
Hari hari ku menjadi lemah karna tak ada seorang kakak yang biasa membuatku tertawa lepas ataupun bertengkar.
"Hay...?" sapa seseorang di depanku
Aku mendongak melihat siapa yang menyapaku,
"Ye...ada apa kookie-ya?" tanyaku pada lelaki yang selalu menjadi temanku saat dikampus
"Tidak, bagaimana kondisi opp mu?" ucapnya , ini kali kedua orang yang menanyakan pertanyaan seperti Itu,dan jawaban yang serupa pun aku katakan padanya
Dia. Memangut mangut,tanda paham, "kau sudah makan?" tanyanya kemudian dan aku menjawab dengan gelengan kepala, itu memang faktanya, Karana beberapa hari kebelakang nafsu makan ku berkurang, dan tak lain lagi karna alasan kakakku, bahkan jiyong oppa selalu memaksakan semua makanan agar masuk ke mulut ku,
"Yasudah..ayo pergi makan dulu sebelum kelas berlangsung"
Aku melirik jam tangan yang berwarna biru senada dengan baju yang ku kenakan saat ini dengan jeans black..ada waktu lima belas menit lagi sebelum masuk kelas, akupun mengiyakan ajakan golden maknae itu,
Sampai dikantin jungkook memesankan ku makanan dengan porsi yang yang sesuai dengan 4 sehat 5 sempurna, mulutku sekarang sudah terbiasa dengan makanan khas korea,tapi kadang aku merindukan makanan khas indonesia seperti rendang yang biasanya aku makan seminggu 3 kali. Jika bukan anjuran dokter dan larangan kakakku mungkin aku akan memakannya setiap hari ,karna saking doyan nya.dan mungkin tubuhku akan akan membesar setiap harinya😂
Aku menatap makanan itu, sedangkan jungkook sudah mulai melahap makannya
"Ayo dimakan, jangan diliatin mulu nanti dia malu" ucap jungkook mencoba menghibur ku mungkin karna dia menyadari ekspresi wajah ku.
Aku tersenyum lalu satu persatu menyuapkan makanan itu ke mulut ku. Walaupun terpaksa
Pikiran ku seketika teringat pada pertanyaanku yang di tunjukan untuk jungkook
__ADS_1
"Kookie-ah..kau tau bukan universitas ini banyak jurusannya sesuai keinginan kita" tanyaku di sela sela makanku
Dia mengagguk menatapku
"Ah..aku hanya ingin bertanya kenapa kau memilih jurusan Kedokteran sedangkan kau sendiri seorang idol yang harus berkecimpung di dunia art" lanjutku
Jungkook tersenyum simpul
Lalu meletakan kedua sumpitnya dan mengambil minum, setelah menuguk ia berkata
"Aku hanya ingin mencoba ,hal yang baru, siapa tahu ketika aku sudah tidak berkecimpung lagi di dunia hiburan aku bisa menggangti profesiku menjadi seorang dokter yang bisa melayani orang yang membutuhkan"
Aku mengangguk paham, memang tak ada salahnya jika mencoba hal yang baru
"Oh,, nara-ya boleh kah aku minta nomor handphone mu?" tanyanya sambil mengunyah makanan
"Tidak, hanya untuk disimpan saja siapa tahu,nanti kau membutuhkan bantuan ku, atau sebaliknya"
"Ouh..." aku mengangguk paham karna memang benar aku kan kuliah dan sekelas dengan Jungkook siapa tau yang di bicarakan jungkook terjadi nantinya, akupun memutuskan memberinya ,
"Gomawo" ucapnya tersenyum
"Nee"
"Oh.yah kau masih ingat dengan jimin?" tanya nya kemudian
__ADS_1
"Jimin?" aku tampak berfikir mengingat karna nama itu tak asing d telingaku.
Maklum aku bukan seseorang yang suka mencari tau tentang orang lain, semua hanya sekedar tau,itupun hanya sebagian.
"Oh iyah..kenapa?"
"Dia meminta nomor mu, boleh aku memberinya"ucap nya
Aih kenapa meminta nomorku , bukannya gadis dikota seoul banyak yah-batinku
"Ah. Iya, tapi sudah jangan di berikan pada siapapun lagi" ucapku kemudian
"Baiklah" ucapnya
"Nara--ya apa kau memiliki kekasih?"lanjutnya
"Aniyeo, aku belum pernah sma sekali," ucapku
"Jinjaneo?" ucapnya tak percaya karna menujukan dengan ekspresi mata membulat spontan
Aku mengagguk menjawab pertanyaan yang ia berikan dengan senyuman
"Apa kau bercanda nara ya" ucapnya lagi
"Itulah kenyataanya aku masih asing dengan pacaran," ucapku
__ADS_1
Setelah itu aku dan dia mengobrol tentang kehidupan ku di indonesia, memberi fakta tentangku kepadanya,,karna ku pikir dia bagus untuk dijadikan sebagai sahabat..
.