
Disisi lain bangtan boys sedang melakukan perjalanan di udara dengan menggunakan jet VIP yang berpenumpang hanya sang member dan menager menegernya,
Para pramugari telah membawakan makanan untuk di santap, karna kemungkinan mereka sampai disana siang hari dan berbeda dengan korea yang kondisinya malam hari
Dan sebab itu sebelum mereka tiba harus mengisi perutnya terlebih dahulu takut sampai mereka akan kembali tidur, mengisi tenaga untuk menyapa sang fans nantinya
"Tae,, apa bangun ayo kita makan" ucap jimin menepuk sahabatnya yang berada di sisinya
"Ah...apa kah sudah sampai" ucapnya setengah sadar mengerjapkan mata untuk memastikan
"Ani..perjalanan kita empat jam lagi,, ayo isi perutmu" ucap jimin kemudian
Taehyung tersadar dalam tidurnya dan memutuskan untuk pergi ke toilet membasuh mukanya dari wajah tidurnya
Seokjin dan jhope mulai mengampil piring di atas meja dan mengambil satu persatu makanan yang di sediakan di sebrang keduanya terdapat jungkook yang sedang sibuk bermain game dan yoongi sibuk dengan diamnya
"Hyung ayo makan" ucap jhope ,yang di setujui seokjin dengan anggukan
"Kookie, sudah mainnya, kau harus mengisi perutmu" ucap seokjin menatap sang maknae
"Ne hyung,," timpal jungkook
Yoongi tidak nafsu makan saat ini namun ia teringat bekal yang du berikan nara untuknya dan pasti sudah dingin saat ini
, jika oppa tak sempat memakannya kau selagi panas kau bisa menghangatkannya
Seketika perkataan nara terlintas di telinganya dan dengan cepat ia mengambil kotak makan itu dari ranselnya
Seokjin, jhope,dan jungkook menatap yoongi mencari tau apa yang ia cari di ranselnya
"Noona.. Can you warm up this " ucap yoongi menunjuk pada benda yang ia pegang
(Bisa kau hangatkan ini)
"Fixed, I will be warm up for you, please Wait"_ balas sang pramugari dengan senyuman dan mengambil kotak makan dari tangan suga
( tentu, saya akan menghangatkannya untuk mu, tolong tunggu)
"Ya, I'm waitting" balas yoongi
(Saya akan menunggu)
Setelah pramugari berlalu jungkook mebuka suara
"Hyung kau bisa berbahasa inggris"
"Kau bisa mendengarnya tadi" balas yoongi
Jungkook mengangguk
"Hyung apa yang kau berikan pada noona pramugari itu" ucapnya lagi
__ADS_1
"Kau akan mengetahuinya nanti" balas yoongi
"Mr, this is" ucap pramugari dengan kotak makan yang tadi di berikan yoongi ( tuan..ini)
Dengan cepat yoongi menerimanya sambil mengucap "thank you" dan pramugari itu pun mengangguk tersenyum
Yoongi membuka kotak makannya dan mengambil piring yang telah di sediakan dan melahapnya untuk pertama kali ia memakan masakan dari seorang perempuan
"Kalian mau" tawar yoongi pada ketiga member
Jungkook menatapnya bingung
"Hyung kau mendapatkan makanan dari mana" ucap jungkook
"Sudah makan saja dulu" ucap yoongi yang sibuk mengunyah
"Wah..hyung ini enak sekali," ucap jhope
"Benar hyung, masakan jin hyung saja kalah"ucap jungkook dan jin hanya tersenyum
Yoongi juga ikut tersenyum tanda menyetujui apa yang di katakan keduanya.
"Hey ,,ada apa ini" ucap jimin yang datang datang dari belakang jungkook
"Aniyeo, jimin-ah kau harus mencoba nasi goreng ini" ucap jhope menyodorkan sesendok nasi
Tanpa aba aba jimin melahapnya
"Apa yang enak, aku mau" timpal taehyung yang heboh dari belakang jimin
Jhope pun memberikan hal yang sama pada taehyung
"kau membelinya? kapan?" tanya seokjin penasaran
"Aniyeo"
"Kau, membuatnya? " tanya jhope lagi
"Aniyeo"
"Seseorang membuatkannya untukmu" ucap
Kali ini yoongi mengangguk karna memang kenyataannya begitu
" Nugu-? Buchaeo?" tebak jhope
"Aniyeo"
"Aku yakin pasti nara" tebak jungkook
Dan untuk yang kedua kalinya yoongi mengangguk
__ADS_1
"Kapan ia memberikannya?" ucap seokjin
"Sebelum , kejadian (nara mendapat kabar appanya meninggal)" jelas yoongi
"Mmm, jadi kau menemuinya tadi untuk yang ke dua kali" ucap jhope
Dan mendapat anggukan dari yoongi
.
.
sampai akhirnya mendarat di benua amerika tapatnya di L.A pada sore hari dengan pengawasan ketat para member di jaga, karna tak ayal para fans dengan sebutan ARMY sudah menunggu kedatangan mereka, belum lagi tiket konser yang terjual habis dan bisa dibayangkan bagaimana ramainya nanti lapangan distadion Staples Center nanti
Yoon gi selama perjalanan , setelah makan,,memilih diam diantara para member yang bersenda gurau walau kenyataannya memang selalu berdiam dan memilih tidur tapi kali ini berbeda ada alasa di baliknya dan tidak usah di jelaskan, karna sudah jelas kalian pasti mengetahui alasannya, hatinya terus mengkhawatirkan keadaan nara yang sedang terpuruk.
Dan member yang lain menyadari itu, mereka mencoba memberi pengertian pada yoongi apa lagi jimin maknae yang tak ada habisnya memberi perhatian dan semangat untuk yoongi seakan dia yang menjadi nara
"Hyung sudah..jangan di pikirkan nara pasti baik baik saja,"
"Tapi jimin,dia pasti terpuruk saat ini" ucap yoongi dengan ekspresi khawatir
"Aku tau ,hyung jangan khawatir seperti itu, banyak yang menghibur disana,kau bisa lihat sendirikan tadi dia bersama GD sunbaenim" ucap jimin tidak bermaksud
Mendengar perkataan jimin yoongi diam, diam mengingat kejadian tadi siang saat meninggal nara , dirinya melihat kembali keadaan nara saat ditinggalkan dan bertepatan dirinya melirik nara tengah berpelukan dengan GD sunbaenim, jangan ditanya lagi,, kalau memang oada kenyataan hati yoongi sakit melihat adegan romantis itu.
"Hyung ini, ayo tidur" ucap jimin sambil tersenyum
Oh..tidak senyuman jimin membuat yoongi gemas,dan menuruti perkataanya
"Baiklah..aku akan pergi tidur,dan kau juga sanah pergi tidur" ucap yoongi
Ya mereka tiba di hotell dua puluh menit kemudian, dan rencananya mereka menyapa fans mula sore esok hari
"Nee..hyung , selamat malam"_setelah mengucapkan itu jimin meninggalkan kamar yang ditempati yoongi dan seokjin itu
"Jimin-ah..." ucap yoongi menghentikan langkah lelaki yang dipanggil
"Ya hyung ada apa?" tanya bingung jimin
"Tidak" ucap yoongi
"Eoh..baiklah" jimin pun melangkahkan kakinya kembali
Sampai di pintu kamar hotel handphone jimin bergetar, dan membuka notifikasi pesan yang masuk
From: Yoongi hyung
-Aku menyangimu jimin-
Terimakasih😊
__ADS_1
Jimin tersenyum membacanya dan tak menyangka kalau hyungnya yang notabanenya cuek seperti itu menyanginya dan perhatian .