Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
128


__ADS_3

"Maaf udah lama nunggu sayang" ucap Hana yang baru saja selesai dengan kuliahnya.


Tidak hanya Kivandra saja yang menunggu Hana di tempat parkir kampus, ada juga teman-temannya Kivandra dan teman-temannya Hana. Kivandra dkk akan mengadakan acara pergantian ketua Ravestrack yang baru setelah pulang dari kampus, dan Kivandra juga mengundang teman istrinya.


Kivandra sudah memilih kandidat yang cocok untuk dijadikan ketua Ravestrack yang akan menggantikan posisi dirinya. Wajahnya tak kalah jauh dari Kivandra mereka sama-sama tampan. Saat mereka ingin pergi meninggalkan tempat parkir tiba-tiba ada makhluk halus yang tidak di undang, nongol didepan mereka.


"Hei, kalian mau pergi kemana?" tanya Tiara


Apa dia amnesia atau pura-pura lupa? bukankah kemarin dia sendiri memutuskan hubungan persahabatan dan sekarang apa? malah nyamperin dan memasang wajah sok cantik dan kalem batin mereka bersamaan sembari memandangi wajah jijik Tiara.


"Lo ngomong sama siapa?" sentak Alula membuat Agam tersenyum penuh arti.


Tiara geram, sejak kapan Alula berani berbicara seperti itu dengan gue.


"Lah, gue ngomong sama kalian lah emang disini ada orang lain lagi selain kalian huh?" ucap angkuh Tiara.


Delvin hanya geleng-geleng masih saja sifat dia seperti itu.


"Oh, kirain lo lagi ngomong sama setan temen lo sendiri" sarkas Tania.


Tangan Tiara mengepal di bawah sana, urat leher tercetak jelas ia seperti sedang menahan emosi. "Ck, kalian mau pergi kemana? boleh gue ikut?"


"Tida-


Kalimat Alula terpotong oleh ucapan Hana. "Boleh, lo boleh ikut Tiara" semua mendengar jawaban dari Hana seketika melotot ke arah Hana dan Tiara tersenyum lebar yang penuh arti.


"Sayang?" protes Kivandra sedikit dengan nada manja.


Hana langsung mengedipkan matanya ke suaminya agar dia paham maksud dari Hana mengajak Tiara ikut dengan mereka.


Kivandra hanya mendes*h pelan semoga saja tidak terjadi apa-apa.


"Hana lo gak bercanda kan? ngajakin ondel-ondel ini pergi bersama kita" ucap Adrian.


Hana menggelengkan kepalanya. "Gue gak bercanda, biarin dia ikut kasihan dia gak punya teman,mungkin ini hari terakhir baginya" ucap Hana dengan melanjutkan kalimat terakhirnya di dalam hati.


"Ck, udah biarin dia ikut, toh Hana yang izinkan Tiara ikut, nanti anggap saja dia setan yang tidak nampak" kesal Alula ia tidak habis pikir dengan pikiran Hana kenapa dia memperbolehkan Tiara ikut.


"Hana aja bolehin gue ikut kok lo yang sewot sih" sinis Tiara dengan menyunggingkan senyumannya.


Alula rasanya ingin mencakar wajah penuh bopeng itu, bisa-bisanya dulu gue berteman dengannya. Ck. dasar seribu wajah! decak Alula,ia tidak menanggapi ucapan Tiara ia langsung menaiki motor Agam karena ia tidak membawa mobil terpaksa menebeng Agam.


"Gue sama siapa?" tanya Tiara menatap teman-temannya yang sudah menaiki kendaraan mereka masing-masing.


Semua saling tatap-tatapan dan lempar kode siapa yang mau membonceng bulu ketiak,dari sorot mata semuanya seperti tidak mau dan tidak sudi motor mereka di duduki oleh ulet keket.


"Hana lo sama Delvin aja biar gue sama Kivandra" kata Tiara yang benar-benar tidak punya urat malu.


Semua teman-temannya melotot mendengar perkataan dari Tiara. Sinting! satu kata di benak mereka.


"Hei, bulu ketiak lo gak punya malu atau otak lo geser ke bawah huh? lo nyuruh Hana bonceng Delvin? fix lo gak waras" sarkas Abercio.

__ADS_1


"Iya tuh, jelas-jelas Hana disini ada su- pacar ngapain lo nyuruh Hana bonceng Delvin, sinting lo" sambung Adrian hampir saja ia keceplosan.


Mereka kecuali Alula dan Tania langsung menatap tajam ke arah Adrian, Adrian hanya menyengir tanpa dosa.


"Ck, kan gue cuman menyarankan doang, kalo Hana mau sih ya gak masalah, toh Hana sedari tadi hanya diem aja kok" elak Tiara.


"Bener-bener lo ya rasanya gue pengen cakar tuh mulut, saran lo bilang? kuping gue dengernya tuh lo nyuruh Hana bukan saran bego" ngegas Alula, Agam langsung mengusap-usap punggung tangan Alula melihat Alula sudah kepalang emosi tingkat nasional.


"Gitu aja emosi, yaudah gue sama Kalandra saja dia juga sendiri gak ada yang bonceng" Tiara hendak melangkah tiba-tiba Kalandra menghentikan langkah kaki Tiara.


"Kata siapa gue gak bonceng orang, bentar lagi gue mau jemput bocil, jadi maaf ya tidak ada boncengan buat lo" sentak Kalandra.


Lagi-lagi tiara berdecak kesal, selalu saja mereka menolak dirinya.


"Lo kalo mau ikut kita naik ojek aja Ra, gue udah pesan ojek buat lo, tuh ojeknya udah sampai" ucap Hana sembari menunjuk kearah ojek yang ada di depan gerbang kampus.Ternyata ia sudah memesan ojek buat Tiara membuat semua teman-temannya menoleh ke arah ojek dan tertawa sinis melihat wajah suram Tiara.


Tiara menggeram dan menghentakkan kakinya terpaksa ia menghampiri ojek, daripada ia tidak bisa ikut mereka.


Hana hanya tertawa licik menatap Tiara. "Ini baru permulaan Tiara, puncaknya nanti lo tunggu saja hadiah kejutan dari gue" batin Hana menyeringai tipis.


...****************...



Setelah penobatan pergantian ketua Ravestrack mereka langsung merayakannya dengan pesta kecil-kecilan di markas Ravestrack. Semua bersenang-senang tanpa terkecuali, Kivandra telah resmi melepaskan jabatan sebagai ketua Ravestrack begitu pula dengan para teman-temannya yang menjadi anggota inti juga melepaskan jabatan mereka sebagai mantan anggota inti. Alula langsung menyeret Tania untuk mengajaknya goyang dumang bersama yang lainnya daripada jadi nyamuk diantara Hana dan Kivandra yang sedang bermesraan tanpa melihat ke sekeliling. Tiara yang melihat pasangan yang sedang bermesraan langsung tersulut emosi.


"Gue akan merebut Kivandra dari lo Hana, haha sebentar lagi lo akan tersingkir dan gue akan menggantikan posisi lo sebagai kekasih Kivandra" ucap Tiara dalam hatinya.


Tuk.


Tuk.


Tuk.


Tiara berjalan mendekati Hana dan Kivandra yang sedang berduaan.


"Kivandra" panggil Tiara dengan membawa satu sloki minuman soju.


"Apa?" tanya singkat Kivandra ia sungguh muak dengannya.


"Sebagai merayakan pelepasan jabatan lo, gue mau ngasih minuman buat lo Kivandra, tolong terima ini" Tiara menyodorkan satu sloki soju.


Kivandra tidak menerimanya dia hanya menatap wajah istrinya seolah ia minta pendapat. Hana hanya mengedipkan matanya kearah Kivandra, ia pun paham.


"Kivandra" panggil Tiara merasa diabaikan.


"Terimakasih sebelumnya Ra, udah mau ngasih gue satu sloki soju tapi gue ingin lo yang minum soju ini sebagai permintaan mantan ketua Ravestrack untuk lo gimana? pastinya lo gak akan menolak permintaan dari gue kan Ra?" Kivandra ingin melihat reaksi seperti apa Tiara kalo dia yang minum satu sloki soju yang udah tercampur dengan obat dia sendiri.


Deg!


Bagaimana ini? gue gak bisa menolaknya kalo gue nolak pasti Kivandra akan curiga, tapi kalo gue minum bisa bahaya, ah sudahlah setelah minum gue lari keluar dari tempat ini dan mencari penawar di luar sana. Batin Tiara yang sudah keringat dingin.

__ADS_1


Hana dan Kivandra hanya tersenyum miring tipis sekali menatap wajah Tiara seperti mencemaskan sesuatu yang penting.


"Tiara?" panggil Kivandra.


"Ah, i-iya gue mau menerima permintaan dari lo kok, gue akan minum satu sloki soju yang gue bawa" Tiara gelagapan dan tangannya sedikit gemetar memegang gelas kecil yang berisi soju.


"Yaudah minum gih" pinta Kivandra.


Dengan gerakan slow motion Tiara meminum satu sloki soju hingga tak tersisa, ia terpaksa menelan soju kedalam tenggorokannya dengan berat.


Glek!


Hana dan Kivandra tersenyum kemenangan menatap Tiara yang seperti sedang menahan sesuatu disana.


"Kivandra, gue pergi dulu ya" Tiara langsung lari keluar dari markas Ravestrack dengan buru-buru agar Kivandra tidak curiga dengan perubahan suhu tubuhnya.


Tap.


Tap.


Tap.


Tiara berjalan dengan sedikit oleng ia ingin menyeberang jalan tapi hendak menyeberang tiba-tiba ia menubruk dada bidang seseorang membuat aliran di tubuhnya menjadi menegang dan ingin di sentuh.


Bruk!


"Nona? apa anda tidak bisa berjalan menggunakan mata anda?" ucap seorang pria yang bertubuh atletis didepan Tiara.


Tiara menatap orang itu seperti sedang kelaparan, ah..rasanya rahim gue ingin merasakan lahar dingin dari pria tampan ini gumam lirih Tiara.


Pria itu tersenyum miring melihat tatapan Tiara yang sedang menahan hasratnya.


Tiara merab* dada bidang yang sedikit terbuka kancing kemejanya membuat tangan Tiara semakin leluasa mengusap-usap dada pria tersebut.


"Anda kenapa tampan sekali tuan, rasanya ingin mencicipi tubuh anda, siapa nama anda tuan tampan" goda Tiara dengan mata yang sudah sayu.


"Panggil aku Bian sayang, apa kamu mau mencicipi lahar dingin ku sayang" suara serak Bian sedikit menundukkan kepalanya menatap Tiara yang terlihat pendek darinya.


"Mau banget Bian, apa bisa sekarang hm? punya ku sudah gatal sekali" rancau Tiara mengusap rahang tegas Bian, Bian hanya memejamkan matanya menikmati usapan tangan kecil Tiara.


"Baiklah, aku akan membawamu ke apartemen ku, mari nona ikut denganku" Bian merengkuh pinggang Tiara.


"Panggil saja Tiara"


"Baiklah Tiara sayang" Bian membukakan pintu mobil bagian samping pengemudi lalu ia menutupnya kembali, sebelum pergi ia menyempatkan kirim pesan untuk koleganya yang sudah mengirimkan wanita untuknya. Setelah itu mereka pergi menuju apartemen Bian.


Bian📨


Terimakasih atas santapan sore hari, benar-benar lezat akan saya pastikan pisau kesayangan saya menyukainya.


Hana melihat pesan dari Bian hanya tersenyum smirk, ia merasa puas dan bahagia tidak perlu menyingkirkan ulat bulu dengan tangannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2