Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
71


__ADS_3

Alvaro tidak sengaja melihat Hana di bawa ke dalam mobil sama tiga orang laki-laki yang tidak ia kenal.


Alvaro langsung menghubungi Galang untuk memberitahu soal Hana diculik.


"Lo dimana Lang?" tanya Alvaro.


"Gue baru aja bangun Ro, kenapa?" suara serak Galang khas bangun tidur dari seberang sana.


"Yaelah, gue dapet berita buruk tentang Hana"


Yang tadinya Galang masih ngantuk seketika langsung melek dan bangun dari ranjangnya.


"Maksud lo apa Ro?"


"Hana tadi di bawa sama tiga laki-laki saat di kampus entah di bawa kemana, lo buruan telepon Kivandra"


Tuttt......


Galang diseberang sana langsung mematikan teleponnya.


Dan Galang langsung menghubungi Kivandra mengabari Hana telah di culik sama tiga orang laki-laki yang tak di kenalinya.


Setelah menghubungi Kivandra Galang langsung pergi ke kamar mandi bersiap-siap untuk menghampiri Galen hanya dia yang bisa melacak keberadaan Hana.


🩸


🩸


🩸


Brak!


Kivandra langsung menggebrakan meja tamu yang ada di ruangan Ceo daddynya.


"Bastard" umpat Kivandra.


Daddy Darren terperanjat mendengar suara gebrakan meja dan langsung mengelus dadanya.


"Ada apa Andra?"


"Hana di culik dad" balas Kivandra menoleh kearah daddynya yang sedang duduk di kursi Ceo.


"Apa?" daddy Darren tak kalah kagetnya dengan Kivandra.


"Apa perlu daddy suruh anak buah untuk melacak dan menghabisi nyawa mereka yang udah berani menculik menantu kesayangan Lexander" geram daddy Darren.


"Tidak perlu dad,Andra udah menyuruh Kala buat melacak mereka dan sekarang Andra akan kesana menghabisi nyawa mereka dengan tangan Andra sendiri" tolak Kivandra.


"Baiklah tapi kabari daddy kalo ada apa-apa dan kalo butuh bantuan daddy, daddy siap membantumu Andra"


"Hm"


Kivandra langsung keluar dari ruangan Ceo dan langsung menancapkan gas motornya ke tempat Hana berada. Barusan Kalandra memberikan posisi keberadaan Hana tepatnya apartemen mewah tak jauh dari pusat kota.


Kalandra juga memberitahu kepada semua anggota inti Ravestrack mereka juga akan segera menyusul Kivandra.


Kivandra tidak menghiraukan umpatan sumpah serapah dari pengendera lainnya saat di jalan raya, Kivandra hanya fokus dengan penyelamatan Hana.


Sedangkan di apartemen Lexi Hana membuka matanya secara perlahan.


"Ck, udah bangun hm" ucap Lexi melihat Hana menatap tajam dirinya.


"Jadi ini pria bastard yang berani menyulik gue" gumam dalam hatinya.


Bukannya menjawab Hana malah tersenyum miring.


Lexi berjalan santai menuju Hana yang sedang duduk di tepi ranjang sambil tangan dan kakinya di ikat. Lexi menatap Hana dengan tatapan penuh gairah,apalagi memandangi wajah cantik dan leher putih mulus Hana, Lexi membasahi bibirnya dengan lidahnya.


Sedangkan Hana hanya seringai tipis sekali tanpa Lexi ketahui dibalik seringai tipis itu Hana hanya ingin memberikan kejutan untuknya.


Flashback on.


Saat wanita penjaga jus buah menatap lama Hana, Hana sudah tahu kalau ada yang tidak beres dengannya dan saat keluar dari kantin Hana merasa ada yang mengawasinya sejak tadi dan tanpa mereka sadari Hana memicingkan matanya ternyata ada dua tikus disana yang sedang bersembunyi.


"Ck, baiklah ini permainan kalian gue hanya ikut saja biar permainan kalian sempurna dan gue juga ingin tahu kalian bekerjasama dengan siapa,baiklah gue akan pura-pura meminum jus apokat ini dari aromanya aja udah ketebak kalo didalam jus ini ada obat perangsang, thanks Winter" dalam hatinya.


Seketika itu Hana berpura-pura tubuhnya merasa panas.

__ADS_1


"Anjing, ini badan gue kenapa sih!" umpat keras Hana sambil mengibaskan tangannya ia langsung mencepolkan rambutnya agar tidak kepanasan tapi tetap saja dia kepanasan.


Hana sempat melirik kearah dua tikus mereka tersenyum miring merasa berhasil membuat Hana kepanasan dengan obat itu.


"Game over" batin Hana menyeringai.


Hana ingin permainan mereka sempurna jadi Hana harus totalitas mengikuti permainan mereka. Hana tahu ada tiga orang yang sedang berjalan menghampiri Hana dari arah belakang Hana hanya berpura-pura tidak tahu saja, sampai Hana di bius dan di bawa ke apartemen Lexi.


Hana sebenarnya sudah sadar saat di tengah perjalanan tapi Hana berpura-pura tidur lumayan ada waktu buat istirahat semalam gue maraton drakor jadi masih ngantuk batin Hana.


Flashback off


Lexi sudah mengungkung tubuh Hana dan membelai pipi Hana saat hendak mencium bibir Hana tiba-tiba Lexi mendengar suara gaduh dari luar kamarnya.


Lexi langsung menarik tubuhnya dan keluar dari kamarnya ia ingin melihat suara gaduh apa di luar sana. Hana berusaha melepaskan ikatan tangannya, tanpa butuh waktu lama ikatan tangan pun sudah terlepas kini Hana tinggal melepaskan ikatan kakinya.


Sedangkan di luar sana Kivandra sudah memberantas beberapa anak buah Lexi yang menjaga apartemen.


Bugh!


Brak!


Bugh!


Kivandra menendang perut, membanting tubuh dan mematahkan kaki dan juga tangan anak buah Lexi tanpa ampun.


Lexi terkejut melihat beberapa anak buahnya sudah terkapar di atas lantai.


"Hentikan" pekik Lexi.


Kivandra pun menghentikan aksinya dan menatap tajam kearah Lexi.


"Lo siapa hah! beraninya mengacaukan apartemen gue" maki Lexi.


"DIMANA HANA TUNANGAN GUE BASTARD" bentak Kivandra yang kepalanya sudah berasap menahan emosi daritadi.


"Hahaha tunangan lo udah gue cicipi tubuhnya lumayan enak juga dan lo hanya dapat bekas dari gue nantinya" bohong Lexi ia hanya ingin memancing Kivandra agar dia menjauh dari Hana sesuai permintaan dari Marina.


Tapi sayangnya tidak bagi Kivandra malah Lexi sudah membangunkan singa yang sudah lama tertidur, Lexi salah mencari lawan.


Tanpa ba-bi-bu Kivandra langsung berlari dan menendang perut Lexi hingga terpelanting jauh menabrak tembok apartemen.


"Sssh...." ringisan Lexi merasakan tulang punggungnya seperti ada yang patah.


Kivandra berjalan menghampiri Lexi yang sedang meringis kesakitan, Kivandra menarik baju Lexi dengan kuat sampai Lexi susah untuk bernafas.


"DIMANA HANA JAWAB!" bentak Kivandra.


Hana mendengar suara Kivandra langsung membuka pintu kamar Lexi.


Ceklek!


Hana melangkahkan kakinya berjalan ke arah Kivandra yang sedang duduk di atas tubuh Lexi samping menarik baju Lexi dengan kuat.


"Sayang" panggil Hana yang sedang berdiri di belakang Kivandra.


Kivandra menoleh ke belakang ia melihat Hana yang sedang berdiri disana tanpa luka sedikitpun hanya tiga kancing kemejanya yang sudah terlepas, Kivandra lega melihat Hana dalam keadaan utuh tapi Kivandra geram melihat kancing kemeja Hana sudah terlepas pasti itu ulah Lexi pikir Kivandra padahal itu ulah Hana sendiri agar lebih mendalami perannya.


Kivandra langsung memberikan bogem mentah di wajah tampan Lexi gara-gara pikiran Kivandra sudah kemana-mana melihat tiga kancing kemeja Hana sudah terlepas.


Bugh!


Seketika Lexi pingsan, pukulan Kivandra sangatlah kuat tidak ada tandingannya sekali pukul mungkin bisa bikin tulang remuk atau patah.


Kivandra langsung beranjak dari sana dan lari ke arah Hana.


Kivandra langsung memeluk kekasihnya Hana pun membalas pelukan Kivandra sambil menepuk-nepuk punggung Kivandra agar dia tenang.


Kivandra melepaskan pelukannya dan meraup seluruh wajah Hana. "Are you okey baby?" tanya Kivandra.


Hana hanya menjawab dengan anggukan kecil.


"Apa Lexi menciumi mu sayang, dimana? apa di bibirmu atau di pipi atau di leher dimana sayang, biar aku menghapus jejak Lexi dan kenapa kancing kemeja mu terlepas semua apa ini ulah Lexi baby" cerca Kivandra sampai membuat Hana bengong kenapa Kivandra kayak emak-emak yang sedang mengomeli anaknya.


Hana melepaskan kedua tangan Kivandra dari wajahnya."Dia hanya mengusap-usap pipi aku sayang hanya itu saja dan kancing ini bukan Lexi yang melepaskannya tapi aku sendiri Alhamdulillah aku masih utuh sayang belum diapa-apain sama laki-laki bastard itu" ucap Hana sambil menoel-noel lengan kekar Kivandra.


"Yakin sayang?" tanya lagi Kivandra yang langsung diangguki oleh Hana.

__ADS_1


Kivandra menghembuskan nafas panjangnya dan langsung menarik pinggang Hana dan saat Kivandra ingin mencium bibir Hana tiba-tiba dihentikan oleh suara pintu.


Brak!


"Mana penculiknya biar gue geprek langsung" pekik Abercio membuka pintu apartemen dengan keras dan diikuti anggota inti Ravestrack lainnya, disana ada Galang,Kalandra dan Galen.


Kivandra dan Hana menoleh kearah mereka Kivandra menggeram melihat Abercio menggagalkan ciuman dengan Hana. Ingatkan Kivandra untuk mengutuk Abercio menjadi batu malincio.


"Shiitt" umpat Kivandra menatap tajam Abercio.


Abercio langsung menciut nyalinya melihat ditatap tajam oleh ketua Ravestrack.


"Kamvret, pasti bos marah nih" gumam lirih Abercio.


"Sukurin lo pasti bang Andra marah tuh sama bang Abercio" Kalandra terkekeh kecil melihat wajah takut Abercio seperti mau diterkam singa.


"Wajah Cio udah kek nahan boker aja pffftt..." batim Adrian yang udah menahan tawanya.


"Kalian ngapain disini semua?" tanya Kivandra dengan suara dingin.


Glek!


Semua menelan salivanya mereka takut ditatap tajam oleh Kivandra seolah akan diterkam oleh singa.


Galang langsung lari ke arah Hana yang berdiri di samping Kivandra.Galang langsung peluk Hana tanpa memperdulikan Kivandra yang sudah menatap tajam ke Galang yang udah berani memeluk kekasihnya ya walaupun Galang abangnya sendiri tapi dia tidak rela Hana dipeluk oleh laki-laki lain selain dirinya.


Kivandra berdehem agar Galang melepaskan pelukannya.


Ekhm!


Galang hanya melirik sebentar dan lanjut memeluk Hana lagi, Kivandra sudah geram dan langsung menarik tubuh Hana dari Galang.


Galang hanya berdecak kesal melihat sikap posesif calon adek iparnya ini.


"Kamvret" umpat Galang.


Hana hanya terkekeh kecil melihat Galang dan Kivandra saling tatap-tatapan mereka mirip seperti anak kecil yang sedang merebut mainannya.


Sedangkan teman-teman lainnya rasanya ingin menyemburkan tawanya melihat sikap cemburunya ketua Ravestrack. Tapi mereka tidak ingin ketawa didepan ketua Ravestrack yang sedang emosi bisa-bisanya nanti mereka di tendang dari bumi dan pindah alam.


"Sayang" panggil Hana sambil menggoyangkan lengan kekar Kivandra.


Kivandra langsung menoleh ke Hana.


"Pulang yuk, tapi bawa Lexi ke penjara markas mu dan satu lagi bawakan aku dua tikus mereka ada di kampus sekarang bawa mereka juga ke markas kamu sayang" pinta Hana sambil mengerjap-ngerjapkan matanya dan memanyunkan bibirnya, Kivandra rasanya ingin mengurung Hana di dalam kamarnya lihat lah mereka melihat Hana betapa gemasnya wajah Hana Kivandra tidak ikhlas mereka menikmati wajah imut Hana rasanya ingin beri mereka bogem mentah.


"Tutup mata kalian" sentak Kivandra.


Seketika mereka langsung memalingkan pandangannya ke arah lain.


"Sayang lain kali jangan seperti ini ya, aku gak mau mereka menikmati wajah gemes mu ini sayang hanya aku saja jangan orang lain apalagi mereka" rengek Kivandra sambil menunjuk kearah teman-temannya.


Hana langsung tertawa kecil dan mengangguk kepalanya.


"Sayang siapa dua tikus yang ada dikampus?" tanya Kivandra dengan suara lembut seperti kucing kecil.


"Ayu dan Marina mereka kakak tingkat yang selalu mengganggu ku sayang, dan mereka juga yang mengatur ini semua dan bekerjasama dengan Lexi nanti aku ceritakan semuanya sama kamu sayang" papar Hana.


"Baiklah baby" ucap Kivandra sambil menyentil hidung Hana.


"Bawa Lexi ke markas dan cari dua wanita yang bernama Ayu dan Marina bawa mereka juga ke markas bilang saja Kivandra memanggil mereka" perintah Kivandra kepada anggota inti Ravestrack.


"Siap" ucap mereka bersamaan.


"Gue boleh ikut menghukum mereka?" tanya Galang menatap ke Kivandra.


"Hm boleh" jawab singkat Kivandra.


Kalandra dan Agam membawa Lexi ke markas Ravestrack, Galang dan Galen menyingkirkan anak buah Lexi sedangkan Adrian, Abercio dan Delvin pergi ke kampus untuk mencari kakak tingkatnya yang udah mencelakai Hana ratu Ravestrack.


...----------------...


......................


......................


Udah pada was-was ya kalo Hana takut di nodai ternyata kalian di prank sama Hana 🤣😂 ....

__ADS_1


Thanks for reading 🤗❤️😘


__ADS_2