The Novelist'S Secret Lover

The Novelist'S Secret Lover
90. Evander Keane Sutherland


__ADS_3

Malam itu para highlander hampir tidak tidur. Ternyata, mempersiapkan keperluan Gaby dan si bayi merah, cukup memakan waktu.


Pukul dua dini hari, semua persiapan selesai dan mereka pergi beristirahat. Mereka harus mengisi ulang tenaga, agar luka-luka yang ada bisa segera pulih.


Martin akan ikut mengantar ke bandara, agar mereka memiliki cukup kendaraan untuk membawa semua orang. Steve akan menjemput mobil antik Tuan Scott dan menyimpan di kediamannya sementara waktu.


Pukul enam pagi. Semua sudah siap. Rumah sudah dikunci rapat dan semua ternak akhirnya dititipkan pada tetangga sebelah untuk dirawat, bergantian dengan Martin dan Steve yang akan datang secara teratur.


"Apa kau sudah selesai?" tanya Jamie pada Oliver yang baru kembali dari tepi hutan, mengambil peralatan sihir yang dipakainya untuk melindungi Gaby.


"Ya, aku meninggalkan sedikit pelindung, untuk menghapus jejak Nyonya di sini," katanya.


"Baik, mari kita berangkat. Pesawat kita pukul sepuluh," Jamie terdengar tak sabaran.


Dua mobil itu menyusuri jalanan kecil tak beraspal. Jamie mengemudi dengan hati-hati. Takut nyonya dan tuan mudanya merasa tak nyaman.


"Boleh aku tahu kenapa kau terlihat sangat buru-buru?" tanya Angus yang berada di mobil yang sama dengan Gaby dan Oliver.


"Aku merasa Watson tidak akan membiarkan dirinya ditahan oleh pihak keamanan. Dia mungkin akan berusaha kabur karena kita sudah begitu dekat dalam jangkauannya."


Jamie mengatakan kekhawatiran yang dirasakannya sejak tadi malam. Yang dia tahu, Watson bukanlah pria yang akan terlalu sabar. Terutama jika dia yakin mangsanya sudah berada dalam genggaman.


"Aku juga berpikir seperti itu." Oliver menimpali.

__ADS_1


"Sepertinya hanya aku yang kurang peka." Angus merasa bersalah.


"Itulah gunanya tim," Gaby memberinya semangat.


"Terima kasih, Nyonya." Angus mengangguk senang. Dia tak terlalu kecil hati lagi sekarang.


Di mobil lain, Stuart bertanya pada Martin. "Aku melihat cintamu yang luar biasa besar pada Nyonya kami. Apa kau akan menyusul ke selatan, nanti?"


"Martin mengangguk dengan tegas. "Nanti bersama Steve aku akan menyusul ke sana. Tunggu beberapa waktu, hingga keadaan lebih tenang."


"Tolong jaga istriku dengan baik," tambahnya kemudian.


"Tentu. Nyawa kami untuknya dan Tuan Muda," sahut Stuart ringan, tanpa perlu berusaha meyakinkan Martin. Suami nyonya mereka itu pasti sudah dapat melihat keseriusan tekad mereka.


"Saking buru-burunya kita berangkat. Hal sepenting itu lupa kita tanyakan." Duncan menggeleng menyesali.


"Biar kuhubungi Angus untuk menanyakan pada Nyonya apakah sudah mempersiapkan nama untuknya." Stuart menelepon Angus dari mobil belakang.


"Nyonya, Stuart bertanya, apakah Anda sudah mempersiapkan nama untuk Tuan muda kami?"


Angus menyampaikan pesan Stuart pada Gaby. Mendengar itu, barulah Gaby menyadari bahwa dia melupakan beberapa hal penting.


"Sebaiknya Anda siapkan nama untuk Tuan Muda, Ma'am. Sesampainya di bandara, saya akan menghubungi Pengacara Thomas Menzies dan mengabarkan kelahiran putra Tuan Scott."

__ADS_1


Jamie juga baru teringat akan hal penting itu. Tomas Menzies harus segera menyiapkan surat penyerahan warisan bayi mungil itu. Warisan yang akan dipercayakan pengelolaannya pada Gaby.


"Hemm ...." Gaby terlihat berpikir dengan serius, untuk mencari nama bagus bagi putranya.


"Bagaimana kalau Evander Keane Sutherland?" tanya Gaby. "Aku akan memanggilnya Baby Keane." Gaby menatap bayinya penuh kasih sayang.


"Itu nama yang bagus, Ma'am." Jamie dan Angus menjawab nyaris bersamaan. Oliver mengangguk setuju.


"Baik, nama itu saja untuknya." Gaby mengangguk senang.


"Baik, Ma'am. Nanti saya katakan pada Tuan Thomas Menzies," putus Jamie Mac Kay. Sekarang urusan dengan pengacara sudah dianggapnya selesai.


"Kita sudah hampir sampai, Ma'am." Jamie memberi tahukan.


"Oke." Gaby memperbaiki posisi baby Keane agar tetap nyaman berada dalam gendongannya.


"Bantu Nyonya membawa perlengkapan Tuan Muda Keane!" perintah Jamie pada Angus.


"Berikan pada saya tas itu, Nyonya." Angus menunduk ke arah depan, untuk menjangkau tas perlengkapan milik Baby Keane.


Jamie membantu dengan meraih tas yang cukup jauh dari jangkauan Angus.


"Hati-hati!" seru Oliver mengingatkan.

__ADS_1


*******


__ADS_2