Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
99


__ADS_3

Alan menghentikan mobilnya didepan markas Ravestrack disana sudah banyak motor sport yang terparkir rapi di depan markas.


"Nona, sudah sampai. Apa nona mau saya tunggu disini atau tidak?" tanya Alan menoleh ke jok belakang.


"Tidak perlu Alan, kamu pulang saja nanti saya pulang sama suami saya"


"Baiklah nona, hati-hati kalo gitu saya pamit pulang" pamit Alan kepada nona muda nya.


"Hm, terima kasih Alan" Hana pun keluar dari mobil dan Dasha juga mengikuti langkah kaki Hana.


Setelah itu Alan langsung pergi dari markas meninggalkan nona muda dan temannya yang baru saja ia antar.


"Ayo, masuk" ucap Hana menoleh ke Dasha.


"Gue gugup kak, ini pertama kalinya gue bisa ke markas Ravestrack" gugup Dasha bisa berkunjung ke markas geng motor impiannya.


Hana terkekeh pelan terlihat lucu wajah Dasha sekarang."Tenang ada kakak gak usah gugup gitu, nanti kakak kenalin sama teman-teman kakak semua yang ada didalam"


"Baiklah kak Hana" ucap Dasha sambil tersenyum memamerkan rentetan giginya.


Tap


Tap


Tap


Begitu mereka berdua masuk melihat pemandangan yang sangat membagongkan bagi mereka berdua.



"Ekhm" Hana berdehem menatap tajam ke arah mereka.


Adrian, Abercio dan David menoleh ke arah sumber suara seketika mereka bertiga menyengir kuda dan melemparkan bantal ke sembarang arah.


Sedangkan Dasha bersembunyi dibalik tubuh Hana dia belum berani menampilkan dirinya di depan tiga tuyul playboy cap minyak urut.


"Heh, bu bos udah sampai" nyengir Abercio sambil garuk-garuk rambut nya.


"Bu bos mau nyari pak bos kan? pak bos ada di belakang lagi sama Kalandra bu bos" cengengesan Adrian seperti orang gila.


David sedari tadi memiringkan kepalanya melihat ke arah belakang Hana sepertinya ia melihat seseorang yang sedang bersembunyi di balik tubuh Hana.


"Hana, dibelakang lo ada kuntilanak?kok kek ada cewe rambut panjang jangan-jangan lo bawa kuntilanak ke sini ya" ucap David yang udah merinding ngeri.


Adrian dan Abercio langsung menoleh ke David dengan tatapan takut, yang benar saja masak Hana bawa setan ke sini mana disini banyak bujang lapuk entar tuh setan demen tinggal disini.


"Lo gak usah ngadi-ngadi deh, mana mungkin bu bos bawa dedemit ke sini" sambung Abercio ia juga sama dengan David takut kalo Hana benar-benar membawa setan ke sini.


"Heh, mungkin aja kan Hana udah kek malaikat maut siapa tahu dia di jalan ngajakin setan ke sini katanya banyak yang jomblo siapa tahu ada yang nyangkut" celetuk asal Adrian.


David dan Abercio kesal dengan omongan Adrian." Lo aja yang nyangkut sama tuh dedemit, biar lo ditarik sekalian ke alam kubur" kesal Abercio.


Hana yang menyimak obrolan yang tidak berfaedah itu langsung membuka suaranya. "Gue bawa temen baru buat kalian".

__ADS_1


"Nah, bener kan pasti dedemit nih" tebak Abercio.


Hana melemparkan bantal ke kepala Abercio sepertinya Abercio perlu di bawa ke bengkel las buat ngelas otak nya agar tidak miring sebelah.


"Sssh...wajah tampan begini kena lemparan hulk" gumam Abercio.


Hana menggeser tubuhnya ke kanan agar Dasha kelihatan.


Dasha berdiri dan tersenyum manis ke arah tiga tuyul playboy cap minyak urut.


Tiga tuyul playboy cap minyak urut menganga lebar melihat kecantikan cewe berseragam SMA itu.



"Astaghfirullah manisnya bikin ginjal gue berasa ingin copot" ucap Abercio sambil memegang dadanya.


Pletak!


Adrian menabok bokong semelehoy Abercio. "MasyaAllah bukan astaghfirullah dan sejak kapan ginjal bisa copot sendiri hah? yang ada jantung lo yang berdebar kencang"


"Nah, itu yang gue maksud" ucap Abercio matanya masih tertuju pada gadis SMA itu.


"Gila, lo nyulik anak siapa Hana? lo sekarang ganti profesi nyulik anak SMA? mana masih bocil lagi" geleng-geleng David.


Hana berdecak kesal dengan teman-temannya itu mana ada Hana nyulik anak orang ngadi-ngadi nih David.


"Ini teman baru gue namanya Dasha gue baru nemu dia di jalan habis di hadang sama preman kampung mana kepalanya botak semua udah kek tanah gersang" ujar Hana.


Dasha menoleh ke Hana dia bingung kenapa dia di panggil bu bos seingatnya ketua Ravestrack itu cowo bukan cewe apa dia pacarnya ketua Ravestrack mungkin bisa jadi. Wah, kalo itu benar gue sangat beruntung bisa berkenalan dekat dengan kakak Hana pacarnya ketua Ravestrack batin Dasha sambil menatap wajah cantik Hana.


"Dasha lo lebih baik jangan mau dekat-dekat sama tiga kurcaci ini" kata Hana menoleh ke Dasha.


"Emang kenapa kak?" tatapan polos Dasha.


Membuat ke tiga tuyul merasa gemas rasanya ingin sekali memasukkan gadis SMA itu ke dalam karung.


"Mereka itu playboy mana otak nya miring terus gak cocok sama lo Dasha yang ada nanti lo ketularan rabies mereka" ejek Hana tersenyum puas mengejek ketiga tuyul itu.


Tiga tuyul langsung mendelik mendengar perkataan Hana apa dia bilang dikata kita hewan apa yang punya virus rabies, wah kurang ajar nih, untung pacarnya Kivandra kalo gak udah gue tukar tambah tuh anak batin mereka bersamaan.


Tap


Tap


Tap


Mendengar keributan dari ruang depan semua anggota inti Devils dan anggota inti Ravestrack lainnya segera menghampiri mereka ke ruangan depan.


"OM Kala" pekik Dasha melihat Kalandra keluar bersama anak-anak lainnya.


Semua terkejut dan menatap ke arah Kalandra dan bergantian ke arah Dasha. Sedangkan Kalandra tak kalah jauh terkejutnya kok bisa nih bocil ada di sini,mana panggilnya om pikir Kalandra.


__ADS_1


Abercio,Adrian,Agam, David dan Alvaro sudah ketawa kencang mendengar Dasha memanggil Kalandra dengan sebutan 'om' .


Kalandra melihat mereka sedang menertawakannya ia mendengus kesal ini semua gara-gara bocil itu kenapa sih masih manggil om.


"Anjir, om? muka lo tua amat Kala pffft...hahahaha cocok jadi om-om lo hahaha" tawa ngakak Abercio yang sudah guling-guling diatas karpet.


"Sejak kapan lo jadi om Kala hahaha muka lo tuwir amat cok hahaha" tawa Adrian membayangkan Kala menjadi om-om punya ponakan segede gini.


"Gila ponakan lo udah gede aja Kala, sejak kapan lo punya ponakan om Kala hahaha" ejek Agam


"Umur lo masih 20 udah jadi om-om, jangan-jangan yang di maksud om itu om-om pedo ya hahaha gila sih, dari wajah lo aja udah kelihatan hahaha" tawa David.


"Aduh, perut gue cok jadi keriting gara-gara ketawain komuk Kalandra hahaha om Kalandra boleh dong ponakannya buat gue nanti lo dapet cucu tenang aja hahaha" ejek Alvaro ketawa kencang sambil memegang perutnya.


Kalandra menatap tajam ke arah Dasha, Dasha yang di tatap udah seperti kucing ketahuan nyuri ikan sama babu nya merucutkan bibirnya dan menundukkan kepalanya.


Hana ia juga ikut ketawa dengan yang lainnya bisa-bisanya Dasha memanggil om sama Kalandra, emang wajah Kalandra setua itu mirip dengan om-om?


Sedangkan Kivandra ia mengerutkan keningnya ini semua ada apa? kok itu anak panggil Kalandra dengan sebutan om dia siapa? kok bisa sama Hana.


Leon yang berdiri di samping Galen menatap rindu ke arah Hana rasanya ingin memeluk Hana dan membawanya pulang.


"Ck. Ini semua gara-gara lo, udah di bilangin jangan panggil gue om tapi kak atau abang gue bukan om lo ngerti" ketus Kalandra masih menatap tajam ke arah Dasha.


Dasha semakin menciut wajahnya merasakan aura dingin dari Kalandra betapa menyeramkan baginya.


"Heh, jangan lo marahin dia anak orang kalo nangis gimana tanggung jawab lo" Hana memarahi Kalandra adek iparnya itu setelah melihat Dasha yang ketakutan melihat tatapan tajam dari Kalandra.


"Kok gue sih, ya kali gue harus tanggung jawab nikah dengan dia gitu? ogah gue dia masih kecil apa kata orang gue nikahin bocil kek dia, lagian lo ngapain ajak dia ke sini"


Plak!


Hana memukul kepala Kalandra. "Siapa yang bilang lo harus nikah sama Dasha hah! tanggungjawab itu bukan di suruh nikah oneng, emang lo buntingin Dasha? maksud gue tanggung jawab itu nenangin dia kalo dia nangis mau lo? otak lo kebanyakan main sama trio curut jadi ikutan somplak"


Hana belum tahu kalau disana ada Leon yang sedari tadi menatapnya terus menerus.


"Aish...bang bi- eh pacar lo galak bener dah" adu Kalandra kepada Kivandra.


Kivandra malah justru menghampiri Hana dan merengkuh pinggang Hana membuat Leon semakin cemburu dan geram.


"Sayang, kamu bawa siapa?" tanya Kivandra


"Ah, dia teman baru aku yank, barusan dia di hadang sama begal terus aku nolongin dari para begal setelah itu aku bawa dia ke sini, dia tadi bantu aku lawan tuh begal dia jago bela diri yank cocok sama Kalandra deh" bisik Hana.


"Emang Kalandra mau sama dia yank? dia kan masih SMA masih muda banget"


"Selisih dua tahun juga gak apa-apa lah yank" bisiknya.


Kalandra mendengus malah di tinggal bisik-bisik sama pasangan bucin ini. "Woi, malah bisik-bisik tetangga, gak lihat yang lainnya masih ada disini, hormati yang masih jomblo dong"


Hana terkekeh kecil mendengar ucapan Kalandra. "Dasha ini teman baru gue, dan mulai sekarang Dasha bagian dari kita jangan salah ya ini cewe walaupun badannya kecil tapi dia jago bela diri gue udah uji coba dan lihat sendiri dia bisa melawan begal dan Dasha ini pacar gue namanya Kivandra otw jadi mantan Ketua Ravestrack" Hana menarik tubuh Dasha untuk memperkenalkan kepada teman-temannya dan suaminya.


Semua teman-teman Hana menyambut Dasha dengan senang dan hangat, dengan persetujuan dari Kivandra dan anggota Ravestrack lainnya kini Dasha resmi menjadi anggota Ravestrack generasi ke dua meski bukan anggota inti.

__ADS_1


__ADS_2