The Last Love

The Last Love
27. Who??


__ADS_3

Tiba didepan pintu aku membukanya dengan kasar.


Awalnya hendak memaki orang yang ku kira suster, namun niat itu luntur


"Oemma...." teriakku memeluknya


"Sayang...apa kabar?" __eomma ku cipika cipiki,


"Baik...ayo masuk"__ ajakku membawakan koper yang dia bawa


"Ayo kita kerumah sakit?"__eomma ku mengedarkan pandangannya kesetiap sudut rumah Saat masuk lalu berbalik badan menarik tanganku keluar ruangan


"Untuk apa,?" tannyaku bingung memghentikan langkah


"Untuk apa lagi,,kalo bukan menjenguk oppamu"_ucapnya heran


"Oppa ada di rumah ko"ucapku tersenyum


Eommaku menatapku


"Kamu bilang oppamu belum sadar kenapa dia di bawa pulang"


Akupun menceritakan apa yang memang terjadi yang belum eommaku ketahui.


"Oh..begitu, yaudah ayo kita kekamar oppamu"__ucap mamah melangkahkan kaki menaiki anak tangga


.


.


"Seung hyun" teriak eomma ku


mendengar teriakan eomma ,sampai sampai oppaku yang tengah tidur terbangun terkejut.. Mungkin karna rasa bahagia sekaligus khawatir dengan keadaan oppaku setelah melihatnya.


Aku melihatnya tertawa,


"Eomma kasian, oppaku jadi terbangun kan"


"Sayang bagaimana kabar mu?,maaf eomma baru bisa datang sekarang"__ucapnya sambil menggenggam tangan oppaku


Oppaku juga mengangguk tersenyum melihat eommah yang datang


"Aku baik,eomma sendiri bagaimana?"


"Mamah juga baik"


"Ah...eomma,kapan datang?"ucap kakaku kemudian


"Barusan sayang"__eomma ku mengusap kening oppaku menyimbakkan poni rambutnya yang acak acakkan


"kenapa aku tidak tahu...padahal aku pulang untuk menyambut eomma dan appa pulang"__oppaku


"Ah...benarkah appa mu akan pulang sekarang?"__ucap eomma ku

__ADS_1


"Iyah.., dan appa sedang dalam perjalannan menuju kekorea sekarang"__ucapku sambil sibuk membalas pesan dari kedua orang tadi


"Oh...bagus kalau begitu,eomma disini tinggal seminggu,jadi mamah bisa kumpul sama kalian " ucapnya antusias


"Benarkah, wah aku jadi kangen masakan mamah nih"--ucap oppaku


"Iyah aku juga,,"timpalku


"Iyah, nanti kalo appa kalian sudah pulang mamah masakin deh buat kalian"


Aku dan oppaku tersenyum puas,tak lama kemudian bell rumah berbunyi


"MmA aku buka pintu dulu"_ucapkuĀ  melenggang pergi ,


aku menghampirinya lagi lalu membukakan pintu dan yang datang ternyata suster yang tadi ijin keluar.


"Ayo masuk" ucapku


"Makasih non"-- ucapnya sambil membawa satu tas yang mungkin isinya pakaiannya dan keperluan lainnya.


"Sus..kamu istirahat aja, nanti sore tolong urus oppa sayah yah, saya mau belanja keluar, soalnya mamah saya udah dateng dan nanti papa saya juga, saya mau ngadain makan keluarga" ucapku formal secara aku menghargai profesinya terlebih dia mungkin dua tahun lebih muda dariku


"Ah...baiklah non, kalau begitu saya permisi dulu, saya ijin kekamar dulu"__ucapnya dan mendapatkan anggukan dariku


Ya benar karna bahan bumbu di dapur tadi sudah habis dipakai untuk nasi goreng


Handphone di saku ku bergetar beberapa kali dan itu artinya seseorang menelponku


"Ya..yoongi oppa, ada apa?"


"Aish...ku kira ada apa,bukan kah tadi kau sudah menemuiku?"


"Ani..itu belum cukup .."ucapnya yang terdengar sambil tersenyum


"Kau sedang apa?" lanjutnya


"Aku tengah berjalan dan menghirup oksigen" ucapku sambil tertawa


"Aku tau itu, tapi selain itu"


"Aku sedang berjalan menuju kamar oppaku", __ memang pada nyata nya aku berjalan menuju kamar oppaku meminta ijin keluar pada mereka


"Oh..bagaimana sunbaenim apa kah sudah membaik?"


"Ah..dia baik,, dia sudah sadar kemarin malam saat kita pulang lalu."


"Ah..benarkah..?"


"Iyah..sekarang dia sudah di bawa pulang,karna dia menginginkannya"


"Oh..syukurlah kalau begitu"


Handphoneku bergetar lagi berkali kali , aku menatap layarnya dan kulihat ada panggilan yang masuk tapi aku tidak mengenali nomor nua. Sedangkan aku hanya memiliki kontak lima orang yang isinya orang terdekatku

__ADS_1


"Oppa..mianhae, sepertinya aku harus mengakhiri dulu," ucapku terpaksa


"Wae?" ucapnya seperti kecewa


"ada panggilan yang masuk berkali kali yang tidak ku kenali, aku takut ini penting"


"Ah baiklah, aku putuskan sambunganya"


"Nee..oppa.mianhae"


"Gwaenchana nara- ya, jika ada sesuatu kabari aku"


"Nee.oppa"


Sambungan terputus..nomor yang tak ku kenali ku telpon balik


"Yeoboseo?"


"Ye...apa apakah ini nara-ya?" suara besar mendominan di telingaku


"Ne. Maaf..ini siapa yah" tanya bingung


.


.


.


.


.


.


.


...


...


.


.


.


.


Ini dari pihak kepolisian kota seoul"


"Eh..ada apa ini?" tanyaku terkejut sekaligus khawatir karna aku merasa bingung kenapa aku bisa ditelpon seorang polisi


"Saya. Ingin memberi tahu bahwa ayah anda mengalami kecelakaan dan sekarang jasadnya sedang kami bawa ke kediaman anda"

__ADS_1


Seketika handphone yang ku pegang di telinga jatuh, dan membuat eomma dan oppa ku terkejut saat aku tiba di pintu kamar oppaku


.


__ADS_2