
Malam itu di kaki gunung. Stuart yang sedang memanggang daging untuk makan malam, langsung menegakkan tubuh. Dia merasakan kehadiran Highlander Pelindung lain dalam jarak beberapa kilometer dari tempatnya beristirahat.
Namun dia sama sekali tidak bermaksud beranjak dari tempat itu. Tangannya tetap membolak-balik daging agar matang dengan merata.
Dengan santai dia menikmati irisan daging panggang berbumbu sederhana dengan kentang yang juga hanya dipanggang di dalam bara.
"Apa yang dilakukan seorang pelindung di kaki gunung yang sepi?" sapa seseorang dengan suara keras.
"Menikmati alam dan kebebasan adalah hal yang paling nikmat," sahut Stuart.
"Apakah kau sedang meninjau tempat untuk membuka kafe?" Pria yang menyapanya duduk di sebelah Stuart,
"Untuk menjamu para rusa dan binatang hutan?" timpal Stuart tertawa.
"Apa kabarmu? Sangat lama kita tak bertemu," tambahnya sambil menyodorkan secangkir minuman hangat dari teko.
"Yah ... Sejak pertarungan terakhir kita seratus tahun yang lalu!" pria asing itu meniup-niup cangkirnya agar lebih cepat dingin.
Stuart tersenyum. "Kau mulai lamban. Daging dan kentang panggangnya sudah habis!" sindir Stuart.
"Apa perlu kita menguji ketajaman pedang lagi agar tahu siapa yang sebenarnya lamban?" tantang orang itu.
"Kau masih penasaran!" Stuart tertawa dan menyandarkan tubuhnya ke batang pohon. Seakan tantangan bertarung itu tak menarik perhatiannya.
"Jika bukan ingin turun gunung, untuk apa kau ikut-ikutan ke sini?" selidik pendatang itu.
"Bonnie ¹) , aku manusia bebas, bisa pergi ke mana pun untuk melihat keindahan alam atau sedikit keramaian!" Stuart berkilah.
"Kau sungguh hanya datang melihat?" tanya Bonnie tak percaya. "Dan berhentilah memanggilku Bonnie! Namaku Kerr, Elliot Kerr!" tegas Bonnie.
Stuart tertawa ringan. "Bukankah sudah seperti itu aku memanggilmu sejak kita masih menjadi manusia-manusia biasa?"
"Itu dua ratus tahun yang lalu!" protes Elliot.
"Tapi kau memang terlalu tampan!" Stuart masih bersikeras dengan panggilannya itu.
__ADS_1
"Stuart Grant, kau memang sangat menjengkelkan!" Elliot meletakkan cangkir di atas rerumputan dan segera berdiri. Tangannya segera menjangkau sarung pedang di punggung.
Namun Stuart bergeming. Dia hanya menggelengkan kepala melihat sikap Elliot yang cepat sekali tersinggung bahkan untuk urusan kecil.
"Kau masih saja cepat tersulut api. Aku mengatakan kau tampan untuk memujimu. Dan memang itu kenyataannya. Apakah ada yang mengatakan sebaliknya?" tanya Stuart.
"Huh!" Elliot kembali duduk dan meraih minumannya lagi.
"Apa kau ada mendengar tentang Dewi Aine?" tanya Elliot.
"Watson memastikan kita semua mengetahui tentang Sang Dewi. Lalu kenapa? Apa kita juga harus patuh padanya dan berbondong-bondong mengantar nyawa?" dengus Stuart tak senang.
"Bagaimana kau yakin tentang itu?" selidik Elliot.
"Karena aku sudah pernah bertemu dengan Sang Dewi di Glasgow! Scott Sutherland sudah memilikinya! Itu sebabnya Watson menantang dan membunuhnya dalam pertarungan hidup dan mati!" jelas Stuart.
"Kau sudah bertemu dengannya? Kenapa tidak kau rebut dia?" Mata Elliot membesar, tak percaya jika Stuart sebodoh itu.
"Bukankah sudah kukatakan bahwa dia milik Scott Sutherland!" Stuart memandang heran pada Elliot yang tidak memperhatikan penjelasannya.
"Diamlah! Dia sudah mati dan tenang di sana. Dan aku adalah pria setia!" sahut Stuart bangga.
"Kau hanya bodoh!" ejek Elliot.
"Bodoh karena cinta, jauh lebih indah dari pada dibodohi Watson untuk menyabung nyawa, lalu dia yang mengambil keuntungan!" Stuart tetap pada pendiriannya.
"Aku menyerah menasehatimu!" Elliot membaringkan tubuhnya di tumpukan daun kering yang sudah diatur Stuart.
Kedua teman lama itu tertawa kecil. Mereka masih berbincang tentang hal-hal lain sebelum kantuk menyerang.
*
*
"Bangun, Bonnie. Apakah kau membawa orang lain ke sini? Aku merasakan kehadiran beberapa Highlander Pelindung di dekat kita." Stuart mengguncang bahu Elliot.
__ADS_1
"Aku tak akan bangun sebelum kau memanggilku dengan benar!" Elliot bersikeras.
"Kau keras kepala. Mereka sudah makin dekat. Dan aku merasa mereka tidak cukup ramah!" Stuart sudah duduk dengan siaga. Akan tetapi, Elliot justru membalikkan badan dan bersikap tak peduli.
Dengan matanya yang tajam, Stuart memandang kegelapan di sekitar mereka. Dia bisa saja memilih menyingkir dengan mobilnya. Tapi rasanya tak mungkin membiarkan Bonnie menghadapi orang-orang itu sendirian.
"Ternyata ada yang lebih dulu sampai di sini!" Sebuah suara dari samping kanan Stuart terdengar.
"Bonnie, bangun!" desisnya. Matanya menyipit dan mengawasi pria yang mendekat ke api unggun mereka.
"Oh, si sangat tampan ternyata juga ada di sini. Entah kenapa aku curiga bahwa kalian punya kelainan. Sejak dulu selalu bersama-sama!" ejeknya tak sopan.
"Jaga mulutmu, Drummond!" Kali ini Elliot bagun tanpa diminta. Emosinya terpancing mendengar ejekan pria itu.
"Apa kau merasa jadi sangat jantan setelah mengejek ketampanan dan persahabatan orang lain?" Stuart bertanya dengan tenang. Dia harus mendinginkan suasana, agar Elliot tidak terpancing dan mereka tak harus bertarung hanya untuk alasan sepele.
"Seorang Highlander Pelindung hanya bersahabat dengan pedangnya!" Suara lain muncul dari balik bayang-bayang pepohonan.
Stuart makin waspada. Dia mengenal suara itu. Suara dari pria yang paling malas dia lihat. Pria paling arogan dan juga cepat panas seperti Elliot.
"Kita bertemu lagi, Mac Donnel," sapa Stuart.
Mendengar nama itu disebut Stuart, Elliot juga ikut waspada. Dua biang kerok berjalan bersama dan bertemu dengan mereka? Sungguh takdir yang tak bisa dielakkan.
"Apa kau tidak dapat merasakan kehadiranku, Tuan Grant?" suara lain menyusul munculnya satu bayangan hitam yang bersembunyi di balik batang pohon.
Untuk menutupi rasa terkejutnya, Stuart berpaling pada Elliot. "Apa kau masih ingat pada Angus Kennedy, Bonnie?"
"Tentu saja! Yang---. Aduh ...." Elliot langsung menunduk memegang perutnya dan merintih kesakitan.
Stuart menyikut perut Elliot agar dia tidak mengejek pria itu. Tiga orang di hadapan mereka adalah musuh yang belum dapat diketahui siapa yang akan menang jika mereka bertarung.
******
Keterangan:
__ADS_1
¹) Bonnie : cantik atau tampan.