
Setelah menempuh perjalanan selama hampir lima jam dengan jarak 4.510 km.aku dan kakakku tiba di bandara seoul city
Aku berjalan beriringan dengan kakakku, dan bepergangan tangan dengannya, layaknya sepasang kekasih..
Tapi tiba tiba tangannya terlepas dari genggaman ku, dan kemudian merogoh sakunya mengambil handphone nya yang berdering
Aku pun menatapnya dan kembali berjalan beriringan dengannya dan kakakku masih bergandengan dengannya karna kakakku menggunakan tangan kirinya untuk mengangkat telpon yang entah dari siapa karna yang terdengar cuma jawaban "nee,nee" saja.dan kemudian meletakan kembali di sakunya
"Ayah tadi nelepon, katanya urusan kepindahan kamu ke sini, sudah selesai,dan kamu resmi jadi warga negara korea" ucap kakakku tiba tiba
"Oh , yah." ucapku kelewat girang,karna tak menyangka hal ini akan terjadi, walaupun ada rasa sedih tapi mau bagaimana lagi.
"Iyah..sama seperti ku, kamu seutuhnya tinggal disini, dan kamu tidak lagi terdaftar jadi WNI" ucapnya kemudian yang menatapku dan terlihat terkejut melihat ekspresi wajah ku dan berkata " kenapa"
"Aku hanya sedih..sebagian masa kecilku tinggal di Indonesia, dan sekarang aku sudah besar aku tinggal disini,lalu bagaimana dengan mamah nanti" tanyaku yang benar benar sedih
Kakakku mengusap punggungku,mencoba memberi ketenangan" sudah mamah, bilang dia akan mengunjungi kita sewaktu luang setiap tahunnya"
Aku hanya diam berharap perkataan yang dikatakan kakakku benar
-aku harap takdir disini berdpihak padaku?-batin nara
"Sudah ayo cepat ..kita cari mobil supir yang di tugaskan ayah, dan ayah sudah menunggu kita di rumah" ucap kakakku yang menarik Lengannku,dan aku mengikutinya
Dan saat menuju mobil suruhan ayahku, mataku tertuju pada kerumunan orang yang berteriak histeris entah kenapa
"Iyu?..itu kenapa?"
__ADS_1
"Hah..entah lah mungkin ada seorang idol atau aktor?" ucap kakakku yang melihat yang aku maksud
Memang aku mendengar kerumunan itu berteriak memanggil nama seseorang dengan histeris
Dan Aku masih menatapnya,dalam langkahku karna penasaran siapa yang di kerumuni orang orang itu,
"De itu suruhan ayah, ayo cepat" ucap kakak yang terburu buru menghampiri orang itu
Aku tersentak lalu pergi mengikuti arah kakakku yang terburu buru
"Ka.. itu bukannya idol BTS yah?" tanyaku saat berada di perjalanan pulang, mobil ku bersejajar dengan mobil yang ku kira berisikan anggota BTS karna ada salah satu dari mereka yang ingat wajahnya selepas streaming di perjalanan tadi, dan aku bisa mengetahuinya karna jendela mobil itu terbuka,..
Kakakku ikut melihatnya ,memastikannya sebelum menjawabnya
"Iyah, itu member BTS"
"Eh.kakak...apa apaan sih," ucapku yang jelas marah dengan kelakuan kakakku, kan sayang baru lihat idol korea
"Jika kau menatap mereka terus..maka kau akan terkena masalah dengan Mereka" jelas kakakku
"Kenapa bisa begitu, apa salah ku" tanya ku heran
"Haihs....jika kau terus menatapnya maka kau akan di sebut Sasaeng"
"Apa Sasaeng itu?"tanya ku yang baru mendengar istilah itu
"Sasaeng itu orang ..yang mereka pikir mengikuti mereka dengan tujuan mengetahui segala aktivitas nya,ataupun hal pribadi mereka dan di jual pada Sasaeng lainnya untuk mendapat uang..mereka itu terobsesi pada idol mereka,dan jika sampai ketahuan maka akan berusan dengan polisi"
__ADS_1
Aku terkejut dengan apa yang kakakku katakan, karna tak menyangka hukuman yang diberikan untuk seorang penguntit.
Mobilku masih sejajar dengan mobil mereka namun berbeda ini mobil yang pertama melaju, entah siapa aku tidak tahu di dalamnya, tapi mereka juga sama membuka kaca mobil mereka, Dari dalam aku juga melihat diantara mereka ada yang menatap mobilku, hingga akhirnya mobilku melaju meninggalkan mobil mereka yang berhenti di sebuah gedung apartemen , sedangkan mobil ku berbelok arah dari arah pemberhentian mereka.. Mungkin bisa di simpulkan apartemen mereka berhenti di awal masuk area kompleks yang akan ku tinggali, karna tak lama akhirnya aku sampai juga di apartemen ayahku dan sudah pasti disambut ayahku dengan senyuman di wajahnya seperti yang kakakku ucap
"Appa, apa kabar?" ucapku yang memeluknya
"Ah...nee appa baik, kau sendiri bagai mana?"
"Aku baik,..makasih appa sudah meluangkan waktunya untuk menyambut ku" ucapku
"Ah..nee tak apa, lagi pula appa sangat merindukanmu,oh bagaimana dengan kabar eomma mu" ucap nya yang menuntunku masuk kedalam rumah berserta kakakku yang menyeret koperku.
"Ibu baik, menitip salam untuk appa, dan juga oppa" ucapku yang melirik kakakku dan langsung diberi tatapan bingung oleh kakakku,
"Sejak kapan kau mulai memanggilku oppa, selama perjalanan kau memanggilku kakak, atau kasarnya "kau", " ucap kakak yang tak percaya
"Hey...oppa aku harus terbiasa kali ini karna aku akan menetap di korea, bukan di indonesia lagi" ucapku sambil tertawa
"Aish..bisa saja kau..dan sejak kapan mamah menitip salam untukku,kenapa kau baru menyampaikannya sekarang" ucapnya
"Ah...maaf, naneun ijjineo" ucapku yang mendapat jitakkan di kepala ku, sampai akhirnya kami berbalas cubitan(aku lupa)
Ayahku tersenyum
"Hey..sudah kalian istirahatlah,jika perlu sesuatu telepon appa, appa mau pergi untuk dinas lagi dan akan pulang nanti malam"
"Hmmmm..baiklah, sampai jumpa"ucapku yang sedikit sedih karna sudah di tinggal lagi.
__ADS_1
Setelah ayahku meninggalkan kami berdua di rumah ini aku kembali bersenda gurau dengan kakakku