mengangguk dan pergi kembali ke area parkir sesuai dengan perkataannya
" hyung...aku boleh tanya?" --jungkook menatap yoongi yang tengah menghabiskan makanannya
"Silahkan.." --yoongi tanpa membalas tatapan sang maknae
"Kau slalu menjemput nara bukan saat pulang sekolah, ketika seung hyun sunbaenim jatuh sakit" ucap jungkook
"Lalu..?" tanya yoongi singkat
"Tidak aku hanya memastikan saja, karna waktu itu saat menunggu tae hyung menjemput, aku melihat mobil mu di gerbang kampus"
"Kalau iya memang kenapa"-- jawab yoongi yang kini menatapnya
"Ah...ani...aku hanya ingin tahu sejak lama tentang ini, dan ternyata dugaan ku benar"__ucap jungkook
Yoongi hanya diam, lalu berdiri mengambil posisi untuk pergi meninggalkan jungkook..
"Hyung kau meninggalkan aku disini" teriak kookie
"Kau punya kaki, apa salahnya ikuti aku" ucap yoongi ketus
''Aku menemanimu dari tadi, dan kau meninggalkan ku"__ucap jungkook sambil berlari mengejar hyungnya
__ADS_1
"Aku tidak memintanya"__timpal yoongi
"Aishh...menyebalkan" rancau jungkook saat dari belakang punggung yoongi, dan yang di rancau hanya tersenyum.