The Novelist'S Secret Lover

The Novelist'S Secret Lover
62. Malam ke Dua


__ADS_3

Jamie Mac Kay menemani Gaby memilih meja kerja dan kursi yang diinginkannya. Kemudian membeli wall paper untuk memperindah kamar. Membeli beberapa seprei dan selimut baru untuk mengganti selimut yang sudah sangat ketinggalan jaman di dalam kamarnya.


Jamie Mac Kay tidak mengalami kesulitan sama sekali saat harus membayar semua yang dipilih Gaby.


"Pria itu benar-benar memberi uang yang banyak untuk biaya bulananku," batin Gaby.


Mereka membeli beberapa keperluan rumah lain yang menurut Gaby harus ada. Seperti sofa besar yang empuk dan nyaman di dekat perapian. Serta televisi besar untuk hiburan santai di saat bosan.


Semua pesanan mereka akan dikirim ke kediaman. Sebelum pulang, Jamie menyempatkan membeli cat rumah baru sesuai warna yang disukai Nyonya Mudanya.


"Apakah aku sudah menghabiskan semua uang bulanan kita, Tuan Mac Kay?" tanya Gaby ingin tahu.


"No, Maam. Masih ada cukup uang hingga akhir bulan. Apakah anda masih menginginkan yang lainnya?" tanya Jamie.


"Aku lelah dan ingin segera pulang." Gaby menggeleng. Disandarkannya tubuh pada jok mobil dan mencoba mengistirahatkan kakinya yang lelah dan punggungnya yang sedikit sakit.


"Anda bisa beristirahat, Maam. Saya akan menyetir dengan hati-hati," janji Jamie Mac Kay.


"Hemm ...." Hanya deheman Gaby yang terdengar sebagai balasan Jamie.


Pria itu menyetir dengan sangat hati-hati. Kelihatan jelas dia sangat mengkhawatirkan Gaby yang sedang hamil muda.


"Seingat saya, dulu di sekitar sini ada sebuah klinik kecil. Anda bisa memeriksakan kehamilan di sini."


Melihat Jamie mencari-cari klinik yang disebutnya di kiri kanan jalan, Gaby ikut memperhatikan juga plang-plang nama yang dipasang di atas tiap pertokoan pinggir jalan.

__ADS_1


"Apakah maksudmu klinik yang itu?" tunjuk Gaby ke sisi kiri jalan.


Jamie ikut melihat tempat yang ditunjukkan Gaby. Kemudian dia mengangguk. "Ya, Maam, Itu klinik yang saya maksud," jawabnya.


Gaby membaca bagian apa saja yang tersedia di klinik. Dan memang benar bahwa ada dokter kandungan di klinik itu selain dokter gigi dan dokter umum.


"Aku jadi lebih tenang melihat ada pusat medis kecil di sini," komentar Gaby senang.


*


*


"Anda bisa beristirahat, Maam. Saya akan menunggu kiriman barang yang kita beli tadi," Jamie Mac Kay sudah membuat keputusan.


Saat petang Gaby terbangun, Semua barang pesanan sudah sampai. Beberapa barang sudah ditata oleh Jamie Mac Kay. Sisanya menunggu Gaby bangun dari tidur.


"Apakah ini semua milikku? tanyanya.


"Yes, Maam. Anda bisa mengatakan pada saya di mana mau meletakkan barang-barang yang anda pesan," kata Jamie.


"Terima kasih Tuan Mac Kay," katanya. "Saya ingin menata kamar saya sekarang,"


Jamie Mac Kay mengangguk ringan.


Keduanya menata ulang warna dinding kamar dengan wall paper. Hingga pukul delapan malam barulah semua pekerjaan rumah di kamar Gaby selesai.

__ADS_1


Wanita itu bersorak dan mengangkat tangannya ke atas, karena merasa puas, "Warna dan hiasan tambahannya sangat bagus," puji Gaby.


"Terima kasih untuk bantuanmu, Tuan Mac Kay," kata Gaby tulus.


"Itu kewajiban saya, Maam." balas Jamie Mac Kay.


"Tetap saja. Tanpa bantuan anda, maka pekerjaan ini pasti lama baru selesai," balas Gaby.


Malam kedua Gaby di rumah itu. Belum banyak kegiatan produktif yang dikerjakannya. Baru menata ulang isi rumah yang berserakan.


Jamie menyiapkan makan malam. Dia sengaja melebihkan dua piring sebelum masa istirahat masuk. Itu untuk jatah tempat makanan kucing.


"Aku akan langsung istirahat setelah selesai makan," kata Gaby.


"Yes, Maam," angguk Jamie menjawab kata-kata Gaby.


"Jangan khawatir, Maam. Anda masih punya waktu untuk melihat dan berkenalan dengan banyak orang desa atau kota kecil itu." Jamie menyemangati wanita muda itu.


"Baik. Besok kita lanjutkan membersih-bersihkan semua yang kotor." Gaby menanggapi Jamie yang sedang menyuap makanan ke mulutnya.


"Hari kedua yang melelahkan ini akhirnya selesai juga," Batin Gaby sedih.


"Jangan bersedih, Maam. Anda akan dapat beradaptasi dengan lingkungan di sini." ujar Jamie


*****

__ADS_1


__ADS_2