
Kivandra ikut pulang ke mansion Hawthorne atas permintaan dari Hana, ia tidak mau meninggalkan mama nya tinggal sendirian di mansion. Kivandra mau tidak mau harus mengikuti permintaan Hana untuk tinggal sementara di mansion Hawthorne.
Sesampainya di mansion mereka bertiga turun dari mobil dan melangkahkan kakinya ke dalam mansion.
"Kalian istirahat lah, besok kalian ada kuliah kan?" tanya mama Lika.
"Iya mah, besok kita ada kuliah pagi" jawab Kivandra sambil menggandeng istrinya yang baru saja ia nikahi saat di rumah sakit.
"Baiklah, mama juga mau istirahat besok juga giliran mama buat jaga bang Galang" sambung mama Lika,ia pun berjalan menuju lantai atas,mereka pun menganggukan kepalanya.
Mereka berdua pun berjalan ke kamar Hana, Kivandra sambil membawa tas ranselnya dia hanya membawa beberapa baju saja mungkin besok setelah kuliah dia akan mampir ke mansion untuk membawa baju lagi dan barang lainnya.
Ceklek!
Hana membuka pintu kamar dan di ikuti Kivandra dari belakang. Ini pertama kalinya Hana membawa seorang cowo ke kamarnya dan satu ruangan membuat dia sangat canggung apalagi malam ini malam pertama bagi mereka.
"Ekhm" Hana berdehem menatap Kivandra yang berdiri didepannya.
"Kenapa sayang?" ucap Kivandra ia duduk di pinggir ranjang lalu ia menarik pinggang Hana dan mengangkat tubuh Hana untuk duduk di pangkuannya. Membuat posisi mereka terlihat sangat lebih intim apalagi wajah mereka saling berpandang- pandangan.
"Sayang" suara serak Kivandra dengan matanya yang sayu menatap wajah cantik istrinya.
Wajah Hana langsung memerah ia mencoba mengalihkan pandangannya ke arah lain, tapi dengan gerakan cepat Kivandra menarik dagu Hana dan kepala Kivandra memiringkan agar mudah untuk mencium bibir ranum Hana.
Hana membulatkan matanya mendapatkan serangan tiba-tiba dari Kivandra, jantungnya berasa seperti goyang dumang. Kivandra me*luma*t bibir Hana dan menggigit bibir Hana agar Hana membuka bibirnya, setelah Hana merasakan ada yang gigit Hana membuka bibirnya, dengan itu Kivandra tersenyum miring ia mulai mengobrak-abrik bibir Hana mengabsen satu persatu gigi Hana dengan lidahnya mereka saling bertukar saliva. Hana mulai menikmati permainan Kivandra sehingga kedua tangannya mengalungkan ke leher Kivandra.
Kivandra melepaskan ciumannya dan membersihkan sisa salivanya yang ada di sudut bibir Hana dengan ibu jari. Bibir Hana kelihatan bengkak akibat perbuatan brutal Kivandra.
"Sayang, aku mau kamu malam ini" suara serak Kivandra memandangi Hana dengan pandangan yang sulit diartikan.
Deg!
Hana langsung membelalakkan matanya ia tidak salah dengar kan apa yang dikatakan Kivandra barusan, OMG! gue belum siap kalau harus berhadapan dengan jamur purba miliknya.
"Sa-sayang besok kita ada kuliah pagi, dan gue udah ngantuk" Hana terpaksa menolak ajakan Kivandra untuk melakukan malam pertama seperti pasangan lainnya setelah menikah, karena dia sendiri belum siap memberikan mahkota berharga kepada Kivandra.
Kivandra mendengus mendengar penolakan dari istrinya, lagi-lagi ia main solo sama sabun walaupun udah menikah tetap saja sabun yang menang.
"Baiklah sayang, kamu mandi dulu gih nanti keburu malam" ucapnya sambil menurunkan Hana dari pangkuannya.
Hana merasa Kivandra sedang kesal dengannya pasti gara-gara ucapan barusan yang di lontarkan, ia langsung mencium bibir Kivandra dengan singkat sebelum pergi ke kamar mandi.
Cup!
"Jangan marah ya" Kivandra langsung menganggukkan kepalanya sambil terkekeh kecil mana bisa ia marah sama Hana, bisa-bisanya ia mencuri ciuman saat aku belum siap dasar nakal!
Hana pun langsung lari menuju kamar mandi sebelum nanti Kivandra menarik dirinya ke ranjang yang ada malah gak jadi mandi tapi malah mandi keringat.
Mereka sepakat untuk merahasiakan pernikahan mereka berdua dari para teman-temannya dan semua orang, tentang resepsi nanti setelah masalah ini selesai mereka akan mengadakan resepsi sekalian meresmikan hubungan mereka di depan publik.
Kivandra sambil menunggu Hana selesai mandi ia sembari mengotak-atik ipadnya ia sedang mengecek cctv yang ada di mansion Delvin, Kivandra belum bisa memasang kamera tersembunyi dan perekam di mansion Tiara. Minggu besok mereka akan tawuran dengan Alaska,semoga tidak ada hal yang tidak di inginkan.
Ceklek!
Kivandra mendengar suara pintu terbuka ia langsung menatap ke sumber suara, disana Hana berjalan dengan menggunakan handuk kimono dan rambut basah terkesan sexy bagi Kivandra. Kivandra menatap Hana tanpa berkedip dan ia juga mengumpat merasakan megalondon nya berdiri tegak.
Oh f*ck shiit!
"Kamu kenapa sayang?" Hana mengernyitkan dahinya mendengar umpatan Kivandra.
__ADS_1
Kivandra langsung menutupi bagian bawah yang melembung di balik celana panjangnya agar Hana tidak melihat ke arah bawah.
Ekhm!
Kivandra berdehem agar tetap tenang dan ia meraup seluruh wajahnya, ia tidak mungkin tiba-tiba menerkam istrinya sekarang ini ia juga udah janji sama Hana akan melakukannya kalau Hana sudah mengijinkan.
"Gak apa-apa kok, aku mandi dulu" ucapnya sambil berjalan lurus ke kamar mandi, membuat Hana semakin bingung.
"Kenapa tuh anak" gumam lirih melihat Kivandra sudah menutup pintu kamar mandi, Hana pun berjalan ke walk in closet untuk berganti pakaian.
Setelah berganti pakaian dan memakai skin care ia menatap kagum ke Kivandra yang baru saja keluar dari kamar mandi betapa harumnya dia setelah selesai mandi dan hanya menggunakan handuk untuk menutupi asetnya saja. Perut delapan kotak tertampang jelas di depan mata Hana.
"Damn it! mata gue udah gak suci lagi betapa sexy nya Kivandra, ck! kenapa gue jadi mesum gini sih" merutui ucapannya sendiri dalam hati Hana.
"Kenapa gak ganti baju di kamar mandi saja, haruskah pamer perut kotak mu itu didepan aku"
Kivandra yang mendengar langsung menyeringai dan berjalan maju ke arah Hana sedangkan Hana sudah memundurkan langkahnya.
"Ya Tuhan dia mau ngapain? bisa gila gue kalo tiap malam begini, tolong gue " batin Hana berteriak.
Langkah Kivandra semakin maju hingga tidak ada jarak bagi mereka, Hana tidak bisa memundurkan langkahnya lagi ia sudah kepentok tembok kamar Hana ia juga tidak bisa berbuat apa-apa.Hana menelan salivanya dengan berat sembari memandangi wajah tampan Kivandra.
Glek!
"Apa malam ini gue akan di terkam sama singa ini? kenapa dia jadi lebih menyeramkan dan gue udah seperti kucing aja yang tertangkap basah oleh babunya" monolog batin Hana.
Tangan kiri Kivandra bersandar di tembok dan tangan kanannya mengambil tangan Hana yang sedang bergetar.
"Gugup hm? mau pegang gak? mumpung gratis nih, kalo besok mungkin udah gak gratis lagi" ucapnya sambil mengarahkan tangan Hana ke perut delapan kotak tersebut.
"Gak gratis?" beo Hana masih lola ia belum mencerna perkataan Kivandra.
Kivandra memejamkan matanya merasakan usapan dari tangan mungil Hana yang sedang mengusap perut delapan kotak itu.
Hana langsung menarik tangannya dari genggaman tangan Kivandra walaupun tadi merasakan tremor saat mengusap perut kotak Kivandra.
Cup!
Kivandra mencium bibir Hana yang sekarang ini membuatnya candu bagi Kivandra rasanya ingin terus menerus menciumi bibir Hana, di lihat saja sekarang ini bibir Hana sudah agak bengkak akibat ulah Kivandra. Hana memukul dada bidang Kivandra agar segera melepaskan ciumannya.
"Bibir kamu sangat candu sayang" suara serak lirih Kivandra.
Pipi Hana seketika merona menjadi merah ia salting mendengar gombalan Kivandra, sejak kapan dia menjadi omes begini dan sering gombal,mungkin kebanyakan dekat dengan para tuyul Ravestrack.
"G-gue mau tidur" gugup Hana sedikit mendorong tubuh Kivandra agar menjauh darinya.
"Hm" Kivandra pun berjalan menuju walk in closet.
Hana pun menatap punggung kekar Kivandra. "Ngambek lagi dia? Ck!" gerutu lirih Hana.
Hana merebahkan tubuhnya diatas ranjang dengan menyelimuti sebagian tubuhnya. Hana melihat Kivandra berjalan menuju ranjang dan duduk di pinggiran ranjang.
"Apa dia akan tidur di ranjang juga? berarti satu ranjang dong?"batinnya sambil mata Hana melotot melihat Kivandra sudah merebahkan tubuhnya di samping Hana tanpa menggunakan baju atasan hanya mengenakan boxer saja siapa yang gak gugup melihat penampilan Kivandra dan satu ranjang dengannya. Kivandra melihat Hana yang sedari tadi menatapnya ia mengerutkan keningnya.
"Ada apa kamu lihatin begitu? aku ganteng ya?" ucap Kivandra menaikkan satu alisnya.
"Ck. Kamu jelek yank, gantengan mingyu oppa daripada kamu" dengus Hana sejak kapan Kivandra menjadi orang pede sekali.
Kivandra melototkan matanya bisa-bisanya dia membandingkan dirinya dengan mingyu didepan suaminya sendiri, ya jelas gue paling ganteng daripada dia.
"Kok kamu tega sih bilang aku jelek, aku ini suami kamu sayang. Sedangkan mingyu itu hanya pacar halu mu yang gak akan pernah menjadi kenyataan jadi terima saja takdirmu sayang, suami mu juga gak kalah tampan dari dia" mode cemburu Kivandra.
__ADS_1
"Dahlah, aku ngantuk" sahut Hana sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut dan membelakangi Kivandra.
Kivandra hanya bisa menghela nafas dengan pelan. Kivandra langsung memeluk istrinya dari belakang.
"Kalo ngambek aku terkam kamu sampai pagi sampai kamu gak bisa jalan" ucap nya sambil memeluk Hana.
Ck! dasar otak mesum.
...****************...
Disisi lain Kalandra pergi sendirian ke tempat club malam untuk menenangkan hatinya. Disana ia menghabiskan beberapa botol alkohol dan soju, beberapa kali ia menolak wanita penghibur yang berusaha merayunya. Disini ia hanya ingin minum saja dan menenangkan diri bukan untuk mencari wanita penghibur.
Setelah selesai Kalandra berjalan menuju parkiran mobil dengan penampilan acak-acakan tiga kancing kemejanya terbuka dan dia dalam keadaan mabok ia juga jalan dengan sempoyongan hingga menabrak seorang gadis cantik di depannya.
Bruk!
"Om, kalo jalan tuh pake mata sama kaki" maki seorang gadis cantik itu.
"Hm" gumam lirih Kalandra ia hampir jatuh lagi ke lantai kalau gadis itu tidak langsung memegang tubuh Kalandra.
Ck!
Gadis cantik itu berdecak, kenapa pria ini sangat merepotkan sekali.
"Om bangun om, woi om bangun" ucap gadis itu sambil menepuk pipi Kalandra dengan keras.
"Sepertinya dia bukan orang ini, dilihat dari wajahnya dia bule kenapa ada bule nyasar di mari, sungguh merepotkan" dengus gadis itu.
Tap
Tap
Tap
"Nona Dasha kami mencari nona ternyata nona ada disini" ucap salah satu bodyguard tersebut.
Gadis yang barusan di tabrak sama Kalandra adalah Dasha, ia mendengus lagi-lagi ia ketahuan dengan bodyguard nya padahal ia ingin sekali bebas dari mereka.
"Bawa pria ini ke dalam mobil" pinta Dasha kepada kedua bodyguard.
Bodyguard tersebut mengerutkan keningnya darimana nona Dasha mendapatkan pria ini dan siapa dia? kenapa nona Dasha mau membawanya dan mau bersentuhan dengan laki-laki lain selain bosnya itu sendiri.
"Heh, buruan bawa dia ke mobil" sentak Dasha melihat kedua bodyguard nya bengong.
"I-iya nona" ucapnya bersamaan.
Kalandra pun di bawa masuk ke dalam mobil Dasha dengan keadaan tidak sadar alias sudah tidur gara-gara kebanyakan minum.
Dasha sudah duduk di jok pengemudi sedangkan Kalandra duduk di samping jok pengemudi.
"Kalian pulanglah bilang ke ayah kalo saya akan tidur di apartemen" ucap Dasha kepada kedua bodyguard.
Sebelum bodyguard menjawab Dasha sudah menancapkan gas mobilnya meninggalkan kedua bodyguard yang masih berdiri di depan club.
Dasha membawa Kalandra ke apartemennya, kalau dia membawa Kalandra ke mansion bisa di amuk sama ayahnya.
Lebih baik dia membawanya ke apartemen. Ini pertama kalinya ia bersentuhan dengan laki-laki, biasanya setiap bersentuhan kulit dia akan gatal-gatal tapi kali ini tidak, ia penasaran siapa laki-laki yang ada di sampingnya sekarang ini.
...----------------...
...Visual Dasha ...
__ADS_1