The Last Love

The Last Love
32.guaeneo?


__ADS_3

Author POv


Seperti biasa kini nara sudah beraktivitas kembali dengan kelas kuliahnya, setelah siap dan rapih nara menghampiri sang kakak dan eomma yang sedang berjemur di taman belakang apartemen sembari di bantu oleh suster.


"Eomma..oppa..aku pergi kuliah dulu " teriak nara


"Nara- apa kau bisa mengendarai mobil sendiri?" ucap seung hyun


"Aku bisa..tapi aku akan di antar oleh jiyoung oppa "--balas nara tersenyum


"Oh..baiklah,, hati hati " ucap eomma juga tersenyum


"Aku pergi" teriak nara melenggang pergi


.


.


"Eh...udah sampai?" ucap nara saat melihat jiyoung sudah menunggu diluar mobil dengan masker dan kaca mata hitam


"Eoh....ayo masuk"__ ucapnya yang dituruti nara


"Baiklah...,kajja"___ucap nara (ayo)


Jiyoung pun mulai melajukan mobilnya,


"Oppa..maaf aku merepotkan mu terus" lanjutnya


Jiyoung melirik nara sambil mengemudi dan tersenyum


"Gwaenchana, aku Senang seperti ini"


"Tapi oppa sendiri kan sibuk"__nara yang tak enak hati


"Ye..hajiman., hal i neun modeun ttaemune dangsin salangeo"__balas jiyoung


(Ya..tapi, aku melakukan ini karna aku mencintai mu)


Nara terperangah dengan


jiyoung ,merasa bingung dengan ucapannya


"Nara- ya kita sudah lama kenal, dan semenjak aku kenal kamu aku tertarik padamu"__ ucap jiyong yang sadar akan ekpresi bingung nara


"Tapi......aku ini hanya gadis biasa, sedangkan kau seorang idol"__nara


"Naneun juuinieo, yang penting aku dengan mu"__balas jiyong (aku tidak peduli)


"Jadi baGaimana?" lanjutnya


Lagi lagi nara bingung dengan ucapan jiyoung


"BaGaimana apanya?" ucap nara


"Kamu, aku....guaeneo?  " balas jiyoung tersenyum


(Pacaran)


Cukup lama diam memikirkan jawabannya, akhirnya nara mengatakan "iya" sebagai jawaban untuk jiyoung


"Jadi..kita pacaran  " tanya jiyoung memastikan dengan raut wajah bahagia


Nara hanya mengangguk, diri juga tersipu, walaupun rasa hatinya msih tak karuan karna memikirkan seseorang diluar sana.


Tak terasa keduanya telah sampai di Tempat tujuan


"Ya sudah nanti aku akan menjemputmu lagi" ucap jiyong masih dengan senyuman


"Nee.oppa aku tunggu" ucap nara membuka pintu mobil,


"Sampai nanti, " ucap jiyoung malambaikan tangan


Nara pun membalasnya dengan lambaian pula


"Nee..oppa hati hati" teriaknya


Setelah memastikan mobil jiyoung sudah melenggang jauh, nara mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam area kampus.


"Hey..nara" sapa seorang lelaki


Nara melirik,melihat orang yang menyapa, eh..tepatnya memanggil


"Eh...taeyang sunbaenim" ucap nara


"Baru mau masuk??"__ taeyang


" nee..kau juga ada kelas hari ini." __nara tersenyum mengimbangi langkah  dengan seniornya

__ADS_1


"Nee....Bagaimana kabar  oppamu"__tanya taeyang


"Baik, sekarang dalam masa pumulihan, walaupun sehari yang lalu kondisinya kembali drop" jelas nara


"Oh.syukur,, kalau begitu boleh aku menjenguknya nanti pulang"__taeyang


"Tentu,,," ucap nara dengan senang hati


"Bagaimana usaha bar dan diskotiknya?" lanjutnya


"Semua baik, tenang saja kau tidak perlu khawatir" balas taeyang


"Oh..ya sunbaenim , apa kah boleh.mulai besok aku akan membantumu"__nara


"Membatuku? Membantu apa?" tanya taenyang bingung


"Membantu mengurusi bar atau pun diskotik"__nara


"Ah..tidak perlu,, aku bisa sendiri  mengatasinya,kau fokus urus oppamu dan kuliahmu saja saja"__taeyang


"Ah..tidak eomma ku masih ada disini,untuk beberapa hari kedepan dan suster pun ada untuknya, jadi aku bisa leluasa membantumu"_ucap nara meyakinkan


"Kau yakin nara?"__ucap taeyang memastikan


"Aku yakin taeyang sunbaenim"__ ucap nara serius


"Ah..ya sudah terserah kau, datang saja ke bar, sekarang pelanggan disana bertambah"__ ucap taeyang


"Baiklah, besok aku akan kesana" ucap nara


"Nara...kita sudah sampai dikelas mu" ucap taeyang yang menyadari posisinya berada


"Ah..benar, tidak terasa"__nara


"Baiklah..aku akan ke kelas ku, dan kau segera masuk sebelum dosen mu datang, kalau tidak kau akan di hukum"


"Ne....sunbaenim, terima kasih sudah mengantarku"  ucap nara tersenyum simpul dan hendak masuk kelas


"Nara-ya"  ucap taeyang yang menghentikan langkah gadis yang di panggil.


Lantas nara menoleh, karna dirinya tidak tuli, dengan perasaan bingung nara berkata


" ye. Mwoi?"


(Ada apa)


"Ani....bisa kah kau panggil aku oppa saja"taeyang


"Ah....baiklah jika itu mau,mu" balas nara tersenyum lagi


"Ya sudah aku pergi dulu , sampai jumpa" teriak taeyang melenggang pergi


Bell masuk sudah berbunyi nara kembali melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kelas , dirinya takut apa yang dikatakan taeyang terjadi.


Nara memasuki kelas dan seperti biasa mata teman Temannya menatapnya iri, atau pun tersenyum ramah.


Namun nara tak pernah menanggapinya, dan memilih duduk di tempatnya sebelumnya.


🐍🐍🐍🐍


Beberapa jam berlalu nara menyelesaikan kelasnya sperti biasa walaupun tak ada sahabat yang mengajaknya bicara di hari ini dan seterusnya untuk jangka waktu yang panjang.


Berbicara tentang jungkook pikirannya sekarang beralih memikirkan min yoongi. Orang yang mengambil first kissnya itu, sambil berjalan menuju depan gerbang  di hatinya ia bertanya tanya


--bagaimana kabarnya?


--apa dia sehat,?


Ya selama handphonenya jatuh berkeping keping nara belum sempat membeli ponsel baru, karna waktunya memang belum tepat, dan walaupun handphonenya masih bisa di gunakan tapi tidak mungkinkan kalau nara seorang mahasiswa dari UNS memakai ponsel berlayar retak.


Suara klakson mobil menyadarkan lamunan nara sampai dirinya tersadar kalau dia telah sampai di gerbang,


"Nara..ayo masuk?" ucap seorang lelaki yang herada di dalam mobil


"Ah..jiyoung oppa, " ucap nara yang lansung masuk kedalam mobil


" bagai mana kuliah mu" tanya jiyoung


"Seperti biasa semuanya baik dan lancar, bagaiman hari mu sekarang"-- ucap nara


" lebih dari kata baik semenjak aku dengan mu,"ucap jiyong dengan senyumana


"Oh...yah kita sekarang mau kemana?" tanya jiyoung


"Entah..." ucap


"Ya sudah kita jalan jalan ke mall saja" ucap jiyoung

__ADS_1


"Ya sudah ayo..." balas nara


.


.


.


.


Sampai di mall jiyoung dan nara berpegangan tangan layaknya seorang kekasih tapi walaupun begitu jiyoung tetap memakai alat penutup wajah dan kacamata agar semua orang tak menghiraukannya terlebih dia idol yang kemungkinan besar pengintai dimana mana untuk menjadikan gosip ataupun berlebihan dalam berita


" sayang .... kita ke toko ponsel dulu" ucap jiyoung


"Untuk apa, apa handphonemu rusak atau kau sudah bosan" tana nara


"Tidak ayo ikut saja" ucap jiyoung..


Tak hanya berbicara nara tetap mengikuti sang kekasihnya itu,


Sampai disana nara melihat jiyoung yang sedang memilih ponsel berserta kartu perdananya, setelah usai membeli handphone jiyoung dan nara dan pergi ke restoran di lantai dua untuk mengisi perutnya itu


"Kau mau makan apa sayang?" ucap jiyoung


"Samain aja" ucap nara


Jiyoung pun memanggil sang pelayan untuk meminta buku menu dan setelah mencari yang dia inginkan kemudian ia memesannya.


Sambil menunggu makanan yang datang jiyoung mengambil kotak handphone yang ia beli dan memasangkan kartu perdananya, jiyoung masih berkutik dengan ponsel barunya


Dan nara memilih duam sambil melirik ke bawah melihat  para pengunjung mall dari atas.


"Nara- ya...ini untuk mu" ucap jiyoung


Nara melirik jiyoung dan melihat barang yang dia sodorkan untuknya


"Eh..apaan ini?" tanya nara bingung


"Ini untukmu, nara aku sulit menghubungimu jika kau tidak memiliki handphone" jelas jiyoung


" tak usah..oppa..ini untukmu saja,aku bisa mebelinya" ucap nara menyodorkan kembali barang yang diberi jiyoung


"Tidak nara, lagi pula bagaimana aku tahu kapan kau pergi dan pulang kelas tanpa kau memberi tahuku terlebih dahulu"__balas jiyoung


"Tapi..." ucap nara


"Tidak nara..ayo terima" pinta jiyoung


"Baiklah aku terima ini, terimakasih oppa" ucap nara


Jiyoung tersenyum " aku sudah menyimpan nomorku di ponselmu, jadi jika perlu sesuatu kau bisa menelpon ku" ucapnya


"Ne..oppa,," ucap nara


"Silahkan  di nikmati" ucap pelayan yang datang dengan membawa makanan


"Terimakasih " ucap nara dan jiyoung hanya tersenyum


"Ayo sayang, dimakan" ucap nara


"Apa mau aku suapin" rayu jiyoung dan itu membuat nara tersipu malu


"Ayo buka mulutmu..." ucap jiyoung kemudian dan mau tak mau nara membuka mulutnya untuk dimasuki steak oleh jiyoung


"Ah...oppa kau memotongnya terlalu besar" ucap nara sambil mengunyah steaknya kewalahan


"Ah...maaf, aku tidak tau kalau bibir mu mungil" ucap jiyoung yang tertawa karna  bohong berkata seperti itu, dirinya melakukan itu hanya ingin melihat ekspresi nara yang lucu saat mengunya makanan melebihi kapasitas mulutnya


"Nah..sekarang oppa yang aku suapi"__nara ucap nara semabari memotong steak


"Boleh...ayo cepat" ucap jiyoung semangat


"Tapi, oppa harus tutup matamu" ucap nara tersenyum


"Ah...baiklah aku akan melakukannya" balas jiyoung lalu menutup matanya


"Ayo,buka mulut mu" ucap nara kemudian Dan jiyoung pun menurutinya


Dan setelah steaknya masuk kedalam mulutnya jiyoung berkata sambil membuka matanya


"Wah..kau mau balas dendam huh?, potongan mu lebih besar dari yang ku berikan"


Nara tertawa puas


"Siapa suruh...duluan"


"Baiklah..aku minta maaf.." ucap jiyoung sambil melanjutkan makanannya

__ADS_1


__ADS_2