The Novelist'S Secret Lover

The Novelist'S Secret Lover
39. Bertemu Nenek


__ADS_3

"Mither!" ulang Tuan Scott lagi. Tanpa basa basi dia mendorong pintu itu terbuka. Kemudian tanpa sungkan memeluk wanita paruh baya yang sedang bekerja di depan sebuah meja.


Sontak wanita itu mendorongnya. Gaby yang tiba di pintu sangat terkejut. Tuan Scott yang kuat, terlempar dan terhempas ke dinding batu. Lalu tubuhnya perlahan naik. Mata Gaby membelalak. Tuan Scott melayang di tengah rumah.


"Yer aff yer heid!" ¹) ujar wanita itu marah. Tangannya mengarah ke atas seakan sedang menahan Tuan Scott di udara.


"Mow,²) ini aku. Wingnut," ³) Tuan Scott terus bicara.


Wajah wanita itu berubah mendengar perkataannya. Diamatinya telinga Tuan Scott dengan kasar.


"Hei! Apa yang kau lakukan?" teriak Gaby yang mengira pria itu akan dibunuh. Dia masuk begitu saja.


"Bampot!" ⁴) seru wanita itu marah. Tangannya mendorong tubuh Gaby menempel dinding. Kemudian sebuah tali kain langsung membelit dan membuatnya tak bisa bergerak.


Sebelum wanita itu melakukan yang lebih buruk pada Gaby, Tuan Scott memanggilnya lagi. "Mow, jangan lakukan hal buruk padanya. dia wanitaku!" ujar Tuan Scott.


Wanita itu kembali mengamati telinga Tuan Scott. Tapi dia tak percaya begitu saja. Diambilnya pedang dan pisau besar yang dibawa Tuan Scott. Kemudian pria itu diturunkannya. Tapi, seperti juga Gaby, tubuh Tuan Scott juga langsung dililit oleh tali kain.


"Tetap di situ! Dee ye ken?" ⁵) katanya dengan mata mengancam.


"Aye." ⁶) Tuan Scott mengangguk patuh. Matanya memancarkan kegembiraan. Dia tidak terlihat ingin melepaskan ikatan tali itu.


Wanita itu mengamati pedang yang dibawa Tuan Scott dengan seksama. "Guardian!" ujarnya lirih.


"Aye!" jawab Tuan Scott lagi sambil tersenyum.


Kemudian diamatinya pisau besar Tuan Scott, setelah tak menemukan petunjuk apapun di pedang itu, kecuali tanda-tanda kematian. Di pisau dia menemukan ukiran yang dikenalnya.


Dialihkannya pandangan dan bertanya lewat matanya. Tuan Scott mengangguk sembari tersenyum lebar. "Mither," panggil Tuan Scott lagi.


"Aku akan menjelaskannya," ujar Tuan Scott. Dia tahu wanita itu ragu. Jadi hanya penjelasan yang benar yang akan diterimanya.


"Dia, jelmaan Aine," ⁷) tunjuk Tuan Scott pada Gaby.

__ADS_1


Wanita itu jelas saja terkejut. Dilihatnya Gaby dengan seksama. Kemudian menoleh pada Tuan Scott. "Guardian dan Aine. Kau kira aku percaya?" ejeknya.


"Kau mungkin lebih tak percaya lagi kalau kuceritakan hal yang lain," senyum Tuan Scott.


"Aku sedang sibuk. Tak punya waktu untuk omong kosong!" ujar wanita paruh baya itu. Tangannya terangkat ke atas. Siap untuk melakukan apapun yang dia mau terhadap dua orang yang tak berdaya.


"Dinnae!" ⁸) teriak Tuan Scott dengan suara menggelegar. Kau akan menyesalinya!" tambahnya lagi.


"Hanya dia harapanku untuk meneruskan garis keluarga kita," ujarnya tajam.


Wanita itu terlihat kebingungan. Tapi Tuan Scott mengangguk. Meyakinkan apapun yang mungkin sedang dipikirkan olehnya.


"Aku keturunan terakhir keluarga kita! Aku datang dari masa ratusan tahun di depan! Aku putra Angus dan Bonnie," jelas Tuan Scott. Matanya menunjukkan bahwa itu benar.


Wanita paruh baya itu menatap nanar pada Tuan Scott kemudian menghambur ke arahnya sambil membuka tangan.


Segala tali temali yang melilit Tuan Scott seketika terlepas. Dan dia seperti anak kecil yang juga menghambur ke pelukan wanita paruh baya berpakaian kuno itu.


Gaby hanya melihat kedua orang itu bertangisan dan sedikit melupakannya. "Haloo ... Tuan Scott. Kuharap kau tak melupakanku," sindirnya yang merasa diabaikan.


Sebelah tangan wanita itu melambai. Seketika tali temali yang menjerat Gaby terlepas. Kemudian melepaskan pelukannya dari Tuan Scott sambil menyusut air matanya. Tangan Tuan Scott ditariknya dan diajak untuk duduk di bangku kayu usang di tengah rumah. Tuan Scott mengajak Gaby ikut duduk, lalu memperkenalkan wanita itu pada Gaby.


"Ini nenekku. Ibu dari ayahku," ujarnya.


Gaby hanya mengangguk, karena tak tahu harus berkata apa. Bahasa mereka tak terlalu dimengertinya.


"Mow, kami sudah dua hari tak makan, Aku terus melintasi bukit Urquhart setelah tersadar bahwa aku tidak berada di masaku. Aku khawatir jika ditemukan oleh mereka," jelas Tuan Scott.


Wanita itu mengangguk, Sekarang dia tak terlalu galak lagi. Dengan segera dia menyiapkan panci dan memasak sedikit kentang dan entah apa di dalamnya. Setengah jam kemudian, hidangan panas telah ada di meja.


Meski masakan itu kurang rasa, tapi Gaby memakannya dengan sangat lahap. Dia memang merasa kelaparan saat ini. Begitupun Tuan Scott. Dia juga menghabiskan isi piringnya dengan cepat. Kemudian menyodorkan piring kotor itu pada neneknya disertai dengan senyum polos.


"Apa nenekmu tinggal sendirian di sini?" tanya Gaby saat wanita itu membersihkan peralatan bekas makan.

__ADS_1


"Kakekku tewas sebagai seorang pengawal ketua klan. Mereka tewas dalam perang antar klan. Sejak itu nenek tinggal di sini sendirian," jawab Tuan Scott.


"Ayahmu tidak tinggal di sini?" tanya Gaby lagi.


Tuan Scott menggeleng. "Panjang ceritanya," ujarnya. Tapi tidak ingin melanjutkannya. Jadi Gaby tidak mendesak.


"Jadi, kalian ingin mencari jalan kembali ke tempat asal kalian?" wanita itu ikut duduk bersama Tuan Scott dan Gaby.


"Ya. Itu lebih aman bagi dia. Meskipun di sana dia masih juga dikejar oleh para guardian lain, tapi setidaknya aku tak harus menghadapi permusuhan klan seperti sekarang!" ujar Tuan Scott.


Wanita paruh baya itu mengangguk mengerti. "Biar kupikirkan dulu caranya. Sementara kalian tinggallah di sini!" perintahnya,


"Aye!" jawab Tuan Scott cepat.


Karena tak punya pilihan lain, Tuan Scott dan Gaby beristirahat di rumah itu. mereka berharap nenek tua itu berhasil menemukan cara agar mereka bisa kembali ke masa depan.


******


Keterangan:


¹) Bahasa Scott untuk You off your head \= kau gila.


²) Mow untuk Mom \= ibu.


³) Wingnut \= julukan untuk orang yang bertelinga besar.


⁴) Idiot


⁵) Do you understand? \= Kau mengerti?


⁶) Aye bahasa Scott untuk Yes \= Ya.


⁷) Aine: Dewi kesuburan bangsa Scott kuno.

__ADS_1


⁸) Dinnae \= Don't \= jangan.


__ADS_2