Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
41


__ADS_3

Malam hari berganti pagi hari, Hana sudah rapi dengan seragam sekolahnya,Hana keluar dari kamar menuju ruang makan hari ini ia tidak boleh telat karena hari ini ada upacara sebagai jiwa Belvia ia paling tidak menyukai hari senin apalagi upacara yang harus berdiri di lapangan dan di tengah teriknya matahari.



Tap


Tap


Tap


Saat Hana sedang menuruni anak tangga ia bertemu dengan Yera, sedang apa nih anak ada disini bukannya dia sudah angkat kaki dari mansion ini batinnya mengernyitkan dahinya.


"Ngapain nyonya muda Bratajaya pagi-pagi kesini huh? Udah senang huh, jadi nyonya muda Bratajaya?" sindir Hana menghentikan langkahnya.


"Emang gue nggak boleh pagi-pagi kesini, ini juga mansion gue ya suka-suka gue mau kesini kapan aja, lo iri ya kalo gue jadi nyonya muda Bratajaya" balas Yera dengan angkuhnya.


"Gue nggak salah dengerkan, lo bilang ini mansion lo? heh, lo disini cuman numpang hidup doang kalo bokap gue nggak angkut lo kesini lo masih jadi gembel di Perempatan jalan sana , nggak nyadar asli lo tuh bukan dari keluarga Hareklees melainkan lo itu hanya orang asing disini. Dan apa kata lo bilang gue iri sama lo? Hello b*tch! dalam kamus gue nggak ada kata iri sama orang yang suka merebut milik orang lain apalagi orangnya ada didepan gue, gue jauh lebih kaya dari lo asal lo tahu emangnya lo nggak punya harta itupun dari papa gue, ngaca dulu sebelum ngomong sama gue" ejek Hana tersenyum miring.


Yera geram mendengar cacian dari mulut Hana, Yera bersiap melayangkan tamparan ke pipi Hana namun tangannya langsung di cekal oleh Hana, Hana memelintir tangan Yera hingga Yera terpekik kesakitan.


Gyut!


"Sssh... s-a-k-i-t hiks lepasin" ringisan Yera


"Ini akibatnya kalo lo mau nampar gue tapi ini belum seberapa akan ada lagi yang akan menanti lo maksud gue neraka yang akan menanti lo, siap-siap saja nanti" Hana melepaskan tangan Yera lalu ia pergi meninggalkan Yera yang masih meringis kesakitan.


"Bagaimana apa sakit hm?jangan coba-coba menyentuh bahkan menyakiti adek gue lagi kalo nggak jangan salahin gue" bisik Raka di belakang tubuh Yera.


Yera membalikkan badannya terkejut Raka sudah berdiri tepat dibelakangnya.


"B-bang Ra-raka?" cicit Yera


"Gue bukan abang lo jadi jangan panggil gue dengan sebutan abang, gue hanya punya satu adek cewek yaitu Hana bukan lo. Oh ya, hampir saja lupa gue akan mengirimkan hadiah pernikahan mendadak lo itu hadiah ini pasti akan membuat lo berkesan sekaligus lo nggak bakal melupakannya" desis Raka tersenyum miring berjalan menuruni anak tangga menuju ruang makan.


"Aarghh.. ternyata bang Raka sudah di pengaruhi oleh Hanajing, awas lo Hana gue bikin hidup lo bakalan hancur dan Kivandra merasa jijik sama lo" gumam Yera menyeringai tipis.





Kini mereka berada di ruang makan sedang menikmati sarapan pagi mereka,hanya ada dentingan sendok dan piring.


Hening 100 tahun yang lalu.


Tiba-tiba mama Lika membuka suaranya di tengah-tengah keheningan makan pagi mereka.


"Dimana suami mu Yera? kenapa kamu sendirian disini,dan kenapa kamu malah sarapan disini bagaimana dengan suamimu emang kamu nggak melayani suamimu sarapan? malah kabur dan sarapan ke sini" sindir mama Lika duduk di samping suaminya


"Ini semua gara-gara kak Leon kenapa sih di rumahnya nggak ada maid yang masak,beberes rumah dan gue nggak nyaman tinggal di rumah jelek itu nggak ada ac tv juga mana kecil, aish... katanya sultan tapi kok beli rumah yang jelek begitu, ya kali gue harus melayani Leon apalagi masak beberes ieyuh..nggak banget deh!" monolog batin Yera kesal.


"Ah, i-itu mah kak Leon udah berangkat duluan katanya ada ujian dan Yera nggak sempat masak"balas Yera


"Ck, sok sok an bisa masak, disini aja gue nggak pernah lihat lo masak, masak mie aja lo nyuruh maid, lo malah lebih sering keluyuran nggak jelas deh" sinis Raka.


Hana yang mendengar langsung terkekeh-kekeh kecil.


"Kan sekarang Yera udah belajar masak bang demi suami Yera sendiri"ucap Yera sambil memegang sendok dengan erat menahan emosi.


"Belajar masak? lo aja nggak pernah pergi ke dapur bagaimana lo bisa belajar masak, dan kata Leon lo disuruh masak tapi jawaban lo malah emangnya gue babu lo kalo laper ya tinggal pesan aja sih ngapain repot nyuruh gue bikinin lo makanan gitu katanya" ucap Raka sambil mempraktekkan gaya bicara Leon.


Hana sudah tidak kuat lagi menahan bengek nya gara-gara Raka ia memegang perutnya yang sakit saking terlalu banyak ketawa, sampai bunyi ngik ngik ngik bisa-bisanya Raka bisa menirukan gaya bicara Leon bukannya berdamage malah kelihatan lucu.


"Ck, gue kalo jadi Leon udah gue pecat lo jadi istri gue. Untung gue nggak doyan sama wanita kek lo" lanjutnya.


"Sial, gue ke sini malah dicaci maki sama bang Raka" batin Yera.


"Sudah Raka cukup, kita lagi makan nggak usah berdebat dulu" ucap papa Dekkan sambil menuangkan teh Rosella ke dalam gelasnya.


Raka menoleh ke arah adeknya yang masih memegang perutnya dan mendengar suara ngik ngik dari mulut Hana.


"Lo kenapa dek? asma? TBC? diare? kok sampek bunyi ngik ngik gitu?" tatap Raka dengan heran


Hana mencoba mengatur nafasnya setelah merasa lebih baik lagi baru ia menjawab pertanyaan dari Raka.


"Gue gini gara-gara lo bang" balas Hana yang masih ngos-ngosan hidung kembang kempis.


Raka mengernyitkan dahinya,"Lah kok gara-gara abang dek? emang abang habis ngapain hm?"

__ADS_1


"Dahlah, mending gue berangkat sekarang daripada di hukum sama ketos songong" Hana beranjak dari tempat duduknya.


"Eh,dek lo belum jawab pertanyaan dari abang" teriak Raka.


"Nggak penting bang" balas teriakan Hana dari luar.


"Untung lo adek gue, coba temen gue udah habis sama gue lo" gumam Raka.


Hana akan pergi ke sekolah dengan menggunakan Buggati mobil kesayangan Belvia dulu waktu di tubuhnya Belvia sebelum berpindah ke tubuh Hana,kemarin ia baru sempat mengambil mobil itu dari apartemennya.


Brumm....Brummm....ngeung....🚲🚲🚲



...----------------...


Brummm....gowes gowes 🚲🚲🚲


Setelah 1200 detik Hana sudah memasuki kawasan sekolah Hareklees ia langsung memarkirkan mobilnya di area parkir siswa. Semua warga SH berbisik-bisik ketika melihat mobil mewah masuk kedalam lingkungan sekolah mereka. Hana keluar dari mobilnya langsung semua warga SH terpekik melihat kecantikan Hana semakin bertambah.


"Anjir, mobil impian gue itu"


"Apa gue harus jual ginjal temen gue biar dapet tuh mobil"


"Emak gue ngidam sama tuh mobil, masa gue harus ngefet sih biar punya tuh mobil"


"Emak lo kalo hamil ngidamnya nggak ngotak ya, sekali ngidam mintanya langsung yang lebih mehol harganya nggak kayak emak gue"


"Emang emak lo ngidamnya apaan?"


"Cuman pengen makan cilung di pinggiran empang babeh juki,ngidam emak gue malah nggak berkelas kan yee"


"Gila yang punya Hana cocok sih sama mobilnya berkelas damagenya dia keren bro"


"Hana makin cakep bening udah kek plastik kiloan berasa ngaca deh gue"


"Muka dia sama lo beda jauh ogeb! muka lo udah kek jalan yang belum di aspal lah muka dia udah di aspal cuman aspalnya pake serbuk berlian cuy"


"Leon nyesel dah malah buang berlian daripada sampah"


Hendak melangkahkan kakinya ke anak tangga menuju kelasnya Hana memicingkan matanya ke area kelas 12 ipa 1 disana ada Kivandra bersama Davira yang sepertinya ingin menggodanya.Dasar b*tch masih pagi aja udah kegatelan sama cowok orang batinnya menyeringai ia mendapatkan ide agar boneka mampang itu pergi jauh-jauh dari perkumpulan para cogan.


Tap


Tap


Tap


"Ka-kamu kembali baby?" Kivandra terkejut mendengar Hana memanggil namanya dengan sebutan sayang itu rasanya seperti ada kupu-kupu di dalam perut nya.


"Iya honey aku kembali" balas Hana dengan sedikit menggodanya.


"Aah, aku kangen baby pelukkk" rengek Kivandra dengan merucutkan bibirnya ke depan.


"Utu utu bayi dugong aku minta di peluk" kekeh kecil Hana berjalan menghampiri Kivandra.


Hana mendorong Davira yang berada di samping Kivandra sekali dorong Davira terjungkal terpelanting terjatuh hingga bokong Davira mencium lantai yang dingin.


"Minggir lo kuyang"desis Hana menyenggol tubuh Davira.


Semua anggota inti Ravestrack ketawa melihat gaya Davira yang jatuh ke lantai sungguh tidak aesthetic sekali.


Davira langsung berdiri dan mendengus kesal di ketawain oleh anggota inti Ravestrack dan Kivandra tidak memperdulikannya lagi, ia menghentak-hentakan kakinya ke bawah,lalu ia pergi ke kelas.


Tanpa ba-bi-bu Kivandra langsung merengkuh pinggang ramping Hana untuk lebih dekat dengannya, Kivandra langsung menangkup seluruh wajah Hana dan ia menciumi semuanya kecuali bibir,Hana merasa geli di perlakukan seperti itu oleh Kivandra.Sedangkan anggota inti yang melihatnya hanya mendengus kesal bisakah mereka tak melakukannya didepan para jomblo kit hati rasanya batin mereka.


"Lama-lama gue lipet nih bumi" ejek Abercio memutar bola mata jengah nya.


"Berasa ngontrak kita di bumi" celetuk Adrian.


"Kita dianggap setan kali berasa transparan" dengus Agam.


"Apa lagi para pembaca yang jomblo hanya bisa gigit jari doang" ucap Abercio memanyunkan bibirnya.


"Bangsul, jiwa jomblo gue meronta-ronta melihat keuwuan di mata gue" Adrian menatapi Kivandra yang sedang mencium seluruh wajah Hana.


"Sini sama gue yan gue jamin lo pasti akan puas" goda Abercio mengedipkan matanya.


"Astaghfirullah ya Allah" celetuk Delvin tanpa disengaja.

__ADS_1


Ketiga tuyul langsung menampilkan wajah cengonya mendengar ucapan Delvin barusan.


"Vin,lo nggak amnesia kan? atau kita salah denger" ucap Abercio yang diangguki oleh kedua tuyul.


"Gue nggak amnesia" balas singkat Delvin


"Kalo lo nggak amnesia lo nyadar nggak barusan lo ngomong apa?" sahut Adrian.


"Astag- gue lupa gue kristen ngab" Delvin menepuk jidatnya.


Tiga tuyul langsung menghela nafas,gue kira Delvin udah log in batin mereka bersamaan.


"Mending ke kelas aja daripada disini kita malah nonton adegan romantis drakor secara live nggak aman buat jantung" celetuk Agam.


"Yaudah ayo" balas Abercio.


Empat tuyul pergi ke kelas meninggalkan Kivandra yang sedang bersama Hana yang masih berduaan di pojok lorong sekolah.



...----------------...


...----------------...


Cerita ini hanya sekedar dunia fiksi saja 😁


Thanks for reading


Satu kata buat :




Hana




Kivandra




Leon




Yera




Raka




Galang




Papa Dekkan




Mama Lika


__ADS_1



...----------------...


__ADS_2