Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
116


__ADS_3


"Ratna" panggil Sam yang baru saja masuk kedalam rumah Rajendra.


Deg!


Ratna memundurkan langkahnya dengan pelan, ia sangat terkejut melihat Sam datang di malam hari ke rumahnya saat Rajendra tidak ada di rumah.


Sam menyeringai tipis dan lidahnya menjilati bibir bawahnya.


"Kenapa hm? terkejut ya kalo gue datang kesini"


"L-lo ngapain malam-malam kesini,kalo lo mau nyari mas Rajendra sayangnya mas Rajendra tidak ada di rumah" ucap Ratna dengan gugup.


Sam semakin mendekati Ratna yang semakin panik di buatnya.


"Gue ke sini mau bertemu dengan lo Ratna sayang, bukan Rajendra pria bodoh itu hahaha long time no see baby, sejak lo menikah dengan Rajendra kita udah lama tidak bermain di ranjang sayang"


"Ja-jangan mendekat Sam, nanti Rajendra tahu kalo sodaranya mencoba menggoda istrinya Sam" ucap Ratna memundurkan langkahnya kebelakang hingga terpentok tembok.


Sam mengungkung tubuh Ratna dan mencium aroma tubuh Ratna."Aroma tubuh lo masih sama seperti dulu Ratna saat kita menjalin hubungan, dan lo seenaknya memutuskan hubungan kita dan menikah dengan Rajendra,hm?" Sam mencengkram erat dagu Ratna.


"L-lepaskan Sam, kita udah tidak memiliki hubungan lagi Sam, ingat gue adalah istri dari adik lo Sam" suara terbata-bata Ratna.


"Ck, walaupun lo istrinya Rajendra lo tetap pemu*as ranjang gue Ratna lo tetap kekasih gue ingat itu Ratna, gue tahu lo menyingkirkan kekasih Rajendra dan menikah dengan Rajendra demi harta, tahta dan kekuasaan kan hm? coba kalo Rajendra tahu,wow pasti lo akan di depak dari sini hahaha" tawa sinis Sam.


Deg!


Mata Ratna seketika membulat dan ia langsung geleng-geleng kepala jangan sampai Rajendra tahu soal ini.


"J-jangan beritahu Rajendra Sam, gue mohon"


"Hahaha sudah gue duga pasti lo akan ketakutan kalo Rajendra tahu apalagi hubungan kita sebelum lo menikah dengannya, gue bisa saja merahasiakan soal ini semuanya dari Rajendra asal ada syaratnya" senyum smirk Sam sambil mencium pipi Ratna.


"A-apa syaratnya gue akan lakukan semuanya"


"Good girl b*tch, gue ingin merasakan tubuh lo lagi apa rasanya masih sama seperti dulu lagi atau tidak, anak lo juga sering memberikan gue servis yang sangat memuaskan asal li tahu lo sama anak lo itu sama-sama haus kekayaan hahaha" bisik Sam.


Deg!


Jantung Ratna seraya berhenti sejenak ketika ia mendengar perkataan Sam, anaknya jadi pemu*as ranjang Sam astaga kenapa bisa jadi seperti ini.


"Gimana syarat dari gue? atau kita bermain bertiga hm? lebih asyik kayak nya" tawar Sam.


Ratna langsung geleng-geleng. "Gak, lo harus janji dulu Sam lepasin anak gue Sam sebagai gantinya tubuh gue, gue akan selalu memberikan lo kenikmatan asal jangan Tiara, please lepaskan Tiara"

__ADS_1


"Haha tapi tubuh anak lo itu bikin gue candu Ratna, bagaimana kalo gue gak mau melepaskan anak lo itu hm? anak lo juga butuh gue lebih tepatnya uang gue sih" ucap Sam seraya membelai pipi Ratna.


"Gue mohon Sam, Tiara masih kecil masa depannya dia masih panjang jangan jadikan dia pelampiasan lo Sam, gue akan mengabulkan semua permintaan lo asal lo lepasin Tiara" tawar Ratna.


"Oke, setiap gue butuh lo harus siap dan datang jangan sampai terlambat karena gue gak suka sama orang yang lelet" desis Sam.


Ratna langsung mengangguk kepalanya. "Baiklah Sam"


Sam mencium bibir Ratna dengan sekilas. "Hmm.. rasanya masih sama, ternyata lo masih saja dianggurin sama Rajendra" setelah itu Sam pergi dari sana.


Setelah kepergian Sam dari rumahnya Ratna mengumpati Sam.


"Bedebah itu kembali lagi, semoga mas Rajendra tidak mengetahuinya ternyata Sam lebih berbahaya dari Rajendra"


...****************...



"Sayang, aku bosan di sini besok kita pulang ya" ucap Hana ia masih berada di dekapan Kivandra.


Hana masih berada di rumah sakit Kivandra belum mengijinkan Hana untuk pulang terpaksa Hana menginap sehari di rumah sakit.


"Iya sayang besok kita pulang" sambung Kivandra mencium kening istrinya.


"Aku udah kangen sama Sagara sayang anak itu sangat lucu sekali, nanti anak kita akan seperti Sagara gak ya?" tebak Hana seraya wajahnya menduselkan di dada bidang Kivandra.


"Ah, aku kan gak tahu sayang aku bukan Tuhan sayang ku, yang penting anak kita lahir dengan selamat dan sehat sayang"


Hana melonggarkan pelukannya dan menatap Kivandra.


"Kenapa hm? mau apa hm?" suara berat Kivandra.


"Aku ingin makan jambu biji yang warnanya merah sayang" pinta Hana


"Iya besok ya kita beli sekalian pulang"


"No, Aku inginnya sekarang sayang kamu mau anak kita jadi ileran?" Kivandra langsung geleng-geleng gimana jadinya anaknya jadi ileran, ogah deh gue!.


"Tapi ini udah malam sayang udah jam 12 malam mau nyari dimana hm?" Kivandra menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantiknya Hana.


"Ada sayang, aku maunya Abercio, Kalandra dan Agam manjat pohonnya uncle mutu sayang, sama Adrian suruh bikinin nasgor ayam" pinta Hana dengan menampilkan wajah puppy eyesnya.


Astaga kenapa istri gue jadi gemes gini sih, jadi gak tega kan kalo mau nolak tapi Adrian gak bisa masak gue takutnya Adrian malah masak racun buat Hana, apalagi mereka gak bisa manjat pohon kenapa bumil satu ini mintanya yang aneh-aneh sih!.


"Tapi uncle mutu itu hanya ada di upin ipin sayang mana bisa mereka ke sana,jangan aneh deh yank! tidur ya ini udah malam"

__ADS_1


Hana geleng-geleng kepala ia tidak mau tidur sebelum semua kemauannya itu jadi kenyataan.


Kivandra menghela nafas dengan berat dan meraup wajahnya dengan kasar 'Yasalam' .


"Oke, aku akan hubungi mereka" demi kecebongnya Kivandra harus mengalah, belum juga lahir udah bikin repot apalagi udah lahir mungkin Kivandra langsung setres 🀣


"Hore...makasih sayang"


Cup!


Hana menciumi bibir Kivandra sekilas membuat Kivandra terkejut.


...****************...


Ddrrrrtt.....Drrrrrttttt.....Drrrrttttt...


Ponsel Abercio berdering berkali-kali hingga tidur Abercio terganggu akhirnya dia bangun dan mengangkat teleponnya tanpa melihat siapa yang menelpon.


"Halo, kalo mau pinjam seratus gak ada gue gak menerima utang"πŸ“ž suara serak Abercio sambil memejamkan matanya


"ABERCIO" πŸ“žteriak Kivandra di seberang sana.


Kuping Abercio langsung berdenging dan menjauhkan ponselnya dari kupingnya seketika nyawanya kumpul kembali.


"Kamvreet" umpat Abercio ia langsung melihat siapa yang menelpon, Abercio membulatkan matanya ternyata Kivandra yang menelpon.


Abercio langsung mendekati ponselnya kembali. "H-halo bos, maaf bos gue kira tadi pinjol bos" πŸ“ž ucap Abercio dengan suara gagapnya.


"Buruan baca chat gue dan ajak Agam dan Kalandra sekaligus, kalo tidak jangan harap bisa melihat hari esok" πŸ“ž ancam Kivandra dari seberang sana. Kivandra langsung mengakhiri panggilan nya.


Setelah Kivandra menelpon dirinya Abercio langsung membaca chat Kivandra.


Kivandra πŸ“¨


Cari buah jambu biji yang warnanya merah dari pohonnya ingat jangan beli di depot buah, ajak Kalandra dan Agam. SEKARANG! kalo gak jangan harap nyawa kalian aman sama Hana.


Glek!


Setelah membaca chat dari Kivandra, Abercio menelan salivanya dengan berat.


"Anjing, yang bikin kecebong kan Kivandra kenapa jadi kita yang di suruh, kalo bukan si bos gue ogah malam-malam nyari jambu demi kecebong si bos" dengus Abercio.


Abercio langsung mengambil kunci motor dan bergegas pergi menuju mansion Agam dan Kalandra.


Sedikit info mereka baru tahu kalau Kivandra dan Hana sudah menikah saat Abercio, Agam dan Adrian masuk kedalam kamar Hana tanpa di sengaja mereka melihat buku nikah di atas nakas. Disitulah mereka meminta penjelasan dari Galang, dan hanya mereka saja yang mengetahuinya kecuali Delvin dan lainnya masih belum tahu. Galang menyarankan untuk merahasiakan pernikahan mereka nanti mereka akan mengumumkannya ke semua orang saat waktu yang tepat.

__ADS_1


...----------------...


Maaf ketiknya sambil ngurusin yang lainnya... mau double update komen ya ....nanti update lagi πŸ€—β€οΈπŸ€—


__ADS_2