
"Kondisi Anda dan bayi cukup baik. Tapi tidak boleh terus bersembunyi seperti ini. Cobalah sesekali keluar untuk berjemur matahari. Itu akan sangat bagus untuk daya tahan," saran Dokter Steve.
"Kau sangat tahu bahwa itu tak mungkin, Dok. Tuan Mac Kay melakukan hal ini juga demi keselamatan kami," ujar Gaby beralasan.
"Ayahku akan membantu anda, Nyonya," kata dokter itu yakin.
"Kau sangat mempercayai ayahmu, Dokter Steve. Apa dia memang sebagus itu?" tanya Gaby.
"Selama tiga ratus tahun usia saya, belum pernah ada penyihir lain yang dapat mengungguli ayah, Nyonya." Steve membongkar sedikit rahasia hidupnya.
"Tiga ratus tahun? Sapa yang mengira pria muda di depan saya ini sudah melihat banyak hal di dunia ini. Maukah anda menceritakan pegalaman anda kapan-kapan?"
Steve mengetahui bahwa Gaby sedang berbasa-basi. Jika dia salah menjawab, maka Jamie mungkin akan langsung menariknya pergi tanpa pernah punya kesempatan untuk bertemu lagi dengan Sang Dewi yang hanya didengarnya dalam mitos.
"Menceritakan masa lalu itu tak selalu menyenangkan, Nyonya. Baiknya kita bicarakan tentang masa depan putra anda yg terpilih ini," balas Steve bijak.
Gaby terkekeh kecil. "Kau orang yang sangat berhati-hati, Dokter."
"Dengan cara itu pula saya dan ayah bertahan hidup," senyum dokter Steve. Pria itu membereskan peralatannya kembali ke dalam tas.
"Jika diijinkan, saya akan kembali dua minggu lagi. Jadi anda tak perlu pergi memeriksakan diri ke klinik desa," ujarnya. Dikeluarkannya beberapa macam vitamin untuk dikonsumsi Gaby selama dua minggu.
"Oke." Gaby mengangguk, menerima vitaminnya. "Aku juga ingin bertemu dengan ayahmu," kata Gaby lagi.
__ADS_1
Jamie berdiri dan siap untuk mengantar Steve kembali ke atas.
"Baik ... saya pamit, Nyonya." Steve menundukkan tubuhnya sedikit dengan sopan. Lalu mengikuti Jamie Mac Kay menemui ayahnya yang berjaga di atas.
"Apakah aku bisa bertemu dengan Nyonya?" tanya Oiver penuh harap saat melihat Jamie muncul.
"Ya Nyonya ingin bertemu dengan ayah." Steve menyahut cepat mendahului Jamie yang baru membuka mulut.
"Benarkah?" Oliver tak menutupi rasa senangnya. "Bawa aku menemui Nyonya."
Jamie mendengus. "Kau tunggu di sini!" tegasnya pada Steve.
"Tentu saja. Aku tak akan beranjak satu inchi pun."
Jamie berbalik dan kembali masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Steve di beranda. Dia mengantar Oliver bertemu dengan Gaby.
"Kau yakin dengan hal itu? Menjadi orangku mungkin bisa membuatmu tewas, Tuan Stout." Gaby menguji pria tua itu.
"Hidup panjang tidak seindah yang anda kira, Nyonya." Oliver tersenyum lebar. "Jika hidupku yang sial ini berakhir karena melayani Anda, aku akan merasa sangat puas," katanya tegas.
"Bagaimana jika aku bukanlah orang yang kau kira, Tuan Stout?" tanya Gaby.
Oliver Stout menggelengkan kepalanya keras-keras. "Tidak! Anda memang yang saya cari selama ini!" jawabnya yakin.
__ADS_1
"Apa yang membuatmu yakin?" selidik Gaby. Dia belum merasa puas dengan jawaban pria itu.
"Saya kesulitan menjelaskannya dengan kata-kata. Tapi hati dan firasat saya dibimbing ke sini oleh mimpi. Perasaan yang sangat kuat muncul ketika saya sampai di kota."
Gaby mengangguk-angguk mendengar penjelasannya. Namun dia tak berkomentar. Seakan memberi kesempatan pada Oliver untuk menambahkan penjelasannya yang mungkin belum selesai.
"Takdir mempertemukan saya dengan Tuan Mac Kay. Meskipun caranya tak msuk akal, namun akhirnya kita bertemu juga. Dewa sudah mengatur semuanya." Oliver mengakhiri penjelasannya.
"Baiklah. Sekarang apa yang ingin anda lakukan, Tuan Stout?" Akhirnya Gaby sampai pada pokok masalah.
"Saya akan membuat ritual dan mantra sihir yang berpusat di sini. Itu akan menjadi pelindung yang lebih baik lagi dari pada yang saya lakukan tadi malam," ujarnya.
"Apakah semua persyaratannya tersedia?" tanya Gaby. Dia ingat bagaimana nenek Tuan Scott membutuhkan banyak sekali bahan saat mengirim mereka kembali dari masa lalu.
"Ada! Entah bagaimana, semua persyaratan itu sudah terkumpul sejak lama. Seakan memang dipersiapkan untuk hari ini." Oliver menunjukkan tas ransel besar yang disandangnya di punggung.
"Baik. Lakukanlah hal yang kau anggap perlu utuk melindungi tempat ini dan bayiku!" perintah Gaby.
"Akan saya lakukan yang terbaik, Nyonya. Anda bisa beristirahat dengan tenang." Oliver sudah selesai dengan pertemuan itu.
"Kata Steve, Nyonya harus bisa berjemur matahari sesekali. Apakah kau bisa membuat perlindungan yang tidak akan menyebarkan aromanya ke luar tempat ini?" tanya Jamie.
Pria tua itu berpikir sejenak. "Bisa!" jawabnya kemudian. "Akan kubuat seperti itu. Jadi kesehatan Nyonya tidak akan terganggu."
__ADS_1
"Bagus! Kerjakanlah dengan cepat, agar aku bisa tenang, perintah Jamie Mac Kay.
*******