
Penulis: PrJMHHR
oleh PrJMHHR
Author pov
Nara menangis sama seperti eomma juga kakaknya saat jenazah sang appa datang dengan mobil ambulanz di iringi dengan mobil polisi,
Awalnya nyonya choi (crhistinara) tak percaya apa yang dikatakan nara setelah handphonenya jatuh berkeping keping, apa lagi sang kakak -seung hyung -oppanya, yang notabane nya dekat dengan sang appa.
Dan sekarang mereka percaya bahwa apa yang dikatakan sang nara itu benar adanya dengan bukti Jenazah yang berlumuran darah.
Tamu tamu berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir untuk tuan choi, tepatnya -lee choi-, mulai dari petinggi ,kerbat , tetangga, idol juga sahabat sahabat kakak ku , dan saudara saudara ayah ku setelah jenazah di kemas dalam peti sebelum di berada di pusaran
🐍🐍🐍🐍
Yoon gi berlari dengan cepat diantara lainnya dirinya merasa khawatir dengan keadaan sang pujaan hati
"Nara-- ya" ucap yoongi saat menemukannya yang menangis histeris
Yoon gi menghampiri nara yang berada di dekat peti sekaligus memberi penghormatan terakhir.
"Oppa..." ucap nara dalam tangisan
Yoongi berusaha memeluknya memberi ketenangan dan kesabaran
"Sudah jangan menangis , appa mu sudah tenang dia sudah bahagia disana"
"Tapi aku tidak kuasa oppa melihatnya..hiksss, aku baru saja tinggal disini dan sekatang sudah di tinggal pergi"
"Aku tau,, tapi mungkin ini yang ter baik untuknya," ucap yoongi mengusap puncuk kepalanya
Keduanya disaksikan semua pasang mata yang terkejut termasuk para sang member dari bangtan boys,
"Nara...sudah kau jangan menangis, kau harus kuat" ucap yoongi lagi
Nara masih diam menangis,
Tak lama kemudian jungkook datang menghampiri keduannya
"Nara-ya ..aku ikut berduka cita?"
__ADS_1
Dan kini jungkook menatap yoon gi
"Hyung ayo...kita harus pergi " ucapnya
Walaupun berat yoon gi melerai pelukan diantara mereka,apalagi nara belum sama sekali dalam keaadaan tenang, dirinya harus melakukan
"Nara-ya aku harus pergi,, kau harus tetap kuat menhadapinya jangan putus asa, kau masih punya keluarga" ucap yoongi sebelum melangkah pergi..
"Sekarang aku harus pergi, jaga dirimu baik baik, kabari aku jika ada sesuatu",,ucap yoongi melenggang pergi ,dan nara hanya diam menatapnya
"Nara--" ucap jiyoung yang tiba tiba datang
"Kau baik baik saja kan" --ucapnya kemudian, sedangkan yang ditanya sendari tadi diam menatap yoon gi
Pandangan jiyoung pun mengikuti pandangan nara yang tertuju pada seorang lelaki,
Jiyoung merasa kaget karna nara tiba tiba memeluknya sambil menangis
"Sudah jangan menangis.. Akuada untuk mu, kau harus kuat menghadapinya"
- tenang saja nara aku akan selalu ada untukmu di masa sulitmu ini, terlebih aku akan menggantikan dia di sisimu__batin jiyoung
🐍🐍🐍🐍
Jiyoung .... Nyonya choi (crhistinara) mengetahui lelaki itu karna dia memperkenalkan diri saat dirinya (ny. Choi) menghampiri nara berpelelukan dengan seorang lelaki, yang berbeda dari sebelumnya, lelaki yang pertama nyonya choi mengetahui siapa pemuda itu, karna tak ayal dirinya sangat populer saat ini.
Dan sekarang nyonya choi melangkahkan kakinya menuju taman tempat nara dan jiyoung
"Nara-- ayo tidur, ini sudah malam,, kasihan jiyoung nya juga butuh istirahat" ucap nyonya choi
Namun nara tetap diam berada dipelukan jiyoung.. Jiyoung sedikit melerai pelukannya melihat keadaan nara karna tak mendapat respon untuk eommanya
"Imo...ternyata nara sudah tiur dari tadi" ucap jiyoung pada nyonya choi
"Ah....jiyoung-ah tolong antarkan dia kekamarnya" ucap nyonya choi (crhistinara)
"Nee..imo" _jiyoun mengangguk (tante/ibu)
Setelah mengatakan itu jiyoung mengangkat tubuh nara ala bridalstyle, sedangkan nyonya choi memantaunya dari kejauhan.
.
__ADS_1
.
sampai dikamar nara jiyong meletakannya dengan perlahan karna takut membangunkannya, dan setelah itu jiyoung pergi keluar sambil menutup pintu kamar nara.
Jiyoung awalnya hendak pulang namun langkah kakinya berhenti karna dirinya mendengar suara rintihan dikamar sebelah nara.
Jiyoung tau itu kamar seung hyun dan berniat untuk menghampirinya,
Ia membuka pintu dengan perlahan mendapati seung hyun yang memeluk sebuah bingkai foto dengan tertunduk.
--kasian sekali hyungku dia benar benar merasa kehilangan sang ayah kali ini..__batin jiyoung
Langkah jiyoung mendekati tubuh seung hyun dan duduk di sisi hyung nya itu,
"Hyung, sudah kau tak boleh begini, iklaskan appamu" ucap jiyoung menepuk bahu seung hyun
"Kau tidak tau, bagaimana rasanya kehilangan orang yang amat disayangi"__ucap seung hyung dengan suara bergetar menahan untuk tidak menangis kembali
"Aku tahu hyung, tapi stidaknya pikirkan kondisi mu" ucap jiyong kemudian
Dan seung hyun hanya diam, mungkin jika semua orang melihat kelakuan seunghyun akan berkata bahwa dirinya cengeng seperti anak kecil, tapi seung hyun sendiri tak bisa dipungkiri bahwasannya memang dirinya merasa sakit, dan moodnya ancur ketika orang yang di sayangi pergi untuk selamanya.
Tak lama kemudian suster pun datang menghampiri mereka berdua dengan membawa beberapa butir pil dengan segelas air putih
"Tuan..ayo minum obatnya, dari tadi siang tuan belum meminumnya" ucapnya
"Aish..hyung, apa yang kau lakukan?," ucap jiyoung dengan kesal
"Aku tidak nafsu untuk menelan apapun jiyoung-ah" ucapnya
"Aku tau ini sangat berat untuk mu, tapi janganlah kau menyiksa dirimu sendiri"__ucap jiyoung yang tak habis pikir
"Ayo sekarang hyung kau minum obatnya lalu tidur" lanjut jiyong sambil mengambil obat dari suster dan memberikannya pada seung hyun
Seung hyun menurutinya perkataan jiyoung ada benarnya walaupun pada kenyataannya dirinya sulit untuk menelan obat itu.
"Sudah ayo sekarang kau tidur"__jiyoung yang mengambil bingkai foto itu dan meletakkannya di atas nakas,
Lagi lagi seung hyun menurutinya dan lagi tak bisa dipungkiri tibuhnya sudah lelah karna menangis dalam diam sedari tadi.
"Hyung..aku pulang, kau harus kuat" ucap jiyoung setelah seung hyun dalam kondisi yang baik
__ADS_1
Jiyoung melangkahkan kakinya bersama sang suster yng di beri instruksi untuk meninggalkan tuannya beristirahat..
🐍🐍🐍🐍