Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
75


__ADS_3


Di forum kampus terdapat gosip tentang Ayu, Marina dan Lexi disana ada video panas mereka yang tersebar di forum kampus dan juga berita kematian mereka tersebar luas di kalangan para mahasiswa. Kivandra membuat rekayasa soal kematian mereka agar orang lain tidak mengetahuinya, Kivandra membuat kematian mereka seolah kecelakaan mobil lalu mobil tersebut terbakar sampai habis. Tubuh mereka diganti dengan mayat seseorang yang sudah Kivandra siapkan. Dan tidak lupa Kivandra menghapus semua jejaknya sampai bersih tanpa ada yang tersisa.


Semua para mahasiswa mencemooh mereka atas video panas yang menjijikkan bagi semua mahasiswa dan juga ada yang bilang soal kematian mereka adalah karma bagi mereka.


"Ternyata di kampus ini ada dua j*lang sungguh menjijikkan untung mereka udah mati"


"Karma juga bagi Casanova kampus gak nyangka Lexi juga doyan sama laki-laki iuyuh bikin mual deh gue lihat video mereka"


"Bisa-bisanya kampus menerima dua j*lang kuliah disini untung aja Kivandra gak tergoda sama mereka"


Begitulah bisik-bisik para mahasiswa tentang Ayu, Marina dan Lexi,semua penghuni kampus membenci mereka meskipun mereka sudah mati.


"Bener-bener ya sekali sebar tuh video langsung heboh satu kampus" ucap Kalandra seraya geleng-geleng kepala dengan pelan.


"Yang penting mereka udah tahu kelakuan busuk mereka dan udah gak ada lagi yang ganggu pak bos dan bu bos" sambung Agam yang dapat anggukan kepala dari para tuyul.


"Ngemeng-ngemeng dimana pak bos sama bu bos kok gak kelihatan" Abercio clingak-clinguk seperti mencari seseorang.


"Biasalah kalo gak lagi ngebucin di tempat lain" celetuk Adrian sambil menghisap rokok yang ada di mulutnya.


"Kapan ya gue bisa seperti pak bos punya pasangan" ujar Abercio sambil halu memikirkan punya pacar yang lebih cantik dari Hana.


Pletak!


Adrian menyentil dahi Abercio."Masih pagi gak usah ngehalu lo udah kek cewek aja hobi halu mulu".


"Sssh...sakit ogeb ini jidat paripurna gue jadi gak mulus lagi,ck" kata Abercio dengan kesal.


"Dah lah, kita ke kantin aja yuk cacing gue butuh asupan gizi udah pada nendang-nendang usus lambung gue nih" ajak Agam kepada yang lainnya.


"Kuy lah, gue juga mau ngapelin mak jum biar dapet soto gretongan" ucap Kalandra yang udah berjalan duluan.


"Anak sultan tapi kere mau makan aja nyari yang gretongan" sindir Adrian.


......................



Tok


Tok


Tok


"Masuk" ucap Darren yang duduk di kursi Ceo.


"Permisi tuan ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda" ucap Arjuna sekretaris Darren.


Darren yang tadinya sibuk sedang membaca laporan langsung mendongakkan kepalanya menatap ke arah Arjun."Siapa Jun?" tanya Darren menaikkan satu alisnya.


"I-itu-


Tanpa menunggu Arjuna berbicara kepada tuan Darren seseorang langsung melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan Ceo.


"Halo teman lama" ucap pria paruh baya yang berdiri di samping Arjuna dengan menggunakan kemeja warna hitam,jas berwarna hitam dan celana kain berwarna hitam.


Deg!


Darren mematung melihat sosok pria paruh baya yang udah lama ia tidak melihatnya, bagaimana bisa tiba-tiba dia datang kesini dan berdiri didepan ku.


"Brivan" panggil Darren.


"Yeah, ini gue Brivan temen lama lo waktu SMA long time no see,dude" ucap Brivan sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


Darren langsung berdiri dan menghampiri teman masa SMA nya. Darren langsung saja memeluk Brivan dengan erat sungguh Darren sangat merindukan sosok sobat atau partner geng motornya waktu jaman SMA dulu. Brivan waktu SMA terkenal playboy dingin dia hanya tidak mau menyakiti perempuan makanya kalau ada yang menembak dirinya pasti Brivan akan menerimanya dan tidak butuh waktu lama hari itu juga Brivan memutuskannya hingga bertemu dengan Elena mommynya Belvia membuat Brivan tobat menjadi playboy dingin. Hampir saja Anara istri Darren menjadi mantan Brivan pasalnya dulu Anara menyukai Brivan daripada Darren untungnya Brivan tahu kalau Darren menyukai Anara makanya Brivan menolak ajakan dari Anara untuk berpacaran Brivan tidak mau menyakiti Darren. Ketampanan Brivan dengan Darren sama-sama 11 12 hampir sempurna ketampanan mereka makanya dari kelima teman mereka hanya mereka berdua menjadi primadona SMA Merah Putih.


"Duduk" Darren menyuruh Brivan untuk duduk di sofa.


Brivan pun mendaratkan bokongnya di atas sofa.


"Arjun, tolong bawakan dua gelas kopi" pinta Darren kepada sekretarisnya.


"Baik tuan" pamit Arjuna sambil menutup pintu ruangan Ceo.


"Apa kabar lo Van?" tanya Darren menatap rindu sahabatnya.


"Alhamdulillah gue baik saja Ren, gimana kabar Anara?" balas Brivan.


Darren memicingkan matanya kenapa Brivan menanyakan kabar tentang Anara ah, tidak mungkin dia menyukai Anara.Brivan tahu isi otak Darren pasti dia sedang berpikir yang negatif tentang dirinya.


"Hapus pikiran negatif lo itu Ren,masih aja seperti dulu selalu nethink soal istri lo, gue gak doyan sama istri temen sendiri karena istri lo jelek gak kek istri gue cantik plus sexy" tawa kecil Brivan.


"Kamvreet lo,ngatain istri gue jelek istri gue jauh lebih bahenol daripada istri lo" sambung Darren dengan wajah kesalnya.


"Ck" Brivan hanya mendecih kesal mendengar perkataan Darren.


"Gimana kabar Elena Van?" tanya Darren.


Mendengar pertanyaan dari Darren Brivan langsung menunduk kebawah entah hati Brivan langsung merasa sesak mendengar nama Elena sejujurnya Brivan belum ikhlas atas kematian istrinya Elena Brivan sangat mencintai istrinya itu, seketika dunia Brivan hancur setelah kematian Elena ia benar-benar tidak memiliki semangat hidup lagi apalagi mendengar Belvia kecelakaan dan meninggal dunia rasanya Brivan ingin sekali menyusul mereka dua wanita kesayangannya itu sudah meninggalkan Brivan sendirian didunia ini untungnya pak Slamet Rahardjo memberikan siraman rohani untuknya agar tetap melanjutkan hidup meski istri dan anaknya sudah meninggalkan Brivan selamanya, setelah menemui Alan ternyata Brivan baru tahu soal Belvia yang masih hidup tapi di raga orang lain membuat Brivan tambah bersemangat lagi untuk hidup tapi sayangnya kenapa Belvia hidup di raga anak dari musuh rekan bisnisnya takdir macam apa ini sepertinya takdir mempermainkan Brivan sangat lucu sekali bukan.


Darren langsung tahu perubahan wajah Brivan secara tiba-tiba Darren memikirkan apa yang terjadi dengan Brivan dan istrinya ia benar-benar tidak tahu apa-apa soal kehidupan Brivan, bagaimana tidak tahu sebelum kejadian kecelakaan yang merenggut nyawa istri Brivan,Darren dan sekeluarga tinggal di Australia dan baru saja pindah setelah Kivandra merajuk ingin tinggal di Indonesia alasannya dia bosan sama makanan di Australia tidak ada jajanan mie ayam,cimol dan telur gulung. Padahal alasannya Kivandra ingin mengurus geng motornya itu.


"Brivan?" panggil Darren dengan pelan.


Brivan yang merasa di panggil namanya ia langsung mendongakkan kepalanya menatap Darren.


"Lo kenapa?" tanyanya kembali sambil menelisik wajah Brivan yang udah kembang kempis seperti ingin menangis.


"Huwwwaaa hiks hiks istri gue udah pergi Ren hiks, sekarang gue duda huwwaa hiks hiks" ucap Brivan sambil menangis sesenggukan dan keluar ingus dari hidungnya.


Deg!


"A-apa maksud lo Van? apa yang terjadi dengan istri lo Elena"


ucapnya secara pelan.


Sebelum Brivan menjawab pertanyaan dari Darren,Brivan mengambil dua tisu yang ada diatas meja,Brivan menyeka ingus yang keluar dari hidungnya.


Hikssroott!!


Benar-benar Brivan tidak sopan melakukan hal menjijikkan didepan Darren, Darren hanya bisa geleng-geleng kecil melihat kelakuan sahabatnya.


Setelah itu Brivan langsung menceritakan soal tragedi kecelakaan mobil yang merenggut nyawa Elena dan sopir pribadinya. Untungnya Brivan dan anaknya bisa lolos dari kecelakaan mobil yang hampir saja merenggut nyawa mereka.


Darren langsung shock mendengar cerita dari Brivan, Darren sungguh merasa kasihan dengan keadaan Brivan sekarang ini yang dulu nya Brivan berjuang mengejar cintanya Elena sampai Brivan pernah di tolak berkali-kali oleh Elena dan pernah diusir oleh papanya Elena sekarang malah dia ditinggal pergi Elena untuk selamanya sungguh mengenaskan sekali kehidupan seorang Brivan.


"Jadi sekarang lo duda dong" ejek Darren dengan sedikit senyum smirk nya.


"Ya gue jadi duda sekarang" ucap Brivan sambil wajahnya di tekuk.


"Kasihan amat deh,duda satu ini udah gak punya istri" ejek lagi Darren,Darren ini suka sekali mengejek Brivan dari dulu entah kenapa sifatnya tidak pernah berubah.


"Kamvreeet, gue doain semoga lo cepet nyusul jadi duda seperti gue" senyum miring Brivan.


"Heh, sembarangan lo malah doain istri gue cepet metong, gak gak ada ya enak aja lo" bantah Darren yang udah menatap nyalang Brivan.


Brivan mendecih ."Ck, seorang psikopat takut di tinggal pergi istrinya"


Darren seketika matanya melotot."Gue ulek mata lo pake belati".

__ADS_1


Seketika Brivan menyemburkan tawanya. "Hahahaha anying komuk wajah lo udah kek nahan boker hahaha"


"Sinting" ucap singkat Darren.


Tap


Tap


Tap


"Ini tuan kopinya" ucap Arjuna datang sambil membawa dua gelas kopi untuk Darren dan Brivan.


"Hm" ucap singkat Darren.


Setelah meletakkan dua gelas kopi diatas meja Arjuna langsung pergi meninggalkan ruangan Ceo.


Brivan langsung menghentikan tawanya dan langsung mengambil kopi yang ada didepannya tanpa menunggu tuan rumah terlebih dahulu.


Srrrup!


"Udah lama gue gak ngopi bareng lo Ren, terakhir waktu lulus SMA setelah itu lo langsung pergi ke Australia" ucap Brivan sambil bernostalgia jaman SMA dulu.


"Bener,gue juga kangen ngopi bareng lo makanya gue suruh sekretaris gue bikinin kopi untuk kita" balas Darren sambil menyeruput secangkir kopi.


"Ngomong-ngomong anak lo yang jauh lebih ganteng daripada lo itu mau tunangan ya sama siapa?" tanya Brivan.


"Lo tahu darimana?" Darren mengernyitkan dahinya.


"Eh,bangsul berita tentang pertunangan anak lo udah menyebar dimana-mana kalo lo lupa sampai dipasang di koran segala"


Darren menggaruk tengkuknya sambil cengengesan."Hehe gue lupa mon maap ya Van".


"Iya gue maapin,gue maklumin faktor usia lanjut jadi lo gampang lupa" ejek Brivan.


"Bedebah sialan" ucapnya sambil melemparkan tatapan sinis.


"Tunangan sama siapa anak lo"


"Sama anaknya Dekkan dari keluarga Hareklees namanya Hana lo kenal gak?"


Deg!


Hana? jadi itu kamu Belvia sayang batin Brivan wajahnya langsung berubah jadi sedih.


"Lo kenapa mau nangis lagi? gara-gara denger anak gue mau tunangan?" cerca Darren yang menatap bingung wajah sedih Brivan.


"Gak kok, gue senang mendengar berita soal pertunangan anak lo Ren" ucap Brivan ia menampilkan senyum palsunya.


Brivan sendiri belum bisa bercerita soal anaknya yang mengalami transmigrasi jiwa,mungkin lain kali Brivan akan bercerita dengannya.


Brivan melirik ke jam yang melingkar di tangan kekarnya.


"Ini udah sore, gue harus pulang besok-besok gue akan menemui lo lagi ada hal yang belum gue ceritain ke lo mungkin pertemuan selanjutnya" Brivan langsung beranjak dari tempat duduknya.


Darren juga ikut berdiri dan mengantarkan Brivan keluar dari ruangannya. "Hm,gue akan tunggu lo untuk mendengar cerita dari lo" ucapnya sambil tersenyum tipis.


"Baiklah gue pergi dulu" pamit Brivan kepada Darren.


Darren hanya menganggukkan kepalanya dan menatap punggung Brivan yang udah berjalan menjauh.


"Semoga setelah ini hidup lo bahagia Brivan,tolong ikhlaskan kepergian Elena semoga lo mendapatkan pengganti Elena" senyum tipis Darren.


...----------------...


Thanks for reading 🤗❤️😘

__ADS_1



__ADS_2